Indonesia
NovelToon NovelToon
Veterinary Love

Veterinary Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Perjodohan / Idola sekolah
Popularitas:543
Nilai: 5
Nama Author: Inayusrina

Farra dan Barra adalah murid kelas 3 SMK Kesehatan Hewan dari dua keluarga penguasa industri kesehatan hewan Indonesia—keluarga Barra pemilik Saputra Pet Hospitals (rumah sakit hewan terbesar), sedangkan keluarga Farra pemilik Aurelie Vet Medicine (produsen obat hewan terbesar).

​Dua bulan sebelum Ujian Nasional, hidup mereka berubah total saat dipaksa menikah demi memenuhi janji masa lalu Opa dan Oma mereka. Enggan memicu skandal dan demi fokus lulus UN, keduanya sepakat menikah diam-diam dengan dua aturan ketat: menjadi suami-istri di rumah, tetapi berpura-pura asing saat di sekolah.

​Tinggal serumah sambil menyembunyikan status pernikahan dari teman-teman sekolah ternyata memicu berbagai canggung, kecemburuan, dan drama praktik lapangan. Di tengah tekanan Ujian Nasional dan ego masing-masing, persaingan dingin di antara mereka perlahan berganti menjadi benih cinta yang tak terduga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Inayusrina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Genggaman tangan Barra di bawah meja perpustakaan perlahan melonggar. Namun, sebelum Farra sempat menarik napas lega, Barra tiba-tiba memajukan tubuhnya menyeberangi meja. Tanpa peringatan sedikit pun, ia mendaratkan kecupan hangat yang singkat tepat di bibir Farra.

​Cup...

​Suara kecupan halus itu bergema pelan di antara heningnya deretan rak buku. Farra terpaku di tempatnya, matanya membelalak sempurna dengan pipi yang mendadak membara seperti terbakar.

​"Dosis penyemangat buat belajar sore ini," bisik Barra dengan senyum miring khasnya. Tanpa memberi Farra kesempatan untuk memprotes atau memukul lengannya, Barra langsung berdiri, merapikan bukunya, dan melangkah santai keluar dari perpustakaan, meninggalkan Farra yang masih duduk tercengang dengan jemari menempel di bibirnya.

​Saat bel kepulangan sekolah akhirnya berbunyi, Farra dengan tergesa-gesa membereskan isi tasnya di kelas. Namun, langkahnya terhenti di depan pintu utama sekolah ketika Gabriella dan Amelia mendadak menghadang jalan keluar.

​"Far! Akhirnya keluar juga," seru Gabriella dengan mata berbinar. "Hari ini kan kita bebas tugas praktik. Gimana kalau kita bertiga nongkrong atau santai-santai di rumah kamu? Kita udah lama banget nggak sleepover di rumah kamu sambil gosip!"

​Jantung Farra serasa meloncat ke tenggorokan. Rumah? Rumah yang mana?! Pikirannya langsung melayang ke apartemen barunya bersama Barra—tempat di mana baju-baju Barra tergantung rapi dan foto pernikahan mereka terpajang di ruang tengah.

​"A-apa? Di rumahku?" jawab Farra terbata-bata, menyunggingkan senyum kaku. "Aduh... jangan hari ini deh, El, Mel. Aku... aku capek banget hari ini. Kepalaku agak pusing gara-gara hafalan dosis farmakologi tadi pagi. Lain kali aja ya?"

​Amelia menyipitkan matanya tajam. "Capek? Biasanya juga kamu paling semangat kalau diajak ngerumpi sore-sore. Kamu dari pagi aneh banget tahu nggak, Far? Dari tiba-tiba sekelompok sama Barra, dapet panna cotta, sampai sekarang mendadak menolak diajak main."

​"Nggak kok! Aku beneran pusing. Aku mau langsung pulang naik angkot terus tidur," alibi Farra cepat-cepat, lalu buru-buru melangkah melewati kedua sahabatnya. "Aku duluan ya, bye!"

​Gabriella dan Amelia saling melempar pandang dengan penuh rasa curiga.

​"Ada yang nggak beres," gumam Gabriella. "Sejak kapan Farra bohongnya kelihatan banget begitu?"

​"Yuk ikuti," bisik Amelia penuh tekad.

​Kedua gadis itu secara sembunyi-sembunyi membuntuti Farra dari jarak aman. Mereka memperhatikan Farra yang berjalan terburu-buru melewati deretan pedagang di luar gerbang, bukannya menyetop angkutan umum, Farra malah terus berjalan lurus menyusuri trotoar menuju tepi jalan yang agak sepi—sekitar 20 meter dari gerbang sekolah.

​Di sana, sebuah mobil SUV hitam mewah tampak sudah terparkir menanti dengan mesin menyala. Gabriella dan Amelia bersembunyi di balik tiang listrik dan tembok toko kelontong, menahan napas saat memperhatikan gerak-gerik sahabat mereka.

​Pintu kemudi SUV hitam itu meluncur turun, memperlihatkan sosok cowok ber-blazer sekolah yang sangat mereka kenali sedang mengarahkan pandangannya ke arah Farra.

​"Tunggu... itu bukannya mobilnya Barra?" bisik Gabriella kaget setengah mati, matanya hampir melompat keluar.

​Belum sempat Amelia menjawab, pintu penumpang depan SUV itu terbuka dari dalam. Farra celingukan sebentar ke kanan dan kiri, lalu dengan cepat menyelinap masuk ke dalam mobil Barra. Dari balik kaca film yang agak transparan, kedua sahabatnya bisa melihat jelas bagaimana Barra tersenyum manis menyambut Farra, bahkan sempat mengusap lembut puncak kepala Farra sebelum mobil itu melaju kencang membelah jalanan.

​Gabriella dan Amelia berdiri membeku di tepi jalan dengan mulut menganga lebar.

​"Mel..." suara Gabriella gemetar, menatap mobil yang sudah menjauh. "Tadi itu... Farra naik ke mobilnya Barra Saputra, kan?"

​Amelia mengangguk pelan dengan raut wajah tak percaya. "Bukan cuma naik, El... Barra baru aja ngusap kepala Farra kayak ngerawat pacar. Rahasia besar apa yang disembunyiin dua orang itu dari kita?!"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!