Indonesia
NovelToon NovelToon
SANCTUARY DI PERKARANG RUMAH

SANCTUARY DI PERKARANG RUMAH

Status: tamat
Genre:Fantasi Isekai / Reinkarnasi / Sistem / Tamat
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: AME author

Terlahir kembali sebagai NPC ber-skill ampas [Fortify], Raka—yang kini bernama Kayy—hanya ingin hidup tenang dan memanjakan istrinya, Alya.
Siapa sangka, kebiasaannya merawat gubuk jutaan kali malah mengubah rumah dan pekarangannya menjadi [Sanctuary Domain]—zona perlindungan mutlak terkuat di dunia yang membalatkan semua sihir pemusnah, sementara sayur kebunnya sanggup menyembuhkan luka fatal secara instan.
Kini, di saat dunia terancam hancur oleh Raja Iblis, para Pahlawan malah mengantre dan berlutut di pagar rumahnya demi meminta bantuan. Namun bagi Kayy, tak ada urusan dunia yang lebih penting daripada menyeduh teh sore bersama Alya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AME author, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PELAJARAN SIHIR

Pagi yang cerah menaungi rumah kayu dua lantai di kedalaman Hutan Kelam. Dari balkon lantai dua, sayup-sayup terdengar suara tawa kecil yang diiringi pendar cahaya emas berbau harum bunga mawar suci.

Alya sedang duduk di kursi kayu melingkar, memperhatikan putri kecilnya yang berlutut di atas karpet wol. Elena memejamkan mata dengan raut wajah yang sangat serius, membuat kening mungilnya berkerut menggemaskan.

"Ingat kata Ibu ya, Elena..." bisik Alya lembut seraya mengusap punggung putri kecilnya. "Sihir pemulihan bukan soal seberapa besar mana yang kamu keluarkan, tapi seberapa tulus keinginanmu untuk menyembuhkan."

Elena mengangguk pelan. "Keinginan tulus..." cicitnya.

Ia mengangkat kedua tangan mungilnya ke atas sekuntum bunga lavender yang daunnya agak layu di dalam pot. Dari jemari Elena, memancar pendar sihir suci murni—bakat alami keturunan Saintess.

BZZZZT!

Namun, karena darah Kayy juga mengalir kuat di dalam dirinya, alih-alih hanya menyembuhkan daun yang layu, energi pemulihan milik Elena justru meletus pelan dalam bentuk pendar kelinci-kelinci cahaya kecil yang melompat-lompat di udara!

"Wahhh! Kelinci cahaya!" seru Elena gembira, lupa pada konsentrasinya. Kelinci sihir itu berhamburan mengitari balkon, membuat tanaman lavender tersebut tidak hanya sembuh, tapi mekar sepuluh kali lebih besar hingga pot kayunya retak.

Alya menepuk jidatnya pelan seraya terkekeh hangat. "Duh, anak Ibu... niatnya menyembuhkan daun, tapi malah memunculkan kelinci sihir."

"Ibu! Elena mau tunjukkan ke Ayah!" seru Elena bersemangat.

Anak perempuan berusia lima tahun itu langsung berdiri, berlari menaiki tangga melingkar menuju lantai bawah, diikuti oleh Alya dari belakang.

Di pekarangan luar, Kayy sedang berlutut di samping petak tanah Celestial Soil. Pria bercelemek itu memegang cangkul kayu, fokus menanam bibit wortel emas baru untuk stok musim depan. Shiro—serigala es raksasa setinggi tiga meter—sedang berbaring santai di dekatnya, membiarkan ekornya dijadikan tempat bersandar oleh Kayy.

"Ayah!" panggil Elena nyaring seraya berlari menyeberangi rumput pekarangan.

Kayy mendongak, menyunggingkan senyuman paling hangat saat melihat putri kecilnya mendekat. "Ada apa, Elena? Sudah selesai belajar sihirnya bersama Ibu?"

"Sudah! Elena sudah bisa sihir pemulihan!" kata Elena bangga. Tanpa peringatan, Elena berlutut di samping petak wortel yang baru saja ditanam Kayy. "Lihat ini, Ayah! Elena sembuhkan tanahnya!"

Elena meletakkan kedua telapak tangan mungilnya ke atas tanah pekarangan, lalu menyalurkan sihir suci pemulihan yang baru diajarkan Alya.

"Eh, Elena, tunggu—" Kayy mencoba mencegah, tapi sudah terlambat.

Sihir pemulihan suci milik Elena menyatu dengan nutrisi mutlak dari tanah Celestial Soil buatan Kayy. Efek dari perpaduan dua energi abadi ini menghasilkan reaksi berantai yang amat dahsyat.

CRACK! WUUUSHH!

Tanah pekarangan bergetar halus. Bibit wortel yang baru saja ditanam Kayy mendadak tumbuh menembus tanah dengan kecepatan ekstrem. Dalam waktu lima detik, sebuah wortel raksasa berwarna emas murni melejit keluar dari tanah, tumbuh setinggi dua meter—hampir menyamai tinggi Shiro!

Kayy membeku dengan cangkul masih menggantung di udara. Ia menatap wortel setinggi rumah itu, lalu menatap Elena yang sedang bertepuk tangan gembira.

"Yayy! Wortelnya jadi besar sekali! Shiro pasti kenyang!" seru Elena melompat-lompat polos.

Shiro yang berada di samping mereka membelalakkan mata merahnya. Serigala A-Rank itu menggeleng pelan, berpura-pura tidak melihat wortel raksasa tersebut karena takut disuruh menghhabiskannya.

Kayy menarik napas panjang, mengusap wajahnya yang mendadak lelah. "Elena, Sayang... Sihir pemulihanmu hebat sekali. Tapi kalau wortelnya sebesar ini, Ayah memotongnya pakai apa..."

Alya yang baru berjalan mendekat hanya bisa menutup mulutnya, menahan tawa melihat tingkah polos putri mereka dan ekspresi pasrah Kayy.

Namun, di tengah suasana hangat dan kocak keluarga kecil itu, mata Kayy mendadak berkedip tajam.

BZZZZT.

Indra INT MAX dan perisai rahasianya—[Sanctuary Domain]—menangkap getaran aura asing yang merayap masuk ke perbatasan segel Hutan Kelam.

Arahnya bukan dari Kerajaan, melainkan dari jalur rahasia pegunungan selatan.

Di batas luar Hutan Kelam, tiga sosok berjubah hitam berpelindung zirah tipis sedang melompat dari satu dahan pohon ke dahan lainnya dengan kecepatan tinggi. Mereka adalah Shadow Guild—sindikat tentara bayaran dan pencuri elit paling ditakuti di benua bawah tanah.

Pria bermata satu yang memimpin kelompok itu menghentikan langkahnya di atas dahan pohon pinus tua.

"Ketua, apa kita yakin 'Sayur Ajaib' yang membuat geger Pasar Oaktree berasal dari hutan terlarang ini?" bisik salah satu penyusup seraya memegang belati beracunnya.

"Jangan banyak bicara," geram sang Ketua Shadow Guild. "Klien kita dari pasar gelap berani membayar sepuluh ribu koin emas hanya untuk mengambil bibit tanaman ajaib itu. Hutan Kelam ini cuma berisi monster-monster bodoh. Kita masuk, curi bibitnya, dan keluar sebelum ada yang menyadari."

Ketiga pencuri tingkat tinggi itu menyeringai penuh percaya diri. Mereka mulai mengaktifkan sihir penghilang jejak (Stealth Magic) tingkat tinggi dan merayap menuju koordinat gubuk yang dilaporkan.

Di pekarangan rumah dua lantai, Kayy menghentikan gerakan cangkulnya. Ia berdiri santai seraya menepuk-nepuk debu di celemeknya.

"Ada apa, Kayy?" tanya Alya yang menyadari perubahan intonasi suaminya.

"Tidak ada apa-apa, Alya," jawab Kayy dengan senyum tenang. "Cuma ada tiga ekor 'tikus pencuri' yang tersesat masuk ke pekarangan kita."

Kayy menoleh menatap Shiro yang sedang berbaring di tanah. "Shiro, ada tamu di perbatasan barat. Kamu mau olahraga sebentar?"

Mendengar perintah itu, mata merah Shiro langsung menyala tajam. Serigala es raksasa itu berdiri tegap, mengibaskan ekornya dengan pendar aura dingin yang memancar kuat.

"Shiro ikut main ya?" tanya Elena polos, mendongak menatap serigala kesayangannya.

Kayy tertawa pelan, mengusap kepala Elena. "Iya, Shiro cuma mau menyambut tamu baru. Ayo kita siapkan teh hangat di teras."

Di balik kegelapan Hutan Kelam, ketiga penyusup elit dari Shadow Guild sama sekali tidak menyadari bahwa benteng kayu dua lantai yang ingin mereka susupi bukanlah tempat tinggal manusia biasa—melainkan wilayah kekuasaan mutlak dari seorang pemilik status MAX dan peliharaan serigala es raksasanya yang sedang lapar.

1
Eka P
v
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!