Sebuah rumah yang menyimpan rahasia besar selama ratusan tahun kini mulai membuat penghuninya terganggu.
Tak hanya gangguan mistis, pemiliknya juga mulai sakit sakitan dan mulai menyadari ada yang aneh dengan rumah yang dia tinggali itu.
Akankah pemilik rumah itu berhasil memecahkan misteri di dalam rumah yang sudah puluhan tahun dia tempati?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mata Ratri
Jessica terus tersandung sesuatu saat berjalan dan itu membuatnya sedikit takut, apalagi di sana juga mulai terasa dingin dan Jessica mencium bau belerang yang begitu kuat di hidungnya, satu tangannya reflek menutup hidung karena satu tangannya lagi di pegangi oleh sosok putih yang masih setia menyamar menjadi Jayden.
"Kak... apa sudah sampai?" tanya Jessica
"Itu di depan, kamu pasti akan tampak cantik jika kakak memotret kamu di sana" jawab sosok putih itu yang sudah hampir sampai di depan sebuah pohon karet tua yang masih tetap berdiri kokoh meskipun sudah berusia ratusan tahun.
"Kamu tahu kak, aku selalu ingin melihat bagaimana dunia ini sebenarnya, tapi saat mendengar beberapa kisah dari asisten rumah tangga kita tentang kehidupan mereka aku jadi ragu" ucap Jessica
"Kenapa ragu? bukankah bagus kalau kamu bisa melihat dunia lagi?" tanya sosok itu
"Bi Narti, dia di usir suaminya karena suaminya menikah lagi dengan yang lebih muda, bi Popon dia di manfaatkan anaknya bahkan gajinya juga harus di transfer ke anak pertamanya untuk pengobatan cucunya, bukankah itu jahat?" tanya Jessica
"Tapi dengan melihat dunia juga kamu bisa tahu apa tujuanmu Jessica dan kalau kamu memang memilih untuk tetap dalam kegelapan, kakak tidak akan melarangnya, justru akan membuat kamu tetap dalam kegelapan" ucap sosok itu.
"Maksud kakak?" tanya Jessica
"Kamu bisa ada di suatu tempat menggantikan seseorang" jawabnya
"Menggantikan siapa?"
"Nyonya meneer" bisiknya membuat mata Jessica terbelalak.
Jessica mulai ketakutan, dia mundur beberapa langkah tapi dia malah terjatuh, hingga suara tawa menakutkan terdengar di seluruh penjuru tempat itu, Jessica ingin lari, tapi dia tidak tahu harus lari kemana bahkan semuanya begitu gelap, tidak ada suara menusia ataupun burung di tempat itu, hanya tawa menakutkan seorang perempuan yang begitu memekakan telinga Jessica.
"Hahahhaha... akhirnya kunci kebebasanku sudah datang!" teriaknya begitu menggelegar.
"Kak Jayden... kak!" panggil Jessica
"Dia tidak ada, dia bahkan mungkin sudah mulai berbelot dari kami, entah kenapa Jayden begitu bodoh padahal nyonya begitu pintar!" jawab sosok itu masih dengan suara Jayden.
"Si... Siapa kamu! kamu pasti bukan kak Jayden!" bentak Jessica kembali merangkak untuk mencari sesuatu yang bisa dia gunakan untuk di jadikan tongkat.
"Aku... aku adalah abdi setia nyonya meneer, namaku Erni bahkan aku sudah memberikan mataku sebagai tanda kesetiaan ku pada nyonya meneer" jawabnya yang sekarang mulai berubah kembali ke sosok aslinya.
"Ayo nak... bebaskan nenek moyangmu" bujuk sosok itu.
"Siapa yang harus aku bebaskan? aku hanya manusia biasa" ucap Jessica
"Kamu punya kemampuan itu Jessica, kamu adalah keturunan perempuan yang punya kebutaan total sementara dari keturunan Varden yang lain, mereka masih bisa melihat meskipun hanya dengan satu mata saja seperti kakakmu, dan kamu akan menggantikan nyonya meneer di neraka itu" jawab sosok putih
"Tidak! aku tidak mau! tolong! kak Jayden tolong!" teriak Jessica
"Hahahah... percuma saja kamu berteriak karena sekarang kamu sudah berada di wilayah kekuasaan nyonya meneer" ucap sosok putih itu langsung menarik kaki Jessica hingga dia kembali terjatuh.
"Aaakhhh! tolong! kakak!" teriak Jessica yang tangannya terus meronta di tanah karena dia di tarik masuk ke dalam portal masuk ke dunia tempat Patricia berada.
"Aakhh!"
"Hahahah..."
"Sakit! mataku! jangan ambil mataku!"
"Berikan mata kamu, matamu itu adalah mata keturunan murni yang akan membuat aku bisa bebas pergi kemanapun dan kamu punya darah dan bau yang sama dengan Ratri!" ucap sosok itu yang tangannya sudah mulai terulur dari dalam portal, tangan di penuhi luka bakar dan juga kuku hitam tajam itu menekan mata Jessica hingga matanya berdarah.
"Mata ini... mata ini bukan milikku!" teriak Jessica mencengkram tangan itu agar tidak mengambil matanya.
"Hhrrrr...."
Sosok putih itu memegangi tangan Jessica, dia membiarkan tuannya melakukan tugasnya agar tuannya itu bisa bebas, Jessica juga terus berusaha berontak sebisanya meskipun dia kalah karena bau belerang sosok itu sudah mulai membuat kesadarannya hilang.
"Hhahh... maafkan aku, mungkin aku tidak bisa menjaga matamu..." lirih Jessica sebelum dia tak sadarkan diri.
"Hahahah... mata ini, mata ini akhirnya jadi milikku, mata Ratri!" ucap sosok itu
Srak.
Sebuah serangan tiba tiba menghantam tangan nyonya meneer hingga jari yang tadi sudah masuk ke dalam mata Jessica langsung terlepas, tangan itu berasap karena si penyerang menggunakan energinya untuk menyerang tangan nyonya meneer.
"Aaargrgh! siapa yang sudah mengganggu ritualku!" teriak nyonya yang hanya tangannya saja terlihat itu.
"Buset, tangannya saja bentuknya menakutkan begini apalagi tubuhnya... apa ini si nyonya meneer?" tanya Sahara yang sudah menemukan Jessica.
"Jessica!" panik Jayden langsung menolong Jessica karena sosok putih itu juga langsung mundur setelah Sahara muncul bersama Hala dan Rukmini.
Jayden begitu khawatir melihat mata Jessica yang berdarah, tapi Hala mengatakan kalau mata Jessica masih utuh dan mengoleskan sembuh obat ke mata Jessica.
"Siapa! siapa yang sudah mengganggu ritualku!" teriak sosok di dalam portal itu.
"Keturunan Darmawan dan Jayden nyonya!" ucap sosok putih itu mendekati ke arah tangan nyonya meneer.
"Jayden! Aku ini nenek moyangmu! harusnya kamu mendahulukan aku! Adikmu itu hanya tubuh yang nanti bisa aku sembuhkan!" ucap nyonya meneer
"Kamu pengkhianat! kamu bilang Jessica akan sembuh kalau nenek moyangku bisa bebas! Tapi kamu malah ingin membunuhnya! Aku tidak akan membebaskan nyonya kamu itu!" bentak Jayden dengan mata memerah karena marah.
"Aku terpaksa Jayden, kamu terlalu lemah untuk jadi sekutu kami!" jawab sosok putih itu melempar asap belerang ke arah Dimas, Jayden dan Hatta.
"Aku tidak akan mengampuni kamu Erni!" kesal Jayden
"Tutup hidung kalian!" ucap Rukmini menyingkirkan asap itu ke arah dalam portal agar dia bisa tahu apakah sosok nyonya meneer itu terpengaruh asap itu atau tidak.
Sahara mengibaskan rambutnya lagi untuk menyerang sosok putih itu, dia tahu sekarang kalau sosok putih itu tidak bisa di ketahui keberadaannya karena selendang miliknya di pegang oleh Jayden, jadi Sahara akan menggunakan kesempatan itu untuk melenyapkan sosok putih yang ternyata adalah Erni terlebih dahulu.
Srak. Srak.
"Kamu tidak akan bisa membunuhku! aku ini abadi!" ucap sosok putih terus menghindar.
"Abadi konon, kamu pikir keabadian itu indah, kamu akan melihat semua yang kamu sayangi mati" sinis Sahara
"Jayden, berikan selendang yang kamu pegang, akan aku buktikan pada sosok putih ini kalau yang namanya keabadian itu tidak ada untuk kita semua kecuali Tuhan" ucap Rukmini.
ma'af thor mau nanya itu nyonya meneer sudah berdiri sejak taun berapa🤭🤭🤭