Indonesia
NovelToon NovelToon
SISTEM FLASH SALE Rp1

SISTEM FLASH SALE Rp1

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:24.5k
Nilai: 5
Nama Author: Cherlly

Ardi, seorang pemuda miskin yang tulus, tiba-tiba dicampakkan oleh Siska, kekasihnya selama lima tahun, demi Bagas, sahabat Ardi yang baru saja naik jabatan menjadi manajer yang kaya raya. Di tengah keputusasaan dan hinaan brutal, Ardi secara tak terduga membangkitkan [Sistem Flash Sale Rp1], sebuah antarmuka misterius yang memungkinkannya membeli barang apa pun—dari mobil sport mewah, penthouse, hingga seluruh perusahaan—hanya dengan satu rupiah. Dengan kekayaan instan yang tak terbayangkan ini, Ardi mulai membalas dendam secara face-slapping kepada mereka yang meremehkannya, sembari menjelajahi kehidupan barunya sebagai miliarder muda yang paling berkuasa di negeri ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12

Malam semakin larut saat Ferrari hitam milik Ardi membelah jalanan ibu kota yang bertabur cahaya lampu.

Tujuannya saat ini adalah Mega Tower, gedung apartemen super premium tertinggi dan paling eksklusif di seluruh Jakarta.

Ardi mengarahkan mobilnya masuk ke pelataran lobi utama yang desainnya lebih mirip istana daripada sebuah apartemen.

Tiga orang petugas valet berseragam jas rapi langsung berlari menyambut mobil mewahnya dengan sikap sangat hormat.

"Selamat malam Tuan, mari saya parkirkan kendaraan Anda," sapa salah satu petugas valet sambil membukakan pintu mobil.

"Tolong hati-hati dengan catnya," pesan Ardi santai sambil menyerahkan kunci pintarnya dan melangkah keluar.

Ardi merapikan jas biru dongkernya dan berjalan mantap melewati pintu kaca putar otomatis.

Di dalam lobi utama yang berlapis marmer emas itu, suasana terasa sangat mewah namun sunyi dan berkelas.

Hanya ada beberapa orang yang berada di sana, namun pandangan Ardi langsung tertuju pada keributan kecil di meja resepsionis VIP.

Seorang pria muda berjas putih mengkilap sedang bersandar di meja resepsionis dengan gaya sok pamer.

Di depannya, berdiri seorang wanita bergaun hitam elegan yang kecantikannya nyaris tidak masuk akal.

Wanita itu memiliki tubuh tinggi semampai bak model internasional, dengan rambut hitam panjang yang tergerai indah.

"Ayolah Clara, kamu tidak perlu jual mahal terus padaku," rayu pria berjas putih itu dengan nada memaksa.

"Aku baru saja membeli unit apartemen di lantai enam puluh, kita bisa merayakannya malam ini," tambahnya sambil tersenyum licik.

Wanita bernama Clara itu hanya melipat tangannya di dada dengan ekspresi wajah yang sangat dingin dan bosan.

"Maaf Kevin, aku sama sekali tidak tertarik melihat apartemen sempitmu itu," jawab Clara dengan nada suara merdu namun menusuk.

"Aku harus segera naik ke atas karena besok ada jadwal pemotretan penting," lanjut Clara mencoba mengusir pria itu secara halus.

Ardi tidak terlalu peduli dengan drama percintaan kaum kelas atas itu dan terus berjalan menuju meja resepsionis VIP.

"Permisi, aku ingin mengaktifkan kartu akses milikku," ucap Ardi santai sambil berdiri tepat di sebelah Kevin.

Kevin yang merasa rayuannya dipotong langsung menoleh ke arah Ardi dengan tatapan tajam penuh permusuhan.

Dia memindai penampilan Ardi dari atas ke bawah, lalu mendengus meremehkan.

"Hei anak baru, kau tidak punya mata ya?" bentak Kevin dengan nada sangat arogan.

"Tidak bisakah kau melihat aku sedang berbicara penting dengan Nona Clara di sini?" lanjut Kevin membusungkan dadanya.

Ardi hanya menoleh sekilas ke arah Kevin dengan tatapan datar yang sama sekali tidak terintimidasi.

"Aku tidak peduli kau sedang bicara dengan presiden sekalipun," jawab Ardi dingin tanpa basa-basi.

"Aku hanya ingin mengurus urusanku sendiri dan segera beristirahat," tambah Ardi memalingkan wajahnya kembali ke resepsionis.

Clara yang sedari tadi memasang wajah bosan kini terlihat sedikit terkejut dan menatap Ardi dengan penuh minat.

Jarang sekali ada pria seusia Kevin yang berani menjawab tantangan pria arogan itu di tempat umum seperti ini.

"Kurang ajar, kau tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa hah!" teriak Kevin yang merasa harga dirinya diinjak-injak.

"Aku ini pewaris Grup Sanjaya, penghuni lantai enam puluh di gedung ini!" pamer Kevin dengan suara lantang.

Manajer properti yang berjaga di meja resepsionis mulai terlihat panik dan mencoba menengahi.

"Tuan Kevin mohon tenang, tolong jangan membuat keributan di lobi VIP," ucap manajer pria bertubuh gempal itu.

Manajer itu lalu menoleh ke arah Ardi dengan senyum yang sedikit dipaksakan.

"Maaf Tuan, meja ini khusus untuk penghuni lantai lima puluh ke atas," tegur manajer itu mencoba mengusir Ardi secara halus.

"Jika Anda adalah staf pengantar barang atau penghuni lantai bawah, silakan menuju meja lobi reguler di sebelah sana," arahnya sopan.

Ardi tersenyum sinis melihat perlakuan ganda dari manajer properti tersebut.

"Aku memang belum pernah ke sini sebelumnya, tapi aku yakin ini adalah meja yang tepat," jawab Ardi santai.

Dia lalu merogoh saku jasnya dan mengeluarkan kartu akses berwarna hitam pekat dengan ukiran emas murni.

Tap.

Ardi meletakkan kartu itu ke atas meja marmer di depan sang manajer.

"Tolong daftarkan sidik jariku untuk kartu ini sekarang juga," perintah Ardi dengan nada mutlak.

Mata manajer properti itu seketika membelalak lebar melihat kartu hitam pekat tersebut.

Bahkan napasnya sempat tertahan selama beberapa detik saking terkejutnya.

"I-ini... ini adalah kartu akses master untuk Penthouse Utama di lantai puncak!" seru manajer itu dengan suara bergetar hebat.

Kevin yang sedari tadi memasang wajah sombong kini rahangnya nyaris jatuh menyentuh lantai.

"Apa kau bilang? Penthouse Utama?" teriak Kevin dengan mata melotot tidak percaya.

"Manajer, kau pasti salah lihat, unit seharga ratusan miliar itu sudah kosong selama bertahun-tahun karena tidak ada yang mampu membelinya!" bantah Kevin cepat.

Manajer itu sama sekali tidak mempedulikan Kevin lagi dan langsung menempelkan kartu Ardi ke mesin pemindai khusus.

Layar mesin seketika menyala hijau dan menampilkan data kepemilikan yang sah.

"Otentikasi berhasil, status kepemilikan atas nama Tuan Ardi sepenuhnya sah dan aktif!" lapor manajer itu dengan keringat dingin mengucur di dahinya.

Pria gempal itu buru-buru keluar dari balik meja dan membungkuk sembilan puluh derajat di hadapan Ardi.

"Selamat datang di Mega Tower Tuan Ardi yang terhormat," sapa manajer itu dengan nada yang sangat menjilat.

"Mohon maafkan kelancangan dan kebodohan saya karena tidak mengenali Anda tadi," tambahnya dengan tubuh gemetar ketakutan.

Wajah Kevin kini berubah pucat pasi seperti mayat hidup yang baru bangkit dari kubur.

Harga apartemennya di lantai enam puluh sama sekali tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Penthouse Utama milik Ardi.

Itu ibarat membandingkan sebuah kamar kos biasa dengan istana kepresidenan.

Clara yang berdiri di dekat mereka tiba-tiba tertawa kecil, suara tawanya terdengar sangat merdu dan elegan.

"Ternyata kau adalah tetangga baruku ya," sapa Clara sambil tersenyum manis ke arah Ardi.

Mata Clara memancarkan rasa penasaran yang besar terhadap pemuda tampan misterius di depannya ini.

"Tetangga baru?" tanya Ardi mengernyitkan dahinya sedikit bingung.

"Aku penghuni Penthouse B di lantai puncak," jelas Clara sambil mengulurkan tangannya yang lentik.

"Namaku Clara, senang akhirnya ada penghuni yang mengisi Penthouse A di sebelah unitku," ucapnya dengan ramah.

Ardi tersenyum membalas uluran tangan wanita cantik itu.

Kulit Clara terasa sangat lembut dan aroma parfum mewahnya benar-benar memabukkan.

"Ardi, senang berkenalan denganmu," balas Ardi singkat dan tenang, sama sekali tidak terlihat grogi.

1
clara
😶‍🌫️😶‍🌫️😶‍🌫️
pricilia
🥰🤩
Antoni gergio
saya suka cerita ini kak🥰🌹
sasa
🤗🥰😍🤩💘💟
nurul khusna
🥰🌹🌟⭐
Anton barly
baik dan bagus novel nya😍🤩
yani
💫🌟🌟
fitri
⭐⭐⭐⭐
yudi permana
seru kak🥰
Angel
keren kak Cherly🥳😘😘
setiawan
/Good//Good//Moon//Heart/
gofur
baik🥰😍🤩
Äï
dia terlalu mudah menguasai dunia fana co aku curiga ntar dia bakal ke dunia lain seperti abad pertengahan, alam kultivator, dunia pedang dan sihir atau kek lou feng yg menjelajah di luar angkasa dan membangun kerajaan di semesta
Shinta geol
💟🥰💋
Cherlly
baca judul nya kaka dia memliki sistem flash sale Rp1 jdi dia bisa beli apa saja dgn Rp 1
Äï
loh uang dari mana dia? saldo nya kan 10M terus pake belanja 800jt kok malah nambah jadi 50M
Cherlly
itu di gas keras kalo ferari/lambo pasti keluar api dan asap kaka,..
Äï
masa mobil baru berasap
samuel df
🌹🥰
Äï
plot klise ini sudah lama aku tidak melihat nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!