Indonesia
NovelToon NovelToon
TAWANAN MUSUHKU

TAWANAN MUSUHKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi / Idola sekolah
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Zaara 26

ZONA DEWASA‼️
Luna seorang mahasiswa yang berkuliah di universitas elite di ibukota menyembunyikan identitasnya yang seorang putri tunggal dari pengusaha yang diambang kebangkrutan, dia pun melarikan diri dari rumahnya karna hendak di jodohkan.
Di kampusnya ia jatuh cinta dengan Adrian Xander Mahasiswa terpopuler di universitas Legacy.
Namun secara tidak sengaja Luna mengalami sebuah peristiwa yang membuatnya terikat dengan Moreno Xander yang juga merupakan saudara tiri Adrian
Apa yang akan terjadi pada kehidupan Luna setelah dia dihadapkan dengan dua Xander bersaudara???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zaara 26, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

​Moreno melepaskan jaket kulit hitamnya secara kasual lalu melemparkannya asal ke sandaran kursi. Ia menghempaskan tubuhnya yang tinggi tegap ke atas sofa kulit hitam, menyandarkan punggungnya dengan penuh dominasi.

​Sementara itu, Luna masih berdiri kaku tak jauh dari sana. Perasaannya campur aduk. Ia masih belum bisa mencerna kenyataan pahit bahwa hidupnya malam ini harus terdampar di apartemen asing milik cowok paling arogan dan mematikan di kampus—seseorang yang bahkan tidak pernah akur dengannya.

​Melihat Luna yang hanya mematung bak patung bernapas, Moreno melambaikan tangannya santai.

​"Sini lo," panggil Moreno dingin.

​Meski dengan langkah yang teramat berat dan terpaksa, Luna akhirnya melangkah mendekat dan berhenti tepat di depan tempat Moreno duduk.

​Moreno menyandarkan sikutnya pada lutut, menatap Luna dari ujung kaki hingga ujung kepala dengan seksama. Tatapan mata tajam berwarna abu-abu itu seolah sanggup menembus pertahanan Luna.

​"Ternyata kalau didandanin gini... lo cantik juga ya," ujar Moreno santai, menyunggingkan senyum miring.

​Bukannya merasa terbang melayang atau gede rasa, pujian dingin itu justru membuat bulu kuduk Luna berdiri seketika. Sensasi merinding merayapi seluruh tengkuknya.

​"lo harus ingat," lanjut Moreno seraya menegakkan tubuhnya kembali.

"Mulai detik ini lo milik gue. Dan pemilik barang punya hak penuh buat ngatur barangnya. Lo harus patuh sama semua perintah gue tanpa bantahan."

​Luna menelan ludahnya yang terasa kaku. Dengan keberanian tersisa, ia memberanikan diri bertanya, "T-terus... apa yang harus gue lakuin selama gue tinggal di sini?

​Moreno bersedekap dada, menatap Luna dengan raut wajah tanpa dosa.

​"Simpel. Tugas lo di sini adalah melayani gue," sahut Moreno santai. "Mulai dari bersihin seluruh apartemen ini tiap hari, nyuci semua baju gue, dan masak buat gue."

​Luna mendadak melongo. Matanya membelalak lebar, mematung di tempat.

​"Bangke! Bule sialan!" batin Luna menjerit dan mengumpat habis-habisan di dalam hati.

"Bilang aja dari tadi kalau gue cuma mau dijadiin babu gratisan lo! Pake sok-sokan bilang 'membeli' segala, dasar bule sarap!"

Meskipun hatinya menggerutu setengah mati, sejujurnya ada rasa lega yang amat besar menyelusup di dada Luna. Setidaknya, bayangan mengerikan yang sempat menari-nari di kepalanya tidak langsung terjadi malam ini.

Menjadi "babu" apartemen bukanlah masalah besar baginya—ia sudah terbiasa mandiri selama melarikan diri dari rumahnya.

​Dengan raut wajah yang mendadak percaya diri, Luna berkacak pinggang tipis.

​"Oh... oke. Cuma jadi babu doang, kan?" cetus Luna dengan nada suara yang sengaja dibuat santai.

"Gampang. Bersihin apartemen, nyuci, masak, beres. Gue bisa lakuin itu semua."

​Namun, napas lega Luna seketika tertahan di tenggorokan. Moreno yang mendengarnya bukannya kesal, justru menyunggingkan senyuman licik dari bibirnya. Lirikan matanya yang penuh arti membuat firasat Luna mendadak berubah sangat buruk.

​"Tapi...bukan cuma itu!" Moreno menggantung kalimatnya, mempermainkan detak jantung Luna.

​"Ta-tapi apa lagi?!" Luna bertanya ragu, kegelisahan kembali menguasai suaranya. "Apalagi yang lo mau?!"

​Moreno menegakkan posisi duduknya, menatap Luna lurus-lurus dengan tatapan intens yang mengunci seluruh pergerakannya.

​"Kewajiban lo di sini bukan cuma ngurusin rumah, Luna," ujar Moreno dingin dengan intonasi rendah yang sarat ancaman.

"Tugas utama lo adalah.... memuaskan gue."

​DEG!

​Jantung Luna serasa berhenti berdetak seketika. Seluruh darah di tubuhnya mendadak berdesir hebat. Senyum percaya dirinya luntur tanpa sisa. Untuk memastikan nasib tragis yang mungkin sedang menunggunya, Luna memberanikan diri bertanya dengan bibir gemetar.

​"M-maksud lo apa?!" suara Luna meninggi, panik. "Memuaskan dalam hal apa?! Jangan bikin gue mikir yang aneh-aneh ya, Moreno!"

​Moreno mendengus malas, memutar bola matanya seolah pertanyaan Luna adalah hal paling konyol yang pernah ia dengar.

Ia bangkit dari sofa, melangkah perlahan menghampiri Luna hingga bayangan tubuh tingginya menutupi sosok gadis itu sepenuhnya.

​"Gak usah pura-pura bego, Luna," desis Moreno tepat di depan wajah Luna, membuat gadis itu refleks mundur satu langkah.

"Lo bukan anak kecil lagi yang gak tahu maksud kata-kata gue. Lo pikir Papa lo menjual lo ke gue cuma buat jadi babu? Don't be so naive."

​Moreno mengikis jarak, menundukkan kepalanya hingga hembusan napas hangatnya menyentuh kulit leher Luna.

​"Segala hal yang gue butuhin di apartemen ini... fisik lo, perhatian lo, dan kepatuhan lo... semuanya adalah hak gue," bisik Moreno penuh penekanan. "Jadi, persiapin diri lo."

Luna berdiri mematung bak orang terserang strok ringan. Otaknya seolah mati rasa, memproses kalimat ancaman Moreno yang baru saja menghantam seluruh kesadarannya.

​"Woy. Kesurupan lo?" suara berat Moreno mendadak memecah lamunan Luna.

"Ambilin gue air minum. Cepet."

​Seketika Luna tersadar. Tanpa banyak kata, ia melesat pergi menuju area dapur secepat kilat, berusaha menjauhkan diri dari jangkauan pria itu walau hanya sebentar.

​Sementara itu, Moreno kembali menyandarkan punggungnya di sofa kulit, menatap langit-langit penthouse-nya yang megah. Sudut bibirnya terangkat tipis, bergumam puas di dalam hati,

"Asik juga ternyata punya babu pribadi... apalagi babunya se-menggemaskan ini."

​Tak butuh waktu lama, Luna kembali dari dapur membawa segelas air putih. Ia menyodorkannya pada Moreno dengan tangan yang masih sedikit gemetar. Moreno menerima gelas itu, meneguknya hingga tersisa separuh, lalu meletakkannya di atas meja.

​Begitu selesai minum, matanya kembali menghujam lurus ke arah Luna. Lirikan tajam dan pekat itu membuat Luna mendadak serba salah dan salah tingkah.

​"Sini," perintah Moreno mendadak, menepuk paha kokohnya sendiri. "Duduk di pangkuan gue."

​DEG!

​Mata Luna membelalak seketika. "M-mau ngapain?!" pekiknya panik.

​"Nggak usah banyak tanya," potong Moreno dingin dan tak mau dibantah. "Gue bilang duduk, ya duduk. Jangan bikin gue hilang kesabaran."

​Luna menelan ludahnya yang terasa kaku. Dengan langkah sepelan kura-kura, ia mendekati Moreno. Tubuhnya terasa panas dingin, jantungnya berdegup kencang bagai maraton. Ini adalah kali pertama dalam hidupnya ia berada dalam posisi sedemikian intim dengan seorang pria.

​Dengan gerakan kaku, Luna mendudukkan dirinya di atas pangkuan Moreno.

​Sebelum Luna sempat memproses rasa canggungnya, tangan kekar Moreno langsung melingkar erat di pinggang mulus Luna.

Hawa hangat dari telapak tangan Moreno menembus gaun tipisnya, membuat bulu kuduk Luna berdiri seketika. Rasa merinding hebat menjalar dari tengkuk hingga ke ujung kakinya.

​Moreno menatap bibir Luna yang merona, lalu menatap matanya dalam-dalam.

​"Cium gue," bisik Moreno rendah namun penuh penekanan.

​Bola mata Luna membelalak sempurna. "N-nggak mau! Moreno, ini keterlaluan—"

​"Luna," potong Moreno seraya makin mempererat cengkeraman tangannya di pinggang Luna, menarik tubuh gadis itu hingga tak berjarak. Suaranya berubah makin dingin, tegas, dan sarat akan dominasi yang mutlak.

"Gue nggak minta penolakan. Cium gue... sekarang."

1
piercing
novel stuck with you up tidak? kalau up lanjut aku mau baca
Meow: Halo kak terima kasih atas atensinya novel stuck with you akan update 1-2 hari lagi 🙏
total 1 replies
piercing
masih ori ga lu ren? 🐊
piercing
jangan kasih ampun! plok2 segera🌚🌚🌚
piercing
cie 🐊
piercing
semangat ya.. harus sampai ending☻️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!