Ophelia Elizhabet de Ceolum adalah seorang biarawati cantik yang tinggal di Grand Temple of Olympus, kuil terbesar sekaligus pusat kekuasaan agama di Kekaisaran Celestia. Ia selalu mengenakan cadar putih untuk menyembunyikan wajahnya yang luar biasa indah, rambut pirang keemasan, dan mata biru jernih. Namun, Ophelia memiliki rahasia aneh: ia dapat melihat layar misterius berisi percakapan para dewa dan dewi. Awalnya ia mengira dirinya gila, sampai para dewa mulai berebut memberinya berkah. Ketika Saintess resmi terpilih dan konspirasi kuil dimulai, Ophelia perlahan menyadari bahwa dirinya adalah Saintess sejati. Sayangnya, para dewa ternyata jauh lebih merepotkan daripada manusia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fresh Tea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Adrian's Unexpected Question
Suasana dingin yang ditinggalkan oleh Grand Duke dari wilayah utara masih tersisa di sepanjang koridor pualam Grand Temple of Olympus. Udara yang mengembun tipis perlahan menghilang bersama langkah kaki Adrian Theodore Everhart yang makin menjauh. Namun, bagi Ophelia Elizhabet de Ceolum, rasa merinding yang menjalar di tengkuknya sama sekali belum surut.
Ia memeluk nampan kayu kosong di dadanya dengan erat. Kain cadar putih yang menutupi wajahnya bergerak pelan seiring napas leganya yang berembus panjang. Bagi orang lain, Adrian mungkin terlihat seperti sosok bangsawan tinggi yang sangat berwibawa, anggun, dan rupawan. Namun bagi Ophelia, pria itu tidak beda jauh dari bahaya berjalan yang dilengkapi radar pendeteksi kebohongan alami.
Sensivitas aura yang dimiliki sang Grand Duke terlalu tajam. Pertanyaan dan pengamatannya mengenai ketidakberadaan energi ilahi pada Seraphina—sang Saintess resmi terpilih—adalah bom waktu yang bisa meledakkan tatanan politik kuil kapan saja.
Ophelia melangkah pelan menuju lorong samping, berniat melarikan diri ke ruang penyimpanan guna mengembalikan nampan. Namun, sebelum ia sempat melangkah lebih dari lima pijakan, sesosok bayangan tinggi mendadak berbelok dari sudut koridor dan menghalangi jalannya.
Ophelia mendongak sedikit. Langkah kakinya serta-merta terhenti.
Adrian Theodore Everhart berdiri di sana. Pria itu tidak benar-benar pergi bersama pengawalnya.
"Yang Mulia?" cicit Ophelia, berusaha mempertahankan nada suara lembut khas seorang biarawati yang taat. "Bukankah Pendeta Tinggi Julian telah menunggu Anda di ruang dewan utama?"
"Aku meminta pengawal utamaku untuk menyampaikan bahwa aku akan terlambat lima menit," ujar Adrian datar. Sepasang mata biru es miliknya menatap lurus ke arah Ophelia tanpa berkedip. "Ada satu hal yang lupa aku tanyakan padamu, Biarawati."
Jantung Ophelia serasa merosot hingga ke telapak kaki. Sensasi dingin yang jauh lebih intens dari sebelumnya mendadak menyeruak di udara.
Di atas kepala mereka, layar полуtransparan berwarna keemasan kembali muncul secara mendadak, memancarkan sinyal peringatan berkedip-kedip.
╔══════════════════════════════════════════════════════════╗
[DIVINE OBSERVATION SYSTEM]
Target Observation: Ophelia Elizhabet de Ceolum
Divine Attention: CRITICAL
Alert: Unexpected Encounter!
Current Situation: Male Lead #3 Refuses to Leave!
Sanity Level: 42% (Dropping)
╚══════════════════════════════════════════════════════════╝
[GOD OF WAR: Pria ini sengaja membohongi pengawalnya sendiri demi kembali memojokkan Ophelia! Benar-benar licik! Ophelia, izinkan aku menjatuhkan petir kecil ke atas kepalanya!]
[GODDESS OF BEAUTY: Asterion, diamlah! Trik berpura-pura pergi lalu kembali lagi adalah strategi klasik yang sangat menawan! Lihat betapa tegas mata es itu menatapnya!]
[GODDESS OF LOVE: KINCLONG SEsekali! Plot twist macam apa ini?! Apakah ini awal dari skenario interogasi berbalut romansa?!]
[GOD OF KNOWLEDGE: Berdasarkan kalkulasi ekspresi wajah Adrian, probabilitas bahwa ia menanyakan hal terkait politik kuil adalah 87%, sedangkan probabilitas masalah pribadi adalah 13%.]
[GOD OF FORTUNE: Jika dia menunda rapat dengan Pendeta Tinggi, kuil bisa kehilangan potensi donasi wilayah utara sebesar 10.000 keping emas! Cepat suruh pria itu pergi!]
[UNKNOWN GOD: ...Be careful.]
Ophelia meratapi nasibnya dalam hati. Peringatan para dewa yang berkilat-kilat di depan matanya makin membuat matanya berkaca-kaca karena pusing. Ia meremas pinggiran nampan kayu lebih keras, mencoba menyalurkan rasa paniknya ke benda mati tersebut.
"Pertanyaan apa yang ingin Anda sampaikan kepada hamba yang hina ini, Yang Mulia?" tanya Ophelia setenang mungkin, meski jemarinya sedikit bergetar di bawah lipatan jubah putihnya.
Adrian mengambil satu langkah maju. Sepatu bot kulitnya menapak tanpa suara di atas lantai pualam. Jarak di antara mereka kini begitu dekat, hingga Ophelia bisa mencium aroma samar kayu cedar dan dinginnya salju abadi yang melekat pada pakaian sang Grand Duke.
Adrian memiringkan kepalanya sedikit, meneliti reaksi sekecil apa pun dari biarawati bercadar di depannya.
"Tiga tahun lalu," kata Adrian dengan intonasi rendah yang bergema halus di koridor yang sepi, "terjadi ledakan monster es tingkat tinggi di Lembah Boreal, batas terluar wilayah kekuasaanku. Seluruh pasukan utara terdesak, dan aku terluka parah oleh racun pembeku jiwa."
Ophelia tetap bergeming, meski dadanya berdetak kencang. Ia tahu kisah itu. Rumor mengenai pertarungan berdarah sang Grand Duke di Lembah Boreal sangat terkenal di seluruh kekaisaran.
"Saat aku berbaring di antara tumpukan salju dan hampir kehilangan kesadaran," lanjut Adrian, matanya terkunci pada sepasang mata biru jernih Ophelia yang mengintip dari celah kain cadar, "seorang healer misterius muncul. Orang itu mengenakan jubah putih polos tanpa lambang, menutup wajahnya rapat-rapat, dan menggunakan sihir penyembuhan yang belum pernah aku lihat sebelumnya."
Adrian jeda sejenak. Suasana koridor mendadak menjadi sangat hening, seolah-olah waktu sendiri ikut membeku.
"Sihir penyembuhan itu tidak hanya menetralkan racun pembeku jiwa dalam hitungan detik, tetapi juga meninggalkan aroma kelopak bunga lili yang sangat khas," sambung Adrian. Pria itu menyilangkan tangannya di dada, tatapannya makin tajam. "Aroma yang persis sama dengan yang tercium dari tubuhmu saat ini."
DEG!
Darah Ophelia seolah berhenti mengalir.
Memory masa lalu yang coba ia kubur dalam-dalam mendadak mencuat kembali. Tiga tahun lalu, saat ia secara tidak sengaja berkelana ke wilayah utara untuk mengumpulkan tanaman herbal langka, ia memang sempat menyelamatkan seorang ksatria yang tergeletak sekarat di tengah badai salju. Ia tidak tahu bahwa pria berdarah-darah yang wajahnya tertutup es waktu itu adalah Grand Duke dari Utara!
╔══════════════════════════════════════════════════════════╗
[DIVINE OBSERVATION SYSTEM]
SECRET REVEALED: Boreal Valley Incident (3 Years Ago)
Target Memory Matched: 100%
Panic Level: EXTREME
╚══════════════════════════════════════════════════════════╝
[GOD OF WAR: APA?! JADI OPHELIA YANG MENYELAMATKAN SI PRIA ES INI TIGA TAHUN LALU?! KENAPA AKU TIDAK TAHU?!]
[GODDESS OF WISDOM: Tentu saja kamu tidak tahu, Asterion. Saat itu kamu sedang sibuk tidur siang selama tiga dekade.]
[GODDESS OF LOVE: TIDAK MUNGKIN! INI ADALAH TAKDIR! SAVIOR AND THE FROZEN DUKE! BUKTI BAHWA MEREKA MEMANG DITAKDIRKAN BERSAMA!]
[GOD OF KNOWLEDGE: Analisis baru: Aroma bunga lili yang dihasilkan oleh Divine Core Ophelia bersifat unik dan tidak dapat ditiru oleh sihir penyembuhan standar.]
[UNKNOWN GOD: ...She was just saving a dying man.]
Ophelia berusaha keras menahan emosinya agar tidak meledak di tempat. Ia menarik napas dalam-dalam secara diam-diam, menyusun benteng pertahanan terbaik dalam pikirannya yang rasional.
"Hamba rasa Anda salah mengenali orang, Yang Mulia," sahut Ophelia dengan raut wajah paling polos yang bisa ia tampilkan dari balik cadar. "Aroma bunga lili adalah hal yang sangat umum di Grand Temple of Olympus. Seluruh minyak suci dan sabun yang digunakan oleh para biarawati di kuil ini diekstrak dari Bunga Lili Olympus."
Adrian tidak bergeming. Ia tidak tampak goyah sedikit pun oleh alasan logis yang diberikan Ophelia.
"Minyak suci kuil memiliki campuran aroma kayu manis dan zaitun," balas Adrian cepat, mematahkan kebohongan Ophelia tanpa ragu. "Tetapi aroma milikmu murni. Tanpa campuran. Dan yang paling penting..."
Adrian memajukan tubuhnya sedikit, memangkas sisa jarak di antara mereka hingga Ophelia dapat merasakan hawa dingin yang menguar dari zirah perak sang Duke.
"...orang misterius tiga tahun lalu itu memiliki mata biru jernih yang sangat cantik. Mata yang tidak akan pernah bisa dilupakan oleh siapa pun yang pernah melihatnya."
Ophelia mengepalkan tangannya rapat-rapat. Pria ini benar-benar berbahaya!
"Yang Mulia," potong Ophelia, mengubah intonasi suaranya menjadi sedikit lebih tegas namun tetap penuh kesopanan. "Pendeta Tinggi Julian adalah pria yang sangat tidak menyukai ketidaktepatan waktu. Jika Anda membiarkannya menunggu lebih lama lagi, hubungan politik antara kuil dan wilayah utara bisa merenggang. Hamba mohon Anda segera menuju ruang dewan."
Adrian menatap Ophelia selama beberapa detik dalam keheningan yang mencekam. Sebuah sunggingan tipis muncul di sudut bibirnya—sebuah gestur yang sangat langka hingga para pengawalnya mungkin tidak akan percaya jika melihatnya.
"Kamu pandai mengalihkan pembicaraan, Biarawati Ophelia," kata Adrian seraya menegakkan kembali tubuhnya. "Tetapi aku tidak akan melepaskan masalah ini. Aku akan menemukan kebenarannya, tidak peduli berapa lama aku harus berada di kuil ini."
Pria itu berbalik, jubah bulu serigala peraknya berkibar anggun saat ia melangkah pergi menuju ruang dewan utama tanpa menoleh lagi.
Ophelia bersandar lemas pada pilar batu di sampingnya begitu sosok Adrian benar-benar menghilang di balik tikungan koridor. Nampan kayu di tangannya hampir saja terjatuh jika ia tidak segera menahannya.
"Aku benar-benar ingin mengundurkan diri dari kuil ini..." gumam Ophelia pasrah, menatap langit-langit koridor dengan pandangan kosong.
Layar keemasan raksasa mendadak muncul tepat di depan wajahnya, menutup seluruh pandangannya.
╔══════════════════════════════════════════════════════════╗
[DIVINE OBSERVATION SYSTEM]
Notice from All Gods:
RESIGNATION REQUEST REJECTED!
╚══════════════════════════════════════════════════════════╝
[ALL GODS: TIDAK BOLEH!]
Ophelia memejamkan matanya rapat-rapat di balik cadar putihnya. Hidupnya sebagai seorang biarawati biasa resmi berakhir, digantikan oleh kekacauan tak bertepi yang diciptakan oleh para dewa dan para pria di sekitarnya.
kak fresh tea terima kasih Karna menerima pendapat saya dan memberikan jawapan... maaf kalau sekira nya pendapat saya agak terburu-buru dalam berpendapat pada karya kakak... semangat kak berkarya nya aku akan selalu mendukung karya kakak yang ini dan mengusahakan untuk sampai pada end cerita🤗🤗
waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh 🤗🤗 semangat 😁✊
cerita dan gendre Kakak bagus dan unik tapi cerita nya agak berbelit dan ada beberapa episod yang hampir mirip dari segi cerita dan dialog hanya beda karakter saja dan setelah baca dari eps 1 sampai 40 aku belum menemukan inti dari cerita nya awal dari ceritanya juga sulit aku fahami tidak ada keterangan atau penjelasan lebih kenapa Ophelia yang di pilih para dewa mungkin pendapat ku ini agak terburu-buru Karna baru 40 eps sekarang inti dari cerita nya juga belum keluar tapi sebagai pembaca aku hanya mengutarakan pendapat aku saja kepada kakak penulis aku enjoy juga kok dengan cerita nya😁😁 semangat kakak penulis😁✊
semangat thor up nya 🤗🤗🤗