Indonesia
NovelToon NovelToon
AKULAH SANG PENGUASA JIWA

AKULAH SANG PENGUASA JIWA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Action / Fantasi
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Otna Forever

Xiao Yi pernah menjadi pembunuh yang ditakuti dunia. Namun sebuah konspirasi merenggut nyawanya.

Ketika membuka mata kembali, ia justru terbangun di Benua Yanlong, dalam tubuh seorang tuan muda lemah yang baru saja dikhianati tunangannya dan dibunuh sepupunya sendiri.

Semua orang menganggapnya sampah.
Mereka tidak tahu bahwa Xiao Yi yang dahulu telah mati.

Kini, di tubuh itu hidup seorang petarung yang terbiasa berjalan di antara darah dan kematian. Lebih mengejutkan lagi, Pedang Bingluan yang ikut menyebabkan kematiannya muncul kembali sebagai Jiwa Bela Diri misterius.

Dengan kehidupan kedua dan kekuatan yang seharusnya tidak dimilikinya, Xiao Yi hanya memiliki satu jawaban bagi mereka yang ingin menginjaknya lagi:

Jika dunia ini menghormati yang kuat, maka ia akan berdiri di puncaknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Otna Forever, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4: Tubuh Ini Belum Siap

Begitu kembali ke kamar, langkah Xiao Yi mendadak berhenti.

"Ugh..."

Ia menarik napas tajam.

Rasa nyeri menjalar dari bahu hingga pinggang, sementara kedua lengannya terasa berat seperti dipenuhi timah.

Yiyi yang sedang merapikan meja langsung menoleh.

"Tuan Muda, Anda kenapa?"

"Tidak apa-apa."

Xiao Yi menggeleng, lalu duduk di tepi ranjang.

Dalam hati, ia mengumpat.

"Tubuh ini benar-benar payah."

Tadi ia memang terlihat mudah mengalahkan Xiao Jie dan Xiao Shi. Namun kenyataannya, dua kali menggunakan teknik Xingyiquan sudah hampir menguras kemampuan fisiknya.

Teknik yang ia kuasai tidak sesederhana gerakannya.

Bentuk Harimau membutuhkan ledakan kekuatan besar dalam waktu singkat. Bentuk Macan Tutul menuntut kontraksi otot dan kecepatan ekstrem.

Bahkan teknik menghindar yang tadi ia gunakan berasal dari prinsip Bentuk Ular, yang membutuhkan kelenturan serta kendali tubuh tinggi.

Di kehidupan sebelumnya, Xiao Yi bisa bertarung berjam-jam tanpa kehilangan tenaga.

Sekarang?

Tubuh ini baru mencapai Alam Penempaan Tubuh Tingkat Satu dan pernah mengalami luka berat. Dibandingkan dirinya dahulu, kondisi fisiknya bahkan tidak layak disebut.

"Tuan Muda!"

Suara Yiyi kembali terdengar.

Xiao Yi menoleh.

Gadis itu menepuk dahinya sendiri.

"Obatnya hampir dingin."

Ia buru-buru mengambil mangkuk yang tadi diletakkan di meja.

"Cepat diminum sebelum benar-benar dingin."

Xiao Yi menerima mangkuk itu lalu menyesap sedikit.

Cairan pahit langsung turun ke tenggorokannya.

Beberapa saat kemudian, rasa hangat menyebar dari perut menuju seluruh tubuh. Otot yang tegang mulai mengendur, sementara rasa sakit perlahan berkurang.

Mata Xiao Yi sedikit menyipit.

"Obat ini lumayan juga."

"Ini Ramuan Penyembuh Tingkat Enam," jawab Yiyi. "Tetua Ketiga meminta Tetua Agung membuatnya khusus untuk Tuan Muda."

Xiao Yi memandang cairan yang tersisa.

Ramuan itu jelas berharga.

Namun setelah beberapa detik, ia justru menyodorkan mangkuk kepada Yiyi.

"Habiskan."

Yiyi tertegun.

"Eh?"

"Minum."

Gadis itu buru-buru menggeleng.

"Tidak boleh. Ini obat untuk menyembuhkan Tuan Muda."

"Aku sudah cukup."

"Tapi—"

Xiao Yi mengangkat alis.

"Aku curiga ada racunnya. Coba dulu."

Yiyi langsung mengambil mangkuk.

"Kalau begitu Yiyi akan mencobanya!"

Ia menyesap sedikit.

Baru setelah itu ekspresinya berubah aneh.

"Tuan Muda...bukankah tadi Anda sudah meminumnya."

Xiao Yi memasang wajah datar.

"Aku tidak suka minum dari mangkuk yang sudah diminum orang lain."

Yiyi semakin bingung.

"Kalau tidak mau, buang saja."

Setelah mengatakan itu, Xiao Yi berdiri dan berjalan ke sisi ruangan.

Yiyi menatap mangkuk di tangannya.

Beberapa detik kemudian, sudut bibirnya perlahan terangkat.

Ia tahu.

Tuan Mudanya sengaja memberikannya.

Gadis itu tidak berkata apa-apa lagi.

Ia menghabiskan seluruh ramuan hingga tak tersisa setetes pun.

Di sisi lain, Xiao Yi mengambil posisi aneh.

Satu kaki sedikit ditekuk, tubuh tegak, kedua tangan terangkat dengan napas teratur.

Bentuk Bangau.

Berbeda dari Bentuk Harimau atau Macan Tutul, teknik ini bukan untuk bertarung.

Bentuk Bangau digunakan untuk mengatur pernapasan, memulihkan tubuh, dan mempercepat penyembuhan.

Di kehidupan sebelumnya, Xiao Yi berkali-kali kembali dari pertempuran dalam keadaan luka parah.

Bentuk Bangau adalah salah satu alasan ia mampu bertahan hidup sampai akhirnya menjadi pembunuh nomor satu.

Napas masuk.

Napas keluar.

Gerakannya perlahan menyatu dengan ritme tubuh.

Beberapa menit berlalu.

Rasa nyeri di pinggang mulai lenyap.

Ketegangan otot berkurang.

Ketika Xiao Yi akhirnya membuka mata, tubuhnya sudah terasa jauh lebih ringan.

Tatapannya beralih kepada Yiyi.

Ramuan tadi ternyata bekerja cukup cepat.

Wajah gadis itu yang semula pucat mulai terlihat sedikit kemerahan. Lebam biru dan merah di pipinya juga perlahan memudar.

Xiao Yi menatapnya sejenak.

Jika tidak kekurangan makanan dan terus-menerus menerima perlakuan buruk, wajah Yiyi sebenarnya sangat halus.

Beberapa tahun lagi, gadis ini mungkin akan tumbuh menjadi wanita yang sangat cantik.

Namun perhatian Xiao Yi bukan pada hal itu.

Ia teringat kejadian sebelumnya.

"Yiyi."

"Ya, Tuan Muda?"

"Lain kali jangan berdiri di depanku."

Yiyi berkedip.

"Kenapa?"

"Karena kau tidak bisa bertarung."

Nada Xiao Yi terdengar dingin.

"Kalau tadi aku terlambat bergerak, lenganmu mungkin sudah patah."

Yiyi menundukkan kepala.

"Nyawa Yiyi adalah milik Tuan Muda. Kalau Tuan Muda dalam bahaya—"

"Cukup."

Xiao Yi memotongnya.

"Aku tidak membutuhkan orang lain menyerahkan hidup demi melindungiku."

Yiyi mengangkat wajah.

"Tapi..."

"Dan jangan lagi bilang hidupmu milikku."

Xiao Yi menghela napas.

"Aku tidak suka membawa hidup orang lain di pundakku."

Ia terbiasa hidup sendirian.

Di dunia lamanya, hubungan antarmanusia sering kali menjadi kelemahan yang bisa dimanfaatkan musuh.

Yiyi tampaknya tidak sepenuhnya memahami perkataannya.

Namun gadis itu tetap mengangguk.

"Baik. Yiyi akan mendengarkan Tuan Muda."

"Bagus."

"Tapi hidup Yiyi memang milik Tuan Muda."

Xiao Yi menatapnya.

"...Kau sengaja, ya?"

Yiyi buru-buru menunduk.

"Tidak."

Untuk pertama kalinya, Xiao Yi merasa sedikit tidak berdaya menghadapi seorang gadis lima belas tahun.

Ia memilih mengabaikannya.

Tatapannya kemudian jatuh pada kantong yang ditinggalkan Xiao Zhong sebelumnya.

Di dalamnya terdapat dua puluh tael perak dan sebuah botol giok kecil.

Xiao Yi membuka botol tersebut.

Aroma obat segera memenuhi ruangan.

Tiga pil bening tergeletak di dalamnya.

Pil Penguat Tubuh Tingkat Satu.

Bagi praktisi Alam Penempaan Tubuh, pil semacam ini sangat berguna untuk memperkuat tubuh sekaligus mempercepat kultivasi.

Di Benua Yanlong, orang yang mampu membuat pil disebut Alkemis.

Jumlah mereka sangat sedikit.

Menjadi alkemis bukan hanya membutuhkan bakat kultivasi, tetapi juga kemampuan khusus dalam mengendalikan api serta memahami berbagai bahan obat.

Profesi ini dibagi menjadi sembilan tingkat.

Semakin tinggi tingkat seorang alkemis, semakin tinggi pula kedudukannya.

Tetua Agung Klan Xiao, Xiao Lihuo, merupakan Alkemis Tingkat Tiga sekaligus kultivator kuat.

Di seluruh Kota Ziyun, hanya terdapat tiga Alkemis Tingkat Tiga.

Satu dari Klan Xiao.

Satu dari Klan Murong.

Dan satu lagi dari Keluarga Jiang.

Hal itu sudah cukup menunjukkan betapa langkanya profesi tersebut.

Xiao Yi mengambil satu Pil Penguat Tubuh.

Tanpa ragu, ia menelannya.

Kemudian ia mengaktifkan Jiwa Bela Diri Binatang Pengendali Api.

Energi obat mulai menyebar.

Sebagian masuk ke meridian.

Sebagian lagi bergerak menuju dantian.

Namun kecepatannya...

Lambat.

Sangat lambat.

Xiao Yi mengernyit.

Dengan kecepatan ini, satu pil membutuhkan hampir sehari penuh untuk diserap.

"Memang pantas disebut Jiwa Bela Diri terburuk."

Ia segera menghentikannya.

Kemudian kesadarannya beralih kepada Pedang Bingluan.

Cahaya ungu muncul di dekat dantian.

Saat Jiwa Bela Diri itu aktif—

Boom!

Energi obat yang sebelumnya bergerak lambat tiba-tiba tersapu seperti air yang ditarik pusaran.

Hanya dalam beberapa tarikan napas, seluruh kekuatan Pil Penguat Tubuh telah diserap.

Mata Xiao Yi membesar.

"Secepat ini?"

Perbedaan antara keduanya terlalu besar.

Jiwa Bela Diri Tingkat Jingga biasanya membutuhkan setengah hari untuk menyerap sebuah pil seperti ini.

Binatang Pengendali Api membutuhkan sekitar satu hari.

Sedangkan Pedang Bingluan...

Hanya beberapa napas.

Xiao Yi langsung menelan pil kedua.

Lalu pil ketiga.

Pedang Bingluan kembali bergetar.

Energi murni mengalir deras melalui meridian menuju dantian.

Tubuh Xiao Yi perlahan memanas.

Beberapa detik kemudian—

Buk!

Suara berat terdengar dari dalam tubuhnya.

Sebuah penghalang seolah pecah.

Xiao Yi membuka mata.

Alam Penempaan Tubuh Tingkat Dua.

Ia mengepalkan tangan.

Energi baru bergerak di dalam tubuhnya.

Qi Sejati.

Xiao Yi mengalirkannya menuju kepalan.

Kekuatan yang terkumpul membuat udara di sekitar jarinya terasa berbeda.

"Menarik."

Qi Sejati jauh lebih kuat dibandingkan tenaga dalam yang ia kenal di kehidupan sebelumnya.

Sayangnya, jumlahnya masih terlalu sedikit.

Alam Penempaan Tubuh hanyalah permulaan.

Berdasarkan ingatan yang ia miliki, jalan kultivasi di dunia ini terbagi menjadi banyak tingkatan.

Alam Penempaan Tubuh, Alam Pengumpulan Qi, Alam Fondasi Roh, Alam Inti Roh, Alam Jiwa Roh, Alam Penguasa Roh, Alam Raja Roh, Alam Kaisar Roh, dan Alam Suci.

Masing-masing tingkatan memiliki sembilan lapisan.

Konon, setelah melewati Alam Suci, masih ada tingkat yang jauh lebih menakutkan.

Namun semua itu terlalu jauh untuk dipikirkan sekarang.

Di Klan Xiao saja, para ahli terkuat baru berada di Alam Fondasi Roh.

Xiao Yi menutup mata.

Pedang Bingluan kembali aktif.

Dalam sekejap, energi langit dan bumi di sekitar kamar seperti ditarik oleh kekuatan tak terlihat.

Aliran Qi memasuki tubuhnya tanpa henti.

Dantiannya perlahan menguat.

Senyuman muncul di wajah Xiao Yi.

Jiwa Bela Diri Tingkat Ungu.

Xingyiquan.

Pengalaman hidup dari dunia sebelumnya.

Kini ia hanya membutuhkan satu hal.

Waktu.

Xiao Yi menarik napas panjang.

"Xiao Ruohan."

"Nikmati saja hari-hari tenangmu sekarang."

"Aku tidak akan membiarkanmu menunggu terlalu lama."

......................

Bersambung...

1
Momu
👍👍👍
Momu
👍👍
Jojo Shua
🫡🤣
Jojo Shua
😄
Jojo Shua
7
Jojo Shua
3🫡
Momu
👍👍
Ryyy
up trusthor🤭 semangat 💪💪💪💪
Ryyy
semangat thor💪
Adek Darmansyah
smngt trusss thorrr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!