Indonesia
NovelToon NovelToon
Penguasa Kultivasi Kota ( Kembalinya Sang Tuan Muda Naga )

Penguasa Kultivasi Kota ( Kembalinya Sang Tuan Muda Naga )

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Penyelamat / Balas Dendam
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Deddy kris

Tiga tahun lalu, Reno Wijaya dijebak dan difitnah oleh keluarga angkatnya sendiri demi menyelamatkan putra kandung mereka. Dipaksa melarikan diri dalam keadaan terluka, Reno terpaksa menyembunyikan identitas aslinya dan menjadi menantu numpang yang dihina di keluarga Pramudya. Di mata ibu mertua dan orang-orang kota, ia hanyalah pria miskin tak berguna yang hanya bisa mencuci piring dan menerima makian.

Namun, tidak ada satu orang pun yang tahu bahwa penyamaran miskin itu adalah cara Reno menguji hatinya sekaligus memulihkan teknik kultivasi kuno "Sutra Naga Kuno" demi menyelesaikan ujian kesembilan dari organisasinya.

Puncaknya terjadi ketika keluarga mertuanya yang matrealistis memaksa Alya untuk menceraikan Reno demi menikahkan wanita itu dengan seorang tuan muda kaya yang sombong, Brandon Pratama. Di hari yang sama ketika surat cerai dilemparkan ke wajahnya, masa pengasingan Reno resmi berakhir! Kelompok elit terkaya dan terkuat di dunia—Grup Naga Hitam—berlutut menyambut kembali

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deddy kris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 4: TAMPARAN PERTAMA DI LELANG MEGAH

"Bagas, urus masalah kakek secepatnya. Tahan pembekuan total aset Brandon sampai dia benar-benar mempermalukan dirinya sendiri di depan publik," bisik Reno pelan sebelum melangkah pergi.

"Siap, Tuan Muda! Eksekusi jebakan sesuai perintah Anda," sahut Bagas mantap.

Beberapa jam kemudian, aula megah Hotel Grand Hyatt disulap menjadi tempat Lelang VIP paling bergengsi di kota.

Lampu gantung kristal memancarkan cahaya silau di atas deretan kursi jajaran konglomerat.

Brandon berjalan membusungkan dada sambil memamerkan senyum songongnya.

Pipi kanannya masih sedikit memar, tapi ditutupi makeup tebal agar tetap terlihat gagah.

Di sampingnya, Maya dan Hendra berjalan dengan langkah bangga.

"Duh, Brandon... tempat ini mewah banget! Mertua kamu ini beruntung banget punya calon menantu kayak kamu," puji Maya sambil memegang lengan Brandon.

"Hahaha, santai aja, Tante. Bagi keluarga Pratama, tempat kayak gini mah cuma arena mainan biasa," balas Brandon arogan.

Alya berjalan paling belakang dengan wajah lesu.

Dia dipaksa ikut oleh ibunya hanya demi pamer di depan para pengusaha kaya.

"Alya, mending kamu lupain si gembel Reno itu. Malam ini, Mas Brandon mau beliin kamu kalung berlian senilai 5 Miliar!" seru Maya penuh semangat.

'Hadeuhhh, Mama kenapa gila harta banget sih,' batin Alya kesal dalam hati.

"Betul itu! Lihat tuh, mana ada si Reno sanggup bawa kamu ke acara bergengsi begini?" timpal Hendra sambil tertawa mengejek.

Tiba-tiba, pandangan Brandon tertuju ke arah pintu masuk aula lelang.

Sesosok pria muda berpakaian kemeja hitam polos tanpa dasi berjalan masuk dengan santai.

Pria itu adalah Reno!

Brandon melotot kaget, lalu seketika tertawa terbahak-bahak.

"Bwahahaha! Woy, lihat tuh! Si sampah rumah tangga kok bisa ada di sini?!" teriak Brandon keras.

Perhatian beberapa tamu VIP langsung teralih ke arah mereka.

"Lah?! Kok kamu bisa masuk ke sini, Reno?!" bentak Maya kaget setengah mati.

"Palingan dia kerja jadi pelayan restoran lagi di sini, Ma! Nyuci piring di dapur!" ledek Hendra sambil tertawa terpingkal-pingkal.

'Sialan, nih gembel kok nggak kapok-kapok banget ganggu pemandangan gue,' batin Brandon sinis.

Reno berhenti melangkah, menatap mereka bertiga dengan pandangan dingin.

"Gue di sini sebagai tamu lelang. Kenapa? Nggak boleh?" jawab Reno santai.

"Tamu lelang?! Lu sadar diri nggak sih, Anjing?!" bentak Brandon sambil melangkah maju menantang Reno.

Brandon menunjuk muka Reno dengan muka sombong.

"Tempat ini cuma buat orang kaya yang pegang uang tunai bermiliar-miliar! Orang miskin kayak lu cuma pantas mungut sampah di luar!" cecar Brandon lagi.

Reno cuma tersenyum tipis, tidak terpancing sama sekali.

"Gimana kalau kita bertaruh barang lelang malam ini?" tantang Reno dengan suara tenang.

"Bertaruh?! Bwahaha! Lu mau bertaruh sama gue?!" gelak Brandon makin menjadi-jadi.

"Berani nggak? Yang kalah harus berlutut dan menggonggong di depan semua tamu," sahut Reno tajam.

"Oke! Siapa takut! Gue bakal bikin lu merangkak keluar dari tempat ini!" seru Brandon penuh percaya diri.

Acara lelang resmi dimulai.

Seorang pembawa acara wanita cantik naik ke atas panggung dengan mikrofon emas.

"Hadirin sekalian, kita masuk ke barang lelang utama malam ini!" seru sang pembawa acara.

Dua petugas membawa sebuah kotak beludru merah dan membukanya di atas meja.

Sebuah kalung dengan permata merah menyala berkilau indah di bawah sorotan lampu.

"Ini adalah Kalung 'Mata Naga', peninggalan legendaris dengan harga pembuka 10 Miliar Rupiah!" lanjut pembawa acara.

Para tamu VIP di dalam aula langsung berbisik-bisik heboh.

"12 Miliar!" teriak seorang pengusaha di barisan depan.

"15 Miliar!" sahut pengusaha lainnya tak mau kalah.

Brandon tersenyum licik, lalu mengangkat papan penawarannya tinggi-tinggi.

"20 Miliar!" teriak Brandon dengan nada tinggi.

Maya menepuk tangannya girang.

"Wahhh! Luar biasa Brandon! Langsung 20 Miliar!" puji Maya dengan mata berbinar-binar.

"Biasa aja, Tante. Buat Alya, uang segini mah cuma recehan buat gue," ucap Brandon sambil melirik Reno tajam.

"Ada yang mau menawar lebih tinggi dari Tuan Brandon?" tanya pembawa acara memandangi aula.

Suasana aula sempat hening sejenak. Angka 20 Miliar sudah sangat tinggi bagi para pengusaha kota.

Tiba-tiba, Reno mengangkat tangannya santai tanpa papan penawaran.

"50 Miliar. Cash," ucap Reno singkat dan jelas.

Brakkk!

Hendra yang sedang minum teh langsung tersedak hebat.

"A-Apa?! 50 Miliar?!" jerit Maya histeris sampai berdiri dari kursinya.

Seluruh tamu VIP di aula langsung menoleh ke arah Reno dengan tatapan tidak percaya.

"Gila! Pria muda itu menawar 50 Miliar sekaligus?!" gumam seorang konglomerat di sebelah Reno.

'Sialan! Nih gembel ngelindur apa gimana?! Dari mana dia punya uang sebanyak itu?!' batin Brandon panik setengah mati.

"Lu jangan asal mangap ya! Lu nggak bakal sanggup bayar, Dasar Penipu!" teriak Brandon murka dari kursinya.

"Kalau gue nggak sanggup, kan gue yang kena sanksi. Kenapa lu yang panik?" sahut Reno dengan senyum mengejek.

"Bangsat! Gue nggak bakal biarin lu pamer di depan Alya!" jerit Brandon membara.

Brandon mengangkat papan nomornya kembali dengan tangan gemetaran.

"60 Miliar!" teriak Brandon nekat.

Maya dan Hendra sampai menahan napas mendengar angka fantastis itu.

"Tuan Brandon menawar 60 Miliar! Apakah ada penawaran lain?" seru pembawa acara penuh semangat.

Reno hanya bersedekap dada, tidak menaikkan penawaran lagi.

"60 Miliar satu... dua... tiga! Sah! Kalung Mata Naga jatuh kepada Tuan Brandon Pratama!" ketuk pembawa acara dengan palu kayu.

Tepuk tangan meriah bergema di aula lelang.

Brandon tersenyum puas, membusungkan dadanya ke arah Reno.

"Lihat tuh, Sampah! Uang yang bicarakan! Lu kalah!" ledek Brandon menyeringai puas.

Petugas lelang segera membawa mesin EDC pembayaran mendekati meja Brandon.

"Selamat Tuan Brandon. Silakan gesek kartu kredit VIP Anda untuk pembayaran 60 Miliar," ucap petugas dengan sopan.

Brandon mengeluarkan kartu kredit Centurion bernuansa hitam emas dari dompet kulitnya dengan gaya memamerkan.

"Biasa aja. Gesek sekarang," sahut Brandon sombong.

Petugas menggesek kartu tersebut ke mesin EDC.

Tetapi...

*Bip... Bip... Bip...*

Layar mesin EDC menyala merah terang.

"Maaf Tuan, transaksi Anda ditolak," ucap petugas lelang kebingungan.

"Lho?! Nggak mungkin! Coba lagi!" bentak Brandon mulai panik.

Petugas menggeseknya sekali lagi.

*Bip... Bip... Bip...*

"Transaksi ditolak. Keterangan di mesin: Seluruh rekening dan kartu Anda telah dibekukan oleh otoritas pusat," jelas petugas tegas.

Deggg...!

Muka Brandon langsung pucat pasi seketika. Keringat dingin sebesar biji jagung menetes dari dahinya.

'G-Gak mungkin! Kenapa kartu gue dibekukan sekarang?!' batin Brandon ketakutan setengah mati.

Reno melangkah mendekati meja Brandon sambil menyunggingkan senyum dingin.

"Kenapa, Brandon? Katanya orang kaya, kok mau bayar 60 Miliar aja kartunya ditolak?" sindir Reno tajam.

1
💫Penjelajah Novel💫
gak nyambung ceritanya dengan bab 3. skip dulu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!