Indonesia
NovelToon NovelToon
Ternyata Bukan Aku Yang Mandul

Ternyata Bukan Aku Yang Mandul

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Menikah dengan Kerabat Mantan / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:705.3k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Selama tiga tahun menjadi istri Arga Pratama, Rania selalu merasa tertekan karena dianggap gagal memberikan keturunan.
Arga mencintainya, tapi tak sanggup menahan tekanan ibunya yang mengancam akan mengakhiri hidup jika Arga tidak mau menikah lagi dan bercerai dengan Rania.

Akhirnya, Rania meninggalkan rumah tangganya dengan hati yang hancur.

Di sisi lain, Alvino Pratama, saudara sepupu Arga yang jauh lebih kaya dan berkuasa, ternyata sudah lama menyimpan perasaan pada Rania.

Rania pun menerima lamaran dari Alvino karena orang tua Alvino mengatakan Alvino juga tidak bisa memiliki keturunan. Rania berharap setidaknya ia bisa mendapatkan ketenangan karena tak lagi dikejar masalah anak.

Namun baru tiga bulan menikah, Rania dinyatakan hamil. Rania bahagia, tapi juga cemas. Bagaimana kalau kehamilannya dicurigai? Karena itu Rania menyembunyikan kehamilannya. Namun, tanpa sengaja Alvino mengetahui kehamilan Rania.

Lalu, apakah Alvino bisa menerima kehamilan Rania?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19

.

Arga melangkah keluar dari ruang pesta dengan langkah terasa berat. Ucapan selamat yang diucapkan oleh Alvino dan Rania tadi terus terngiang di telinganya. Dan yang paling membuat dadanya terasa diremas adalah cara Alvino menggenggam tangan wanita itu. Begitu erat, begitu tenang, seolah sedang berkata pada seluruh dunia…

“Dia milikku, dan aku menjaganya.”

*

*

*

Sejak hari pernikahannya dengan Angelina, Arga merasa hidupnya makin kacau. Di mata orang luar, rumah tangganya terlihat begitu sempurna. Angelina selalu tampil sebagai istri yang lembut, manis, dan penuh perhatian. Di hadapan keluarga besar Pratama, wanita itu juga tak pernah meninggikan suaranya sedikit pun.

Namun di balik semua kelembutan itu, Arga merasa seperti ada jerat halus yang perlahan melilit dirinya.

“Mas jangan terlalu memaksakan diri bekerja, nanti sakit,” ucap Angel sambil menuangkan teh ketika pria itu baru pulang kerja.

“Mas juga jangan terlalu memikirkan hal-hal yang sudah berlalu.”

“Aku cuma ingin melihat Mas hidup tenang dan bahagia.”

Angelina selalu mengucapkan kalimat-kalimat itu dengan nada lembut dan senyum manis. Tapi entah kenapa, Arga malah merasa semakin tertekan.

Seperti hari itu, Arga sengaja memerintahkan Havis untuk membawa semua pekerjaan ke ruangannya. Bahkan agenda yang seharusnya masih baru akan dilaksanakan untuk minggu depan, Arga meminta semuanya dikerjakan hari itu juga. Alasannya? Karena dia tidak ingin pulang cepat agar tidak bertemu dengan Angelina.

Namun menjelang sore, telepon dari Bu Ratih membuyarkan rencananya.

“Arga, hari ini pulang cepat, ya. Istrimu sudah menyiapkan makan malam kesukaanmu. Kamu harus menghargainya!”

Arga menghela nafas berat, lalu dengan berat hati ia melangkah pulang. Karena akan sangat percuma membantah keinginan ibunya. Karena ibunya bukan orang yang bisa dibantah.

*

Mengendarai mobilnya dengan malas, akhirnya pria itu sampai di rumah setelah hari menjelang gelap.

Baru saja membuka pintu kamar, langkah Arga terhenti seketika. Semua yang ada di kamar itu telah berubah. Sprei berwarna biru muda lembut yang merupakan warna kesukaan Rania kini telah berganti warna menjadi krem dengan motif bunga. Gorden abu-abu polos yang sederhana telah berganti dengan gorden satin berkilau yang terlihat begitu mewah.

Lemari kaca kecil di samping ranjang yang dulu dipenuhi foto-foto kebersamaan dirinya dengan Rania kini kosong melompong. Bahkan kursi busa kecil yang biasa dipakai oleh Rania untuk duduk membaca buku di dekat jendela, kini sudah tak terlihat lagi.

Arga mengepalkan kedua tangannya hingga urat-urat di lengannya terlihat menegang. Pria itu kembali keluar dari kamar lalu berteriak…

“Pelayan…!”

Tak lama kemudian langkah kaki tergesa terdengar menaiki tangga dan semakin mendekat ke arahnya.

“Siapa yang mengganti semua ini?” tanya Arga begitu seorang pelayan sampai di hadapannya.

Pelayan itu langsung membeku, lalu menunduk ketakutan. “Ma… maaf, Tuan…”

Saat itulah Angelina keluar dari ruang ganti mengenakan gaun berwarna putih lembut dengan senyum yang selalu ia tampilkan.

“Mas sudah pulang? Ada apa? Kok teriak-teriak?” tanyanya manis.

Tatapan Arga tak berkedip, matanya terasa panas menahan amarah. “Siapa yang mengubah semua itu?” tanyanya dengan ujung jari menunjuk ke arah dalam kamar.

Angelina terkejut sejenak, lalu berjalan mendekat dengan tenang. “Aku yang melakukannya, Mas.”

“Lancang kamu!”

“Mas… sekarang kamar ini adalah kamar kita berdua.”

“Kita?” ulang Arga dengan nada dingin menusuk.

Angelina tetap tersenyum lembut. “Aku hanya ingin suasana baru, Mas. Supaya kamar kita terasa lebih hidup.”

“Kenapa kamu melakukan segala sesuatu tanpa izin padaku dulu? Lalu di mana barang-barang yang sebelumnya ada di sini?”

“Tenang saja, Mas. Tidak ada yang dibuang. Semua aku simpan rapi di gudang, tidak akan rusak.”

“Suruh pelayan untuk mengembalikan semuanya seperti semula sekarang juga!”

Senyum di bibir Angelina perlahan memudar, namun hanya sesaat. Sedetik kemudian, ia kembali memasang raut lembut, lalu menggenggam lengan Arga pelan.

“Mas… dengar aku sebentar saja.”

Arga menatap datar ke arah Angelina, menahan diri agar tak meledak.

“Aku mengerti, Mas masih terluka. Aku tahu Mas belum sepenuhnya bisa melupakan masa lalu. Tapi…” suaranya makin lembut, terdengar seperti membujuk, “Kalau semua benda yang mengingatkan pada Mbak Rania tetap ada di sini, bagaimana kita bisa memulai lembaran baru bersama?”

Arga terdiam tak menjawab.

“Mas, aku ini sudah menjadi istrimu yang sah. Aku tidak pernah melarang Mas mengenang siapa pun. Tapi rasanya tidak adil juga, kan? Aku ingin punya sedikit ruang di hati dan di rumah ini untuk diriku sendiri. Apa salah kalau aku hanya ingin menjadi istri yang berusaha membuat Mas bahagia?”

Sudut matanya mulai berkaca-kaca, seolah dirinya adalah makhluk yang paling tersakiti di dunia ini.

Melihat Angelina yang seperti itu, amarah Arga perlahan mereda. Bukan karena ia mengerti, tapi karena ia merasa lelah berdebat. Ia tak punya tenaga lagi untuk memulai pertengkaran baru.

“Aku tidak bermaksud membuat Mas marah…” lirih Angelina, “Aku cuma ingin kita berdua bisa hidup tenang ke depannya.”

Arga mengembuskan napas panjang dan kasar. “Sudahlah… lupakan saja.”

“Mas?”

“Terserah kamu mau apa!”

Angelina langsung menunduk seolah bersalah, namun jauh di dalam hatinya, wanita itu sedang tersenyum penuh kemenangan. Hanya tinggal berusaha sedikit lagi, dan ia akan membuat Arga menjadi terbiasa.

Perlahan namun pasti, ia akan menghapus satu per satu jejak keberadaan Rania dari rumah itu. Dan suatu hari nanti, Arga tak akan lagi memiliki apa pun yang tersisa dari wanita itu.

Arga berdiri terpaku menatap sekeliling kamar yang kini terasa asing. Tak ada lagi aroma lavender yang biasa Rania semprotkan sebelum tidur. Tak ada lagi bantal kecil berbentuk awan yang pernah mereka dapatkan dari kotak capit boneka dengan wajah berseri. Tak ada lagi sudut jendela tempat Rania biasa menunggunya pulang sambil membaca buku.

Semuanya telah hilang begitu saja. Rumah megah yang dulu menjadi tempat pulang bersama Rania kini terasa dingin dan hampa.

Arga berbalik melangkah keluar dari kamar tanpa sepatah katapun.

“Mas, mau ke mana?” panggil Angelina dari belakang.

Namun Arga tak menjawab. Pria turun lalu berjalan ke taman belakang, lalu duduk sendirian di bangku kayu tua sambil menatap langit malam yang gelap tanpa bintang. Lupa, bahkan jasnya juga masih belum terlepas dari tubuhnya.

Rumah yang seharusnya menjadi tempat beristirahat justru terasa seperti sangkar yang makin lama makin menyesakkan dadanya.

Kenangan tentang Rania kembali melintas di benaknya. Wanita yang dulu selalu menyambutnya pulang dengan senyum tulus. Wanita yang selalu mengingat makanan kesukaannya tanpa perlu ia minta. Wanita yang sabar menunggu hingga larut malam tanpa pernah menuntut apa pun sebagai balasannya.

Di balik tirai jendela lantai atas, Angelina diam-diam mengamati punggung suaminya yang tampak tertekan. Senyumnya yang tadi terlihat lembut perlahan berubah menjadi dingin dan tajam.

“Kamu masih saja memikirkannya, ya?” bisiknya pelan pada dirinya sendiri. “Tidak apa-apa… aku punya cukup waktu.”

Ia menyentuh kaca jendela dengan ujung jarinya.

“Sedikit demi sedikit, aku akan membuatmu melupakan Rania. Dan pada akhirnya… hanya namaku yang akan terukir di hatimu. Kamu akan menjadi milikku sepenuhnya,” gumamnya sambil tersenyum tipis.

Namun wanita itu tidak sadar, semakin dia mencoba menghapus, semakin kokoh juga kenangan itu tertanam dalam Arga.

1
Sri Ratmini
itu emak kandung apa emak tiri kok GT amat
Gintania nia
bagus dong
Aidil Kenzie Zie
nggak ada duitnya tapi paket internet masih jalan 🤭🤭🤭🤭
Ayuk Witanto
masih tanya kenapa
Ayuk Witanto
gila judi
dewi rofiqoh
Keserakahan hanya akan menghancurkan kita
dewi rofiqoh
Lanjuut kak
Ilfa Yarni
baguslah tuan Surya tidal mau balikan lg lbh bagus kalian tidkl bersama ibarat kaca yg Sudan pecahr gmnpun disambung lg total tidak akan utuh seperti semula
Patrick Khan
tp rujuk sj lah .udah tua apa yg mw di cari..udah sama2 menyadari..
Nar Sih
sdh terlambat ratih ,jalani sja hidup masing,,
Rahma Inayah
sekrg pak Surya JD orng sedehana dan rendah hati
Rahma Inayah
sekrg pak Surya JD orng sedehana dan rendah hati
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
kan masih kejar tayang drama nya bro /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
〈⎳ FT. Zira
lagiiii
Muft Smoker
andai dulu km bnr2 menyadari kalo tuan surya itu suami yg baik Dan sangat penyayang ,,
mungkin semua kehancuran ini gx kn terjadi ,,
tp semua udh terlambaat ,, bubur udh jdi cair Dan basi ,,
gx bakal balik ke semula lgi ,,
jd ,, jalani aj kehidupan mu dg baik bu ratih ,,
Muft Smoker
waaaah ad bonchap ,,
Ariany Sudjana
seandainya dulu kamu ga serakah Ratih, kamu masih jadi istrinya Surya
Linda Ayu Tong-Tong
good🥰🥰
Linda Ayu Tong-Tong: wakakakkakak maacih kak authorq syg🥰🥰🥰
total 2 replies
RatuHalu
alvino dan alga sepupu dari mana
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: Alvino anaknya Soraya
Arga anaknya Surya
Surya dan Soraya kakak adik kandung
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!