Indonesia
NovelToon NovelToon
Benih Jenius Sang Miliarder

Benih Jenius Sang Miliarder

Status: tamat
Genre:Anak Kembar / Lari Saat Hamil / One Night Stand / Anak Genius / CEO / Mafia / Tamat
Popularitas:395.5k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

Lima tahun lalu, Clara Jasmine melarikan diri dari sebuah malam penuh gairah di daratan Swiss, meninggalkan secarik pesan usang dan membawa pergi rahasia besar yang mengubah hidupnya selamanya.
​Kini, Clara kembali ke Jakarta sebagai single mother yang berjuang membesarkan anak kembarnya, Ken dan Key. Namun, si kembar bukanlah balita biasa. Di balik wajah polos mereka, Ken dan Key adalah peretas cilik jenius dengan sepasang mata abu-abu yang sangat tajam.
​Takdir seolah mempermainkan Clara ketika ia tak sengaja bekerja di Van Der Berg Group.

Alexio Van Der Berg, sang CEO dingin dan tak tersentuh penguasa perusahaan tersebut.
​Melihat sepasang mata abu-abu yang menatapnya dengan berani, dunia Alexio berhenti berputar. Pria yang selama lima tahun nyaris gila mencari pemilik surat di dompetnya itu akhirnya menemukan buruannya.

​"Lima tahun kau berlari membawa darah dagingku, Clara. Mulai hari ini, kau dan anak-anak tidak akan bisa pergi ke mana-mana lagi."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 18

Dua hari sebelum pernikahan, Jakarta seolah berhenti bernapas. Berita mengenai pernikahan mendadak Alexio Van Der Berg, sang penguasa dunia bisnis dunia yang dikenal dingin dan tak terjamah itu kini menjadi pusat perhatian media internasional.

Di sebuah penthouse megah, Clara duduk menatap gemerlap lampu kota, masih mencoba memproses kenyataan bahwa hidupnya baru saja berputar seratus delapan puluh derajat.

Pernikahan agung ini disiapkan dengan skala yang tidak masuk akal bagi Clara.

"Kau melamun lagi?"

Suara berat itu memecah keheningan. Alexio melangkah masuk, melepaskan jasnya, dan duduk tepat di samping Clara. Aroma sandalwood maskulinnya selalu berhasil membuat ritme jantung Clara kacau balau.

"Aku hanya... merasa ini semua terlalu cepat, Alexio," ujar Clara pelan.

"Dunia berubah dalam dua hari. Aku yang tadinya hanya seorang ibu tunggal yang bekerja sebagai desainer lepas, sekarang akan menjadi bagian dari keluarga paling berpengaruh di negeri ini."

Alexio menarik dagu Clara, memaksanya menatap iris abu-abunya yang intens.

"Aku tahu kau gugup, tapi ingatlah, kita akan segera mengikat janji suci. Dan aku tidak akan membiarkan siapa pun, sekecil apa pun debu yang mencoba mengusik hari bahagia kita."

*****

*****

Hari pernikahan pun tiba. Sabtu pagi yang cerah menyambut Jakarta. Ballroom hotel bintang tujuh milik Van Der Berg Group disulap menjadi taman surgawi dengan ribuan mawar putih yang didatangkan khusus dari Belanda.

Tata panggung pelaminan yang megah dan meja akad nikah berhias untaian melati telah disiapkan, menyambut ribuan tamu undangan kelas atas dan tokoh berpengaruh dunia yang ikut memberikan doa restu untuk pasangan pengantin.

Olivia, sang mertua, menahan haru dengan mata berkaca-kaca saat memakaikan veil sutra pada Clara di ruang rias.

"Kamu cantik sekali, Sayang. Terima kasih sudah bersedia menerima Alexio dan melengkapi keluarga kami."

Di sudut ballroom yang tersembunyi, Sofia Smith berdiri dengan gaun merah mencolok yang tampak vulgar di tengah nuansa putih-emas yang elegan.

Matanya liar memindai ruangan, penuh dendam. Ia datang dengan rencana untuk mempermalukan "si pengantin wanita" yang ia yakini telah menggunakan sihir atau tipu daya untuk menjerat Alexio, pria yang ia klem hanya pantas bersanding dengannya.

Alunan musik instrumental yang syahdu dan megah mulai mengalun. Pintu besar ballroom terbuka.

Clara berjalan anggun, didampingi oleh Ketty dan Olivia yang tampak begitu anggun dalam balutan kebaya rancangan khusus keluarga Van Der Barg.

Di depan meja akad, Alexio menunggu dengan setelan jas pengantin eksklusif yang membuatnya tampak seperti kaisar yang sedang menjemput permaisurinya.

Ken dan Key tak mau ketinggalan keduanya berjalan di depan Clara dengan langkah terukur dan mantap, tampak begitu berwibawa dalam balutan gaun dan jas kecil dengan warna yang serasi.

Saat Clara sampai di depan meja akad, Alexio mengulurkan tangannya menyambut tangan sang pujaan hati dengan genggaman penuh proteksi, menuntunnya duduk berhadapan dengan sang Penghulu.

Namun, tepat saat Penghulu mengulurkan tangan untuk menjabat tangan Alexio dan memulai prosesi ijab kabul, Sofia Smith bangkit dari persembunyiannya. Dengan high heels-nya yang berbunyi nyaring di atas lantai marmer, ia melangkah maju, memecah kesakralan ruangan.

"Tunggu!" seru Sofia lantang.

Seluruh ruangan mendadak hening. Alexio berbalik, menatap Sofia dengan sorot mata sedingin es yang sanggup membekukan napas siapa pun.

"Apa yang kau lakukan di sini, Nona Smith? Keamanan sedang tidak bekerja dengan baik hari ini, rupanya."

Sofia tersentak sesaat namun rasa bencinya lebih besar dari rasa takutnya, ia menunjuk Clara dengan jari gemetar.

"Kalian tidak bisa menikah! Wanita ini... dia hanyalah Clara Jasmine, anak pungut keluarga Smith yang tidak punya silsilah jelas! Dia menipumu, Tuan Muda Alexio! Dia hanya wanita rendahan yang sedang memungut keberuntungan!"

Clara memucat, tangannya gemetar hebat. Namun, sebelum ia sempat goyah, Ken dan Key berdiri tepat di depan Sofia, menghalangi pandangan kebencian wanita itu dari sang ibu.

Ken menatap Sofia dengan tatapan tajam yang dingin, lalu mengeluarkan tablet kecil dari saku jasnya.

"Analisis data selesai. Sofia Smith, berdasarkan rekam jejak digital dan akses CCTV kediaman Smith yang berhasil kami peroleh, ditemukan empat puluh lima bukti valid berupa perundungan verbal dan fisik terhadap Mama Clara selama lima tahun terakhir. Data ini sudah terkirim ke departemen kepolisian Jakarta dengan tembusan ke kantor pajak. Jadi, siapa sebenarnya yang rendahan di sini?"

Sofia terbelalak. "Apa... apa yang kau bicarakan, bocah sialan!"

Key menimpali dengan suara jernih dan artikulasi yang rapi.

"Oh, Tante Sofia yang kurang bijaksana, jangan lupa satu hal. Ken dan Key adalah darah daging Papa Alexio Van Der Berg. Jadi, dengan menghina Mama, berarti Tante sedang menghina calon pewaris utama Van Der Berg Group. Anda punya estimasi berapa lama akan mendekam di penjara?"

Wajah Sofia pucat pasi, seluruh darahnya seolah tersedot habis. Anak kandung Alexio? Seluruh tamu undangan berbisik heboh. Alexio bangkit dari kursi akad, memeluk bahu Clara dan menarik si kembar ke sisinya, memposisikan mereka sebagai satu kesatuan yang tak terjamah.

Namun belum sempat Alexio membuka mulut Alexander sudah lebih dulu memotong.

"Sofia Smith," suara Alexander menggelegar dari kursi kebesarannya.

"Kau baru saja menghina cicit-cicitku dan cucu menantu kesayanganku! Security! Seret wanita ini keluar! Pastikan keluarga Smith tidak akan pernah bisa menginjakkan kaki di properti Van Der Berg yang ada di Eropa maupun Asia sampai akhir hayat mereka!"

"Tidak! Kalian akan menyesal! Melakukan ini padaku! Clara kau tak pantas bersanding dengan Alexio!" teriak Sofia memebelakan sambil berusaha berontak, namun keamanan gedung dengan sigap menyeretnya keluar. Jeritan histerisnya semakin menjauh, meninggalkan keheningan yang penuh wibawa di dalam ballroom.

Alexio kembali berbalik, menatap Penghulu yang sempat terpaku, lalu mengangguk hormat memberi isyarat untuk melanjutkan.

Setelah kalimat ijab qabul diucapkan Alexio dengan lantang dan mantap dalam satu tarikan napas, kata "Sah!" bergema di seluruh penjuru ruangan.

Alexio menoleh menatap Clara yang kini resmi menjadi istri sahnya. Ia mencium kening Clara dengan lembut dan penuh takzim di hadapan semua tamu.

"Terima kasih sudah melahirkan mereka untukku, Sayang. Hidupku kini milikmu."

Clara tersenyum haru, menatap keluarga baru yang kini melindunginya dengan tembok baja.

Badai telah berlalu. Di pelukan Alexio, di bawah restu dinasti Van Der Berg, Clara akhirnya menemukan rumah yang sesungguhnya.

Bagi si kembar, hari ini adalah keberhasilan proyek mereka: menyatukan Papa dan Mama secara legal, ditandai dengan senyum bangga dari Opa, Oma, dan sang Kakek Buyut yang kini menatap mereka dengan penuh kasih.

Hidup mereka baru saja dimulai, dan kali ini, tak ada satu pun yang bisa memisahkan mereka.

Bersambung...

1
Haula Kartidasari
bukankah jas nya sudah di pakai Clara,...???
Mama Lilik
Ceritanya keren bangeet thor..
lanjut anak " jenius versi dewasa 💪👍👍
Zeylina Alzia A.E.
💪💪
Maminya Thania
latar belakang luar negeri,kok panggil bunda?? asistennya juga namanya Reno,, Indonesia banget ngga tuh.🤣🤣
riniandara: 🤣🤭 iya juga sih tapi karena target yang baca orang Indonesia biar lebih ngalir gitu.
total 1 replies
Dini
ceritanya keren,,lanjut berkarya ya thor /Smile/
riniandara: terima kasih Kak
total 1 replies
Dini
ternyata lebih seru ceritanya thor 👍
riniandara: Alhamdulillah kakaknya suka, jangan lupa ulasan bintangnya juga ya kak.🤭😍
total 1 replies
Dini
deuuuh hotel bintang tujuh 😄 puyer kaleee
Dini
cerita sprti ini udh terlalu bnyk yg sama,tp msh sj pnasaran siapa tau agak lain ni cerita🤭
riniandara: di jamin beda kak baca pelan-pelan saja🤭🤣
total 1 replies
Kezter Sharlota
nama x grace sm maxmilian aja
Tegal Lumbung
sofia halu tingkat dewa🙏
Tegal Lumbung
seru nich ceritanya,lanjut thor💪
riniandara: terima kasih kakku, ceritanya sudah tamat kakak yang lanjut baca🤭😄 jangan lupa kasih bintang jika suka kakaku
total 1 replies
Kezter Sharlota
reno sm ketty sj.🤣🤣🤣
Lova Yoongi
𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚒𝚖𝚙𝚒𝚖𝚞
Erna Masliana
mamvus
Nur Hayati
Luar biasa
febby fadila
thor waktu clara hamil si kembar dia ngidam apa ya
febby fadila
sultan mah bebas ya, jd pengen jadi istri sultan juga 😁😁😁
febby fadila
kurang panas thor 😁😁😁😁
febby fadila
sabar napa astaga baru juga selesai akad sdah mau tancap gas aja kamu alexio
febby fadila
berarti masih teka teki ya tentang keluarganya clara ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!