Sebuah rumah yang menyimpan rahasia besar selama ratusan tahun kini mulai membuat penghuninya terganggu.
Tak hanya gangguan mistis, pemiliknya juga mulai sakit sakitan dan mulai menyadari ada yang aneh dengan rumah yang dia tinggali itu.
Akankah pemilik rumah itu berhasil memecahkan misteri di dalam rumah yang sudah puluhan tahun dia tempati?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mencari tempat
"Hiks... Maafkan kami karena tidak mengerti arti kemunculan kamu beberapa hari ini" ungkap Hatta memeluk Caringin setelah Caringin memperlihatkan ingatan dirinya yang selalu berada di sekitar Karta.
"Aku memang tidak mengatakan dari awal karena aku pikir kalian tidak lebih kuat dari Norman, tapi saat melihat kalian mampu menjaga rumah ini, aku yakin kalian bisa membantuku" jawab Caringin
"Aku akan melemparkan sirih merah milik Kharissa besok malam, supaya batangmu mati dan kamu akan menjadi pohon biasa" ucap Urfa
"Terima kasih, dan jangan merasa ragu besok, ini demi warga kampung ini" ungkap Caringin lalu menghilang dari sana.
"Tubuhnya sudah terlalu lemah, saya akan menemaninya di hutan itu" ungkap Urfa
"Pergilah Om, Hatta tidak keberatan" jawab Hatta
Hatta kembali menangis karena dia bisa merasakan ketulusan dari dalam sosok Caringin, Husna yang tidak mau Hatta bersedih langsung memeluknya apalagi Dimas sedang tidak bersama mereka, jadi Husna dan Karta yang akan menguatkan Hatta supaya besok dia dan Dimas bisa menolong Caringin.
"Ayo kita masuk, sebelum jin peliharaan nyonya meneer mengetahui rencana kita" ucap Karta yang melihat energi berwarna putih bercampur merah sedang mendekat ke arah mereka.
"Apa energi itu akan mengacau di sini?" tanya Tama
"Mereka akan di hadang pagar yang menjadi penjaga tempat ini, biasanya seperti itu" jawab Karta merangkul mereka semua untuk masuk.
"Hannah nggak mau bobo sendilian" rengek Hannah
"Kan kamu dengan Abang" ucap Hannan
"Tapi kan nggak bisa Hannah peluk sekarang, nanti bang Hisyam malah" jawab Hannah
"Ya sudah kamu tidur dengan...."
"Kamu tidur dengan Tante Jessica saja, Tante Jessica akan membacakan kamu kisah si kancil" potong Karta karena tadi Hatta pasti akan menawarkan untuk tidur bersamanya.
"Aku akan pulang, Tisya hanya di rumah berdua Istriku, Jayden kan ke Bandung" pamit Tama
"Iya, kamu hati hati" jawab Karta
Mereka masuk setelah memastikan Tama keluar dari area rumah Karta, sore itu mereka tidak akan pergi kemanapun, tapi Hatta sudah menelpon Dimas dan membahas tentang Caringin juga dukun bernama Norman yang kemungkinan ada hubungannya dengan sosok nyonya meneer itu.
"Dukun itu yang pernah di ceritakan Jayden atau bukan ya?" tanya Karta ketika mereka sedang makan malam.
"Mungkin saja pak" jawab Hatta
"Kak Jessica apa kamu tahu nama dukun yang di ceritakan kakak Jayden?" tanya Husna
"Aku lupa, tapi kalau tidak salah dia ada man man di ujung namanya" jawab Jessica yang sedang di suapi Aminah.
"Norman" ucap Karta dan Jessica mengangguk yakin.
"Kalau begitu kita bantu Caringin melenyapkan dia" ucap Hatta langsung mengirim pesan pada Dimas dan Dirga.
••••••••••••
Pagi itu semuanya sedang memikirkan bagaimana cara untuk bisa menolong Caringin tanpa harus melenyapkan Caringin, tapi sekuat apapun mereka memikirkan, mereka sama sekali tidak menemukan cara lain, itu di karenakan Caringin sudah tersegel di tempat itu dan sudah tidak bisa di pindahkan meski di lakukan pelepasan segel gaib yang mengikatnya.
"Aku tidak tega kalau harus melihat Caringin mati" keluh Hatta
"Kakak tahu, tapi tidak ada cara lain, nanti kita pastikan tunas baru Caringin bisa tumbuh dengan baik, siapa yang tahu mungkin jiwa Caringin baru akan masuk ke dalam tunas itu" ucap Dimas
"Iya, Caringin kan mengatakan kalau itu adalah tunas barunya yang nantinya akan jadi dia" ucap Karta
"Dirga barusan kirim pesan, katanya Norman ada lewat ke depan sekolah dan meludah di depan pintu gerbang, tiba tiba saja ada segerombolan kelabang masuk ke dalam sekoly, tapi Om Badaruddin dan Sahara langsung memusnahkan kelabang kelabang itu" ucap Dirga
"Dia sudah sangat tersesat, dan sekarang bapak yakin untuk membantu Caringin melenyapkan dia, warga di sini memang perlu di tampar dulu baru sadar" ucap Karta
"Kami juga setuju" jawab Hatta, Dimas dan Urfa
"Aku juga ingin membantu, tapi kulitku akan keluar bintik-bintik saat gerhana dan aku tidak bisa berada di tempat terang" ucap Jessica
"Kalau begitu kamu di sini saja tidak apa apa, biar Husna, Aminah dan isaht yang menjaga kamu" ucap Karta khawatir.
"Apa kita akan mengajak Kharissa?" tanya Hatta
"Tidak perlu, Om Karta, Hatta, saya dan Dirga sudah cukup, lagipula sekolah itu juga masih perlu penjagaan dan Kharissa juga Bimantara di perlukan di sana" jawab Dimas
"Tugas Dirga apa?" tanya Karta
"Dia akan menyusup ke tempat tunas baru bersama Hatta, kamu cabut dengan energi milik kamu, dan tetap berhati-hati" jawab Dimas
"Baik kak" jawab Hatta yang entah kenapa tiba tiba saja merasa hatinya begitu sakit kalau harus mencabut tunas baru itu.
Biasannya dia akan bersama dengan Urfa untuk mengurus para makhluk halus itu, tapi sekarang mereka terpisah karena Urfa akan membantu Karta dan Hatta hanya bisa mengandalkan dirinya sendiri untuk tugas ini.
"Persiapkan diri kamu Hatta, ini adalah tugas melenyapkan pertama kamu karena permintaan sesosok jin, jadi kuatkan mental kamu setelah ini" ucap Dimas
"Baik kak" jawab Hatta
Urfa juga masih menemani Caringin yang bersemedi, sejak semalam, setiap tiga jam sekali anak buah Norman akan menyiram akar Caringin menggunakan air yang Urfa lihat punya mantra pengikat dan penumbuh, mungkin agar darah Caringin masih bisa di manfaatkan Norman.
••••••••••••
"Caringin, kenapa kamu begitu menyayangi Hatta? Apa karena darah kaum buto ijo yang dia miliki?" tanya Urfa yang masih di samping Caringin.
"Salah satunya karena itu, tapi ada alasan lain, di dalam matanya tersimpan kekecewaan yang besar untuk sesuatu yang aku tidak tahu, tapi dia juga menguatkan dirinya sendiri supaya tetap kuat. Hatta itu punya hati yang rapuh, gampang luluh tapi juga akan sangat sakit hati saat di khianati, hatinya selain rapuh juga begitu lembut, itulah alasan aku menyukainya selain dulu dia juga sering menyiram akarku dengan air yang dia bawa" jawab Caringin
"Kenapa harus manusia?" tanya Urfa
"Hahahaha.... Tanyakan itu pada dirimu sendiri, aku tahu siapa kamu Urfa, seorang Buto ijo yang mempunyai keturunan spesial dengan seorang manusia, kamu adalah satu dari ribuan jin yang di berikan keberuntungan bisa memiliki keturunan dari seorang manusia" ungkap Caringin
"Aku memperdaya perempuan itu dulu, dia sendiri tidak tahu kalau anak kami sudah lahir dalam keadaan gaib karena memang rentang kelahiran bangsa kita dan manusia itu berbeda, itu dosaku dan aku tidak akan mengulanginya lagi, Hatta murni anak Karta sekarang, darahnya adalah darah Karta dan campuran darahku, tapi itu hanya secara gaib saja itu sebabnya keturunan Hatta itu istimewa" jawab Urfa
"Memang tidak seharusnya Urfa, kita bisa mencari pasangan dari bangsa kita juga" ungkap Caringin menghela nafasnya lemah.
"Apa kamu yakin bisa bertahan sampai gerhana nanti malam?" tanya Urfa
"Harus, aku harus bertahan" jawab Caringin
"Apa tidak ada cara supaya kamu bisa terbebas dari Norman ataupun nama keluarganya yang lain?" tanya Urfa
"Tidak ada, ini adalah kontrak darah dan taruhannya adalah nyawa, aku hanya bisa berhenti kalau aku mati" jawab Caringin
ma'af thor mau nanya itu nyonya meneer sudah berdiri sejak taun berapa🤭🤭🤭