Indonesia
NovelToon NovelToon
The Mafia’S Possession

The Mafia’S Possession

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti / Roman-Angst Mafia / Cinta setelah menikah
Popularitas:9.1k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

"Jauhi suami saya!"

Teriakan melengking di sebuah kafe elit Manhattan itu meremukkan dunia Pearl Glow Hurt dalam sekejap.

Pria bertutur kata lembut yang dicintainya ternyata seorang penipu beristri. Demi menyelamatkan harga diri dari skandal yang memalu, Glow nekat membual bahwa kekasih aslinya bernama "Lean"—dan bersumpah akan mengelilingi New York untuk menemukan serta menikahi pria bernama Lean demi memvalidasi kebohongannya.

Pencarian impulsif itu membawa Glow ke sebuah bengkel kusam di Queens, memutuskannya berhadapan dengan Lean—seorang mekanik bersikap dingin yang mengintimidasi dan mengaku sebagai kanibal. Glow menganggap sosoknya hanyalah rakyat jelata bersikap sok misterius.
Namun, Glow tidak menyadari bahwa pria itu adalah Orion Leander Ashford, putra penguasa takhta kegelapan New York yang menjalankan bisnis senjata rahasia.
Ketika takdir bertabrakan di antara intrik dan bahaya, permainan nama Lean mendadak berubah menjadi pusaran cinta dan bahaya yang mengancam nyawa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#6

Lampu-lampu sorot kekuningan memantulkan cahaya glamor pada permukaan mobil sport mewah milik Angelina saat kendaraan itu memasuki kawasan pemukiman paling elit di perbatasan Upper East Side. Malam telah jatuh sepenuhnya di Manhattan, menyelimuti New York dengan hawa dingin yang kontras dengan gejolak emosi di dalam dada Pearl Glow Hurt.

Namun, begitu mobil berbelok memasuki jalan pribadi menuju gerbang besi tempa milik mansion megah keluarga Hurt, langkah roda mobil seketika melambat. Angelina menekan rem mendadak, matanya membelalak sempurna menatap pemandangan di balik kaca depan.

"Glow... tolong katakan padaku kalau aku sedang bermimpi," bisik Angelina dengan suara bergetar.

Glow menengadah dari layar ponselnya. Detik itu juga, seluruh persendian tubuhnya membeku.

Di depan gerbang utama mansion—bangunan megah bergaya Neoklasik milik keluarganya—karpet merah membentang sepanjang ratusan meter menuju halaman tengah. Ribuan lampu gantung kristal berukuran raksasa menggantung di antara pilar-pilar marmer, sementara rangkaian bunga mawar putih dan peony segar menghiasi setiap sudut, menciptakan sebuah altar pernikahan outdoor yang teramat megah dan luar biasa indah.

Ratusan tamu undangan berbusana gaun malam dan tuksedo mahal tampak sudah memenuhi area taman, memegang cangkir sampanye sambil berbisik-bisik antusias.

Dan tepat di ujung karpet merah, berdiri seorang pria.

Pria itu mengenakan jas pengantin berwarna putih bersih berpotongan sempurna. Wajahnya yang tampan dihiasi senyuman lembut yang teramat familiar—senyuman yang selama Tiga bulan terakhir membuat Glow bertekuk lutut.

Leonardo DiCaprio.

Di belakangnya, berdiri wanita bergaun mahal yang tadi pagi melabrak, berteriak, dan melemparkan foto-foto di kafe L’Étoile. Namun kali ini, wanita itu tidak lagi menatap Glow dengan pandangan jijik, melainkan tersenyum lebar sambil mengacungkan ibu jarinya.

Glow mendorong pintu mobil, melangkah keluar dengan tubuh kaku bagaikan patung. Gaun terusan pastelnya yang dipakainya sejak pagi sudah agak kusam, riasan wajahnya yang dibantu hapus oleh Angelina tadi sore membuat penampilannya sangat kontras dengan kemewahan di sekelilingnya.

Dari arah samping karpet merah, seorang pria bertubuh jangkung dengan tuksedo hitam melangkah cepat menyambutnya. Camilo Hurt—kakak kandung Glow—langsung merangkul bahu adiknya dengan raut wajah haru yang terpancar jelas.

"Glow! Kakak benar-benar tidak menyangka kau akan menikah secepat ini!" seru Camilo dengan mata berbinar antusias. Ia mengusap lengan Glow penuh kasih sayang. "Leon sudah menceritakan semuanya pada Kakak seminggu yang lalu. Dia bilang pernikahan impianmu harus penuh dengan drama dan kejutan yang tak terlupakan! Lihat! Bukankah ini sesuai dengan pernikahan impianmu?"

Glow dan Angelina mematung tak percaya. Otak mereka seolah memutar memori tadi pagi dengan kecepatan penuh.

"D-drama...?" bisik Glow dengan bibir gemetar.

"Ya! Drama pelabrakan di kafe tadi pagi itu adalah rencananya!" kekeh Camilo renyah. "Wanita yang melabrakmu tadi pagi itu adalah Kakak kandung Leon sendiri! Dia seorang aktris teater! Leon bilang kau menyukai kejutan yang memacu adrenalin sebelum hari bahagiamu. Kakak sampai merinding melihat betapa niatnya calon suamimu ini merancang kejutan untukmu!"

Oh my God! batin Glow menjerit hysteris. Pandangannya berputar menatap ratusan pasang mata elit New York yang kini menatapnya dengan binar kagum dan tepuk tangan meriah. Para wartawan dan sosialita terpandang berkumpul di taman rumahnya untuk menyaksikan "Pernikahan Drama Terbaik Tahun Ini".

Dengan langkah gemetar dan terhuyung, Glow melangkah mendekati Leon yang berdiri anggun di depan panggung porselen.

"Kau gila, Leon!" jerit Glow histeris begitu tiba di hadapan pria itu. Air mata kebingungan dan keharuan bertumpuk di pelupuk matanya. "Kau benar-benar gila!"

Ia tidak menyangka pernikahan impiannya—yang pernah ia ceritakan secara acak beberapa bulan lalu—diwujudkan secara nyata malam ini. Setelah menerima lamaran romantis pria ini beberapa hari lalu, Glow memang menegaskan bahwa ia tidak mau membuang waktu untuk berpacaran terlalu lama jika harus berakhir menyedihkan. Tapi ini... ini terlalu mendadak dan terlalu gila!

Tiba-tiba, sebuah pelukan hangat dan kokoh merengkuh tubuh Glow dari samping. Baunya sangat dihafal Glow—parfum kayu cendana mahal milik ayahnya.

Lucifer Hurt, sang konglomerat properti terpandang New York yang jarang tersenyum, kini memeluk putrinya erat-erat dengan mata yang berkaca-kaca.

"Daddy tidak menyangka kau akan menikah secepat ini, Sayang..." bisik Lucifer lembut di telinga Glow. Suaranya sarat dengan keharuan seorang ayah yang harus melepaskan putri tunggalnya. "Kau terlihat sangat cantik, bahkan dengan gaun sederhanamu ini."

Glow meneteskan air mata, membalas pelukan ayahnya rapat-rapat. Di sudut lain, Angelina menangis sesenggukan, masih mengusap dadanya yang syok luar biasa menerima plot gila dalam kurun waktu kurang dari dua belas jam.

Camilo kemudian mengambil alih posisi, meraih jemari adik perempuannya dengan sangat lembut. Ia membimbing langkah Glow menyeberangi karpet merah, mengantarkannya perlahan menuju ke arah Leon yang sudah berdiri tegak di depan altar bunga—persis seperti lukisan pernikahan impian yang selalu Glow impikan sejak remaja.

Saat Camilo menyerahkan tangan Glow ke dalam genggaman hangat Leon, Glow menatap pria itu tajam.

"Kau hampir membuatku ingin membunuhmu, Sialan..." bisik Glow dengan suara serak di sela isakannya. "Kau... kau benar-benar tidak memiliki istri?"

Leon menggelengkan kepalanya pelan. Senyuman lembutnya mekar sempurna, sorot mata birunya memancarkan kehangatan yang memabukkan. Ia menggenggam jemari Glow rapat-rapat.

"Aku hanya menginginkanmu, Pearl Glow Hurt. Hanya kau," balas Leon bertutur kata selembut sutra.

Pendeta yang berdiri di depan altar tersenyum, siap membuka alkitab di tangannya untuk memulai ikrar suci. Namun, sebelum pendeta melontarkan kalimat pertamanya, Glow mendadak menarik tangannya dari genggaman Leon.

Ia berbalik menatap ratusan tamu undangan yang menahannya dengan napas tertahan.

"Beri aku waktu sepuluh menit untuk berdandan!" seru Glow nyaring dengan gaya dramatisnya yang khas. "Bagaimana mungkin aku memakai baju yang sejak pagi tadi kupakai untuk pernikahan mewah sampai malam ini?!"

Gelak tawa riuh langsung menggema di seluruh area taman. Para tamu menganggap kejujuran dan kepolosan sang calon pengantin wanita sebagai lelucon yang sangat menghibur.

Leon tertawa renyah, menggeleng-gelengkan kepala penuh pengampunan. "Baiklah, Pengantin Cantikku. Sepuluh menit."

Angelina dan Leon segera membantu Glow melangkah cepat keluar dari area altar, membimbingnya menuju pintu utama mansion untuk berganti pakaian di kamar pribadinya di lantai atas. Mengingat waktu yang singkat, keluarga inti—Lucifer, Camilo, dan Angelina—ikut masuk ke dalam Hall utama lantai satu untuk mempersiapkan segala kebutuhan sang calon pengantin.

Namun, tepat di depan tangga utama lantai satu, sebuah gerakan mendadak memutus langkah rombongan itu.

Lucifer Hurt—yang sejak tadi tampak tenang—tiba-tiba menyambar pergelangan tangan Glow dengan cengkeraman yang sangat kuat dan dingin. Wajah sang ayah tidak lagi memancarkan keharuan, melainkan ketegangan pekat yang membuat bulu kuduk berdiri.

"Ikut Daddy ke kamar bawah. Sekarang," perintah Lucifer tegas, suaranya pelan namun tak terbantahkan.

Lucifer menarik tangan Glow masuk ke dalam salah satu ruang kerja pribadi di lantai dasar, disusul oleh Angelina yang mengekor panik. Camilo ditugaskan menahan para tamu di luar.

Sret!

Pintu kayu jati itu ditutup rapat dan dikunci dari dalam.

Glow mengusap pergelangan tangannya yang agak memerah, bingung dengan perubahan sikap ayahnya yang mendadak.

Di dalam kepalanya, Glow menduga ayahnya yang selama ini sangat sibuk bekerja—membiarkan dirinya dan Camilo tinggal bertahun-tahun di mansion terpisah sejak kematian ibunya, Alena—akhirnya ingin menggunakan momen ini untuk mencurahkan isi hati seorang ayah yang emosional.

Namun, ekspektasi indah di kepala Glow hancur berkeping-keping detik itu juga.

Di dalam ruangan remang-remang itu, berdiri seorang wanita muda berwajah pucat dengan pakaian sederhana. Dan di pangkuan wanita itu, duduk seorang anak laki-laki kecil berusia sekitar dua tahun yang sedang mengisap jempolnya.

Glow membeku. Pandangannya bergeser antara wanita muda itu, balita di ranjang, dan ayahnya.

"Dad..." bisik Glow dengan pikiran yang mendadak liar.

Apakah Ayah memiliki anak baru dan istri muda tanpa sepengetahuan kami selama ini?

Lucifer melangkah mendekati putrinya, memegang kedua bahu Glow dengan tangan yang gemetar hebat.

"Daddy sudah menyelidiki Leonardo," kata Lucifer, suaranya sarat dengan amarah dan penyesalan yang mendalam. "Dia bukan pria baik, Sayang. Dia sudah menikah secara sah di luar negeri tiga tahun lalu, dan mencampakkan istri serta anaknya bertahun-tahun tanpa nafkah."

Deg.

Lucifer menunjuk ke arah wanita dan anak balita yang duduk terdiam di sudut ruangan. "Wanita ini adalah istri sahnya yang asli. Pria itu menipumu. Kejutan drama pelabrakan tadi pagi hanyalah cara dia dan kakaknya untuk menutupi jejak sebelum mereka berhasil menguras aset keluarga kita setelah pernikahan ini!"

Ruangan itu seketika mendingin.

Angelina di belakang Glow ikut mematung kaku, menutup mulutnya dengan kedua tangan. Kejadian ini terasa bagaikan dejavu gila dari peristiwa di kafe tadi siang—namun kali ini, kenyataan itu dilemparkan langsung oleh sang ayah kandung dengan bukti nyata di depan matanya.

"Daddy tidak setuju kau menikah dengannya," sambung Lucifer dengan mata memerah. "Daddy terlambat mengetahui soal pernikahan mendadak ini... Daddy baru berhasil menyelidiki latar belakang pria itu satu jam yang lalu melalui jaringan intelijen bisnis!"

Dunia Glow seolah runtuh untuk kedua kalinya dalam sehari. Pria yang baru saja menggenggam tangannya di altar, pria yang bertutur kata lembut dan menciptakan pesta impiannya... ternyata adalah penipu ulung yang lebih iblis dari apa pun yang pernah ia bayangkan.

Hening menjalar selama beberapa detik.

Glow menunduk, menatap lantai marmer di bawah kakinya. Kepalanya berdenyut keras, namun di dalam dada Pearl Glow Hurt, rasa sedih mendadak terbilas bersih oleh gelombang amarah dan gengsi yang membakar tak terkendali. Ratusan tamu elit New York sedang menunggu di luar.

Media sedang mengawasi. Ia tidak boleh dipermalukan. Ia tidak boleh menjadi bahan tertawaan kota ini!

Glow mengangkat wajahnya. Sebuah senyuman sinis, dingin, dan penuh nekat terukir di bibirnya.

"Aku tidak ingin malu, Dad," ucap Glow datar namun tajam. "Aku tetap akan menikah malam ini."

DUAR!

Lucifer terperangah. Sang ayah menatap putrinya dengan pandangan tidak percaya. Lucifer merasa telah gagal total—bertahun-tahun tidak memantau kehidupan emosional putrinya, hingga kini sang putri tumbuh menjadi sosok yang begitu keras kepala dan terkesan buta karena cinta pada pria penipu.

"Tidak, Sayang! Daddy mohon!" pintaku Lucifer penuh keputusasaan, memegang tangan Glow. "Jangan menikah dengan bajingan itu! Daddy akan mengusirnya sekarang juga!"

"Tidak boleh ada pengusiran yang membuat keluarga Hurt terlihat seperti bodoh di depan para tamu!" pangkas Glow cepat.

Glow yang berotak abstrak, nekat, dan sedikit gila itu menatap ayahnya lurus-lurus. Keputusan paling absurd dalam hidupnya mendadak meledak di kepalanya.

"Aku akan tetap menikah malam ini, Dad," pangkas Glow, suaranya mantap tanpa ada keraguan sedikit pun. "Dan nikahkan aku dengan pria bernama Lean. Harus bernama Lean! Dalam waktu sepuluh menit, pria bernama Lean itu harus berjalan bersamaku di altar pernikahan... dan singkirkan Leon brengsek itu dari rumah ini!"

Angelina melotot hingga matanya hampir keluar dari rongganya. "Glow! Kau gila?! Lean yang mana?! Pria kanibal di bengkel Queens itu?!"

Lucifer tertegun sejenak mendengarkan permintaan gila dan tak masuk akal dari putri tunggalnya. Namun, sebagai seorang penguasa properti New York yang terbiasa mengeksekusi hal-hal mustahil dalam hitungan menit, Lucifer tidak bertanya banyak. Ia melihat kilatan dendam dan harga diri yang sangat tinggi di mata putrinya.

Lucifer menarik napas panjang, merogoh ponsel khususnya, lalu menatap Glow dengan sorot mata yang tak kalah tajam.

"Pastikan kau telah siap dalam sepuluh menit," jawab sang Ayah.

1
Astrid Kucrit
gek sat set pria kanibal 🤣🤣
Astrid Kucrit: wkwkwkwowk 😂😂
total 2 replies
Astrid Kucrit
geli nggak glow 🤣🤣
Rosdianah 🌷: hahah 🤣
total 1 replies
Astrid Kucrit
jangan khawatir glow,suamimu sangat mencintaimu
Astrid Kucrit
seru nihh
Astrid Kucrit
hajar le 😂😂
Astrid Kucrit
siap2 pisah kamar 😂
Rosdianah 🌷: wkwkkw🤣
total 1 replies
Yusry Ajay
makin dag dig dug bacanya...keren Thor /Good/
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak 🫶
total 1 replies
Yusry Ajay
hu... semangat 2 kk Thor 💪💪💪🤗
Rosdianah 🌷: uhuuuuuiii ma'aciww 🥳
total 1 replies
Astrid Kucrit
di hajar kamu glow 🤣🤣
Astrid Kucrit
selamat berbuka puasa 🤣🤣
Rosdianah 🌷: wkwkw 🤣
total 1 replies
Yusry Ajay
gpp up dikit kk..yg penting tetap semangat 💪 berkarya 🤗🤗
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak 🫶
total 1 replies
Bu Dewi
hari ini gak update tah kak..? bolak balik liat tapi belum ada update an/Smile//Smile//Smile/
pdhl penasaran ama kelanjutannya😍😍😍
Rosdianah 🌷: huhu author minta maaf ya kak 🙏🏻 author sedikit sibuk dunia nyata hari ini. besok up banyak 🫠
total 1 replies
Nita Nita
pada hal gampang buat glow tau siapa lean 😎
Rosdianah 🌷: wkwkw 🤭
total 1 replies
Hotmayanti Yanti
kayak Mr and Mrs Smith Thor😜😜😜
Rosdianah 🌷: ow iya kak, wkwk🤭
total 3 replies
Bu Dewi
update lagi dunkz kak😍😍😍😍😍
Rosdianah 🌷: siap kak🫶
total 1 replies
Nita Nita
Glow bkn bisa nembak ya
safaana
cerita othor emang gak pernah gagal meskipun ada sedikit typo tapi ke tutup sama jln ceritanya semangat Thor semoga sehat selalu
Rosdianah 🌷: Ma'aciww banget kak🫶
total 1 replies
safaana
aku penasaran itu Leon Ama kakaknya di banting kemana Thor,,gak ada jejak
Rosdianah 🌷: nanti di bab selanjutnya kak 🙏🏻
total 1 replies
Yusry Ajay
semangat 2 up Thor 💪💪
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak🫶
total 1 replies
Yusry Ajay
keren bgt🤗🤗orion...
Rosdianah 🌷: anak siapa itu🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!