Indonesia
NovelToon NovelToon
Rahasia Di Balik Mata Aisyah

Rahasia Di Balik Mata Aisyah

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Penyesalan Suami
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Aisyah dokter 23 tahun harus terjebak dalam pernikahan yang awalnya dia pikir semua baik-baik saja, tetapi ternyata kecelakaan 5 tahun lalu di saat dirinya masih remaja mengakibatkannya terikat dalam pernikahan itu.
Rahasia besar yang disembunyikan banyak orang kepadanya. Pria yang dia nikahi, ternyata menerima perjodohan dari orang tuanya karena memiliki maksud tertentu darinya.
Lalu bagaimana Aisya menjalani pernikahannya, di saat dia merasa semua baik-baik saja dan ternyata pernikahannya hanyalah sebuah kebohongan yang menyakiti hatinya, karena perbuatan orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Mari harus membaca karya saya dari awal sampai akhir, jangan lewatkan sedikit pun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 19 Malam Untuk Mereka

Jarak semakin dekat, tatapan Kaivan semakin dalam, perlahan wajahnya dimajukan mencium kelopak mata Aisyah yang terpejam.

Jantung Aisyah berdebar semakin tidak karuan, ini benar-benar aneh, perasaannya sulit dijelaskan, Kaivan bukan hanya mencium kelopak matanya, tetapi juga mencium lembut keningnya, mencium pipinya secara bergantian dan tepat pada bibir Aisyah.

Kecupan manis yang dirasakan Aisyah dan kecupan pertama kali diberikan oleh suaminya setelah mereka sah menjadi pasangan suami istri.

Aisyah perlahan membuka mata, tatapan matanya sayu dan menatap kedua bola mata suaminya yang tidak berhenti menatapnya. Kaivan memiringkan kepalanya dan tujuannya kembali pada bibir yang baru saja dia sentuh.

Aisyah kembali menutup mata ketika suaminya bukan hanya mengecup bibirnya, tetapi ada keinginan lain yang tersimpan, ciuman yang semakin dalam dan diberi izin oleh Aisyah karena pria yang melakukan itu adalah suaminya.

Dari lumatan-lumatan kecil, ciuman itu berubah menjadi satu hal yang menuntut, Aisyah diam dan menerima. Aisyah harus menyadari bahwa saat ini dia sudah menjadi istri.

Ketika ciuman itu semakin dalam, Kaivan menghentikan sejenak memberi ruang untuk Aisyah agar bisa bernafas, perlahan Aisyah membuka mata.

Aisyah benar-benar malu dan tidak tahu harus bereaksi seperti apa, di tengah kebingungannya Kaivan kembali melumat bibirnya. Aisyah kembali larut dan ini bukan hanya ciuman biasa. Kaivan yang meraba-raba punggung istrinya dan tiba-tiba Aisyah sudah berada di gendongannya.

Perlahan Kaivan berjalan menuju ranjang dengan menggendong istrinya ala bridal style tanpa melepas ciuman itu, sangat hati-hati Kaivan membaringkan di atas ranjang, benar-benar tidak ingin istrinya terluka.

Kaivan kembali memberi jeda dengan melepas ciuman itu, tetapi bukan berarti semuanya berakhir, justru tatapan Kaivan semakin dalam Aisya memalingkan wajahnya, justru memberi akses untuk Kaivan memberikan tanda kepemilikan pada leher jenjang Aisya yang membuat Aisyah kembali memejamkan mata.

Hal yang baru dia rasakan untuk pertama kali dan sulit untuk diungkapkan. Aisyah benar-benar tidak tahu harus merespon seperti apa, mungkin Kaivan dapat merasakan debaran jantungnya, sentuhan yang Kaivan berikan kepada dirinya semakin menjadi-jadi, tubuh Aisyah seperti tersengat listrik, ada aliran yang membuatnya ingin sekali mengeluarkan kata-kata manja dari mulutnya tetapi tertahan karena mungkin masih malu.

Kaivan melakukan tugasnya sebagai suami, mengambil haknya dari istri yang dia nikahi secara sah dan begitu juga dengan Aisyah yang melaksanakan kewajibannya sebagai istri yang sempat tertunda, remasan tangannya pada sprei membuat air matanya jatuh dari ujung kelopak mata indah itu.

Rasa sakit yang tidak bisa di jelaskan, dia saat suaminya berada di atas tubuhnya melakukan penyatuan, sungguh luar biasa dan apakah ini kata surga dunia yang pernah dia dengar.

Aisyah tidak mengerti, tetapi Kaivan tidak egois, dia sangat pintar membuat istrinya nyaman, dia tidak ingin ada penyiksaan dan luka dalam hubungan pertama mereka.

Kaivan melakukan semua dengan penuh kelembutan, membuat istrinya bisa merasakan surga dunia sesungguhnya, hujan luar sana seakan akan mendukung penyatuan suami istri di atas ranjang dengan penuh keromantisan dan kelembutan.

Siapa sangka tugas yang didapatkan Aisyah untuk melakukan pelatihan di Bali dan ternyata juga Kaivan harus memeriksa proyeknya di Bali, tidak janjian dan pasangan suami istri itu bertemu dan berakhir melaksanakan tugas dan kewajiban masing-masing di atas ranjang dengan penuh cerita.

*******

Suasana subuh di Bali benar-benar terasa berbeda, cuacanya sangat dingin karena tadi malam hujan turun membasahi bumi, sebagian orang mungkin masih lelap dengan tidurnya, tetapi pasangan pengantin Aisya dan Kaivan ternyata sudah melaksanakan sholat shubuh berjamaah yang diimami secara langsung oleh Kaivan.

Setelah percintaan panas keduanya usai, mereka secara bergantian membersihkan diri, secara bersama-sama merapikan kembali kamar mereka dan ketika suara adzan berkumandang, keduanya melaksanakan sholat secara berjamaah, benar-benar terasa tenang dan sangat indah.

Akhirnya pasangan suami istri itu selesai melaksanakan sholatnya, kemudian Kaivan membalikkan tubuh dan Aisyah menyambut tangan suaminya menciumnya dengan sangat lembut dan kemudian Kaivan mencium lembut kening Aisya dan bukan hanya itu saja tetapi juga mencium kedua pipinya dan berakhir dengan mengecup bibirnya.

Kaivan benar-benar romantis, sangat manis dan wanita mana yang tidak klepek-klepek dengan perlakuannya yang begitu lembut.

"Aisyah maafkan saya," ucap Kaivan sembari mengusap-usap lembut pipi Aisyah.

"Maaf untuk apa?" tanya Aisyah kebingungan.

"Kemarin saya sudah berteriak kepada kamu, saya tidak harus melakukan itu," ucap Kaivan ternyata kepikiran karena membentak Aisyah.

Aisyah merespon dengan tersenyum dan padahal dia sudah melupakan kejadian itu, tidak memikirkan apapun.

"Ya, ampun kak, Aisyah padahal lupa dan tidak tahu jika Kakak teriak pada Aisyah, lagi pula hal itu bukannya wajar. Aisyah mungkin terlalu ceroboh dan membuat Kakak refleks melakukan itu," ucap Aisyah.

"Lain kali hati-hati. Ya, jangan seperti itu lagi, saya tidak ingin kamu kenapa-napa," ucap Kaivan.

Aisyah menganggukkan kepala, Kaivan benar-benar memperhatikannya, khawatir kepadanya.

"Hmmm, lalu apa saya menyakiti kamu?" tabah Kaivan.

Aisyah menggelengkan kepala, bagaimana mungkin bisa dikatakan menyakiti, mungkin sedikit sakit karena pertama kali untuk Aisyah, tapi ini adalah tugasnya.

Kaivan membawa Aisyah ke dalam pelukannya.

"Saya merasa bersalah kepada kamu Aisyah, maafkan saya," batin Kaivan tiba-tiba saja merasa tidak tenang dan gelisah.

Bagaimana tidak, Kaivan mungkin menikah dengan Aisyah, karena menginginkan Aisyah tetapi ada tujuan lain, dia pikir dia berhasil melakukannya dan ternyata ada penyesalan yang harus tidak dilakukan.

"Ya Allah, apakah benar yang dikatakan orang-orang, pernikahan akan terasa manis dan tidak bisa digambarkan ketika masih awal-awal, ini belum ada apa-apanya dengan ujian pernikahan yang tidak tahu seperti apa?"

"Tetapi Aisyah hanya meminta kepadaMu ya Allah, untuk memberikan ketenangan dalam pernikahan ini, semoga ke tempatnya rumah tangga kami menjadi jauh lebih baik," batin Aisyah.

"Aisyah berharap semua baik-baik saja ya Allah!" batin Aisyah.

******

Aisyah dan Kaivan menikmati sarapan mereka secara outdoor yang melihat secara langsung pantai dengan ombak yang sangat tenang.

Kaivan selalu memperlakukan Aisyah dengan baik, termasuk saat ini bagaimana laki-laki di hadapannya itu terlihat memotong daging yang dilapisi roti untuk Aisyah. Aisyah tersenyum saat mendapat perhatian yang luar biasa.

"Sarapan lah!" ucap Kaivan.

"Terima kasih, kak!" sahut Aisyah mengambil piringnya yang sudah dipotong roti itu dan hanya tinggal makan saja.

"Hmmmm, apa ini bisa dikatakan masih waktu untuk sarapan?" tanya Aisyah melihat matahari sudah semakin terik.

"Kita terlalu banyak mengobrol jadi lupa untuk sarapan," jawab Kaivan.

"Hmmmm, lalu Kakak tidak siap-siap ke bandara bukankah kemarin kakak mengatakan akan terbang dengan pesawat paling pagi?" tanya Aisyah.

"Kamu sudah bosan dengan saya dan ingin mengusir saya?" tanya Kaivan dengan satu alisnya terangkat membuat Aisyah menggelengkan kepala dengan cepat.

"Bukan seperti itu Kak. Hanya ingatkan saja dan takutnya ada hal penting di Jakarta," jawab Aisyah.

"Kamu kembali besok dan saya memutuskan untuk kembali bersama kamu, pekerjaan di Jakarta juga tidak terlalu sibuk," jawab Kaivan.

"Sungguh?" tanya Aisyah memastikan sekali lagi yang tidak percaya bahwa suaminya menunggunya selesai bertugas.

"Ya, itupun kalau kamu mau," jawab Kaivan.

"Sudah pasti saya mau," jawab Aisyah menganggukkan kepala.

Bersambung......

1
Herman Lim
jgn nanti kebuka aja menikah karna ada mata mantan di tubuh Aisyah lihat apa yg akan Aisyah buat ke mata nya nanti ga sabar tgg part ne
Herman Lim
jgn menyesel aja nanti kaivan klo Aisyah tau niat kamu waktu nikah sama dia bukan utk Aisyah tapi mata mantan mu di tubuh Aisyah
puji hastuti
Kaivan bertanya " Jadi kamu tugasnya dii bali ?"
suaminya loh ....pengantin baru looh
Fauziah Rahma
kenapa bisa ayah aisyah menikah dengan Kamila?
Herman Lim
kaivan kamu pasti melihat mantan mu mk bisa gitu lembut sama aisyah
Herman Lim
kasian Aisyah yg di bohongi semua org tua dan suami nya 🤪😔
Herman Lim
gila ternyata Aisyah yg jadi korban dari semua ego kalian,tdk ada Aisyah kyk kian bangga kan tapi wanita yg dh mati hanya kerna mata nya yg Masi ada di tubuh Aisyah kalian paksa Aisyah nikah dgn kekasih ny dl 😔
Herman Lim
apa jangan² dl yg bertabrakan dgn aishay anak dari bini ayah nya yg mati Dan mata nya di donor ke aishay dan kaivan dl berpacaran dgn anak lain ayah nya 😔😔 rumit guys 🤣🤣
Oma Gavin
orang tua cerminan buat anaknya bila ayahnya saja poligami merasa paling bener jgn salahkan aisyah bila jadi pemberontak
Gian Hazza
lanjut thor👍
Rian Moontero
mampiiirr😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!