Indonesia
NovelToon NovelToon
Bunga Untuk Keanu

Bunga Untuk Keanu

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Balas Dendam / Orang Disabilitas
Popularitas:22.7k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Bunga gadis belia berusia 20 tahun, seorang pelukis tunawicara akibat trauma tragedi pembunuhan orang tuanya belasan tahun yang lalu, sempat merasakan kebahagiaan bersama Azka Alexander, pria tulus yang mencintainya apa adanya. Namun, kebahagiaan itu begitu singkat. Menjelang wafat akibat sakit keras, Azka berwasiat agar kakak kandungnya, Keanu Alexander, menikahi Bunga.
Keanu pria dingin yang menyimpan trauma mendalam terhadap wanita terpaksa menerima pernikahan itu demi memenuhi permintaan terakhir sang adik. Kini, Bunga dan Keanu terjebak dalam rumah tangga tanpa cinta. Di tengah dinginnya sikap Keanu, Bunga tetap berjuang mengungkap misteri di balik kematian orang tuanya demi menuntut keadilan.
Akankah pernikahan atas dasar keterpaksaan ini mampu menyembuhkan luka masa lalu mereka dan berubah menjadi cinta sejati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 2

Keanu memijit pelipisnya yang mendadak berdenyut hebat. Wajahnya tegang, menatap sang adik dengan kombinasi rasa tidak percaya dan amarah yang tertahan.

"Kau jangan gila, Azka! Kau tahu kalau aku tidak menyukai istrimu dan aku trauma dengan makhluk yang namanya wanita!" ujar Keanu menekankan setiap kata, mencoba memberi pengertian di tengah situasi yang semakin kalut.

Azka menggeleng lemah, tatapannya menyiratkan kepasrahan sekaligus harapan yang teramat besar. "Kak, kumohon demi aku yang bisa pergi dengan tenang... Bunga adalah napas dan jiwaku. Dia sebatang kara, dan aku ingin Kakak menikahinya!"

"Kau sadar dengan permintaan konyol mu ini, Azka?!" Keanu berseru lirih, tidak habis pikir bagaimana adiknya bisa menyerahkan nasib seorang wanita kepadanya, pria yang membenci komitmen dan menutup rapat hatinya dari kaum hawa.

"Ini bukan permintaan konyol, Kak... tapi permintaan terakhirku," bisik Azka, dadanya mulai naik turun tidak teratur. "Tolong gantikan aku, Kak... sayangi dan cintai Bunga demi aku... Uhukkk... uhuk!"

Tubuh Azka mendadak kejang kecil. Suara batuk parau yang menyakitkan keluar dari tenggorokannya, disusul tarikan napas yang sangat berat dan memburu. Garis-garis grafik di layar monitor jantung melonjak tak beraturan, menimbulkan bunyi yang semakin nyaring dan cepat. Keanu yang menyaksikan hal itu seketika dilanda kepanikan luar biasa.

"Azka!" Keanu mendekat, memegang bahu adiknya yang tremor.

"K...ak, too...loong!" pinta Azka terbata-bata, menatap Keanu dengan sisa tenaga di ujung tanduknya. Napasnya kian tersendat, seolah udara di ruangan VVIP itu tak lagi mampu mengisi paru-parunya.

Melihat adiknya bertaruh nyawa di depan mata, seluruh tembok pertahanan Keanu runtuh. Rasa takut kehilangan sang adik mengalahkan semua prinsip dan rasa bencinya.

"Baiklah, Adikku! Aku... aku akan menikahi Bunga!" jawab Keanu terpaksa, suaranya bergetar menahan gejolak emosi yang membakar dadanya.

Mendengar kepastian itu, kedamaian perlahan terpancar dari garis wajahnya Azka. Sebuah senyum tipis terukir di bibirnya yang pucat sebelum matanya terpejam lemah.

Keanu yang panik segera menekan tombol darurat di samping ranjang pasien. Tak lama kemudian, tim medis bersama perawat berhamburan masuk. Seorang suster dengan sigap memasangkan selang oksigen ke hidungnya Azka untuk menstabilkan kondisi pernapasannya yang kritis.

Pintu ruangan kembali terdorong keras. Bunga dan Tuan Alexander yang mendengar kegaduhan dari luar bergegas masuk dengan raut wajah diliputi kecemasan mendalam. Bunga langsung berlari kecil menuju sisi ranjang tempat tidur, air matanya kian mengucur deras melihat selang oksigen yang kini menutupi sebagian wajah suaminya, tanpa menyadari takdir rumit yang baru saja disepakati di atas kepasrahan Azka.

Bunga kembali bersimpuh di samping ranjang, memeluk jemarinya Azka dengan tangis yang pecah tanpa henti. Di tengah keheningan yang mencengkeram, Azka perlahan menggerakkan tangan kanannya yang teramat lemah. Matanya Bunga membulat ia sangat mengenali isyarat itu. Suaminya ingin menyampaikan pesan terakhir.

"B... UNGA!" bisik Azka parau. Jemari gemetarnya terangkat, perlahan-lahan melepas selang oksigen yang menempel di hidungnya.

Bunga melotot panik menatap tindakan nekat itu. Keanu yang berada di dekat sana langsung maju berusaha memasangkan kembali selang oksigen tersebut, sementara Tuan Alexander semakin didera kecemasan mendalam.

"Jangan... aku tidak mau pakai selang oksigen. Waktuku tidak banyak dan... aku ingin berbicara dengan Bunga!" cegah Azka dengan napas yang tersengal-sengal. Pandangannya yang kian meredup terkunci pada Bunga. "Bunga istriku... maafkan aku yang belum bisa membahagiakanmu..."

Bunga menatap suaminya penuh duka, air mata terus mengalir membasahi pipinya. Tangannya bergerak cepat membentuk bahasa isyarat.

"Mas Azka, tolong jangan bicara seperti itu! Aku sangat bahagia bisa menjadi istrimu!" ucap bunga menggunakan bahasa isyaratnya

Azka mengukir senyum tipis yang amat getir. "Kau bohong... aku tidak bisa membahagiakanmu secara batin. Bunga... setelah aku tiada, menikahlah dengan Kak Keanu. Kumohon..."

Deg!

Kini giliran Bunga yang terhenyak hebat. Permintaan Azka bagaikan petir di siang bolong yang menghantam jiwanya. Dengan wajah pucat, Bunga menggeleng keras, jemarinya bergerak panik menyampaikan penolakan.

"Aku tidak mau! Hanya kamu suamiku!"

"Tidak, Bunga... aku tidak bisa bertahan lama. Sudah saatnya aku pergi... maaf aku tidak bisa menjagamu lagi. Kumohon... menikahlah dengan Kakakku!" pangkas Azka, mengumpulkan sisa kekuatan terakhirnya.

Tuan Alexander yang menyaksikan hal itu tertegun dalam kebingungan dan ketidakpercayaan.

'Apakah Keanu mau menikahi Bunga? Mustahil sekali... Putra sulungku yang satu ini begitu trauma setelah ditinggalkan pergi oleh tunangannya. Diana adalah cinta pertama Keanu yang meninggal tragis dalam kecelakaan tiga tahun yang lalu,' batin Tuan Alexander gelisah.

"Kumohon sayang... agar aku bisa pergi dengan tenang..." pinta Azka memohon, menatap Bunga dengan pandangan meluluhkan.

Di tengah ketegangan itu, Keanu akhirnya angkat suara dengan nada dingin namun tegas. "Kabulkan permintaan Azka, Bunga!"

Deg!

Bunga dan Tuan Alexander tersentak seketika, tak percaya Keanu mengutarakannya secara langsung. Bunga terdiam membisu, menatap dalam-dalam wajah pria yang amat dicintainya itu.

"Mas, kenapa kamu meminta hal mustahil seperti ini? Aku tidak mencintai Kak Keanu, tapi aku juga tidak ingin mengecewakanmu di ujung usiamu." batin Bunga meratap pilu.

Demi memberikan kedamaian di detik-detik terakhir sang suami, Bunga akhirnya perlahan menganggukkan kepalanya.

Melihat persetujuan itu, senyum lebar terpancar dari wajah Azka. Namun hanya selang beberapa detik, grafik di layar monitor mendadak merosot tajam. Bunyi suara panjang berdering nyaring, menandakan garis kehidupan Azka yang terus melemah hingga akhirnya berhenti total. Pria tulus itu telah menyerah pada penyakitnya.

Dokter memeriksa pupil dan denyut nadinya Azka sebelum akhirnya menundukkan kepala dalam. "Maafkan kami, Nyonya Azka, Tuan Alexander, dan Tuan Keanu... pasien telah meninggal dunia."

Seketika tangis Bunga pecah tak terkendali. Dalam keheningan dunianya, ia memukul-mukul dadanya Azka, berharap keajaiban datang dan jantung suaminya kembali berdetak. Namun takdir telah terkunci, Azka Alexander telah pergi untuk selama-lamanya, meninggalkan Bunga dalam jalinan takdir baru bersama Keanu.

*

*

Seminggu berlalu sejak kepulangan Azka, namun duka di kediaman Alexander belum juga surut. Di dalam kamar bernuansa lembut yang pernah menjadi saksi bisu kehangatan rumah tangganya, Bunga duduk bersimpuh di tepi ranjang. Jemari gemetarnya meremas kemeja kesayangan almarhum suaminya, menghirup dalam-dalam aroma parfum dan hangat tubuh Azka yang masih tertinggal samar di serat kainnya.

Bayangan masa-masa indah bersama Azka berputar bagaikan sebuah film di benaknya, saat pria tulus itu tersenyum lembut menatap lukisan-lukisannya, saat jemari Azka dengan sabar mengusap air matanya, dan saat pria itu berbisik menerima segala kekurangan Bunga tanpa syarat.

"Mas Azka, aku tidak sanggup jika tidak ada kau di sisiku!" batin Bunga meratap pilu. Air matanya kembali menetes basah, menatap sudut kamar yang kini terasa begitu dingin dan hampa.

Sementara itu di ruang kerja lantai bawah, ketegangan membumbung tinggi. Suara perdebatan antara Tuan Alexander dan putra sulungnya memecah keheningan rumah besar tersebut.

"Aku tidak bisa, Pah! Ini gila!" Keanu berkacak pinggang, menatap sang ayah dengan raut wajahnya yang keras dan penuh penolakan. "Pernikahan itu bukan permainan yang bisa dioper begitu saja hanya karena janji di detik-detik terakhir!"

Tuan Alexander menggebrak meja kerjanya dengan napas memburu. "Keanu! Itu adalah wasiat terakhir adiknya sendiri! Orang yang sudah meninggal tidak boleh diabaikan pesan terakhirnya, apalagi kamu sudah berjanji langsung di hadapan Azka sebelum dia menghembuskan napas terakhir!"

"Aku menyanggupinya hanya agar Azka bisa pergi dengan tenang, Pah! Bukan berarti aku benar-benar ingin menikahi gadis bisu itu!" tukas Keanu tajam, suaranya dipenuhi ketidaksukaan yang mendalam.

"Jaga bicaramu, Keanu!" bentak Tuan Alexander dengan tatapan menghunus. "Bunga itu istri sah adikmu, wanita baik-baik yang disayangi Azka! Wasiat adalah amanah berat. Kamu harus segera melaksanakannya sesuai janjimu pada Azka!"

Keanu mengepalkan tangannya kuat-kuat hingga buku-buku jarinya memutih. Bayangan trauma masa lalu saat ditinggal pergi Diana kembali mencuat, bertolak belakang dengan kehadiran Bunga yang kini dipandangnya dingin. Di matanya, Bunga hanyalah gadis bisu pembawa sial yang hadir membawa kemalangan dan kini membelenggu kebebasannya.

Namun, menatap kesungguhan dan kemarahan sang ayah, Keanu menyadari bahwa ia tak lagi memiliki jalan keluar.

"Baik," ucap Keanu akhirnya, menyunggingkan senyum sinis yang sarat akan kepasrahan pahit. "Aku akan menikahi gadis pembawa sial itu demi memenuhi wasiatnya Azka. Tapi jangan pernah berharap aku akan memperlakukannya sebagai seorang istri."

Bersambung...

1
Teh Yen
ternyata itu bukan tuan Alexander yg aslinyp kembarannya
Nar Sih
sdh mulai terlihat jls mslh disini ,gila harta dan tahta mebuat saudara jdi tega dan gila mecari pesugihan korban nya saudara sendiri
fatmawati (pipit)
ternyata papa alexander punya kembar identik yang sangat terobsesi pada ritual pada dewa darun untuk kekayaannya.
untuk iblis bermuka dua seharusnya kamu saja yang menjadi tumbal ritual dewa darun itu
Mom Ilham
kejutan bgt thor👍/Casual/🤭
Nadja 🎀
Clarissa tobat bisa dpt jodoh lbh baik dr keanu semangat ya!!
vania larasati
lanjut kak
Arw
plot twist nya ini ternyata...benar2 saudara yg jahat padahal kembar indentik...
Muft Smoker
aduuuuh demi harta dn kekuasaan ,,
ma saudara pun saling menikung ,, tikung kanan ,, tikung kiri ,, main tikung ooh ,, ooh ,,




🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Muft Smoker
waaaah apa ini ,, kejutan apa lgii ni kak eliiiii ,,
aq padamu pokokny😉😉😉
Muft Smoker
lanjuuuut kak ,,
makiin penasaran tiap bab ny ,,
aq fikir cerita kak eli cuma seputar perjodohan pengganti ,, trnyata di balik ny ad sekte yg tersembunyi ,,
😱😱😱😱
Muft Smoker
jgn2 ni bpa ny bunga ,, msh hidup tp di sekap😱
Muft Smoker
aduuuuh jd horror begini kak ,,
dr awal emnk udh curiga aq ma tuan Alexander ,,
vania larasati
lanjut kak
Nar Sih
cerita kali ini menegang kan kak,ada drama romatis juga ada horor nya
Teh Yen
Clarisa d sekap oleh tuan Alexander lalu itu ketemu siapa yah ?
Teh Euis Tea
othorku, jujur aku takut baca cerita KK yg ini, ntah kenapa aku kurang suka baca cerita mafia atau cerita horor
tegang aku bacanya
Teh Euis Tea: di Usain ya kak🙏
total 2 replies
Oma Gavin
makin seru cerita nya
fatmawati (pipit)
cerita lebih horor dimana seorang papa yang tega menumbalkan anak kandung demi mendapatkan kekayaan yang berlimpah /Sob//Sob//Sob//Sob/
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terimakasih kak
total 1 replies
fatmawati (pipit)
ayo keanu kamu pasti bisa mengungkap kebenaran ini, untuk clarissa apa bapak tua ini ayah kandung dari bunga 🤔🤔🤔🤔🤔
apakah kematian diana juga ada kaitannya dengan papa alexander
fatmawati (pipit)
novel kk yg ini ada misteri dari sebuah perusahaan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!