Indonesia
NovelToon NovelToon
Sistem Dewa Hoki : Aku Bukan Pembawa Sial

Sistem Dewa Hoki : Aku Bukan Pembawa Sial

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Sistem
Popularitas:10.3k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Selama bertahun-tahun, Akbar dicap sebagai pembawa sial oleh seluruh warga kampung, bahkan disalahkan atas kecelakaan tragis yang merenggut nyawa kedua orang tuanya. Kelelahan dengan hidup yang penuh penderitaan dan cemoohan, Akbar memutuskan untuk mengakhiri segalanya dengan melompat dari atas jembatan. Namun, tepat sebelum tubuhnya jatuh, sebuah layar hologram mendadak muncul dan memberinya "Sistem Dewa Hoki". Kini, berbekal keberuntungan absolut dari sistem tersebut, Akbar siap membalikkan keadaan, membungkam mulut orang-orang yang merendahkannya, dan membongkar rahasia kelam di balik kematian orang tuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Siska menarik nafas panjang dan menatap Akbar dengan sorot mata penuh rasa bersalah.

"Mas Akbar, saya benar-benar minta maaf, sepertinya pengiriman lima truk besok pagi harus saya batalkan."

Risa langsung tersedak es jeruknya mendengar kabar pembatalan sepihak tersebut.

"Dibatalkan bagaimana Mbak? Tadi siang kan kalian sudah sepakat mau jadi mitra utama kita," protes Risa tidak terima.

"Ini bukan keputusan saya Risa, tapi ini perintah langsung dari manajer."

Siska memajukan tubuhnya dan berbicara dengan suara yang sengaja dipelankan agar tidak didengar orang lain.

"Mas Akbar, perputaran harga murah di toko Anda rupanya memancing kemarahan penguasa ritel kabupaten Pekalongan."

"Namanya Bos Tony, dia punya puluhan swalayan besar yang menguasai seluruh kecamatan di wilayah ini."

Akbar hanya mengangguk pelan tanpa ada raut panik sedikit pun di wajahnya.

"Jadi si Bos Tony ini merasa tersaingi dan mengancam pabrik kalian agar tidak mengirim barang ke tokoku?" tebak Akbar tepat sasaran.

"Benar Mas Akbar, Bos Tony adalah klien VVIP pabrik kami, kalau dia memutus kontrak, kerugian pabrik bisa puluhan miliar setahun," jelas Siska jujur.

"Saya mohon maaf Mas, tapi melawan jaringan mafia bisnis sebesar Bos Tony adalah tindakan bunuh diri untuk toko baru."

Akbar mengambil selembar tisu dan mengelap mulutnya dengan sangat pelan dan elegan.

Dia tidak marah pada Siska karena dia sadar gadis ini hanya bawahan yang mengikuti perintah atasannya.

Tapi tindakan Bos Tony ini benar-benar telah menyentuh batas kesabaran Akbar sebagai tuan rumah sistem dewa hoki.

Juragan Haris kelas desa sudah dia hancurkan, sekarang muncul lagi penguasa kelas kabupaten yang berani mencari masalah.

"Mbak Siska, kalau aku berhasil membuat Bos Tony itu bertekuk lutut dan perusahaannya bangkrut, apakah pabrikmu mau mengirim barang lagi ke mari?" tanya Akbar tiba-tiba.

Siska terbelalak kaget mendengar pertanyaan luar biasa berani dan sombong dari pemuda sembilan belas tahun ini.

"Mas Akbar, Anda jangan bercanda, Bos Tony itu punya ratusan preman bayaran dan koneksi orang dalam di pemerintahan kabupaten lho."

"Saya tidak sedang bercanda Mbak Siska, saya tanya sekali lagi, apakah kalian akan kembali menyuplai tokoku kalau bos mafia itu hancur?"

Melihat keseriusan di mata Akbar, Siska akhirnya mengangguk pelan tanpa sadar.

"Tentu saja Mas, kalau Bos Tony hancur, tidak ada lagi yang melarang pabrik kami mengirim barang ke desa ini."

"Bahkan bos saya di Jakarta pasti akan langsung menjadikan Mas Akbar sebagai klien VVIP pengganti."

Akbar tersenyum sangat puas mendengar jawaban yang dia inginkan.

"Bagus, kalau begitu Mbak Siska tunggu saja kabar baiknya paling lambat besok sore."

"Silakan Mbak Siska kembali ke hotel dan istirahat yang nyenyak malam ini."

Siska hanya bisa mengangguk pasrah dan pamit undur diri menuju mobil sedannya.

Di dalam hatinya, Siska merasa pemuda ini sangat arogan, tapi ada sisi karismatik yang membuatnya ingin melihat Akbar menang.

Setelah Siska pergi, Risa langsung menggenggam tangan Akbar di atas meja dengan raut wajah sangat cemas.

"Bar, kamu beneran mau melawan penguasa kabupaten? Ini bukan Juragan Haris lagi lho Bar, ini orang kota yang berbahaya," bisik Risa ketakutan.

Akbar membalas genggaman tangan Risa dengan lembut untuk menyalurkan rasa aman.

"Mbak Risa tidak perlu takut, tugasku memang menghancurkan batu kerikil yang menghalangi jalan bisnis kita."

"Besok toko kita tutup saja dulu satu hari dengan alasan sedang perbaikan stok barang di gudang."

"Aku akan pergi ke kota besok pagi untuk menyelesaikan urusan dengan Bos Tony ini secara pribadi."

Risa menatap mata Akbar dalam-dalam dan akhirnya mengangguk pasrah karena dia tahu tidak bisa menghentikan tekad pemuda ini.

"Kamu hati-hati ya Bar, kalau ada apa-apa langsung telepon polisi saja jangan nekat sendirian."

"Siap manajerku yang cantik, ayo kita pulang sekarang, angin malamnya sudah makin dingin," canda Akbar mencairkan suasana tegang.

Mereka berdua akhirnya pulang meninggalkan warung sate tersebut menuju rumah masing-masing.

Sesampainya di kamar kontrakan, Akbar langsung mengunci pintu dan duduk bersila di atas kasur.

Wajah santainya kini berubah menjadi sangat serius dan dingin menahan amarah.

"Sistem, sepertinya kita punya target operasi baru untuk dihancurkan besok pagi," ucap Akbar di dalam hati.

Ding.

Layar biru holografik langsung menyala terang merespons panggilan tuannya.

[Sistem telah mendeteksi adanya blokade bisnis tingkat menengah dari entitas bernama Bos Tony.]

[Misi Utama Baru Terbuka: Runtuhkan Kekaisaran Ritel Bos Tony dan Kuasai Jalur Distribusi Kabupaten.]

[Hadiah Penyelesaian Misi: 300 Poin Hoki dan Peningkatan Level Mata Hoki ke Level 3.]

Mata Akbar langsung berbinar tajam membaca hadiah peningkatan level untuk skill andalannya tersebut.

Mata Hoki Level 2 saja sudah bisa melihat statistik kesialan dan rahasia musuh secara detail.

Dia tidak bisa membayangkan seberapa gila kemampuan Mata Hoki Level 3 nanti jika dia berhasil menyelesaikan misi ini.

"Sistem, aku saat ini punya enam puluh poin hoki, apakah ada barang di toko kelas perak yang bisa kugunakan untuk menyerang markas Bos Tony besok?"

[Sistem sedang memindai katalog Toko Kelas Perak sesuai dengan saldo Tuan saat ini.]

[Ditemukan satu Item Gaib yang sangat cocok untuk misi sabotase senilai 50 Poin Hoki.]

"Bagus, sebutkan nama dan fungsi barang itu sekarang," perintah Akbar antusias.

[Tikus Pengerat Dokumen Gaib. Harga: 50 Poin Hoki.]

[Fungsi: Memunculkan seekor tikus bayangan yang bisa menembus brankas besi atau laci terkunci mana pun.]

[Efek: Tikus ini akan mencuri dokumen paling rahasia atau bukti kejahatan milik target dan membawanya langsung ke tangan Host.]

[Durasi: Tikus akan menghilang setelah satu dokumen berhasil dicuri.]

Akbar tertawa lepas membaca deskripsi item pencuri ulung yang sangat curang tersebut.

"Beli tikus gaib itu sekarang juga sistem, ini senjata yang jauh lebih mematikan dari pistol peluru tajam."

[Transaksi berhasil. 50 Poin Hoki telah dipotong. Saldo Poin Hoki Tuan tersisa 10 Poin.]

[Item Tikus Pengerat Dokumen Gaib telah masuk ke dalam inventaris Tuan.]

Akbar merebahkan tubuhnya di atas kasur dengan senyum iblis yang terus terukir di wajahnya.

Bos Tony mungkin berpikir kalau dia bisa mematikan bisnis toko desa hanya dengan satu panggilan telepon ancaman.

Namun mafia kota itu tidak sadar kalau dia baru saja membangunkan seekor naga yang sedang tertidur lelap.

Besok pagi, Akbar akan mendatangi langsung markas besar bos ritel itu di pusat kota.

Dia tidak akan menggunakan kekerasan fisik, melainkan akan menghancurkan nyawa bisnis lawannya dari dalam menggunakan dokumen rahasia mereka sendiri.

Pertarungan bisnis kelas kakap akan segera dimulai dan Akbar sudah memegang kartu joker mutlak di tangannya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!