Indonesia
NovelToon NovelToon
Bayu Dan Batu Kali Ajaib

Bayu Dan Batu Kali Ajaib

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir
Popularitas:8.2k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Bayu hanyalah siswa SMA miskin sebatang kara yang terpaksa memancing di sungai setiap sore agar perutnya bisa diisi makanan.

Nasib malangnya berubah total saat sebuah sambaran petir misterius menyatukan tubuhnya dengan sebuah batu kali yang mendadak berubah menjadi batu giok hijau yang bercahaya.

Batu ajaib itu langsung menjejalkan ribuan pengetahuan tabib dewa dan ilmu pengobatan kuno ke dalam kepalanya, sekaligus memancarkan aura pemikat yang membuat wanita mana pun tak berdaya di dekatnya.

Kini, berbekal ilmu medis di luar nalar dan pesona mematikan, Bayu siap membungkam para murid kaya yang sering menghinanya dan membangun jalan pintas menuju puncak dunia kedokteran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Prang!

Suara pecahan vas bunga berbahan keramik mahal terdengar memekakkan telinga di dalam ruang perawatan VIP Rumah Sakit Pusat Medika.

Dokter Johan, seorang pria paruh baya dengan rambut memutih, bernapas terengah-engah dengan wajah merah padam karena amarah.

Di atas ranjang pasien, Raka terbaring sambil memegangi pergelangan tangan kanannya yang kini dibalut gips tebal.

"Tulang karpalmu retak di tiga titik dan saraf motoriknya mengalami kelumpuhan sementara," ucap Dokter Johan dengan suara bergetar menahan marah.

"Siapa sebenarnya mahasiswa baru yang berani melakukan ini pada putra kandungku?" tanya pria yang juga menjabat sebagai direktur rumah sakit tersebut.

Raka merintih kesakitan, matanya memancarkan dendam yang sangat pekat.

"Namanya Bayu, Pa, dia cuma anak beasiswa miskin yang baru masuk hari ini," jawab Raka terbata-bata.

"Tapi tenaganya sangat aneh, dia tidak memukulku, dia hanya menekan nadiku dan tanganku langsung hancur."

Mendengar penjelasan itu, kening Dokter Johan berkerut tajam.

Sebagai salah satu petinggi bayangan di Sindikat Medika Utama, dia tahu betul bahwa menekan titik nadi hingga melumpuhkan saraf bukanlah kemampuan orang awam.

Itu adalah teknik bela diri medis kuno yang sangat langka dan berbahaya.

"Anak beasiswa dari mana dia berasal?" selidik Dokter Johan dengan mata menyipit.

"Dari kota di daerah provinsi, Pa," jawab Raka.

Deg.

Jantung Dokter Johan berdetak lebih cepat saat mendengar asal kota tersebut.

Pagi tadi, dia baru saja mendapat instruksi rahasia dari Tuan Hendra untuk mencari seorang tabib dewa yang muncul dari kota yang sama.

"Apakah mungkin mahasiswa baru ini ada hubungannya dengan tabib yang menyembuhkan cucu Jenderal Aditama?" batin Dokter Johan curiga.

Namun, gengsi dan amarahnya sebagai seorang ayah menutupi akal sehatnya.

"Tidak peduli siapa dia atau apa ilmunya, dia sudah mencari mati karena berani menyentuh keluarga kita," desis Dokter Johan dingin.

Dokter Johan mengambil jas putihnya dan berjalan keluar dari ruang perawatan.

"Aku akan pergi ke kampusmu sekarang juga, Raka."

"Aku pastikan anak gembel itu dikeluarkan dengan tidak hormat dan dijebloskan ke penjara atas tuduhan penganiayaan berat."

Raka tersenyum licik dari atas ranjang, membayangkan wajah Bayu yang akan berlutut memohon ampun padanya nanti.

Di waktu yang sama, suasana di ruang Rektor Universitas Kedokteran Nasional terasa sangat tegang.

Pendingin ruangan menyala maksimal, namun Rektor Budi yang berperut buncit terus-menerus menyeka keringat di dahinya menggunakan sapu tangan.

Dokter Johan duduk di kursi tamu dengan kaki menyilang, menatap arogan ke arah pintu masuk.

Cklek.

Pintu kayu jati itu terbuka, dan Bayu melangkah masuk dengan gaya santai dan kedua tangan berada di dalam saku celananya.

"Duduk kau, mahasiswa kurang ajar!" bentak Rektor Budi sambil menggebrak meja kerjanya.

Bayu sama sekali tidak terkejut, dia menarik kursi dan duduk berhadapan dengan Dokter Johan tanpa rasa takut sedikit pun.

"Anda memanggil saya hanya untuk berteriak, Pak Rektor?" tanya Bayu dengan nada datar yang terkesan meremehkan.

"Jaga bicaramu!" sahut Dokter Johan ikut membentak.

"Kau tahu siapa aku? Aku adalah donatur utama kampus ini dan ayah dari Raka yang kau patahkan tangannya tadi siang."

Bayu menoleh menatap Dokter Johan, senyum miring yang sangat mematikan terukir di bibirnya.

"Ternyata buah memang jatuh tidak jauh dari pohonnya, kalian berdua sama-sama suka berteriak seperti anjing yang ketakutan," sindir Bayu sangat tajam.

Wajah Dokter Johan dan Rektor Budi langsung berubah ungu karena dihina secara terang-terangan oleh seorang mahasiswa baru.

"Cukup! Pak Rektor, saya tidak mau melihat wajah anak ini lagi di kampus saya," perintah Dokter Johan mutlak.

"Keluarkan dia detik ini juga, atau saya akan menarik seluruh dana hibah dan membatalkan program magang mahasiswa di rumah sakit saya."

Mendengar ancaman itu, Rektor Budi langsung panik dan mengangguk dengan sangat cepat.

Bagi kampus, kehilangan dukungan dari Rumah Sakit Pusat Medika adalah sebuah bencana besar bagi akreditasi mereka.

"Bayu, kau resmi saya keluarkan dari universitas ini karena tindakan kriminal," putus Rektor Budi sambil menunjuk wajah pemuda itu.

"Tinggalkan ruangan ini dan jangan pernah kembali lagi."

Bukannya berdiri dan memohon, Bayu justru tertawa pelan.

Hahaha.

Tawanya terdengar sangat merdu namun dipenuhi dengan dominasi yang membuat bulu kuduk Rektor Budi meremang.

Bayu merogoh saku celananya, mengeluarkan ponselnya, dan menekan satu tombol panggilan cepat.

"Kalian bicara soal ancaman dan kekuasaan di depanku?" ucap Bayu santai sambil meletakkan ponsel itu di atas meja dan menyalakan pengeras suara.

Nada sambung hanya berbunyi satu kali sebelum panggilan itu langsung dijawab dengan suara bariton yang sangat berat dan tegas.

"Halo, Tuan Bayu? Apakah ada yang bisa saya bantu?" sapa Jenderal Aditama dari seberang telepon.

Mendengar suara khas dari jenderal bintang tiga tersebut, wajah Dokter Johan langsung pucat pasi seperti kertas.

"Jenderal, sepertinya ada sedikit masalah di kampus baruku," ucap Bayu santai.

"Seorang dokter bernama Johan dan rektor di sini baru saja mengeluarkanku secara sepihak."

Hening sesaat di seberang telepon, sebelum akhirnya terdengar suara hantaman meja yang sangat keras.

"Berani sekali tikus-tikus itu mengganggu pahlawan keluarga Aditama!" murka Jenderal Aditama dengan suara menggelegar hingga membuat Rektor Budi nyaris mengompol.

"Berikan teleponnya pada rektor bodoh itu, Tuan Bayu."

Bayu menggeser ponselnya ke arah Rektor Budi yang kini gemetar hebat hingga giginya bergemeretak.

"H-halo, Jenderal... ini Budi," sapa rektor itu dengan suara nyaris menangis.

"Dengar baik-baik, Budi."

"Kalau Bayu sampai keluar dari kampus itu, aku akan menarik seluruh dana riset militer dan menutup akses kampusmu dari semua proyek pemerintah," ancam Jenderal Aditama tanpa ampun.

"Dan untuk dokter Johan itu, katakan padanya bahwa izin operasional rumah sakitnya akan aku cabut besok pagi kalau dia berani menyentuh sehelai rambut Bayu."

Dokter Johan yang mendengar ancaman itu langsung jatuh berlutut di atas karpet ruang rektor.

Kesombongannya hancur berkeping-keping dalam sekejap.

Dia tidak pernah menyangka bahwa mahasiswa miskin yang dihina putranya ternyata adalah sosok yang dilindungi langsung oleh militer tertinggi di negara ini.

"Siap, Jenderal! Saya mengerti! Tuan Bayu tidak akan dikeluarkan!" jerit Rektor Budi panik.

Klik.

Panggilan diputus sepihak oleh jenderal tua tersebut.

Bayu mengambil kembali ponselnya dan berdiri dari kursinya dengan tenang.

1
syarif ibrahim
👍👍👍💪
syarif ibrahim
tidak perlu jendral, karena cucumu sdh jadi milikku... 🤣🤣🤣🤣🤣
syarif ibrahim
terbalik bab nya
Yui: Terimakasih atas koreksinya kak😊😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!