Indonesia
NovelToon NovelToon
Dipecat Dan Dicampakkan Aku Jadi Juragan Desa

Dipecat Dan Dicampakkan Aku Jadi Juragan Desa

Status: tamat
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:44k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Dipecat dari pekerjaan kota dan dicampakkan oleh kekasihnya dalam satu hari membuat Aditya Pratama, seorang pemuda yatim piatu, tidak punya pilihan selain pulang ke desa untuk mengolah tanah warisan orang tuanya yang sangat luas. Namun, usaha perkebunan dan peternakannya berujung kegagalan total hingga uang tabungannya ludes tak bersisa. Di tengah rasa putus asa dan kebingungan menghadapi masa depan, sebuah fenomena gaib memberinya pencerahan berupa Sistem Perkebunan dan Peternakan yang mengubah tanah gersangnya menjadi ladang emas serta menarik perhatian wanita-wanita cantik di sekitarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Riana berdiri dan menatap Adit dengan tatapan menilai.

​"Siapa namamu?"

​"Adit, Nona."

​"Adit, saya Riana, pemilik Restoran Bintang Nusantara di pusat kota."

​Riana menyodorkan tangan kanannya yang putih dan ramping.

​Adit mengusap tangannya yang kotor ke celana sebelum membalas jabatan tangan Riana.

​"Salam kenal, Nona Riana."

​"Saya sudah berkeliling ke banyak perkebunan bulan ini, tapi belum pernah melihat kualitas cabai sekelas ini."

​Riana melepaskan jabatan tangannya dan langsung menunjuk ke tiga keranjang itu.

​"Saya beli semuanya."

​Pak Kumis yang sejak tadi diabaikan mulai merasa panik.

​"Nona Riana, jangan beli dari dia! Cabainya itu pasti pakai bahan kimia berbahaya!" hasut Pak Kumis cepat.

​Riana menoleh ke arah Pak Kumis dengan tatapan sedingin es.

​"Pak Kumis, saya ini seorang koki profesional. Saya tahu mana bahan yang alami dan mana yang penuh kimia."

​"T-tapi Nona, dia tadi mau jual seratus ribu ke saya," Pak Kumis masih berusaha mencari alasan.

​"Seratus ribu?" Riana tertawa kecil yang terdengar sangat meremehkan.

​"Bapak benar-benar lintah darat ya, pantas saja petani di sini tidak pernah sejahtera."

​Pak Kumis langsung bungkam dengan wajah memerah karena malu dan marah.

​Riana kembali menatap Adit dengan senyum tipis di bibir merahnya.

​"Adit, saya akan bayar lima puluh ribu rupiah untuk satu kilonya."

​Adit terkesiap mendengar angka yang disebutkan oleh Riana.

​Harga itu lima kali lipat lebih tinggi dari harga cabai kualitas super di pasaran normal.

​"Apakah itu tidak terlalu mahal, Nona Riana?" tanya Adit jujur.

​"Bagi saya, kualitas bahan menentukan nyawa hidangan di restoran saya," jawab Riana tegas.

​"Dan cabai ini sangat layak dihargai segitu."

​Riana membuka tas tangan kulitnya dan mengeluarkan sebuah dompet tebal.

​Dia meminta asistennya yang baru datang membawa timbangan digital untuk menimbang semua cabai Adit.

​"Totalnya ada empat puluh lima kilogram, Nona," lapor asisten pria itu.

​"Bagus. Empat puluh lima dikali lima puluh ribu," Riana menghitung cepat di luar kepala.

​"Dua juta dua ratus lima puluh ribu rupiah."

​Riana menghitung lembaran uang seratus ribuan yang masih baru dan menyodorkannya ke tangan Adit.

​"Ini uangnya, silakan dihitung dulu."

​Tangan Adit sedikit gemetar saat menerima tumpukan uang tebal tersebut.

​Ini adalah uang dalam jumlah besar pertama yang dia pegang sejak kembali ke desa.

​"Pas, Nona Riana. Terima kasih banyak," ucap Adit tulus.

​"Saya yang seharusnya berterima kasih, Adit."

​Riana lalu mengambil sebuah kartu nama dari dalam tasnya dan memberikannya kepada Adit.

​"Kalau kamu punya panen cabai lagi atau sayuran lain dengan kualitas yang sama, langsung hubungi nomor itu."

​"Saya pasti akan langsung menghubungi Nona," Adit menyimpan kartu nama itu dengan hati-hati di saku kemejanya.

​"Dan satu hal lagi, Adit."

​Riana mencondongkan tubuhnya sedikit ke depan.

​"Tolong jangan jual hasil panenmu ke restoran lain selain restoran saya. Saya ingin hak eksklusif."

​"Selama harganya cocok, Nona akan selalu jadi prioritas pertama saya," jawab Adit sambil tersenyum percaya diri.

​Riana membalas senyuman Adit dengan tatapan yang sulit diartikan, lalu berbalik pergi mengikuti asistennya yang membawa keranjang cabai.

​Adit menatap punggung Riana yang perlahan menjauh dan menghilang di balik keramaian pasar.

​Dia mengepalkan tangannya yang memegang uang jutaan rupiah itu dengan erat.

​"Ini baru permulaan," batin Adit penuh semangat.

​[Pemberitahuan Sistem: Tugas Menjual Hasil Panen Pertama Berhasil Diselesaikan.]

​[Hadiah 300 Poin Pengalaman dan 1 Paket Bibit Sayuran Unggul telah ditambahkan ke dalam inventaris.]

​[Level Sistem meningkat menjadi Level 2.]

​[Fitur Baru Terbuka: Peta Analisis Kesuburan Lahan.]

​Senyum Adit semakin lebar membaca rentetan notifikasi dari sistem di kepalanya.

​Dia segera menyalakan motor tuanya dan melaju meninggalkan pasar dengan hati yang sangat ringan.

​Pak Kumis yang masih berdiri di tempatnya menatap kepergian Adit dengan wajah penuh kebencian.

​"Kurang ajar anak itu, beraninya dia membuatku malu di depan Riana."

​Pak Kumis meludah ke tanah dengan kasar.

​"Awas saja kamu, Adit. Tidak ada yang boleh merusak harga pasaranku di sini."

​Pemuda bernama Adit itu tidak tahu bahwa kesuksesan pertamanya hari ini telah memancing masalah baru.

1
echa purin
👍👍
I am Cat
up
kiyoe: terimakasih kak sudah mau mampir membaca karya saya 🙏
total 1 replies
craft
ini 1 jam lagi dulu aku panen tomat sampai jam 7/8 /Sweat/
admin 1 ini kayaknya gak pernah ke landang nya 😑/Proud/
kiyoe: hehehe kan pakai benih ajaib kaka 🤭
total 1 replies
craft
gawe gak yakin panen cabe 2 jam 😐😑
kiyoe: heheh
total 1 replies
craft
asalamualaikum thor saya mampir 😄😄😄
jangan lupakan saya thor🤣
kiyoe: hehehe terimakasih kaka
total 4 replies
Heni Setiyaningsih
🤣🤣🤣🤣🤣
Was pray
sistem pertanian dan peternakan berubah fungsi jadi sistem kultivasi. udah berubah jauh banget
Was pray
Adit lupakah? bahwa tanpa sistem gak bisa apa2? sekarang jadi arogan sama sistem. kesulitanmu karena dirimu terlalu serakah pingin cepat kaya sehingga menempuh jalan ilegal
Was pray
Adit kan ke jakarta numpang truk ekspedisi ! kok sekarang bawa mobil SUV nya? mobilnya jalan sendiri kah? 🤣🤣
kiyoe: hehehe terimakasih atas support nya kak ☺️
total 7 replies
Was pray
kapan jadiannya?
kiyoe: setelah itu
total 1 replies
Was pray
sopo dan Jarwo kan di perkebunan? othornya bingung kah?
Was pray: waktu berangkat Adit pamitan sama sopo dan Jarwo , kemudian Adit meminta agar sopo dan Jarwo menjaga kebun selama Adit di jakarta. coba dicek bab sebelumnya Thor.
total 2 replies
Was pray
kapan Adit beli mobil? kok tau2 udah punya mobil SUV? di sulap sim salabim hau mobil munculah. 🤣🤣🤣
Was pray
adi paham bisnis gak sih sebenarnya?
kiyoe: heheh iyaa kak biar cepat laku 🤣
total 5 replies
Was pray
berita dari Riana gak direspon dit?
Was pray
pagarnya setinggi Dada gak kependekan dit? paling gak setinggi 2 meter baru atasnya ditambah kawat berduri kayaknya lebih aman
Astiana 💕
menegangkan sekali Thor, ngeri banget.
kiyoe: hehehe biar tegang kak
total 1 replies
Astiana 💕
Abang wanglin kita muncul di karakter adit😁.
Astiana 💕
aku kasih kopi, semangat ya💪🏻, biar gak ngantuk☺️
kiyoe: wah terimakasih kak Astiana semangat terus pokoknya 🙏🙏
total 1 replies
Astiana 💕
sat set bener si Adit, dah dapat cewek aja dia, kapan jadian nya juga tak tau🤭
kiyoe: hehehe
total 1 replies
Astiana 💕
lah giok jadi steak🤣🤣.
gak apa-apa lanjut aja, anggap aja lagi berpetualang di dunia lain.🤣🤭
kiyoe: hahaha
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!