Indonesia
NovelToon NovelToon
Bunga Untuk Keanu

Bunga Untuk Keanu

Status: tamat
Genre:Misteri / Balas Dendam / Orang Disabilitas / Tamat
Popularitas:91.9k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Bunga gadis belia berusia 20 tahun, seorang pelukis tunawicara akibat trauma tragedi pembunuhan orang tuanya belasan tahun yang lalu, sempat merasakan kebahagiaan bersama Azka Alexander, pria tulus yang mencintainya apa adanya. Namun, kebahagiaan itu begitu singkat. Menjelang wafat akibat sakit keras, Azka berwasiat agar kakak kandungnya, Keanu Alexander, menikahi Bunga.
Keanu pria dingin yang menyimpan trauma mendalam terhadap wanita terpaksa menerima pernikahan itu demi memenuhi permintaan terakhir sang adik. Kini, Bunga dan Keanu terjebak dalam rumah tangga tanpa cinta. Di tengah dinginnya sikap Keanu, Bunga tetap berjuang mengungkap misteri di balik kematian orang tuanya demi menuntut keadilan.
Akankah pernikahan atas dasar keterpaksaan ini mampu menyembuhkan luka masa lalu mereka dan berubah menjadi cinta sejati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 29

Sore harinya di Jakarta, langit yang mulai memerah menjadi latar perjalanan Adrian membelah kepadatan lalu lintas. Setelah empat tahun berpisah karena kesibukan masing-masing, sore ini Adrian akhirnya bisa menjemput sang adik bungsu, Andin, yang baru saja menyelesaikan masa studinya di Mesir. Rasa rindu dan bangga meluap di dadanya Adrian. Adiknya bukan sekadar mahasiswi biasa, Andin adalah lulusan terbaik jurusan Arkeologi dari salah satu universitas ternama di Mesir, sosok yang selalu dinilainya amat pintar dan mandiri.

Di dalam mobil yang melaju sedang, Andin yang duduk di samping Adrian tampak begitu tekun membaca lembar demi lembar buku tebal di tangannya.

"Sepertinya buku yang kau baca itu seru!" celetuk Adrian memecah keheningan seraya tetap fokus memegang kemudi.

Andin mendongak pelan, mengulas senyum tipis di bibirnya. "Ini buku pemberian dari dosen pembimbingku, Kak, namanya Mister Yusuf. Dan aku sangat tertarik membacanya!"

Adrian melirik sekilas, lalu membuang pandangan kembali ke jalan raya. "Coba jelaskan ke Kakak, apa inti dari buku yang bikin kamu se-khusyuk itu?"

Andin membetulkan posisi duduknya, menyandarkan punggung seraya membuka lembaran yang ia tandai.

"Buku ini menceritakan soal Dewa Dedun, yang dipercaya sebagai dewa kekayaan pada masa Mesir kuno," tutur Andin menjelaskan dengan gaya analisisnya yang khas. "Dan sampai saat ini, ternyata masih ada yang membuat komunitas pengikut dewa tersebut. Hanya saja, banyak yang mempercayai jika mengikuti aliran itu, seseorang akan mendapatkan kekayaan yang melimpah, tapi ada syaratnya. Harus ada yang ditumbalkan setiap satu tahun sekali, dan tumbalnya itu harus yang masih suci."

Mendengar penuturan adiknya, Adrian seketika menelan ludahnya kasar. Bulu kuduknya berdiri tipis.

"Ish, hari gini masih ada yang percaya hal takhayul seperti itu!" cibir Adrian menggelengkan kepala.

"Jangan bilang takhayul, Kak," potong Andin cepat dengan nada serius. "Bahkan sekarang, para pengusaha elit banyak yang terlibat di dalamnya. Rupanya sejarah di zaman kuno masih mereka percayai sampai saat ini, dan survei sudah banyak membuktikannya. Dari pengusaha elit di seluruh dunia, banyak yang percaya akan takhayul ini, dan mereka membuat komunitasnya, loh. Biasanya, perusahaan atau golongan pengusaha elit yang terlibat dalam aliran ini selalu menggunakan logo singa dan juga sebuah piramida sebagai simbol perusahaan mereka."

Ckit!

Cengkeraman Adrian pada roda kemudi mendadak membeku. Mata Adrian membelalak sempurna saat mendengar penjelasan sang adik. Suasana di dalam mobil serasa mendadak dingin mencekam.

"Kau bilang apa barusan, Din?!" tanya Adrian dengan nada suara yang bergetar hebat.

Andin menatap kakaknya dengan alis berkerut heran. "Memangnya kenapa sih, Kak? Kok terkejut begitu?"

Adrian tak sanggup menjawab ucapan adiknya secara langsung. Dadanya bergemuruh hebat saat berbagai potongan misteri di kepalanya mendadak menyatu.

"Bukankah logo Perusahaan Alexander itu adalah Kepala Singa? Sedangkan anak perusahaan Alexander, yakni Perusahaan Alexandria, memakai logo Piramida?! Ini... tidak mungkin hanya sekadar kebetulan belaka, kan?!" batin Adrian tak percaya, menyadari sebuah konspirasi kelam yang jauh lebih mengerikan kini terhampar di depan matanya.

Setelah mendengarkan penjelasan Andin, Adrian tak bisa lagi menahan gejolak rasa curiga yang membakar dadanya. Ia segera memacu mobilnya lebih cepat, buru-buru mengantarkan sang adik ke apartemennya agar Andin bisa beristirahat total setelah menempuh perjalanan jauh dengan pesawat komersil dari Mesir.

Setelah memastikan adiknya aman di dalam apartemen, Adrian bergegas meluncur menuju kediaman Detektif Jordan. Beruntung, sang detektif baru saja tiba di rumahnya setelah seharian melakukan penyelidikan lapangan yang melelahkan.

"Detektif Jordan! Ada hal penting yang ingin saya sampaikan kepada Anda!" seru Adrian setengah terengah-engah begitu ia melangkah masuk ke ruang tamu rumahnya Jordan.

Detektif Jordan melepaskan jaket kulitnya dan menggantungnya di sandaran kursi. Ia memutar tubuhnya, menatap Adrian dengan alis terangkat.

"Hal penting apa, Adrian? Sampai membuatmu terburu-buru seperti ini?" tanya Jordan tenang.

Adrian pun mulai menceritakan seluruh penuturan adiknya di dalam mobil tadi, mulai dari penelitian tentang kepercayaan kuno terhadap Dewa Dedun, ritual penumbalan rahasia bagi pengusaha elit global, hingga lambang khusus berupa kepala singa dan piramida yang selalu digunakan oleh aliran tersebut.

Mendengar kaitan antara simbol itu dengan logo Perusahaan Alexander dan Perusahaan Alexandria, sang detektif tidak terlihat terkejut. Sebaliknya, sebuah senyum tipis terukir di bibirnya.

"Sepertinya kecurigaanku selama ini benar, Adrian..." tutur Jordan dengan suara rendah namun mantap. "Setelah aku pelajari kembali catatan kematian berkala di lingkungan perusahaan Alexander setiap satu tahun sekali, rupanya memang ada kaitannya dengan hal ini. Mereka menjadikan karyawannya sendiri sebagai tumbal... dan kebanyakan dari korban berstatus single serta masih di bawah umur dua puluh tahun."

Adrian tercengang hebat, matanya membelalak tak percaya.

"I...itu artinya... perusahaan Alexander dan Alexandria melakukan ritual pesugihan?!" bisik Adrian dengan nada suara bergetar.

"Betul sekali, Adrian," sahut Jordan dingin. "Dan kau sudah tahu kan siapa dalang dari semua ini? Pria yang selama ini bersembunyi di balik topeng sebagai sosok yang baik hati dan dermawan itu... dialah monster yang sebenarnya."

Adrian menelan ludahnya yang terasa sepahit empedu. "Apakah... apakah yang Anda maksud itu adalah Tuan Alexander?!"

Detektif Jordan tersenyum lebar, menyipitkan matanya penuh arti seraya menatap lurus ke dalam bola matanya Adrian yang diselimuti keharuan dan ketakutan mendalam.

"Singapura bukan sekedar tempat penampungan dana cuci uang, Adrian," lanjut Detektif Jordan seraya melangkah ke meja kerjanya dan mengambil sebuah map tebal berlabel merah.

"Perusahaan cangkang di Singapura yang kita lacak kemarin sebenarnya adalah bagian dari Cleopatra Holding. Itu adalah entitas raksasa milik komunitas pemuja Dewa Dedun tingkat internasional. Dan tebak siapa pemegang saham utamanya?" Jordan menyodorkan dokumen otentik di hadapan Adrian. "Tuan Alexander memegang 60 persen saham di Cleopatra Holding, sementara sisa 40 persennya dibagi oleh para pengusaha elit lainnya dari berbagai penjara bisnis di negeri ini."

Adrian menerima dokumen itu dengan tangan gemetar. Saat membuka lembar demi lembar, deretan angka dan bagan struktur organisasi di dalamnya menegaskan kebenaran yang mengerikan.

"Aku melacak pola kematian misterius para karyawan selama tujuh tahun terakhir," sambung Jordan dengan nada suara yang kian pekat. "Setiap tahun, selalu ada karyawan muda yang tewas dalam insiden kerja yang disamarkan sebagai kecelakaan biasa, baik di pabrik, proyek konstruksi, hingga gedung perkantoran. Bukan cuma di perusahaan Alexander, tapi juga di Gracio Group milik Tuan Lucas Gracio, serta tiga perusahaan raksasa lainnya."

Jordan menyebutkan nama-nama perusahaan elit top papan atas di Indonesia yang selama ini dikenal sangat dermawan dan rajin melakukan aksi sosial.

Mendengar fakta gila tersebut, Adrian lagi-lagi dibuat tercengang hingga dadanya serasa dihantam beban berat.

"K...kenapa Anda selama ini tidak menceritakan ini kepada saya, Detektif Jordan?!" tanya Adrian dengan nada penuh keterkejutan dan sedikit desakan.

Detektif Jordan menghela napas panjang lalu menyandarkan tubuhnya ke tepi meja.

"Sebenarnya saya ingin menceritakan ini besok, setelah saya mendapatkan bukti yang akurat. Dan kebetulan sekali kau datang ke sini, ya sudah, aku jelaskan saja semua hasil penyelidikan ku yang aku rahasiakan selama ini padamu, Adrian," terang Jordan tenang.

"Lalu... bagaimana dengan Nyonya Bunga?" bisik Adrian dengan raut panik. "Riki Sanjaya, ayahnya Nyonya Bunga... apakah dia tewas karena menolak menjadi bagian dari ritual gila ini?"

Jordan menatap Adrian tajam. "Riki Sanjaya tahu terlalu banyak dan berusaha membongkar jaringan ini. Tapi yang lebih mengerikan, Bunga, seorang gadis suci yang selamat dari malam pembantaian itu, sejak awal memang sudah diincar untuk menjadi persembahan berikutnya."

Adrian menelan ludahnya kasar. Kini semuanya terasa masuk akal, mengapa Tuan Alexander begitu gencar menikahkan Keanu dengan Bunga, serta mengapa insiden demi insiden terus meneror mereka. Keanu dan Bunga kini sedang menari di atas bara api yang disiapkan oleh ayah kandung Keanu sendiri.

Bersambung...

1
Rahmawati Amma
karna aku suka ceritanya aku traktir kopi 🍵 tambah vote plus nonton iklan 5× baikan aku thor 🤣🤣🤣bercanda tapi benar aku kasih sesuai apa yg aku bilang karna ceritanya bagus 😁✌️🙏
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: Terimakasih banyak kakak ☺️🙏
total 1 replies
Rahmawati Amma
ceritanya bagus
Rahmawati Amma
lah bukanya nama panjangnya kalandra alexa sanjaya🤔
Rahmawati Amma
ngomong2 si adrian mana kok ngak muncul namanya lagi🤔😅
Rahmawati Amma
ngomong2 detektifnya kayanya lebih tampan dari pada keanu 🤔😅 tuh liat visualnya kaya org bule🤣🤣🤣
Teh Euis Tea
sehat selalu untuk othor, lanjut baca lg
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: makasih akak 🙏☺️
total 1 replies
Teh Euis Tea
alhamdulilah tamat dgn happy ending cuman 1 yg blm nikah Adrian Indah kirain sampe mereka nikah thor 😁
wahh kisah tentara lg aku suka klu ada kisah tentara 😁
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: jangan lupa mampir ya kak 🙏☺️
total 1 replies
Teh Euis Tea
sepertinya Kaliandra bakalan punya adik nih😁
Nar Sih
satu vote buat kebahagiaan bunga keanu☺️
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: wah, makasih kak 🙏☺️
total 1 replies
Nar Sih
kok udH end kak ,pdhl indah blm nikah ,masih juga buat kak eli udah kasih cerita bunga keanu yg bagus 🙏🥰🥰
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sama-sama kak 🙏☺️
total 1 replies
Nar Sih
tuh kan bnr bunga hamil kmbr lgi ,wah selamat keanu yaa doa mu di kabul kan kak eli
Nar Sih
adik byi untuk kalandra sgra dtg nih seperti nya,dan moga bran kmbr
Teh Euis Tea
andin bisa bgt jodohin indah🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: bisa dong 🤣🤣🤣
total 1 replies
Muft Smoker
Suka banget
Muft Smoker
yeey happy ending ,,

makasih yx kak buat cerita Keanu dn bungaa ,,
cerita ny bagus ,,

sukses trus buat karya2 selanjutnya kak ,, 😁😁🤗🤗
Teh Euis Tea
jodoh Adrian otw nih 😁
Teh Euis Tea
othorku maaf ya aku udah beberapa hari ga baca, bkn nabung bab ya, anak aku lg kurang sehat jd rewel
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sama-sama kak ☺️
total 3 replies
fatmawati (pipit)
udah up blm di ig kk
fatmawati (pipit): 😍😍😍😍😍👍👍👍
total 4 replies
fatmawati (pipit)
bnetar lagi janur kuning membuka abang adrian🤣🤣🤣🤣
fatmawati (pipit)
pastinya keanu itu tanda tanda simpatic syndrom🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!