Pernikahan adalah sebuah ikatan yang sakral dan suci. Setiap orang menginginkan pernikahan yang bahagia. Akan tetapi bukan semua pernikahan lahir dari cinta. Namun beberapa memilih bertahan hanya karena alasan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon myranda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9
" Aku sudah setua ini bahkan apapun belum ada yang di berikan pemerintah ini padaku, aku makan dari hasil jerih payahku sendiri, aku pakai listik tetap harus aku bayar, aku memiliki harta mereka akan menagih uang pajak padaku, sepeda motor aku beli sendiri dengan hasil keringat ku sendiri mereka akan meminta uang pajak padaku, tapi seandainya aku sudah tidak bisa mencari nafkah lagi apa mereka bersedia membatu ku. Jadi hukum yang kamu maksud tidak ada keadilan disana, itu hanya berlaku untuk orang-orang kaya saja," kata salah satu warga
" betul...."
" sudah nikah kan saja mereka biar selesai masalah nya" teriak warga
" beginilah keadaan desa ini nak, saya tahu kalian bukan warga disini akan tetapi itu peraturan desa kami ini sejak dulu dan peraturan itu di buat oleh para penatua yang membentuk desa ini jaman dulu dan seluruh warga memercayai dan menuruti hal itu dan sejauh ini belum pernah ada yang berani menentang aturan itu. Saya juga tidak bisa berbuat apa-apa, selaku saya pemimpin desa ini saya hanya menjalankan peraturan yang sudah dibuat bersama oleh warga. "
" saya harus menikahkan kalian untuk menenangkan warga dan selain itu agar tidak ada anak muda yang lainya yang melakukan kesalahan seperti itu lagi di desa kami ini. Jika memang kalian tidak ingin menikah, setelah keluar dari desa ini kalian bisa mengurus perceraian kalian. Akan tetapi untuk meredam amarah para warga kalian harus menebus kesalahan kalian. Karena melihat penampilan kamu seperti ini saya pun tidak bisa jamin kalian tidak melakukan apa-apa " ucap kepala desa tersebut.
Carson pun menatap Grace.
" bagaimana dengan mu, kita menjelaskan yang sebenarnya pun kepada mereka percuma. Mereka juga tidak akan mau mendengar dan memercayai kita. Apa pun ceritanya jalan satu-satunya memang kita harus terpaksa menikah " ucap Carson
" tapi pernikahan itu bukan permainan, bagaimana mungkin kita menjadikan pernikahan menjadi permainan seperti ini" ucap Grace
" masalahnya pandangan seperti itu berlaku hanya untuk kita berdua, sedangkan mereka tidak akan melepaskan kita sebelum kita menikah. Sebaiknya kit turuti saja mereka untuk saat ini. Setelah waktunya tiba kita bisa menyelesaikan nya dengan baik-baik" ucap Carson
" lalu apa pernikahan ini di daftarkan di catatan sipil?" ucap Grace
" soal itu aku akan coba membahasnya mungkin saja mereka bisa memberi kita keringanan " ucap Carson
"......." Grace pun menganggukkan kepalanya
Carson pun kembali berbicara dengan kepala desa tersebut.
" kami akan menikah, akan tetapi kami punya satu permintaan " ucap Carson
" apa itu" kata kepala desa
" pernikahan ini dilakukan di desa ini akan tetapi bisa tidak pernikahan kami tidak didaftarkan di catatan sipil" ucap Carson
" Oh....."
" itu sama saja pernikahan bohongan "
" tidak bisa, pernikahan ini harus sah dalam agama dan juga negara. Kalian berdua hanya memberikan tanda tangan persetujuan setelah itu kami yang akan mengurus semuanya. setelah semuanya selesai diurus kami akan menyerahkan nya kepada kalian. Jika kalian berdua berminat ingin bercerai maka kalian berdua bisa mengurusnya langsung ke catatan sipil" kata kepala desa
" bagaimana dengan mu" ucap Carson bertanya kepada Grace
" kenapa kamu bertanya padaku, memangnya apa mereka mendengar pendapat ku?"
" lakukan saja seperti yang mereka inginkan, setelah itu kita bisa mengurus perceraian nya kembali " ucap Grace
" hahahaha...."
" anak muda sekarang, mau enaknya saja. Belum juga menikah tapi sudah membicarakan rencana perceraian " ucap seseorang.
" sudahlah.... mari kita persiapkan segera untuk rencana pernikahannya " ucap kepala desa.
" pak Nurdin juga hadir disini, " ucap seseorang
" lalu apa agama kalian berdua, tidak mungkin kami menikah kan kalian dengan ustad jika kalian kristen dan begitupun sebaliknya juga" ucap kepala desa.
Beberapa jam pun berlalu mereka berdua sudah sah sepasang suami istri dan kini suasana hari juga sudah mulai terang. .
Saat ini posisi Grace dan Carson berada didalam rumah kepala desa. Grace duduk terdiam di sudut teras rumah itu, pikirannya masih kacau karena kejadian yang mereka alami.
Sedikit pun dia tidak pernah menyangka akan menghadapi pernikahan yang seperti ini. Kini mobil yang mereka tumpangi sudah tiba di rumah kepala desa.
Setelah pamit mereka pun pergi meninggalkan desa itu.