Indonesia
NovelToon NovelToon
Benih Jenderal Di Rahim Istri Sang Mafia

Benih Jenderal Di Rahim Istri Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mafia / Identitas Tersembunyi
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Phopo Nira

Sadhana Abhiseva, seorang Jenderal muda yang mendapat misi atau tugas besar Negara yang sangat berbahaya begitu selesai melaksanakan proses pelantikannya. Hampir 4 tahun lamanya, ia menyamar sebagai salah satu anggota klan mafia tersebut. Akan tetapi, ia tidak pernah menggapai inti klan mafia tersebut.

Hingga akhirnya ia terpilih menjadi salah satu orang kepercayaan yang akan selalu berada di sisi Revaldo Arsenalio, sang pemimpin atau ketua klan mafia Black Gold. Namun, rupanya harga kepercayaan itu begitu mahal untuk ia bayar.

"Untuk menjadi salah satu tanganku. Aku ingin kau melaksanakan sebuah tugas khusus untukku."

"Saya siap."

"Aku ingin kau menghamili istriku."

“….”

Ya, ia diperintahkan untuk menghamili istri sah Reval, Jenara Elendria. Saat itulah, untuk pertama kalinya Dhana ragu untuk melanjutkan misinya atau memilih berhenti.

Akankah Dhana melaksanakan perintah Reval dan menyelesaikan misi Negaranya? Atau mungkin sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18. Jantung Kekuasaan Reval

Mobil hitam yang membawanya melintasi gerbang besi terakhir berhenti di depan sebuah bangunan yang tersembunyi jauh di balik kawasan industri tua. Dari luar, tempat itu tampak seperti gudang kosong yang tak terpakai. Namun begitu pintu baja terbuka, Dhana melihat sesuatu yang membuat naluri militernya bekerja tanpa sadar.

Tiga lapis penjagaan, kamera yang dipasang di setiap sudut. Orang-orang bersenjata yang berdiri tanpa seragam. Dan yang paling penting… tidak seorang pun di tempat itu terlihat seperti anak buah kelas bawah.

Ini bukan markas biasa seperti yang ia kunjungi selama empat tahun penyamarannya. Tempat ini adalah pusatnya, Markas utama Black Gold. Dhana turun dari mobil dengan wajah setenang mungkin, meski dihatinya terpampang jelas keterkejutan yang tak bisa ia ungkapkan.

Dalam hati, ia mengutuk para atasannya. “Ternyata kalian benar. Tugas tak masuk akal itu adalah pintu gerbang untuk misiku selama empat tahun ini.”

Selama ini mereka menduga bahwa Dhana sudah menjalankan misi utamanya. Tapi ternyata… Jenara adalah jalan masuk menuju lingkaran terdalam Reval. Istri sang ketua klan yang terabaikan, nyaris tidak pernah disentuh oleh suaminya, tetapi tetap memegang posisi yang membuat siapa pun yang berada di sisinya mendapat perhatian khusus dari Reval.

Beberapa jam yang lalu, Dhana masih menganggap keputusan para atasan terdengar seperti lelucon. Sekarang Dhana mulai mengerti. Bukan sekadar tentang Jenara, melainkan tentang kepercayaan.

Sejak ia mulai menyentuh perempuan itu, pintu-pintu yang sebelumnya tertutup perlahan terbuka. Nama-nama anggota inti mulai ia kenali. Jalur distribusi mulai terbaca. Ia bahkan beberapa kali mendengar pembicaraan yang tidak mungkin didengar oleh anak buah biasa.

Dan malam ini, untuk pertama kalinya, ia dibawa langsung ke tempat yang selama empat tahun hanya bisa ia tebak keberadaannya. Dhana memasuki ruangan utama. Di ujung sana, seorang lelaki berdiri membelakanginya di depan dinding kaca. Reval, sang Ketua Black Gold.

“Dhana.” Satu panggilan membuat lelaki itu berhenti.

Ia menundukkan kepala. “Tuan.”

Reval berbalik dengan tatapannya yang dingin. Tidak ada keramahan sedikit pun. “Empat tahun kau bekerja untukku.” Reval berjalan mendekat. “Dan baru malam ini kau melihat tempat ini, bukan?”

“Ya.”

“Tidak penasaran?”

“Penasaran bukan alasan bagi bawahan untuk mempertanyakan keputusan ketuanya.”

Senyum tipis muncul di bibir Reval. “Jawaban yang bagus.”

Namun Dhana tahu, itu bukan pujian. Reval jelas masih mengujinya. Lelaki itu berjalan melewatinya, kemudian berhenti beberapa langkah di belakang. “Orang-orangku menyukaimu.”

“Kau patuh. Tidak banyak bertanya. Tidak pernah mencoba mengambil sesuatu yang bukan milikmu.” Reval menoleh. “Dan yang paling menarik, kau benar-benar menjalankan tugas yang aku berikan dengan sangat baik. Sampai aku tidak percaya akan melihat sisi Jenara yang seperti itu.”

Nama itu membuat sesuatu bergerak di dada Dhana. Wanita yang ia renggut kehormatannya hanya untuk sebuah tugas dari Reval. Sekaligus untuk misi Negara yang sudah ia emban selama empat tahun yang belum mendapatkan kemajuan sama sekali.

“Namun,” lanjut Reval, “aku belum bisa mempercayaimu sepenuhnya. Dan aku tidak pernah bilang kau sudah menjadi orang kepercayaanku, bukan?”

“Dimengerti, Tuan.”

“Jadi kau akan tetap bersamanya.”

Dhana mengernyit samar. “Maksud anda Nyonya Jenara?”

“Ya.” Reval menatapnya lurus. “Setidaknya sampai dia dinyatakan hamil.”

Ruangan itu seolah mendadak kehilangan udara. Dhana tidak menunjukkan keterkejutan. Hanya rahangnya yang mengeras sesaat. “Setelah itu,” Reval melanjutkan dengan suara tenang, “barulah aku akan menganggapmu bagian dari keluargaku. Kau akan berdiri disisiku sebagai orang kepercayaanku.”

“Baik, Tuan.”

Reval tersenyum tipis. “Kau tahu apa yang kusukai darimu, Dhana?”

“Tidak tahu, Tuan.”

“Kau tidak pernah mengatakan tidak.”

Reval berbalik dan kembali menghadap jendela. “Pergilah. Jenara pasti sedang menunggumu sekarang.”

“Baik, Tuan! Saya pamit undur diri sekarang.”

Dhana berbalik, langkahnya tetap tenang saat meninggalkan ruangan. Namun begitu pintu tertutup di belakangnya, pikirannya bergerak jauh lebih cepat. Selama empat tahun ia menyusup ke Black Gold. Malam ini ia akhirnya mendapatkan apa yang selama ini dicari para atasannya. Markas utama, lingkaran dalam, informasi dan bahkan kepercayaan Reval.

Akan tetapi, ternyata harga untuk masuk lebih dalam bukan sekadar kesetiaan. Reval menginginkan seorang anak. Dan Dhana tahu, begitu Jenara benar-benar mengandung darahnya, tidak ada lagi jalan untuk berpura-pura bahwa semua ini hanya sebuah penyamaran.

Karena anak itu akan menjadi bukti hidup bahwa Dhana telah berhasil menembus pertahanan Reval. Sekaligus bukti yang mungkin suatu hari nanti menghancurkan seluruh penyamarannya. Dan mungkin Jenara dan anak itu akan menjadi titik kelemahannya di masa depan.

“Aku benar-benar menemukan pusat kekuasaan mereka. Namun, ini saja belum cukup! Aku harus mendapatkan lebih banyak informasi lagi untuk menghancurkan Reval dan kekuasaannya tanpa tersisa.” gumam Dhana.

Dhana berhenti beberapa detik di lorong. Baru saja ia menerima tugas baru langsung dari Reval, Ketua Klan Black Gold, pria yang namanya hampir tidak pernah disebut dengan suara keras oleh siapa pun di negeri ini. Bagi anggota Black Gold, perintah Reval bukan sekadar tugas. Itu adalah hukum.

Namun bagi Dhana, pertemuan barusan menyisakan sesuatu yang lebih berat. Ia harus menjaga penyamarannya. Tidak boleh ada satu pun yang tahu bahwa dirinya bukan sekadar anggota Black Gold. Tidak boleh ada yang tahu bahwa di balik identitasnya sebagai salah satu orang kepercayaan Reval, ia sebenarnya adalah seorang jenderal yang sedang menjalankan penyamaran paling berbahaya dalam hidupnya.

“Dhana?”

Suara itu membuat langkahnya terhenti. Ia menoleh, dimana empat orang berdiri tidak jauh darinya. Sejenak, Dhana hanya diam menatap mereka. Fikri, Reno, Bian dan Argan. Empat wajah yang sudah beberapa hari ini tidak ia lihat secara langsung.

Keempatnya adalah orang-orang yang dahulu masuk ke Black Gold bersamanya. Mereka pernah berlatih bersama, tidur di tempat yang sama, menjalankan tugas-tugas kecil bersama, bahkan beberapa kali nyaris mati bersama. Dan sekarang mereka berdiri di hadapannya sebagai orang-orang kepercayaan Reval.

Fikri menjadi salah satu tangan penting dalam distribusi obat terlarang Black Gold. Reno mengurus transaksi ilegal. Sementara Bian dan Argan dipercaya menangani transaksi senjata. Yang paling membuat Dhana lega sekaligus waspada adalah satu hal. Mereka tidak tahu siapa dirinya sebenarnya.

“Gila,” Reno langsung menghampiri dan menepuk bahunya. “Jadi benar kamu masih hidup!”

Dhana tertawa kecil. “Bukankah kalian juga?”

“Bedanya, kami tahu kau menjalankan tugas khusus dari Tuan Reval entah ke mana,” sahut Bian. “Tiba-tiba muncul di markas utama dan keluar dari ruangan Tuan Reval.”

Argan menyilangkan tangan. “Lebih aneh lagi, kau keluar dari sana dengan wajah setenang itu.”

“Harusnya aku menangis?”

“Kalau kau masih punya kesempatan, menangislah sekarang,” jawab Argan datar.

Bersambung….

1
InaraAp 09
Lanjut Thor semakin seru ceritanya
InaraAp 09
bagus dhana
InaraAp 09
hati2 dhana, jangan sampai kebongkat
InaraAp 09
lanjut thor
InaraAp 09
jujur pengin nampol Elena dan anaknya
InaraAp 09
gak bisa bayangkan di posisi jenara
InaraAp 09
benar dhana harus tepati janjimu
InaraAp 09
Jadi dhana pasti serba bingung🤔
Sri Yatun
apa sudah tau ke 4 orang itu tentang penyamaran dhana
Fahmi Ardiansyah
iya mungkin jenara gak ada yang bisa di katakan LG.krn dhanagak mau bekerja sama dgn dirinya.
Fahmi Ardiansyah
semoga Reval gak berbuat curang sama dhana.
Fahmi Ardiansyah
setelah tau markasnya kmu harus menyusun rencana sebaik mungkin dhana.biar Reval hancur sampai akarnya.
InaraAp 09
besok up yang banyak kak
InaraAp 09
pantas saja
InaraAp 09
semakin penasaran
InaraAp 09
semakin seru....
InaraAp 09
🤔
InaraAp 09
berharap beneran padahal
InaraAp 09
semangat lanjut up... seruuu
InaraAp 09
up lagi dong kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!