Indonesia
NovelToon NovelToon
Kontrak Naga

Kontrak Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Akademi Sihir / Epik Petualangan
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: aisy hilyah

Seorang gadis tanpa bakat.
Menjadi aib bagi sebuah keluarga sihir api yang berkuasa.
Sebuah pengkhianatan yang menjatuhkannya ke jurang maut.

Tapi di kegelapan jurang, takdir memilihnya.
Kontrak dengan naga kuno mengubahnya menjadi wadah dari seluruh elemen.

Dari sampah keluarga ... menjadi ancaman bagi dunia.
Dari yang dibuang ... menjadi yang ditakuti.

Ini kisah tentang kebangkitan.
Ini kisah tentang KONTRAK NAGA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aisy hilyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

2 Kontrak Dengan Yang Terlupakan

Swoosh!

Tubuh Aurelia melayang di dalam pusaran angin di gua tergelap di seluruh kota Ignis.

Bugh!

Tubuh kecil itu menghantam daratan setelah pusaran angin menyebar di dasar gua.

Ugh!

"Sakit. Gelap sekali. Aku tidak bisa melihat apapun di sini," gumamnya dengan suara yang lemah.

Ia terbaring di atas tanah, menghadap langit yang hitam. Seluruh tubuhnya terasa remuk, sakit tak tertahankan. Darah merembes dari kepalanya yang membentur tanah gua yang keras dan kering. Gua yang tandus.

Ia membuka mata, tapi percuma. Hanya ada kegelapan di sekeliling tempat itu. Dengan sisa napas yang ia miliki, berharap akan ada keajaiban yang menolongnya. Aurelia mengernyit, tapi tak dapat melakukan apapun. Bahkan, untuk menggerakkan tangan saja ia tidak bertenaga.

"Apakah aku akan mati di sini ... lagi? Jadi, aku hidup hanya untuk mati?" Ia bergumam lagi, nyaris seperti bisikan angin.

Tak ada yang tahu apa yang ada di dalam gua itu. Binatang buas, binatang melata, monster sihir, atau iblis penghuni jurang seperti di film-film yang sering dia tonton.

"Tuhan, tidakkah kau merasa kasihan terhadapku?"

Air matanya menetes, bercampur dengan darah yang mengenang di atas tanah gua yang hitam. Ia terpejam, berpasrah diri pada kemungkinan yang akan terjadi.

Darah Aurelia terus mengalir, ke tempat tergelap di dasar jurang tersebut. Mengusik entitas yang sudah lama dilupakan. Darah itu terlalu murni, bersih, dan tak bernoda. Sesosok makhluk yang sudah bersemayam di dalam sana selama ribuan tahun.

Sepasang mata berwarna emas, memancar di kegelapan. Menatap seonggok tubuh yang tergeletak di dasar jurang tanpa daya.

"Manusia! Beraninya kau mengotori tanahku dengan darah sampahmu itu?"

Suara itu menggema, seluruh tanah di dasar jurang bergetar. Suara itu menciptakan gempa kecil yang mengguncang jurang.

Aurelia membuka mata, ia melihat tanah gua yang hitam, langit di atasnya nampak retak. Lalu, matanya berputar, menatap sepasang mata emas yang memancar dari sudut paling gelap di gua itu.

Kemudian, seekor naga raksasa dengan sisik patah melayang dan mendarat di dekat tubuh Aurelia. Mata itu menatapnya tanpa berkedip.

Apakah dia akan memakanku?

Napas gadis itu berhenti, jantungnya pun ikut tidak berdetak. Ia takut? Tentu saja, tapi di dalam hati kecilnya dia mengharapkan keberuntungan.

ZHARVION.

Nama itu tiba-tiba muncul di kepalanya, dari ingatan tubuh yang ia tempati. Seekor naga kuno yang sudah tidak menampakkan diri selama ribuan tahun. Aurelia meneguk saliva, keringat di tubuhnya mengalir deras. Mata itu terlalu dekat, hembusan napasnya mengandung sihir kuno yang kuat.

Darah Aurelia menetes, menyentuh inti sihir di jurang gelap itu. Tanah kuno bergetar hebat. Lalu, cahaya ungu emas menyala dan memancar dari tubuhnya. Ia sendiri tidak mengerti, dari mana datangnya cahaya itu.

Zharvion semakin mendekat, mata emasnya semakin intens menatap. Dia berkata, "Kau begitu kosong. Lebih kosong dari semua manusia yang pernah kulihat selama ribuan tahun."

Aurelia tertegun, kemudian tertawa sumbang. Kata-kata itu sangat menyakitkan, tapi itu memang kenyataan. Tidak di dunia sebelumnya, atau di dunia yang sekarang, dia selalu kosong.

"Ya. Aku memang kosong. Bahkan, di dunia sebelumnya aku juga kosong. Hanya alat yang dimanfaatkan untuk kehidupan orang lain. Di dunia ini aku juga sampah. Terlahir tanpa sihir, menjadi aib keluarga. Bahkan, anak-anak lain di usia balita sudah mampu mengeluarkan sihir. Tapi, aku ... tidak ada yang menginginkan sampah sepertiku," jawab Aurelia sembari berpaling dari Zharvion.

" .... " Naga emas itu diam, Mata emasnya menyipit, menatap lebih dalam pada sosok lemah di depannya.

Sementara Aurelia sudah pasrah seandainya naga itu ingin melahap dirinya.

"Kosong? Atau ... wadah? Kita akan tahu setelah memeriksanya," ucap Zharvion mengusik telinga Aurelia.

Gadis itu menoleh, bingung dengan ucapan sang naga kuno. Wadah? Wadah apa yang dia maksud? Ia menatap sang naga yang dengan perasaan tak tentu.

Lalu, naga itu mengangkat kaki depan, dan cakarnya menembus dada Aurelia. Ia terpejam dan bersiap menjerit, tapi tidak ada rasa sakit. Matanya kembali terbuka saat merasakan sesuatu yang lain. Rasanya seperti ada air panas dan es yang bersamaan mengalir ke pembuluh darahnya.

Darah emas naga Zharvion dan darahnya melayang di udara, kemudian menyatu menjalin kontrak yang tak terduga. Aurelia membeku, menatap bola emas dan merah yang terbentuk dari darah mereka melayang di atasnya.

Naga itu tidak memakannya, tapi menjadi binatang sihir kontrak denganya.

Apakah sekarang, aku memiliki binatang sihir seperti Seraphina dan yang lainnya?

Ia bergumam, matanya masih terpatri pada gumpalan darah yang perlahan berubah warna. Lalu, meresap masuk ke dalam pikirannya. Aurelia memejamkan mata, merasakan sebuah kekuatan yang mengalir di seluruh pembuluh darahnya. Membuka sebuah titik yang terkunci, memberinya harapan baru.

"Apakah kau ingin membalas dendam?" tanya Zharvion mengusik telinga.

"Atau kau ingin hidup? Sungguh-sungguh hidup kali ini?" lanjutnya memberikan penawaran.

Aurelia membuka mata, ia mengingat lembur di kantor dengan tumpukan dokumen setiap malamnya. mengingat Seraphina dengan tatapan menjijikkan itu. Lalu, ia menatap Zharvion dengan tekad yang kuat dan penuh keyakinan.

"Aku ingin keduanya." Jawaban pasti tanpa harus berpikir panjang.

Ia ingin menjadi kuat, dan membuktikan pada dunia bahwa dia bukanlah sampah. Bukan aib yang memalukan.

Zharvion tersenyum, seringainya menunjukkan deretan gigi yang tajam. Aurelia mengangguk pasti. Lalu, Zharvion menyatukan dahinya kepada Aurelia. Angin menderu, cahaya ungu dan emas memancar dari tubuh mereka. Menyatu dalam gulungan angin yang menembus langit. Mengguncang tanah Ignis.

Bash!

Cahaya itu menembus langit, menyebabkan fenomena yang tidak biasa. Langit kota Ignis berubah gelap keunguan, kilatan petir ungu dan emas menjadi pemandangan menakjubkan di langit.

Semua penduduk berhamburan keluar untuk melihat fenomena langka itu. Termasuk Lord Ignis Veyra, ayah dari Aurelia dan keluarganya. Mereka menatap langit dari balkon istana, bersama sang penasehat kerajaan.

"Ada apa ini?"

"Sihir yang begitu kuat?"

"Ini sihir kuno yang sudah hilang sejak ribuan tahun lalu."

"Siapa yang membangkitkan kekuatan menyeramkan ini?"

Satu per satu ungkapan itu menggema, mengusik telinga raja. Banyak jenius di kita Ignis, tapi belum pernah ada yang membangunkan kekuatan seperti hari itu.

"Apa yang terjadi? Apa kau mengetahui sesuatu?" tanya Lord Ignis kepada penasehatnya.

"I-ini ... Yang Mulia, kekuatan ini telah menghilang sejak ribuan tahun lalu. Entah siapa yang membangkitkannya lagi. Tapi, jika kita bisa mendapatkan kekuatan itu, maka kerajaan kita akan menjadi kerajaan yang tak terkalahkan. Bahkan, jika kekuatan gelap menyerang," ucap penasehat kerajaan sesuai dengan yang dia ketahui.

Seraphina yang serakah ingin memburu kekuatan itu. Diam-diam merencanakan kepergiannya untuk mendapatkan kekuatan.

Jika aku bisa mendapatkan kekuatan itu, maka posisiku sebagai pewaris kerajaan ini tidak akan tergoyahkan.

1
beybi T.Halim
kok yaa kasihan,kan ada 4 kerajaan apakah tak ikut bertempur?? atau malah sdh mati semua🙈
Aisy Hilyah: nah itu, udah ngilang semua itu
total 1 replies
beybi T.Halim
ceritanya sungguh bagus,sepanjang episode nahan nafas terus,karakter eliya sang badai benar2 tangguh,kuat dan tentunya ada sisi melow nya ,dikelilingi pangeran tampan dari 4 kerajaan, tak sabar untuk episode berikutnya👍👍👍👍👍semangat
Aisy Hilyah: terimakasih banyak 😍😍
total 1 replies
beybi T.Halim
keren👍
Aisy Hilyah: terimakasih banyak
total 1 replies
Pena Quality
nice
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!