Indonesia
NovelToon NovelToon
I'M A Villain

I'M A Villain

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Romansa Fantasi
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Usu dedek

Seorang gadis 14th merelakan masa remajanya demi bisa masuk ke organisasi Phantom agar bisa membalas dendam kematian kakaknya. Misi pertama mendekati empat cucu Alexander Starling Gruop.

Demi keberhasilan misi Irish menggunakan apa saja termasuk mempermainkan perasaan targetnya.

Dendam nomer satu, perasaan nomer sekian!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Usu dedek, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Memasuki rumah utama Starling.

Tapi ayah Markus tampak tak senang, wajahnya pucat. Sudut bibirnya terus bergetar seperti menahan ketakutan.

"Bagaimana, Ricard?" tanya pak menteri mengagetkannya.

"Oke .. oke .. baik, baik, kau akan dirawat secara langsung di mantion Starling. Kalau begitu silakan ikut kami, di mantion Starling ada sebuah rumah yang memang menyiapkan berbagai macam keperluan medis, kau akan ditangani di sana dan Markus yang akan melayanimu selama 24 jam. Kau bisa pindah kesana sekarang juga."

Kata-kata itu terdengar seperti paksaan, suara yang keluar bergetar, menyimpan ketakutan yang amat sangat. Namun di bawah aura Pak menteri, dia tak berani menolak.

Aku tersenyum mendengar hal tersebut, ternyata tidak sia-sia Pak Mentan memberikanku identitas yang sangat tinggi. Dengan begini, tak ada satu pun dari mereka yang akan mencurigaiku lagi.

Markus mengepalkan tangan di sertai senyum kecilnya. Sedangkan Aldrik dan Zane tampak turut tersenyum bahagia, entah apa yang membuat kedua saudara itu bahagia. Aku lalu beranjak dari ruangan itu dan diperlakukan secara manja oleh Pak Mentan layaknya seorang kakek dan cucunya yang sudah lama tak bertemu.

 Sandiwara ini benar-benar membuatku jengkel, perasaan aneh saat di manjakan membuatku tak nyaman, tapi apa boleh buat, karena sandiwara inilah yang telah menyelamatkan nyawaku dari bahaya gila Markus.

Sesampainya di atap rumah sakit ST Markus, aku masuk ke dalam helikopter yang terparkir rapi di atas sana. Aku duduk di sebelah Pak mentan dengan canggung sambil mengatur posisi dudukku.

Setelah beberapa detik, baling-baling helikopter itu mulai berputar meninggalkan jejak landasan luas di bawahnya. Kami terbang dalam ketinggian sedang, sementara rombongan dokter Richard dan Markus, kembali ke Mansion Starling dengan mobilnya yang melaju.

Sementara di atas udara bersama pak menteri, aku merasa gelisah. Sesuatu yang menahan hatiku, harus aku ungkapkan.

"Kenapa anda memberikan identitas yang sangat tinggi kepadaku, Sir?" Tanyaku yang telah lama tertahan. "Apa ini tidak berlebihan, sir? Bukankah mereka akan semakin curiga?"

"No ..no .. Irish.. aku sangat percaya bahwa kau akan menuntaskan bisnis haram keluarga Starling ini dengan identitas sebagai cucuku. Jika kau hanya mengandalkan kepintaranmu dan tubuhmu untuk menarik perhatian mereka, kau tidak akan sampai kepada kepala utama keluarga Starling. "

"Apa aku boleh bertanya?"

 Pak mentan tak menjawab. Dia hanya mengulurkan tangan tanda kesediaan. Aku berusaha mengungkapkan isi hatiku yang mengganjal.

"Anda memiliki otoritas yang sangat tinggi, memiliki pasukan dan juga kekuasaan, tapi kenapa anda memerlukan orang sepertiku, hanya untuk mencari informasi tentang keluarga Starling? Jika memang identitas yang anda berikan memberikan pengaruh sebesar itu, kenapa tidak dari mulainya misi aku menggunakannya?" tanyaku telak.

Pak mentan mengangkat sudut bibirnya. Ia menarik nafas dan mulai bicara pelan.

"Irish.. sampai saat ini, setelah 30 tahun, bisnis utama Starling group berkembang, aku masih tidak dapat menemukan sumber dari bisnis ilegal mereka. Butuh pendekatan yang hanya bisa di jangkau dengan cara mendekati keturunannya. Kau akan tahu ketika nanti kau masuk ke sana. Starling Gruop itu penuh misteri."

"Ya benar, tapi apa benar sesulit itu menghancurkan pondasi mereka? Kau seorang mantan menteri, Sir. Jika bukti sudah ada, serang saja mereka," ucapku menekan.

Pak wiliam menggelengkan kepalanya. Senyumnya berubah kecewa.

"Jika semudah itu, organisasi Phantom tidak akan berdiri untuk menyelidiki kasus ilegal. Kau tidak mendengar percakapan antara keempat cucunya itu di luar rumah sakit, wajar saja kau tidak tahu."

Ya, benar saja, aku memang tidak mendengar perdebatan antara mereka bertiga. Karena pada saat itu aku berada di balik ruangan di atas meja operasi bersama Marcus.

Pak mentan lalu memberikanku sebuah video rekaman mengenai perdebatan Aldrik, Zane, dan Caspian. Di sana aku mendengar, kata-kata "orang itu" dan "itu" dua kalimat yang diucapkan penuh penekanan dan berulang-ulang.

"Kalimat yang terdengar sederhana tapi berhasil membuat mereka ketakutan, itu yang harus kau selidiki, Irish. Siapa orang itu yang sangat mereka takuti di dalam keluarga Starling, dan sebenarnya apa yang dimaksud dengan itu?" jelas pak menteri.

 Aku berfikir sejenak. Begitu banyak misteri tentang bisnis keluarga Starling yang harus diselidiki, jika hanya mengandalkan otoritas seorang menteri pertahanan, maka itu tidak akan berhasil. Entah kenapa mendengar kata-kata Pak mentan aku sedikit curiga, apa jangan-jangan aku dijadikan kambing hitam atau jangan-jangan Pak Mentan juga mempunyai bisnis ilegal yang menjadi saingan mereka.

 Sudahlah, mungkin aku terlalu banyak berpikir. Tapi entah kenapa, identitas yang diberikannya ini terasa sangat mencurigakan. Bagaimana mungkin seorang pendiri organisasi Phantom suka rela memberikan identitas yang sangat tinggi hanya kepada mata-mata rendahan sepertiku? bisa saja aku menyusup ke dalam keluarga itu sebagai seorang pelayan, ataupun berpura-pura menikah dengan salah satu cucu starling, tapi langkah ini benar-benar tak terpikirkan olehku.

Aku mangamati jelas perkataan pak menteri. Aku membulatkan tekat.

"Beri aku waktu satu bulan, sir. Dalam sebulan aku pasti akan mendapatkan hasil yang anda inginkan. " Ucapku tanpa ragu.

Setelah beberapa menit, akhirnya helikopter itu mendarat di atas landasan rumah besar milik Mansion Starling. Sebuah landasan kendaraan terbang yang sangat luas di halaman rumah. Banyak sekali kendaraan mewah dan berbagai jenis jet mini yang ada di area itu.

Aku mendengus pelan, wajar saja, keluarga Starling adalah keluarga kedua di LA yang memegang kendali pasar saham global. Bisnis mereka mencakup segala bidang. Kedudukan mereka setara dengan pak mentan dalam hal bisinis. Sayangnya, Starling Group berkembang kearah bisnis ilegal.

 Seluruh pelayan keluarga Starling menyambut kehadiran kami, tak luput di sana aku memandang seseorang yang sangat ingin kuhabisi secepat mungkin, yaitu Adam Starling. Aku geram melihatnya, mataku mendidih pitam, dia berdiri di antara jejeran seorang pria tua yang sudah lumayan sepuh namun karismanya sangat luar biasa.

Mataku tak henti menatapnya, gigiku mengertak menahan amarah. Aku mengepalkan tangan sekuat tenaga mencoba meredam emosiku. Melihat wajah pemilik rumah itu aku merubah ekspresi wajahku seolah tak mengenali mereka.

 Pria itu lalu menyapa dan menyambut Pak Mentan. Mereka tampak akrab, kami lalu dipersilahkan masuk ke dalam mention keluarga Starling yang telah lama aku incar, untuk segera aku bisa memasukinya.

Mataku tak henti terkagum, melihat pemandangan indah dan clasik di dalam rumah itu. Terdapat sebuah lukisan dinding yang sangat besar. Mural itu tampak hidup, lukisan yang menceritakan sebuah pemandangan indah di negeri impian.

Pemandangan yang sangat luar biasa indah, seorang perempuan yang menatap jalan panjang di tengah padang rumput yang penuh salju dan pohon cemara. Tak dapat di gambarkan dengan kata-kata biasa.

Mataku tak henti menatap pilar-pilar rumah yang berlapis emas. Lantai marmer yang ku injak tampak sangat mahal. Bahkan pelayan di rumah itu sangat ramai. Laki-laki ada tujuh orang sedangkan perempuan mungkin belasan.

"Selamat datang tamu kehormatan," ucap pelayan di sana serentak.

Aku hanya tersenyum, namun senyum manisku berubah saat ku lihat wajah yang tak asing ada di depanku itu.

"Nova ... kenapa dia ada disini dan mengenakan pakaian pelayan? Apa ini bagian dari misi? Apa sebenarnya mau nya organisasi?"

Aku memasang wajah lesu, aku merasa tak sepenuhnya di percayai organisasi Phantom. Entah apa yang membuat Nova bergabung ke Mansion Starling sebagai pelayan. Satu hari aku di rumah sakit apakah sudah mengubah seluruh misi.

"Wiliam ... lama tak bertemu, duduklah!" sapa pemilik rumah yang tak lain adalah Alexander Starling. Sapaan itu terdengar sangat terpaksa.

Kata-kata itu sejenak membuatku fokus kembali, aku menyampingkan pertanyaan terhadap Nova.

"Kau sendiri yang menyambutku?" ejek pak menteri.

Tak lama setelah kami berada di dalam ruang tamu, Markus, Zane, dan Aldrich pun datang dengan wajah yang ngos-ngosan, karena mereka mengejar dengan mobil, sedangkan kami naik helikopter, jelas saja perbedaan daya tempuh yang sangat jauh.

 Aku memandang mereka dengan perasaan puas, seolah aku telah mengalahkan argumen Markus dan Caspian yang selalu saja mencurigaiku. Hanya saja, sedari kemarin, aku tak melihat ceo dingin itu.

Kami duduk di ruang tamu dengan nyaman. Kursi sofa yang memiliki gaya Eropa itu, sangat empuk dan nyaman untuk merebahkan tubuh yang kaku. Alexander mulai basa-basi untuk membuka percakapan.

"Aku sudah mendengar ceritanya dari Ricard, sebelumnya, maafkan kami karena memperlakukan cucumu dengan tidak hormat. Untuk menepati janji, kami sudah menyiapkan rumah samping untuk cucumu, dia bisa tinggal bersama kami, melanjutkan penelitian bersama Markus."

"Ya ... aku tidak akan memperpanjang masalah di rumah sakit, lagi pula cucuku yang memintanya sendiri secara suka rela untuk menjadi bahan penelitian cucumu." Sahut pak Wiliam.

 "Hahahaha.. anak muda memang sangat bersemangat. Lagi pula, nona Irish, bukankah sebelumnya kau pernah bermalam di rumah Zane?"

1
sinnox
wkwkw lucu bgt aldrik cembokurnyaᯣ_ᯣ
sinnox
Selamat kmu jadi babysitter😌
sinnox
YEU MAKANYA JANGAN ASAL NUDUH
sinnox
aduh aku kok malah jdi pgn milik aldrik sama irish ya daripada sama zane🙉
sinnox
Nangis po? alamak😭
sinnox
Tendang aja tendang😭
sinnox
ak dukung zane sama irish
sinnox
Kok jdi kasian sama zane😶
sinnox
harusnya bilang mau aja, kapan lagi coba
azza Binury: 🤭 gengsi lah
total 1 replies
sinnox
Zane ga sadar ya wkwk informasi nya di keruk sedikit demi sedikit 😭
sinnox
ahaha mike😭
sinnox
lah udh ketahuan😭
sinnox
GEDE KALI BAH😭
sinnox
pasti gugup kan, ngaku aja irish🫢
sinnox
mau diapain itu woi😭
azza Binury: 🤭🤭🤭🤭 dag dig dug😄
total 1 replies
sinnox
zane mengambil kesempatan dalam kesempitan 😀
sinnox
lagian malah di provokasi😀
sinnox
woi😭
sinnox
iya bjir, irish ga ada berhenti berhentinya. berani bgt😭
sinnox
berani bgt ni cewe bjir😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!