Indonesia
NovelToon NovelToon
Ketika Suami Pulang Bawa Mantan Istri

Ketika Suami Pulang Bawa Mantan Istri

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Penyesalan Suami
Popularitas:98.2k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Zivana dan Aidil sudah menikah tiga tahun. Dan saat itu Aidil adalah seorang duda anak dua, sedangkan Zivana merupakan wanita yang pernah bekerja di salah satu butik ibu Aidil. Selama pernikahan mereka, Aidil memang belum mencintai Zivana, terlebih saat itu mereka menikah karena keinginan ibu Aidil yang kasihan melihat kedua cucunya yang masih kecil. Amora yang saat itu baru berusia dua tahun dan Khaisar lima tahun.

Selama tiga tahun Zivana menjadi sosok ibu dan istri yang begitu mencintai kedua anak-anak Aidil. Namun sayangnya, Zivana belum bisa mendapatkan hati Aidil, walau pria itu selama tiga tahun selalu bersikap baik padanya. Hanya saja, selama itu pula Aidil belum berani menyentuh Zivana.

Hingga menjelang tiga tahun pernikahan mereka akhirnya Stela, mantan istri Aidil yang pernah meninggalkannya kembali. Dan berusaha merebut perhatian kedua anak dan mantan suaminya.

Apa yang akan terjadi dengan pernikahan Zivana dan Aidil? Akankah mereka bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Zivana 5

Tatapan mata Aidil bergetar mendengar ketulusan yang luar biasa itu. Ia mendekatkan wajahnya, mendaratkan ciuman yang sangat lama di kening Zivana, lalu berpindah melumat lembut kedua kelopak mata istrinya.

"Terima kasih sudah sangat sabar mencintaiku, Ziva," bisik Aidil tepat di depan bibir Zivana, walau ia lalu menarik diri perlahan dan membawa Zivana ke dalam pelukan erat di atas ranjang.

Lampu tidur kamar utama memancarkan pendar keemasan yang redup, membiaskan bayangan dua insan yang saling merapat di atas ranjang. Di luar, embun malam kian menebal, menciptakan hawa dingin yang kontras dengan kehangatan di balik selimut tebal mereka.

Zivana berbaring menyamping, menatap raut wajah Aidil yang berada hanya beberapa senti di hadapannya. Lengan tegap Aidil melingkar posesif di pinggang Zivana, menarik tubuh wanita itu begitu rapat hingga tak ada jarak tersisa.

Jemari Aidil bergerak perlahan, menyelipkan helai rambut Zivana ke belakang telinganya. Tatapan pria itu sangat dalam, mengunci iris mata Zivana dengan pendar kerinduan dan kepemilikan yang belum pernah terlihat sebelumnya.

"Mas... kenapa menatapku seperti itu?" bisik Zivana pelan, suaranya hampir tenggelam oleh desir napas mereka. Pipinya merona hangat di balik temaram lampu.

Aidil tidak langsung menjawab. Ibu jarinya mengusap lembut tulang pipi Zivana, lalu turun membelai rahang dan bermuara di bibir bawah istrinya yang sedikit terbuka. Suasana di dalam kamar itu mendadak hening, berganti dengan ketegangan manis yang membuat dada Zivana bergemuruh hebat.

"Aku sedang berpikir, Ziva..." suara Aidil terdengar bass, serak, dan penuh emosi.

"Betapa bodohnya aku selama tiga tahun ini, mengabaikan wanita seindah dan setulus kamu di depanku."

Zivana menahan napas. "Mas..."

"Setiap hari, melihat kamu merawat anak-anak, tersenyum padaku walau hatimu terluka, rasa ini bertumbuh, Ziva. Sangat cepat, sampai aku tidak bisa menahannya lagi," sambung Aidil tulus.

Tangannya yang berada di pinggang Zivana makin mengerat, menarik tubuh istrinya kian menempel padanya. Napas Aidil yang hangat mengusap bibir Zivana. Zivana memejamkan mata sejenak, merasakan jantungnya berdegup begitu kencang, seolah ingin melompat keluar. Tangan Zivana yang gemetar perlahan terangkat, meremas lembut kemeja tidur Aidil di bagian dada.

"Mas tidak perlu merasa bersalah..." cicit Zivana lurus, tatapannya kembali bertemu dengan mata Aidil.

"Aku ada di sini, Mas. Sepenuhnya milik Mas."

Kata-kata itu seperti pemicu yang meruntuhkan sisa-sisa pertahanan terakhir di diri Aidil. Pria itu menatap bibir Zivana, lalu kembali menatap matanya seolah meminta izin tersirat.

"Boleh aku menciummu, Ziva? Bukan di kening... tapi di sini," bisik Aidil pelan, ibu jarinya kembali menekan lembut bibir Zivana.

Zivana tak mampu menyusun kata-kata. Ia hanya mengangguk pelan, memberikan seluruh persetujuan dan cintanya lewat satu anggukan kecil itu. Aidil mendekatkan wajahnya. Untuk pertama kalinya dalam seribu hari lebih pernikahan mereka, bibir Aidil menyentuh lembut bibir Zivana.

Zivana tersentak halus, sensasi hangat dan lembut itu membuat seluruh persendiannya meluruh seketika. Ciuman itu dimulai dengan sangat perlahan dan hati-hati, seolah Aidil takut menyakiti wanita yang begitu berharga di dekapannya. Namun perlahan, seiring dengan debar dada yang kian liar, sentuhan itu berubah menjadi lebih dalam, menuntut, dan dipenuhi oleh kerinduan yang terpendam bertahun-tahun.

Aidil memiringkan wajahnya, merengkuh tengkuk Zivana agar ciuman mereka makin intim dan lekat. Suara deru napas mereka bersahutan di antara jeda ciuman yang memabukkan. Zivana memejamkan mata rapat-rapt, mengalungkan kedua tangannya di leher Aidil, membalas ciuman suaminya dengan seluruh rasa cinta yang ia simpan selama ini.

Ketika Aidil akhirnya menyudahi ciuman itu, kening mereka masih saling bertempelan. Desah napas mereka terengah saling menyatu di udara malam yang dingin. Aidil mengusap sudut bibir Zivana yang tampak basah dengan ibu jarinya, lalu menyunggingkan senyum paling tampan yang pernah Zivana lihat.

"Aku mencintaimu, Zivana," bisik Aidil tepat di depan bibir istrinya. Suaranya mantap, tanpa ragu sedikit pun.

"Sungguh, aku mulai mencintaimu."

Air mata haru akhirnya menetes dari sudut mata Zivana. Ia tersenyum sangat lebar, menyembunyikan wajahnya yang merona hebat di ceruk leher Aidil.

"Aku juga sangat mencintai Mas Aidil... dari dulu, sampai kapan pun."

Aidil terkekeh pelan, mendekap erat Zivana di dalam pelukannya, mengecup puncak kepala istrinya berulang kali hingga mereka berdua tertidur lelap dalam dekapan yang utuh malam itu.

Kebahagiaan yang menyelimuti Zivana beberapa hari terakhir terasa seperti mimpi indah yang tak ingin ia akhiri. Sentuhan lembut Aidil, bisikan cinta di telinga, serta sisa hangat ciuman pertama mereka malam itu masih terus membekas manis di ingatan Zivana.

Siang itu, matahari terik menyinari ibu kota. Zivana melangkah menyusuri koridor lantai atas gedung kantor Aidil dengan senyum yang tak pudar. Di tangannya, ia memegang sebuah bekal tebal berisi masakan favorit Aidil, titipan dari ibu mertuanya yang tadi pagi sempat mampir ke rumah.

"Selamat siang, Ibu Zivana," sapa sekretaris Aidil ramah saat melihat kedatangannya.

"Selamat siang, Mbak. Mas Aidil ada di dalam?" tanya Zivana lembut.

"Ada, Bu. Tadi ada tamu, tapi sepertinya sudah mau selesai. Langsung masuk saja, Bu," ujar sang sekretaris sambil tersenyum.

Zivana mengangguk pelan. Langkah kakinya terasa ringan mendekati pintu kayu jati yang sedikit terbuka gantung. Namun, tepat ketika tangannya terangkat hendak menggetok pintu, suara asing dari dalam ruangan menghentikan gerakannya seketika.

"Kenapa kamu setega ini, Dil? Tiga tahun aku pergi menahan sakit, dan kamu dengan mudahnya menggantikan posisiku dengan wanita lain?"

Suara wanita itu bergetar, sarat akan kesedihan dan keputusasaan. Zivana membeku. Jantungnya mendadak berdegup kencang dengan firasat buruk yang menghantam dadanya. Melalui celah pintu yang terbuka beberapa senti, matanya menangkap sosok wanita bergaun cream anggun yang berdiri sangat dekat di hadapan suaminya.

Stela.

"Stela, cukup," suara Aidil terdengar berat, ada nada kekacauan yang sangat jelas di dalamnya.

"Pernikahan kita sudah berakhir tiga tahun lalu saat kamu memilih pergi meninggalkan aku dan anak-anak. Jangan seperti ini."

"Aku terpaksa pergi, Dil! Aku punya alasan dan kamu tahu betapa besarnya cintaku padamu!" tangis Stela pecah. Wanita itu melangkah maju, memangkas jarak di antara mereka.

"Aku kembali untuk kamu dan anak-anak kita. Kasihan Khaisar dan Amora, Dil... mereka butuh ibu kandungnya, bukan wanita asing yang cuma mantan pegawai di butik ibumu!"

1
Muft Smoker
lanjuuuut Mak ,, Skrang tinggal bahagia2 ny kan Mak ,, gx bakal ad ulet bulu lgi kn ,,
nely_48
ko rmh nya D jakarta selatan sih,, udh ga d jogya lg ya Melvin n zivana
Muft Smoker: kayaknya pindah kak ,, 🤭
total 1 replies
nely_48
semangat pengantin baru, jgn lambat ngadon ya ✌✌
nely_48
huuuhh haaaahhh pedas sehah kk outhor panas poe mentang nga rujak bibir Melvin n zivana 🫣🫣🫣🫣
nely_48
belah duren moal yeuh teh kk ❓
Fitria Syafei
KK cantik kereen 😍 kereen 😍 terimakasih 😘
kymlove...
bahasanya mbok tolong gak usah pakai saya lagi pak Melvin🤨zivana itu udah jadi istrimu jadi jangan"SAYA" lagi donk.... biasakan"AKU" biar makin romantis.. kalau masih "Saya" jadinya kayak ngomong sama selingkuhan bukan istri lagi😌
kymlove...: bener gk sih kk... terlalu baku banget... bahasa nya
total 2 replies
Muft Smoker
semoga bahagia selalu Melvin zivana,,
berharap gx da lgii ulet bulu bertebaran ,,
Krn gatal rasa ny ,,
🤭🤭🤭🤭😆
sunaryati jarum
Wah berarti Zivanna masih tersegel saat menikah dengan Aidil
Fitria Syafei
wow mereka mantaf 😍 kereen 😍 terimakasih 😘
sunaryati jarum
Semoga segera hadir Melvin yunior
Muft Smoker
melvin Mak ,, bukan Aidil ,, 🤭
Fitria Syafei
KK cantik mantaf 🥰 kereen 🥰 terimakasih 😍
nely_48
bahagia sll Melvin n zivana 🥰🥰🥰
sunaryati jarum
Karena acara selesai dan tamu sudah bubar, waktu untuk kalian berdua Zivanna dan Melvin
sunaryati jarum
Nah ,tahu diri gitu Aidil,suami dan ayah tidak setia, pantas terima hukuman seperti itu.Lakukan apa yang disarankan oleh Melvin agar kau layak disebut ayah oleh Khaisar dan Amora
Ma Em
Selamat untuk Zivana dan Melvin yg sdh resmi menjadi pasangan suami istri , semoga selalu diberikan kebahagiaan langgeng pernikahan nya dan segera diberi momongan , untuk Aidil sdh terima saja nasib yg kamu terima karena itu pilihan Aidil sendiri dan rubah lah kelakuanmu Aidil jadi orang yg lbh baik dan berguna untuk Kaisar dan Amora .
Fia Ayu
Dr kemaren2 napa punya pikiran begitu😢
Fia Ayu
Salah thour, seharusnya yg ngomong begitu melvin bukan aidil😢
nely_48
drama az s aidil ini,, bukanya move on
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!