Indonesia
NovelToon NovelToon
SEPERTIGA (MANUSIA, DEWA DAN SILUMAN)

SEPERTIGA (MANUSIA, DEWA DAN SILUMAN)

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir
Popularitas:419
Nilai: 5
Nama Author: Aksara Handini

Lu Chen adalah seorang pemuda berusia dua puluhan yang hidup terasing di pinggiran Desa Qingfu. Di balik penampilannya yang sederhana sebagai peracik obat herbal yang pendiam, ia menyimpan sebuah rahasia besar dan mengerikan: garis keturunan gila yang menggabungkan tiga unsur sekaligus, yaitu darah manusia yang fana, cahaya dewa yang suci, dan kutukan siluman kegelapan.

Secara fisik, Lu Chen memiliki daya tarik yang kuat dengan garis wajah tegas, namun tubuhnya menyimpan ketidakseimbangan yang berbahaya. Matanya memiliki dua warna yang berbeda; mata sebelah kanan memancarkan cahaya keemasan yang hangat dan tenang, melambangkan sisa-sisa kekuatan dewanya, sementara mata sebelah kiri sering kali berubah menjadi ungu legam yang dingin saat emosinya tak terkendali. Di leher hingga sebagian wajahnya juga tersembunyi rajah alami berupa sulur-sulur hitam yang menandakan segel kutukan siluman purba.

Dari segi sifat dan kepribadian, Lu Chen adalah sosok yang sabar, lembut, dan sangat peduli

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aksara Handini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12 — RACUN LANGIT

Hutan Gelap terasa sangat senyap dua jam setelah mereka berhasil melarikan diri dari Gua Es.

Shen Yue mengalami demam yang membara hebat. Wajah cantiknya tampak sepucat mayat, sementara guratan urat-urat berwarna hitam legam mulai merayap naik dan melingkar di leher jenjangnya. Itu adalah Racun Langit—efek samping mematikan dari sambaran cambuk petir para Penegak Hukum yang kini menggerogoti tubuh sucinya.

[Panel: Status Shen Yue] RACUN LANGIT: TAHAP 2 EFEK: DARAH MEMBEKU, JIWA TERKIKIS WAKTU TERSISA: 3 HARI LAGI

Tanpa membuang waktu, Lu Chen membopong tubuh ibunya di punggungnya dan berlari kencang menembus lebatnya hutan. Persentase Darah Iblis yang mencapai lima puluh lima persen memberikan tambahan tenaga fisik yang luar biasa besar pada otot-ototnya.

"Bertahanlah, Bu," bisik Lu Chen penuh cemas. "Kita akan pergi ke Sekte Pedang Salju untuk mendapatkan Pil Penekan."

Shen Yue menggeleng lemah di atas punggungnya. "Jangan... berbahaya... Xue Ling ada di sana..."

"Aku tidak peduli," tukas Lu Chen tegas. Manik matanya memancarkan pendar merah yang tajam. "Yang paling penting adalah Ibu bisa tetap hidup."

Flashback: 500 Tahun Lalu di Puncak Pedang Salju

Seorang gadis kecil berusia sepuluh tahun berlutut khidmat di atas hamparan salju abadi. Gadis itu adalah Xue Ling muda.

"Guru," tanya Xue Ling polos. "Kenapa kita harus selalu patuh pada Hukum Langit yang begitu kaku?"

Shen Yue yang saat itu masih berambut hitam legam berlutut, tersenyum hangat sambil mengelus kepala muridnya. "Karena tanpa adanya Hukum, dunia ini akan hancur lebur dalam kekacauan. Apa kau mengerti, anakku?"

"Mengerti, Guru!" jawab Xue Ling berbinar-binar.

Shen Yue menyerahkan sebilah pedang kayu kecil. "Kau adalah murid terbaik yang pernah kumiliki."

Xue Ling memeluk pinggang gurunya erat-erat. "Aku berjanji tidak akan pernah mengkhianati Guru selamanya."

Kembali ke Masa Kini

Di hadapan gerbang utama Sekte Pedang Salju yang berdiri megah di puncak gunung es, plakat besar bertuliskan HUKUM DI ATAS SEGALANYA terpampang angkuh.

Lu Chen bersembunyi di balik bongkahan batu besar, mengamati pola patroli para penjaga.

[Panel: Status Musuh] PENJAGA: 20 MURID TAHAP JIWA BOSS: XUE LING - TAHAP JIWA BARU

"Bagaimana cara kita masuk tanpa ketahuan..." gumam Lu Chen pelan.

"Mau menyusup?"

Tiba-tiba sebuah suara dingin terdengar tepat dari belakang telinganya. Lu Chen langsung bereaksi secara refleks, melayangkan tinju bertenaga penuh ke arah sumber suara.

DUAR!

Pukulan itu hanya mengenai bayangan; seorang murid biasa terjatuh pingsan di tanah.

Xue Ling melangkah keluar dari balik bayangan pohon es dengan ekspresi datar. "Kau bodoh. Aku bisa mencium bau busuk darah iblis itu dari radius satu kilometer."

Lu Chen bangkit berdiri, merentangkan tangan untuk melindungi Shen Yue yang sedang tidak sadarkan diri di punggungnya. "Kembalikan Pil Penekan itu."

Xue Ling menatap sekilas ke arah Shen Yue yang pingsan. Untuk sepersekian detik, keraguan melintas di matanya, namun ekspresinya segera berubah dingin kembali. "Guru telah melanggar Hukum Langit yang paling suci. Dia harus diserahkan kepada para dewa."

"Dia adalah IBUKU!" bentak Lu Chen murka. "Dia bukan penjahat!"

Xue Ling tertawa getir. "Dulu Guru juga mengatakan kalimat yang sama padaku—'Xue Ling, kau sangat spesial'. Tapi begitu aku gagal dalam satu misi kecil, Guru langsung membuangku begitu saja."

[Panel: Flashback Xue Ling] GAGAL MISI: MELEPAS 1 IBLIS KECIL HUKUMAN DARI SHEN YUE: DIUSIR DARI SEKTE

"Kau tidak pernah dibuang," suara lemah terdengar dari punggung Lu Chen. Shen Yue perlahan membuka matanya. "Aku sengaja mengusirmu agar Langit tidak membunuhmu atas kesalahan itu."

Xue Ling tertegun. "Bohong."

"Itu adalah kebenaran," lanjut Shen Yue terbatuk. "Racun Langit yang ada di tubuhku ini... dulu kudapatkan saat aku menahan serangan mematikan demi melindungimu dari amukan iblis."

Xue Ling mencengkeram dadanya sendiri. "Lalu... kenapa Guru memilih anak iblis ini di atas segalanya?"

Shen Yue memandang Lu Chen dengan penuh kasih. "Karena dia tidak pernah menyalahkanku, bahkan ketika seluruh dunia mencapnya sebagai noda."

Lu Chen menggenggam tangan ibunya erat-erat. "Bu..."

DUAR!

Cahaya keemasan menyambar turun membelah langit. Dewa Eksekusi muncul bersama sepuluh Penegak Hukum berzirah emas.

"Bagus sekali, para pengkhianat berkumpul di satu tempat," seru Dewa Eksekusi dingin. "Xue Ling, laksanakan tugasmu dan tangkap gurumu!"

Xue Ling terjepit di antara dua pilihan.

Lu Chen maju selangkah ke depan. "Jika kalian ingin menyentuh Ibu... langkahi dulu mayatku!"

[Panel: Peringatan] DARAH IBLIS: 55% -> 60%

Lu Chen menerjang maju membabi buta, mengerahkan kombinasi kekuatan manusia dan iblis secara bersamaan. Ia berhasil menahan tiga Penegak Langit sekaligus, namun tubuhnya sendiri mulai retak mengeluarkan darah.

Melihat hal itu, Xue Ling tiba-tiba bergerak. Ia melesat berdiri di hadapan Lu Chen, menahan tebasan maut pedang eksekusi yang seharusnya merobek dada pemuda itu.

SRET! Bahu Xue Ling berdarah deras.

"Kenapa kau..." Lu Chen terbelalak.

Xue Ling memuntahkan darah. "Karena... Guru pernah menyelamatkan nyawaku. Hutang ini lunas."

Ia melemparkan sebuah botol giok kecil ke tangan Lu Chen. "Ambil Pil Penekan itu. Pergi dari sini sekarang!"

Dewa Eksekusi berteriak murka melihat pengkhianatan tersebut. "Xue Ling! Kau pengkhianat!"

BOOM!

Pertempuran tiga kubu pecah kembali secara brutal, namun kali ini Xue Ling berdiri berpihak menahan pasukan kahyangan demi memberi waktu bagi ibu dan anak itu untuk kabur.

Di tempat yang aman, jauh di dalam lembah tersembunyi.

Shen Yue menelan Pil Penekan tersebut. Seketika, guratan urat hitam di lehernya memudar perlahan.

"Kita harus segera pergi," kata Shen Yue.

Xue Ling menundukkan kepalanya dalam-dalam. "Guru... maafkan aku."

Shen Yue mengelus kepala muridnya itu lembut, persis seperti yang dilakukannya lima ratus tahun lalu. "Tidak apa-apa. Di mataku, kau akan selalu menjadi murid terbaikku."

Ia merobek ruang hampa, membopong Lu Chen masuk ke dalam portal es.

Sebelum portal tertutup, Shen Yue menatap tajam ke arah Dewa Eksekusi di kejauhan. "Kahyangan sudah busuk. Aku tidak akan pernah tunduk lagi."

Portal tertutup rapat.

Di dalam sebuah gua tersembunyi yang aman.

Kondisi Shen Yue telah stabil sepenuhnya. Lu Chen setia menjaga di sisi pembaringannya.

[Panel: Status Terbaru] DARAH IBLIS: 60% RACUN LANGIT: TERTEKAN SEMENTARA MUSUH UTAMA: SEKTE PEDANG SALJU + ISTANA LANGIT + RAJA IBLIS

Lu Chen menatap wajah ibunya yang sedang tidur lelap. "Terima kasih, Bu... karena telah memilihku."

Namun dari kejauhan luar gua, suara menggelegar Mo Tian tiba-tiba terdengar: "ANAKKU... AKU BISA MERASAKAN KEBERADAANMU..." Disusul oleh suara Dewa Eksekusi: "GELEDAH SELURUH BENUA! TANGKAP MEREKA HIDUP ATAU MATI!"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!