Indonesia
NovelToon NovelToon
Azmira Yang Tak Pernah Diinginkan

Azmira Yang Tak Pernah Diinginkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Anak Genius
Popularitas:8.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ayumarhumah

Azmira, gadis kecil berusia sepuluh tahun, tumbuh dalam keterbatasan bersama ibunya.
Meski hidup serba kekurangan, Mira tidak pernah mau dikasihani. Ia memilih bekerja demi membantu ibunya, selalu ceria, dan berusaha menjadi anak yang kuat.
Namun, Mira tidak pernah tahu bahwa sejak kelahirannya, ada seseorang yang menganggap kehadirannya sebagai sebuah kesalahan.
Siapa yang tidak menginginkan Mira? Dan mengapa?

Nantikan kelanjutannya hanya di Manga Toon

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumarhumah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Awal

Mentari siang cukup terik saat anak kecil itu mengayuh sepeda mengelilingi pasar untuk mencari pekerjaan. Bukannya ia tidak ingin beristirahat setelah pulang sekolah, tetapi keadaanlah yang membuatnya harus cukup dewasa sebelum waktunya.

“Tuhan, semoga siang ini ada rezeki untukku,” gumam Azmira sambil menunduk melihat sepatunya yang mulai terbuka di bagian depan hingga kaus kakinya terlihat.

Gadis kecil itu menghela napas pelan. Mungkin terik matahari membuat tubuh mungilnya lelah, bahkan tenggorokannya terasa kering karena sejak pulang sekolah ia belum sempat membeli minuman.

Namun, semua itu tidak pernah memudarkan tekadnya. Sepeda mininya berhenti di depan deretan toko kelontong yang berjajar di pinggir pasar. Satu per satu ia datangi, menawarkan tenaga untuk membantu pekerjaan apa saja.

Ada yang menolak dengan halus. Ada pula yang hanya menggeleng karena toko mereka sedang sepi. Sampai akhirnya Mira tiba di toko kelima.

“Maaf ya, Mira. Dagangan Ibu hari ini lagi sepi,” ujar Ibu Sulis, pemilik toko tersebut.

Mira tersenyum dan mengangguk. “Enggak apa-apa, Bu.”

Ia tidak menunjukkan wajah kecewa. Setelah mengucapkan salam, gadis kecil itu kembali menaiki sepedanya. Roda kecil itu kembali berputar menyusuri jalan.

Keringat mengalir dari pelipisnya, membasahi wajah dan hampir membuat seragam lusuh yang dikenakannya ikut lembap. Namun, Mira tetap mengayuh dengan sabar.

Sudah cukup lama ia berkeliling ketika dari kejauhan terlihat keramaian di salah satu rumah. Rumah itu milik tetangga yang tidak terlalu dekat dengannya. Beberapa motor terparkir di halaman. Dari dalam rumah terdengar suara beberapa orang sedang berbincang.

Rasa penasaran membuat Mira memperlambat kayuhan. Ia kemudian turun dari sepeda dan meminggirkannya di dekat pagar.

“Assalamualaikum, Ibu Joko.”

“Waalaikumsalam.”

Ibu Joko yang sedang berdiri di depan rumah langsung menoleh.

“Eh, Mira. Sudah pulang sekolah?”

Mira mengangguk patuh. “Sudah, Bu.”

Matanya sempat melirik ke dalam rumah. Ada beberapa ibu-ibu yang duduk berkumpul, sementara di bagian belakang tampak beberapa peralatan makan yang cukup banyak.

Dengan sedikit ragu, Mira akhirnya memberanikan diri bertanya. “Ibu Joko lagi ada acara apa?”

“Arisan, Nak.” Ibu Joko tersenyum. “Memangnya kenapa?”

Mira menunduk sebentar sebelum kembali mengangkat wajahnya. “Apa Ibu Joko tidak membutuhkan tenaga untuk bantu-bantu?”

Pertanyaan sederhana itu membuat Ibu Joko terdiam. Wanita paruh baya tersebut sebenarnya memang sedang kerepotan. Sejak pagi ia sudah menyiapkan berbagai macam hidangan untuk acara arisan, tetapi hampir semua pekerjaan masih dikerjakannya sendiri.

Namun, melihat Mira berdiri di hadapannya dengan seragam sekolah yang masih melekat dan wajah penuh keringat, hati wanita itu justru terasa tidak tega.

“Memangnya Mira bisa?”

Anak itu langsung mengangguk cepat. “Iya, Bu. Mira bisa bantu apa saja.”

“Apa saja?”

“Iya.” Mira tersenyum. “Cuci piring bisa, iris sayur bisa, angkat-angkat juga bisa.”

Ibu Joko terkekeh kecil. “Kalau begitu, masuklah.”

Seketika wajah Mira berubah cerah. “Benar, Bu?”

“Iya. Tapi kamu sudah makan?”

Mira terdiam sebentar. “Sudah, Bu.”

Padahal sejak istirahat sekolah tadi ia hanya menghabiskan sebagian bekalnya karena sisanya sengaja disimpan untuk dimakan nanti.

Ibu Joko yang memperhatikan wajahnya hanya menggeleng kecil.

“Ya sudah. Taruh sepedamu di belakang, kemudian bantu Ibu di dapur.”

“Iya, Bu!”

Mira segera membawa sepedanya ke halaman belakang. Langkah kecilnya bahkan terlihat jauh lebih ringan dibandingkan ketika ia datang tadi.

Tak lama kemudian, gadis kecil itu sudah sibuk di dapur. Ia mencuci piring yang menumpuk di bak.

Satu demi satu. Tidak banyak mengeluh meskipun tangannya mulai terasa pegal. Sesekali ia membantu mengambilkan piring, memotong sayuran, atau membawa makanan ke ruang depan.

“Mira, tolong ambilkan sendok yang di atas meja.”

“Iya, Bu.”

“Mira, tolong bawakan ini ke depan.”

“Iya.”

Setiap kali dipanggil, jawabannya selalu sama. Tidak pernah sekalipun Mira mengeluh. Bahkan ketika salah satu ibu-ibu yang datang ke acara itu memperhatikannya, ia justru tersenyum ramah.

“Anak siapa itu, Bu?”

“Mira. Anaknya Bu Rina.”

“Oh, yang suka bantu-bantu itu?”

Ibu Joko mengangguk.

“Iya. Anak ini memang rajin.”

Mira yang mendengarnya hanya tersenyum sambil melanjutkan pekerjaannya. Ia tidak membutuhkan pujian. Yang ia butuhkan hanyalah pekerjaan. Karena di dalam pikirannya, setiap pekerjaan berarti kesempatan untuk membawa sesuatu pulang.

Setelah hampir dua jam membantu, acara arisan pun selesai. Piring-piring sudah bersih.

Meja sudah kembali rapi. Dapur yang tadi berantakan juga sudah Mira bersihkan.

Ibu Joko kemudian menghampirinya sambil membawa sebuah piring.“Nak, istirahat dulu.”

Mira menggeleng. “Sudah selesai, Bu?”

“Sudah.”

Mira tersenyum lega. “Kalau begitu Mira pulang.”

“Tunggu.”

Ibu Joko masuk ke dalam kamar, lalu kembali membawa beberapa lembar uang. “Ini untuk Mira.”

Mata gadis kecil itu langsung tertuju pada uang di tangan Ibu Joko. Namun ia tidak langsung mengambilnya.

“Berapa, Bu?”

“Lima belas ribu.”

Mira menerima uang itu dengan kedua tangannya. “Terima kasih, Bu.”

“Buat jajan.”

Mira menggeleng sambil tersenyum. “Buat Ibu saja.”

Ibu Joko mengernyit. “Kenapa?”

“Mira masih punya air minum di rumah.”

Padahal sebenarnya yang ia pikirkan bukan air minum. Ia membayangkan wajah ibunya ketika nanti uang itu diletakkan di atas meja. Mungkin jumlahnya tidak seberapa. Namun setidaknya hari ini ia tidak pulang dengan tangan kosong.

Ibu Joko menatap gadis kecil itu beberapa saat sebelum mengusap kepalanya. “Kamu ini masih kecil, Mira.”

Mira hanya terkekeh. “Kalau kecil terus, nanti kapan besarnya, Bu?”

Ibu Joko ikut tertawa lalu setelah Mira berpamitan dan mengayuh sepedanya meninggalkan halaman rumah, senyum wanita itu perlahan menghilang. Ada rasa iba yang tidak bisa ia sembunyikan.

Sementara Mira terus mengayuh dengan senyum yang kembali menghiasi wajahnya. Ia tidak merasa sedang melakukan sesuatu yang luar biasa. Baginya, membantu orang adalah hal biasa. Mendapatkan uang dari hasil bekerja juga sudah menjadi bagian dari kesehariannya.

Yang tidak pernah Mira tahu, ada alasan mengapa ia begitu terbiasa hidup tanpa meminta. Sebab sejak kecil, hanya satu orang yang selalu ia jadikan tempat pulang.

Ibunya. Dan bagi Mira, selama ibunya masih tersenyum, hidup sesulit apa pun akan tetap ia jalani.

"Ibu Mira pulang bawa rejeki Bu," gumamnya seolah ingin meringankan beban ibunya.

Bersambung .....

1
Tengku Nafisa
aaaa kenapa gak di teruskan. penasaran nih.
Heni Fitoria
semoga saja anak gundik yg km besarkan itu bukan anakmu, hukum karma untukmu dika
Nar Sih
kak ayuuu boleh satu bab. lgi ngk,penasarannn🙏🥰
Nar Sih
dan...ank yg kmu tinggal kan dan tdk kmu akui sdh berjuang keras bersama ibu nya tanpa mu ayah durjana🤣🤣
Nar Sih
jdi gk sbr nunggu karma ayah yg ngk mengangap putri nya
Ghiffari Zaka
di tunggu up nya ya Thor....AQ ud mulai agak gmn dech Thor,karena mulai sedikit jenuh thur...tp AQ ttp usahakan tunggu author up...mungkin karena kurang greget di kehidupan Dika yg enak2 trs seolah Rina dan Mira tu GK ada maknanya...semudah itu,EK dech Thor AQ tunggu jangan lama2 ya Thor....🙏🙏🙏🙏/Drool//Drool//Drool/
Ghiffari Zaka
AQ no komen dech di bab ini Thor...lanjut aja dech...cmn mau nunggu gmn si Dika tu menderita aja/Frown//Frown/
Ghiffari Zaka
Thor maaf Thor...sebenarnya AQ gondok bngt loh Thor...kok kehidupan si Dika itu bs baik2 aja sih?? knp bd gt padahal dia ud menyakiti dan menyia2kan istri dan ank nya.....kok gak adil gt loh Thor....sangking gedek nya AQ SMP pingin nangis guling2 ini loh thor😭😭😭😭
Ghiffari Zaka
perasaan seorang ibu itu amat kuat,iya gak n bakal ada hal yg terjadi PD ank nya,tp mereka hrs ttp berjalan di balik masa lalu yg menyakitkan,kalaupun Mira tau Dika BPK nya dan bahkan se x pun dia pemilik perusahaan semoga Mira bs berpikir bahwa itu gak bs dengan mudah menghapus luka dia dan ibunya selama 25 tahun ini,jangan mau dekat dengan BPK mu yg jahat ya Mira????😡😡😡
Ghiffari Zaka
dan jangan LP Thor...karma on berlaku,AQ gak ikhlas loh Thor mereka bahagia sementara ank dan istrinya menderita begitu,di tambah lagi mereka membahagiakan penghianat dan pelakor loh....😡😡😡
Ghiffari Zaka
heeeem....aroma2 Cinto ini🤭🤭🤭
Ghiffari Zaka
heeeemmmm...jodoh otw ni ceritanya,semoga dia pria baik ya Mira,yg bs terima km apa adanya,ud gak usah cari BPK mu yg gak berguna itu,dia itu laki2 yg jahat dan gak berbelas kasih,km bs kok HDP cmn dngn ibumu,buktinya ud 25 THN bs kan???/Drool//Drool//Drool/
Ghiffari Zaka
semoga laki2 itu baik dan bs membuat Mira bahagia nnt nya
Ghiffari Zaka
Alhamdulillah...akhirnya cita2 mu terkabul Mira,AQ ikut bahagia...SMP mewek ni AQ nya😭😭😭😭
Ghiffari Zaka
selamat MLM jg Thor...sukaaa bngt,cuman campur gemezzz gt Thor......semoga sukses dengan karya2 mu thor/Drool//Drool//Drool/
Ghiffari Zaka
ih dasar bapak GK waras,tega dia perjuangkan selingkuhannya dr pada istri sah dan parahnya lagi tega bngt dia sm ank kandungnya sendiri,CPT Thor
..kasih karma itu dengan segera....AQ gak akan puas lok blm lihat dia nyungsep Thor...apa lagi istri yg pernah jadi pelapor itu😡😡😡😡
Ghiffari Zaka
nah kan...dadar si Dika ini banyak ya istrinya x,awas AQ doakan km cepat dapat karma,km dah nolak Mira sekarang km punya ank dr istri yg lain jg dan perempuan juga kan,km gak bakalan bs punyak ank laki2,itu kutukan dari q,nah...nah...lok AQ dah emosi jadi Mak nya si Malin Kundang AQ jadinya ,maaf beribu maaf ya Thor🙏🙏🙏😂😂😂😂
Ghiffari Zaka
banyak banget tokohnya Thor jadi bingung,apa semua ank perempuan itu ank nya si Dika BPK yg GK ada akhlaknya itu ya??? ah takut dosa AQ Thor lok nebak2,cuman author yg punya kuasa,lanjut aja lah Thor🤭🤭🤭
Ghiffari Zaka
kalau menurut q majikan ibunya Shasa itu nenek nya Mira dech,atau Shasa jg ank yg GK di inginkan jg ya sm kayak Mira,dan apa mungkin mereka 1 darah??? ah gak mau nebak2 Thor,lanjut aja dech.....🤭🤭
Ghiffari Zaka
ya allah.jahatnya mereka😡😡😡sabar ya Mira....km harus kuat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!