Indonesia
NovelToon NovelToon
SISTEM DI DUNIA KULTIVASI

SISTEM DI DUNIA KULTIVASI

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi / Time Travel
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda Fii

Chen Yiyi adalah pelayan di Puncak Sakte. Namun nyaris tak ada satu pun murid atau Tetua Sekte yang pernah melihat wajahnya. Dia tak pernah turun ke bawah, tak pernah bergaul, tak pernah meminta apa-apa.

Selama ini dia hanya mengurung diri di gubuk tua itu, merawat taman bunga obat dan menjaga tempat ini untuk orang yang pernah memberinya tempat bernaung — Tetua Puncak Sakte.

Hingga hari itu, kabar datang bagaikan badai: Tetua Puncak telah meninggal dunia. Tanpa pelindung, tanpa nama, tanpa keluarga, Chen Yiyi merasa tak ada lagi alasan baginya untuk tetap hidup. Di tengah malam yang sunyi, di dalam gubuk tua itu, dia memilih mengakhiri hidupnya sendiri.

Darah menetes ke lantai kayu yang lapuk. Matanya perlahan tertutup. Napasnya berhenti.

Namun kematian bukanlah akhir.
Saat kesadaran asli Chen Yiyi lenyap, seketika itu juga cahaya menyelimuti ruangan. Sebuah jiwa dari dunia lain, seorang manusia dari zaman modern yang baru saja meninggal, tersentak masuk ke dalam tubuhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda Fii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10. Sepuluh Puncak

Sejak kembali dari pertandingan, Lin Yue memanfaatkan Menara Kultivasi di lantai ke 9.

Berkat waktu 1:100, dalam beberapa hari di dunia luar, dia sudah berkultivasi setara beberapa tahun penuh di dalam menara

Ditambah bantuan Sistem — energi yang diserap murni tanpa kotoran, teknik kultivasi tingkat tinggi, dan panduan yang langsung paham

Hasilnya: dia tembus dari Tahap 7 → TAHAP 8 — NIRMALA. Bahkan dia masih bisa naik lebih tinggi lagi, karena dia terus berkultivasi di Puncak ke-10 dengan waktu yang berjalan ratusan kali lebih lambat!

...----------------...

Pagi itu, kabut tipis masih menyelimuti Gunung Langit. Lin Yue berdiri di halaman utama, cadarnya berkibar pelan tertiup angin pagi.

Di hadapannya, ketiga murid dan tiga Tetua — Mo Yuan, Bai Yuan, Shen Wu — berdiri tegak.

[ TAHUN PERTAMA SELESAI. TAHUN KEDUA DIMULAI!]

[ MISI BARU DITEMUKAN — MISI TAHUN KEDUA:]

~ MISI: MENERIMA MURID BARU — MEMPERLUAS SEKTE!

~ HADIAH MISI (JIKA BERHASIL): 10 PUNCAK SEKTE + RATUSAN TEMPAT TINGGAL DI SETIAP PUNCAK!

Lin Yue: "Misi tahun kedua dimulai — mencari murid baru yang layak bergabung. Kalian tetap di sini. Bai Yuan, Shen Wu — bersiaplah untuk menyambut anggota baru. Mo Yuan — jaga gerbang utama. Aku turun gunung sendiri.!"

Semua: "Siap, Tuan Sekte!"

Lin Yue berjalan turun. Cadarnya menutupi separuh wajah, langkahnya pelan namun pasti. Kabut di sekelilingnya perlahan menutup kembali — menyembunyikan sekte dari dunia luar.

***

DI KAKI GUNUNG

Di sebuah desa kecil di kaki Gunung Langit, penduduk berkumpul di alun-alun. Di tengah kerumunan, seorang pemuda berusia sekitar 16 tahun duduk bersandar di tembok batu.

Pakaiannya compang-camping, wajahnya kotor, namun matanya bersinar tajam menatap langit. Namanya Lin Hao. dia dibuang keluarganya karena dianggap tak berbakat — padahal setiap kali dia merasa marah, udara di sekelilingnya bergetar tanpa sebab.

Warga Desa: "Pergi saja kau dari sini! Kau pembawa sial!" katanya tanpa ragu. Seolah sudah terbiasa mengeluarkan kalimat tersebut.

Pemuda Lain: "Tak ada sekte yang mau menerima orang sepertimu! Bahkan Sekte Awan Tinggi pun menolakmu!"

Lin Hao mengepalkan tangan, matanya berkaca-kaca "Aku bukan pembawa sial... ada sesuatu di dalam diriku! Aku merasakannya!"

"Hahahahahah!" mereka semua tertawa terbahak-bahak. Mencemohnya, karena terlalu banyak mengkhayal.

Tiba-tiba kerumunan hening. Seseorang berjalan perlahan mendekat — berjubah putih, cadar menutupi wajah, namun aura keagungannya membuat semua orang mundur tanpa sadar. Lin Yue berhenti tepat di depan Lin Hao.

Lin Yue: "Apa yang kau rasakan itu bukan sial. Itu kekuatan yang belum kau pahami. Ikutlah denganku.!"

Lin Hao mendongak, tak percaya "Nona... mau menerima orang yang dibuang semua orang?"

Lin Yue: "Bakat bukan dinilai dari pandangan orang buta. Bakat dinilai dari jiwa yang tak menyerah. Bangun! Di sekteku, tak ada yang dipandang rendah."

Lin Hao berdiri perlahan, lututnya gemetar karena berlutut dalam-dalam.

Lin Hao: "Terima kasih, Guru! Aku Lin Hao, bersedia menjadi murid Guru! Aku akan membuktikan bahwa keputusan Guru tidak salah!"

"Hmm. Ikut aku!"

Keduanya berjalan meninggalkan kerumunan yang tampak sangat terkejut dan juga bingung. Siapa wanita itu? Kenapa auranya begitu kuat? Lalu kenapa dia memilih anak yang tidak punya bakat sama sekali.?

***

Saat keduanya melangkah masuk ke gerbang sekte, cahaya keemasan tiba-tiba menyelimuti seluruh Gunung Langit. Kabut yang tadinya menutupi puncak-puncak lain perlahan menghilang — dan pemandangan yang mustahil terlihat kini terbentang jelas di mata mereka.

[ MISI TAHUN KEDUA — MENERIMA MURID BARU — TERCAPAI!]

[ LIN HAO — MURID KEEMPAT SEKTE SURGAWI LANGIT!]

[ MENERIMA HADIAH MISI — 10 PUNCAK SEKTE!]

~ HADIAH:

- Puncak 1–2 → Pelataran Luar — Murid Biasa. Ratusan rumah kayu berjejer rapi, aula umum, halaman latihan luas.

- Puncak 3–5 → Pelataran Dalam — Murid Inti. Kediaman pribadi yang luas, energi roh lebih pekat, masing-masing punya halaman sendiri.

- Puncak 6–9 → Kediaman Tetua — Tempat tinggal para Tetua dan tamu kehormatan. Tenang, penuh energi murni.

- PUNCAK KE-10 — WILAYAH PRIBADI LIN YUE — Tempat istirahat, kultivasi pribadi, tempat tinggalnya. Terlarang naik tanpa izin.

✓ SETIAP PUNCAK DILENGKAPI RATUSAN TEMPAT TINGGAL! Siap menampung ratusan murid tanpa kekurangan ruang!

Lin Yue mengajak Lin Hao kembali ke sekte, dia berjalan dengan penuh tekad. Dia akan membuktikan kepada mereka yang telah meremehkan nya.

***

Lin Hao terbelalak. Bukan satu puncak — melainkan sepuluh puncak menjulang tinggi, masing-masing dipenuhi bangunan rapi, cahaya lembut, dan pepohonan roh yang berkilauan. Udara di setiap puncak terasa semakin murni semakin ke atas.

Lin Hao: "Semua ini... milik sekte kita?" tanyanya dengan kagum.

Lin Yue: "Benar. Dengarkan baik-baik aturannya!"

- Puncak 1 & 2 — Pelataran Luar: Untuk murid biasa yang diterima nanti.

- Puncak 3–5 — Pelataran Dalam: Kau di sini, Lin Hao. Karena kau murid yang kuterima langsung, kau adalah Murid Inti. Kediaman pribadi, energi roh lebih pekat, dan akses Menara Kultivasi lantai 4–6 adalah hakmu sejak hari pertama.

- Puncak 6–9: Kediaman para Tetua.

- Puncak ke-10: Wilayahku. Tak seorang pun boleh naik ke sana tanpa izin."

Lin Hao tertegun, matanya berbinar penuh rasa syukur dan tekad "Murid Inti... Guru langsung menerimaku sebagai Murid Inti... Aku tidak akan menyia-nyiakan kepercayaan ini! Aku akan bekerja keras agar kelak bisa membuktikan bahwa keputusan Guru tidak salah!"

Tetua Bai Yuan dan Shen Wu melangkah maju, wajah mereka tampak muda namun matanya memancarkan kebijaksanaan ratusan tahun.

Tetua Bai Yuan: "Selamat datang, Lin Hao — Murid Inti Sekte Surgawi Langit. Namaku Bai Yuan. Ini Shen Wu. Kami bertugas menuntunmu dan menjelaskan segala hal yang berhak kau ketahui sebagai Murid Inti. Ikutlah — pertama-tama kami akan mengantarmu ke Puncak Ketiga, tempat kediamanmu di Pelataran Dalam."

"Di sini, setiap Murid Inti memiliki kediaman pribadi yang luas, halaman tersendiri, dan energi roh yang jauh lebih pekat dibandingkan Pelataran Luar. Sebagai Murid Inti, kau berhak masuk ke lantai 4 hingga 6 Menara Kultivasi. Ingat — semakin ke atas, semakin pekat energinya. Jangan terburu-buru naik ke lantai yang belum sanggup kau tahan.!" lanjut Tetua Shen Wu

Tetua Bai Yuan: "Kami juga akan menjelaskan aturan sekte, jam makan, tempat berlatih, serta fungsi Aula Warisan Teknik dan Kebun Teh Pencerahan. Semua hak dan kewajiban Murid Inti akan kami jelaskan satu per satu secara lengkap.!"

Tetua Shen Wu: "Terakhir — Puncak ke-10 adalah wilayah pribadi Tuan Sekte. Tak seorang pun boleh naik ke sana tanpa izin langsung dari Beliau. Hal lain... kami akan jelaskan saat kita berkeliling. Mari kita pergi.!"

Lin Hao matanya berkaca-kaca, berlutut hormat "Terima kasih, Tetua Bai Yuan, Tetua Shen Wu! Aku... aku tidak menyangka akan langsung menjadi Murid Inti. Aku tidak akan menyia-nyiakan kepercayaan Guru dan kalian!"

Lin Yue mengangguk pelan, lalu berbalik dan berjalan menuju tangga menuju Puncak ke-10 — puncak tertinggi yang menjulang di atas semuanya.

Kabut putih tebal perlahan menyelimutinya, menutup akses bagi siapa pun yang tak berhak masuk.

Di sana, di tempat pribadinya, dia bisa melepas cadarnya, beristirahat dengan tenang, dan berkultivasi tanpa gangguan.

Dan di Puncak ke-10 itulah, berkat waktu 1:100 di Menara Kultivasi dan bantuan Sistem, Lin Yue perlahan namun pasti menembus batas yang mustahil bagi orang lain.

Dalam waktu yang terasa singkat di dunia luar, ia telah berkultivasi setara bertahun-tahun — hingga akhirnya:

[ PENGUMUMAN SISTEM — TINGKATAN KULTIVASI NAIK!]

[ LIN YUE TELAH MENEMBUS — TAHAP 8: NIRMALA TINGKAT 5] 🕊️

Cahaya keemasan samar menyelimuti Puncak ke-10 sejenak, lalu meredup kembali. Tanpa ada yang tahu, tanpa ada yang menyadari — Tuan Sekte Surgawi Langit kini berdiri di ketinggian yang setara dengan para Tetua tertinggi di benua ini. Dan itu... baru permulaan.

***

Dari kejauhan, di Puncak 1, Bai Yuan sedang menuntun Lin Hao berkeliling, menjelaskan setiap bangunan dengan sabar.

Xiao Tian, Su Ling, dan Tie Shan — Murid Inti yang tinggal di Puncak 3–5 — sedang berlatih di halaman terbuka, aura mereka semakin kuat setiap harinya.

Dan di puncak tertinggi, Lin Yue berdiri sendirian, menatap ke kejauhan dengan tenang.

Lin Yue berbisik pelan "Empat murid. Tiga Tetua. Sepuluh Puncak. Dan aku... di Tahap Nirmala. Sekte ini baru saja tumbuh. Dan ini... masih belum apa-apa.!"

.

.

.

.

1
Alia Chans
Hadirr Thor
cerita nya seru banget.... singgah juga di karya baru aku ya🤭🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!