Indonesia
NovelToon NovelToon
SISTEM FLASH SALE Rp1

SISTEM FLASH SALE Rp1

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:24.5k
Nilai: 5
Nama Author: Cherlly

Ardi, seorang pemuda miskin yang tulus, tiba-tiba dicampakkan oleh Siska, kekasihnya selama lima tahun, demi Bagas, sahabat Ardi yang baru saja naik jabatan menjadi manajer yang kaya raya. Di tengah keputusasaan dan hinaan brutal, Ardi secara tak terduga membangkitkan [Sistem Flash Sale Rp1], sebuah antarmuka misterius yang memungkinkannya membeli barang apa pun—dari mobil sport mewah, penthouse, hingga seluruh perusahaan—hanya dengan satu rupiah. Dengan kekayaan instan yang tak terbayangkan ini, Ardi mulai membalas dendam secara face-slapping kepada mereka yang meremehkannya, sembari menjelajahi kehidupan barunya sebagai miliarder muda yang paling berkuasa di negeri ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30

Satu bulan berlalu dengan sangat cepat sejak syuting film Air Mata Samudra dimulai.

Malam ini adalah malam penayangan perdana film tersebut di seluruh bioskop ibu kota.

Ardi duduk dengan tenang di sofa empuk ruang VIP bioskop terbesar di Jakarta.

Di sebelahnya, Tiara duduk dengan tangan bertautan karena merasa sangat gugup menanti reaksi penonton.

Gadis manis itu mengenakan gaun malam berwarna putih mutiara yang membuatnya terlihat bagaikan bidadari turun dari surga.

"Tenanglah Tiara, kau sudah melakukan yang terbaik selama syuting," ucap Ardi menenangkan sambil menggenggam tangan gadis itu.

"Aku hanya takut mengecewakan ekspektasi Tuan Ardi," jawab Tiara dengan suara bergetar pelan membalas genggaman Ardi.

Layar raksasa di depan mereka akhirnya mulai memutar adegan pertama film tersebut memecah keheningan studio.

Kemampuan akting tingkat dewa yang ditanamkan Ardi benar-benar mengubah Tiara menjadi monster emosi di depan kamera.

Setiap tetes air mata, setiap senyuman, dan setiap dialog yang diucapkan Tiara berhasil menyihir jutaan penonton di seluruh negeri.

Hanya dalam waktu tiga jam setelah penayangan perdana, media sosial meledak dengan pujian luar biasa untuk sang aktris baru.

Anton, sang Direktur Utama Star Media, berlari masuk ke ruang VIP dengan napas terengah-engah dan wajah memerah bahagia.

"Tuan Ardi, rekor box office nasional baru saja pecah malam ini juga." teriak Anton kegirangan tanpa mempedulikan etiket.

"Tiket film kita habis terjual di seluruh bioskop hingga satu minggu ke depan Tuan." lapor Anton memberikan tabletnya.

Ardi hanya tersenyum tipis melihat angka penjualan tiket yang menembus ratusan miliar dalam semalam.

"Sudah kubilang, gadis ini akan menjadi legenda baru di industri ini," ucap Ardi melirik Tiara yang kini menangis terharu.

Tiara langsung memeluk lengan Ardi dengan sangat erat, tidak peduli dengan riasan wajahnya yang mungkin luntur ke jas Ardi.

"Ini semua berkat Tuan Ardi, aku tidak akan pernah melupakan jasa Tuan seumur hidupku," isak Tiara menyembunyikan wajahnya di dada Ardi.

Namun, kebahagiaan dan perayaan kemenangan itu ternyata hanya berlangsung selama beberapa jam saja.

Keesokan paginya, Ardi sedang duduk menyeduh teh di ruang kerja direktur utama Star Media saat Anton menerobos masuk dengan wajah pucat pasi.

"Tuan Ardi gawat, semua jaringan bioskop raksasa di negara ini tiba-tiba menurunkan film kita dari layar." lapor Anton dengan suara bergetar hebat.

"Menurunkan film kita? Bukankah tiketnya sudah terjual habis untuk seminggu ke depan?" tanya Ardi mengernyitkan dahinya.

"Benar Tuan, tapi pihak bioskop lebih memilih mengembalikan uang tiket penonton secara sepihak dan menanggung kerugian." jawab Anton menelan ludahnya.

"Mereka bilang ada perintah mutlak dari Tuan Kusuma untuk memboikot semua karya dari agensi kita hari ini juga." jelas Anton menyebutkan nama yang sangat ditakutinya.

"Kusuma? Siapa lagi orang tua sombong yang berani mencari masalah denganku pagi-pagi begini?" keluh Ardi menyandarkan punggungnya ke kursi dengan bosan.

"Keluarga Kusuma adalah konglomerat tua yang menguasai delapan puluh persen jaringan bioskop Mega Screen di seluruh negeri Tuan." jelas Anton dengan keringat dingin.

"Mereka adalah penguasa bayangan yang sebenarnya di industri distribusi perfilman ini." tambahnya dengan nada putus asa.

Ponsel Anton tiba-tiba berdering nyaring memecah ketegangan di ruangan kerja yang luas itu.

Anton melihat layar ponselnya dan tangannya seketika gemetar hebat melihat nama si penelepon.

"Ini panggilan dari Tuan Kusuma sendiri Tuan Ardi, apa yang harus saya lakukan." ucap Anton menyerahkan ponsel itu.

"Angkat dan nyalakan pengeras suaranya," perintah Ardi santai sambil menyilangkan kakinya bersiap mendengar lelucon pagi.

Anton mengangkat panggilan itu dan meletakkannya dengan hati-hati di atas meja kerja.

"Halo Anton, bagaimana rasanya melihat film kebanggaanmu berubah menjadi sampah yang tidak bisa ditayangkan." sapa suara pria tua dengan nada sangat arogan dari seberang telepon.

Terdengar suara tawa mengejek dari Tuan Kusuma yang membuat darah Anton mendidih namun dia tidak berani melawan.

"Apa sebenarnya mau Anda Tuan Kusuma, menahan karya kami adalah pelanggaran kontrak distribusi." tanya Anton mencoba menahan emosinya.

"Aku dengar agensimu baru saja dibeli oleh miliarder baru yang sok berkuasa." ejek Kusuma meremehkan tanpa basa-basi.

"Katakan pada bos barumu itu, uangnya tidak ada artinya di depanku jika dia tidak memiliki jaringan layar bioskop." ancam Kusuma dari jauh.

Ardi mencondongkan tubuhnya ke depan dan mulai berbicara langsung ke arah ponsel Anton.

"Jadi kau yang bernama Kusuma, pria tua bangka yang suka memutus rezeki orang lain dari belakang," sapa Ardi dengan nada sedingin es.

"Berani sekali kau memanggilku tua bangka bocah pengemis." bentak Kusuma yang merasa harga dirinya diinjak oleh anak muda.

"Kau pasti Tuan Ardi yang sangat sombong itu kan." tebak Kusuma tertawa sinis dan merendahkan.

"Dengarkan aku baik-baik anak muda, aku akan membuat perusahaan hiburanmu bangkrut dalam seminggu tanpa pendapatan tiket." ancam Kusuma dengan sangat percaya diri.

"Lalu apa syaratmu agar filmku bisa kembali tayang di bioskop jelekmu itu?" tanya Ardi memancing niat asli pria tua tersebut.

"Serahkan lima puluh persen saham Star Media padaku secara gratis siang ini juga." tuntut Kusuma dengan sangat serakah.

"Oh, dan kirimkan aktris baru bernama Tiara itu ke hotelku malam ini, aku ingin menguji kemampuan aktingnya secara pribadi di ranjang," tambah Kusuma dengan tawa mesum yang sangat menjijikkan.

Mendengar nama Tiara dilecehkan seperti itu, aura membunuh Ardi seketika meledak memenuhi seluruh ruangan hingga suhu terasa menurun drastis.

Anton sampai harus mundur selangkah karena merasa kesulitan bernapas melihat tatapan mata bosnya yang sangat mengerikan bagai iblis.

1
clara
😶‍🌫️😶‍🌫️😶‍🌫️
pricilia
🥰🤩
Antoni gergio
saya suka cerita ini kak🥰🌹
sasa
🤗🥰😍🤩💘💟
nurul khusna
🥰🌹🌟⭐
Anton barly
baik dan bagus novel nya😍🤩
yani
💫🌟🌟
fitri
⭐⭐⭐⭐
yudi permana
seru kak🥰
Angel
keren kak Cherly🥳😘😘
setiawan
/Good//Good//Moon//Heart/
gofur
baik🥰😍🤩
Äï
dia terlalu mudah menguasai dunia fana co aku curiga ntar dia bakal ke dunia lain seperti abad pertengahan, alam kultivator, dunia pedang dan sihir atau kek lou feng yg menjelajah di luar angkasa dan membangun kerajaan di semesta
Shinta geol
💟🥰💋
Cherlly
baca judul nya kaka dia memliki sistem flash sale Rp1 jdi dia bisa beli apa saja dgn Rp 1
Äï
loh uang dari mana dia? saldo nya kan 10M terus pake belanja 800jt kok malah nambah jadi 50M
Cherlly
itu di gas keras kalo ferari/lambo pasti keluar api dan asap kaka,..
Äï
masa mobil baru berasap
samuel df
🌹🥰
Äï
plot klise ini sudah lama aku tidak melihat nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!