sebuah perjanjian muda antara sepasangan sahabat yaitu Gavin dan Morgan yang melibatkan anak mereka untuk menjalankan sebuah hubungan tak terduga yaitu perjodohan
bagaimana cerita selanjutnya ayok baca disini..... 😄😄😄
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Citra_marbun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
~•
Grace sampai di rumah dengan lesu, dia masuk ke dalam mansion mewah milik keluarganya.
Saat Grace masuk ke pintu utama ayah dan ibunya sudah ada disana, melipat tangan di dada dan dengan pandangan serius.
"Ayah mau bicara sama kamu" ucap ayahnya Johnson
"Gak, aku capek" balas Grace singkat
"Sebaiknya kamu ngomong sama ayah kamu, sebelum ayah kamu marah" ucap ibunya tiffany sembari berjalan meninggalkan kedua sejoli itu di sana.
Johnson segera duduk di ruang tamu yang disusul oleh Grace.
"Sekali lagi ayah tekankan , kamu harus ikuti perjodohan yang sudah ayah siapkan " jelas Johnson
"ga, ayah tau sendiri kan aku itu masih sekolah dan perjalanan masa depan aku juga masih panjang " balas Grace
"ayah udah memilih pria yang cocok untuk kamu, dia pasti bisa menjadi yang terbaik untuk kamu di masa depan, intinya kamu ga boleh nolak kamu harus setuju" ucap Johnson
"ga pokoknya aku ga mau ayah, ayah gini pasti gara gara bisnis kan, ayah rela mengorbankan putri ayah dijodohin sama orang yang bahkan belum aku kenal demi peningkatan perusahaan ayah" ucap Grace dengan nada yang mulai meninggi.
"Diam kamu, intinya besok malam kamu harus jumpa sama calon kamu, awas aja kalo kamu berani membantah ayah, ayah ga akan segan segan membuang semua lukisan kamu"ucap ayahnya sembari berjalan meninggalkan Grace yang terlihat lesu.
Grace yang tak bisa berkata kata lagi akhirnya beranjak pergi ke kamarnya. Ia duduk di kursi lukisnya dan tak disadari tangannya mulai menggambar lukisan acak yang menggambarkan isi pikirannya saat ini.
Tak berselang lama ia menyelesaikan lukisannya itu dan jadilah lukisan muka author yang cantik (hehe maaf) jadilah lukisan dengan coretan coretan hitam dipadukan dengan coretan biru tua dan hijau muda memadukan Sebuah lukisan yang tampak indah dilihat.
" apa aku harus datang ya besok" gumam Grace dalam hatinya.
DISISI LAIN
"hoam hoam" cella bangun dari tidur nyenyak nya mendapati hari sudah malam dan dirinya masih mengenakan seragam sekolah.
Jam sudah menunjukkan jam 19:25 P.M
"hadeh gue malah ketiduran , mandi dulu aja lah " ucap cella sembari beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi.
Tak berselang lama cella turun ke lantai bawah mendapati kedua orang tuanya baru saja pulang.
"mom, dad cella kangen" ucap cella manja sembari berlari kecil ke arah kedua orang tuanya.
"eh putri kesayangan Daddy, udah mandi em?" balas daddy-nya sembari membuka pelukan hangat untuk putri semata wayangnya itu.
"ekhem mommy ga dipeluk juga , ngambek nih" ucap mommy nya menambahkan.
"eh mommy, cella juga kangen mommy kok" ucap cella kembali memeluk mommy dan daddy nya.
Gavin Mariam Mourch, bisa dipanggil Gavin dia adalah ayah cella.
Xaviera Letha Abolons, bisa dipanggil Xaviera adalah ibu cella.
Mereka bertiga pun segera beranjak ke Meja makan untuk makan malam.
KEESOKAN PAGINYA
Matahari bersinar dengan terang, remang remang cahaya masuk menyusuri gorden kamar cella, dia terbangun mendengar alarm nya berbunyi.
Dia segera beranjak dari tempat tidurnya dan beranjak ke kamar mandi.
"aaaaa hari yang mantap" teriak cella di kamar mandi dengan keras
Setelah mandi dia segera bergegas untuk turun ke bawah untuk sarapan. Ia mendapati kedua orang tuanya disana.
Mereka segera menyelesaikan breakfast mereka dan segera mengambil kesibukan masing masing
"cella sayang, hari ini kamu berangkat sama Daddy ya" ucap Xaviera
"loh tumben mom, emang Daddy ga kerja" tanya cella merasa kebingungan.
"Daddy ada urusan ke sekolah kamu sayang, sekalian juga Daddy mau lihat anak kesayangan Daddy belajar" jelas Gavin
"hehe asik, Daddy yang antar cella ke sekolah, kalo gitu cella pamit ya mom" ucapnya sembari berlari keluar rumah dengan senang.
"kalo gitu kami berangkat yang sayang" ucap Gavin pada Xaviera yang langsung diiyakan olehnya.
SESAMPAINYA MEREKA DI SEKOLAH
"oke kita sudah sampai" ucap Gavin pada cella
"oke daddy, kalo gitu cella masuk dulu ya "pamit cella dan langsung diiyakan oleh Gavin.
Belum sempat cella keluar dari parkiran, Gavin nampak menyapa siswa disana. Merasa penasaran cella melihat Daddy nya berbicara dengan Zayn.
" heh, ngapain Daddy ngomong sama itu orang"gumam cella sembari berjalan menghampiri gavin dan Zayn
" dad, kok Daddy ngomong sama dia, Daddy kenal?" tanya cella kepada Gavin
"kenal dong sayang, oh iya kalian saling kenal ya" tanya Gavin
"ga" ucap cella dengan tegas
"ya" ucap Zayn kembali
"wah bagus deh kalo gitu, gini kan Daddy bisa lebih tenang " ucap Gavin
"oke kalo gitu Zayn, sambil pantau pantau cella ya" bisik Gavin pada zayn sembari kakinya melangkah memasuki area gedung sekolah.
"oke om" jawab Zayn
Zayn hendak melangkahkan kakinya.
"heh dari mana Lo kenal Daddy gue,mana sok sok an kenal sama gue lagi" ucap cella dengan kesal.
"penasaran?" tanya Zayn dengan wajah datar melirik ke arah cella yang tampak kesal
"ya enggak, cuman pengen tau doang" balas cella dengan celinguk
"udah telat, buruan masuk" ucap Zayn dengan datar dan langsung meninggalkan cella disana.
cella melihat jas Zayn yang melambangkan bagian dari organisasi sekolah yaitu ketua inti sekolah.
Cella segera beranjak memasuki kelas nya, cella ada di kelas 11C. Sedangkan Zayn ada di kelas 12A.
Di golden academy, kelas diurutkan dimulai dari kelas D yaitu kelas yang benar benar tidak ada yang bisa diandalkan, kelas C adalah kelas yang masih bisa diandalkan atau masih bisa diajarkan ,kelas B adalah kelas orang orang pintar dan orang orang yang memenuhi peraturan penuh. Dan kelas A adalah kelas yang dipenuhi dengan orang orang yang memiliki riwayat olimpiade dimana mana dan prestasinya sudah dikenal di sekolah.
Di kelas A inilah semua organisasi sekolah berkumpul dan menjadi kelas terfavorit oleh para guru guru.
Saat Zayn berjalan di koridor queen datang menghampirinya
"morning honey, mau masuk kelas ya" ucap queen
Zayn yang melihat tingkah queen yang aneh,segera berjalan dengan wajah datar ke kelas seperti tidak ada yang terjadi.
Queen terus mengintip intip Zayn dari jendela luar kelas, karena tidak diperbolehkan masuk ke dalam ruangan yang bukan ruangan siswa itu sendiri.
"hey, siswa kelas berapa kamu ngapain disana" tegur Seorang guru yang sedari tadi melihat queen mengintip intip.
"ma-maaf pak,saya akan kembali ke kelas" ucap queen dengan cemberut, sembari berlari kecil ke arah kelasnya yaitu 12D.
"pokoknya gue harus dapetin Zayn sebelum lulus sekolah " gumam queen dalam hatinya.
PEMBELAJARAN PERTAMA PUN DIMULAI
Lanjut Episode 3~•