Indonesia
NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali: Mengubah Takdir Cinta Kita

Terlahir Kembali: Mengubah Takdir Cinta Kita

Status: tamat
Genre:Time Travel / Mengubah Takdir / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: riri-can

Alexa Steviola mati mengenaskan bersama janinnya saat terjadi kecelakaan tunggal, saat membuka mata dia tidak percaya jika dia terbangun sebelum kecelakaan itu terjadi.

Diberikan kesempatan kedua Alexa tidak menyia-nyiakannya lagi, dia tidak akan mengejar cinta Lucas suaminya lagi, dia memilih untuk mundur mencoba menjalani hidup yang lebih tenang tanpa harus memaksa Lucas mencintainya.

Lucas sendiri adalah pria yang dia jebak hingga dirinya hamil, Lucas awalnya adalah tunangan Catherine yang merupakan bibi Alexa, hanya karena rasa cemburunya pada Catherine membuatnya gelap mata. Kehidupan kali ini dia memilih untuk mundur, tidak ada gunanya memaksakan perasaan seseorang apalagi Lucas yang dikehidupan sebelumnya sangat mencintai Catherine.

Tetapi perubahan Alexa membuat Lucas kebingungan bahkan Lucas marah saat Alexa berkata ingin bercerai dengannya, Lucas berkata sampai kapanpun dia tidak akan melepaskan Alexa.

Mampukah Alexa mengubah takdir hidupnya? Stay tune!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kepulangan Lucas

Deru mesin jet pribadi memecah kegelapan dini hari di bandara Sydney. Tepat pukul tiga subuh, pesawat mewah itu bergerak meluncur di landasan pacu sebelum akhirnya mengangkasa membelah langit malam.

​Di dalam kabin penumpang yang luas dan sunyi, Lucas Damarion Clinton duduk terpaku di kursi kulitnya. Pandangan mata abu-abu gelapnya menatap lurus keluar jendela, menyaksikan kerlip lampu kota Sydney yang perlahan mengecil dan menghilang di balik awan.

​Penerbangan menuju London ini akan memakan waktu belasan jam. Jika sesuai jadwal dan pergerakan cuaca di atas Eropa tidak memburuk, jet tersebut diperkirakan mendarat di London sekitar pukul tiga atau empat sore.

​Seorang pramugari mendekat dengan langkah sangat pelan, membungkuk sopan. "Tuan Clinton, apakah Anda membutuhkan hidangan hangat atau minuman sebelum istirahat?"

​"Kopi hitam. Tanpa gula," jawab Lucas singkat tanpa memalingkan wajahnya.

​"Baik, Tuan. Segera saya bawakan."

​Lucas merogoh saku jasnya, mengambil ponsel satelit dan mendial nomor asisten pribadinya di London. Sambungan terhubung pada deringan pertama.

​"Selamat malam, Tuan Lucas. Atau selamat subuh di Sydney," sapa suara Ben yang tenang di seberang telepon.

​"Ben," panggil Lucas dengan suara berat yang menahan ketegangan.

"Bagaimana situasi di sana?"

​"Nyonya Alexa berada di kamarnya, Tuan. Beliau mengabarkan pihak rumah sakit bahwa beliau akan datang untuk pemeriksaan besok pagi pukul sembilan."

​Rahang Lucas mengetat seketika. "Tahan dia, Ben. Jangan biarkan dia melangkah ke rumah sakit sebelum aku mendarat di London."

​Ben terdengar tertegun sejenak di seberang sana. "Tuan... Anda benar-benar terbang kembali ke London sekarang? Bagaimana dengan penandatanganan kontrak kerja sama proyek Sydney pagi nanti?"

​"Batalkan," pangkas Lucas dingin tanpa ada keraguan sedikit pun.

​"Tapi Tuan, nilai investasi proyek itu mencapai puluhan miliar dolar—"

​"Aku tidak peduli dengan puluhan miliar dolar itu, Ben!" potong Lucas dengan intonasi yang meninggi, membuat pramugari yang baru saja meletakkan cangkir kopi di mejanya sedikit terperanjat dan buru-buru mundur.

​Lucas menetralkan napasnya yang memburu, lalu melanjutkan dengan suara rendah yang menuntut.

"Kondisikan pihak rumah sakit. Geser jadwal dokternya menjadi pukul empat sore. Katakan ada kendala administrasi atau apa pun. Yang penting, pastikan Alexa tidak mendaftar sendirian."

​"Baik, Tuan Lucas. Saya akan mengurusnya sekarang juga," jawab Ben patuh.

​"Laporkan setiap pergerakannya padaku," pangkas Lucas sebelum mematikan sambungan secara sepihak.

​Ia menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi, memejamkan mata rapat-rapat. Pikirannya kacau balau. Kalimat Alexa di telepon beberapa jam lalu terus bergaung di kepalanya seperti mimpi buruk.

​“Aku bisa mengisi formulir pendaftaran nanti sebagai orang tua tunggal.”

​Kalimat itu sederhana, namun sanggup membakar emosi dan membantai ego Lucas hingga berkeping-keping. Bagaimana bisa wanita itu berpikir untuk mencoret namanya dari dokumen anak mereka? Apakah Alexa benar-benar berniat menghapus keberadaannya dari hidup wanita itu?.

​Lucas mengepalkan tangannya di atas pangkuan. Rasa marah dan gelisah menyatu, membuatnya tidak bisa duduk tenang. Di dalam hatinya yang biasa dingin dan rasional, sebuah doa asing terselip, ia berharap waktu bisa berputar lebih cepat dan penerbangan ini tidak tertahan cuaca buruk, agar ia bisa menahan Alexa sebelum wanita itu melangkah terlalu jauh.

​Perubahan Alexa selama tiga hari terakhir ini benar-benar menyiksanya. Lucas merasa seperti orang gila. Selama tiga hari di Sydney, ponselnya tak pernah lepas dari genggaman. Ia sengaja menunggu, mengharapkan rentetan pesan singkat atau panggilan telepon dari Alexa seperti yang biasa wanita itu lakukan jika ditinggal pergi. Dulu, ia akan merasa risih dengan kelakuan manja Alexa. Namun saat wanita itu mendadak bungkam tanpa kabar, hampa yang aneh mendadak menggerogoti dadanya.

​Dan ketika nama Alexa akhirnya muncul di layar ponselnya tadi malam, ada setitik rasa lega dan harapan yang muncul di hati Lucas. Ia mengira akan mendengar sapaan manja atau rengekan menuntut perhatian dari istrinya. Namun yang ia dapatkan justru suara dingin, tenang, dan pertanyaan-pertanyaan yang membuatnya merasa seperti seorang penjahat yang tak punya hati.

​Lucas mengecap rasa pahit di lidahnya saat mengingat kehadiran Catherine di kamar hotelnya tadi malam.

​Wanita itu tiba-tiba datang mengetuk pintu suite room-nya tanpa diundang, memohon bantuan karena ada masalah teknis pada tim produksi pemotretannya di Sydney. Lucas yang merasa terganggu memilih masuk ke kamar mandi untuk membasuh wajah dan berganti pakaian, berniat menyuruh sekretarisnya mengurus masalah Catherine.

​Siapa sangka Catherine justru bersikap begitu lancang dengan mengangkat panggilan telepon di ponsel pribadinya saat ia berada di kamar mandi?.

​Lucas sangat membenci privasinya diganggu oleh siapa pun. Tindakan Catherine yang berpura-pura seolah mereka sedang memiliki hubungan dekat di kamar hotel benar-benar menyulut kemarahannya. Itulah mengapa ia membentak Catherine dan mengusirnya malam itu juga.

​Namun nasi sudah menjadi bubur. Alexa sudah terlanjur salah paham, dan parahnya lagi, Alexa bahkan tidak terlihat cemburu atau marah. Wanita itu justru menerima fakta tersebut dengan kepasrahan yang dingin.

...***...

​Pukul empat lewat lima belas menit sore, langit kota London tampak mendung dan tertutup awan tebal. Roda jet pribadi Lucas akhirnya menyentuh landasan bandara setelah sempat tertahan arus cuaca di atas dataran Eropa.

​Begitu pintu pesawat terbuka, Lucas melangkah cepat turun dari tangga. Udara dingin London menyapa wajahnya, namun tidak sanggup mendinginkan hatinya yang membara.

​Di ujung bangunan, sebuah sedan Maybach hitam sudah bersiaga dengan pintu belakang yang dibuka oleh Ben.

​"Tuan," sapa Ben singkat seraya menunduk.

​Lucas langsung masuk ke dalam mobil. "Bagaimana dengan Alexa?"

​Ben menutup pintu dan segera duduk di kursi pengemudi, menjalankan mobil melaju keluar dari area bandara menuju rumah sakit pusat kota.

​"Nyonya Alexa sempat mempertanyakan perubahan jadwal dokter yang mendadak, Tuan," lapor Ben seraya menatap spion tengah.

"Beliau sedikit bingung kenapa jadwalnya diubah dari pagi menjadi pukul lima sore, tetapi akhirnya beliau menyetujuinya."

​"Apakah dia curiga?" tanya Lucas kaku, merapikan jasnya yang sedikit kusut.

​"Tidak, Tuan. Nyonya Alexa mengira jadwal dokter memang sedang padat," jawab Ben kaku namun sopan.

"Saat ini Nyonya Alexa masih berada di rumah, baru saja bersiap-siap untuk berangkat."

​Lucas bernapas lega, meski raut wajahnya tetap mengeras. "Bagus."

​Keheningan melingkupi kabin mobil selama beberapa menit. Ben mengemudikan kendaraan dengan kecepatan tinggi namun tetap stabil.

​"Tuan Lucas," panggil Ben pelan, memecah kesunyian.

​"Bicara," sahut Lucas pendek.

​"Apakah Anda benar-benar berniat menemani Nyonya Alexa ke dokter kandungan?" tanya Ben kaku.

"Ini pertama kalinya Anda membatalkan urusan bisnis penting hanya untuk mendampingi beliau."

​Lucas mengalihkan pandangannya ke luar jendela, menyaksikan bangunan-bangunan tua London yang terbias sinar sore yang redup.

​"Aku adalah ayah dari bayi itu, Ben," balas Lucas dengan nada suara rendah namun tegas.

"Aku tidak akan membiarkan dia menuliskan namanya sebagai orang tua tunggal di dokumen mana pun."

​Ben terdiam di balik kemudi. Ia dapat menangkap ketakutan yang tersirat di balik nada dingin tuannya. Untuk pertama kalinya selama bertahun-tahun bekerja pada Lucas Damarion Clinton, Ben melihat pria perkasa itu tampak panik dan tidak berdaya hanya karena seorang wanita berusia 21 tahun yang mulai berpaling darinya.

​"Percepat kecepatannya, Ben," perintah Lucas kaku.

"Jangan sampai kita terlambat satu menit pun."

​"Baik, Tuan," sahut Ben, menekan pedal gas lebih dalam, membelah jalanan London menuju tempat di mana wanita itu berada.

Bersambung...

Semoga kalian suka ya, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian.🥰

1
Indra Wahyu Rianti
ish lucas bukannya terimakasih alexa diselamatkan. kan esme udah cerita kl katerin berniat membunuh alexa. katerin msh berkeliaran. lucas mikirin ego tp gak mikirin alexa. kecuali mama papa nya jahatin alexa. ini mereka justru sayang.
Indra Wahyu Rianti
penasaran alexa sm lucas udah angingong lg setelah kejadian jebakan itu?
Indra Wahyu Rianti
lucas dan alexa sepupu yg boleh menikah krn giselle dan esmirelda perempuan jd bukan garis mereka.
yg gak boleh menikah sepupu dari garis pria.
Indra Wahyu Rianti
beruntungnya msh punya max dan isabella yg msh punya akal sehat. gak remaja labil yg ikutan hancur menyalahkan keadaan.
Indra Wahyu Rianti
aneh 1. kl dia suka sm alexa, setelah menikah apapun penyebab pernikahan itu seharusnya dia bahagia dan memperlakukan dg baik.
aneh 2. kl dia suka sm alexa dan keluarga suak alexa knp bertunangan dg katerin.
aneh 3. sikap lucas ke katerin vs ke alexa baikan ke katerin.
Anonim
Suka ceritanya, walaupun tokoh Alexanya agak2 terlalu lemah gemulai menurutku 😄
Lestari Ami'ne Zia
pasti yg menjebak Alexa dan Lucas. maminya🤭
Lestari Ami'ne Zia
tisyu mana tisyuu/Sob//Sob//Sob/
Lestari Ami'ne Zia
ya Allah Rasa sesaknya sampe q nangis
sherly
mencurigakan nih trio Clinton sepertinya yg menjebak Alexa sampai tidur dgn Lucas adalah mereka🤭🤭🤭
sherly
aku senang dengan respon keluarga Lucas semoga beneran tulus
Heriyani Lawi
Alexa bukan keturunan ebera Krn iaanak Jordan menantu keluarga ebera
Lupa Nama
sepupu itu boleh dinikahi dlm islam..yg tk boleh dinikahi itu bibi sama ponakan ato paman sama ponakan....sedangkan kedudukan lucas sama alexa itu nak misan klu org jawa bilang jdi sah2 aja mrk nikah..🙏🙏🙏🙏💪💪💪
Hariyanti
apa mungkin yg menjebak Lucas dan Alexa adalah ibu Lucas sendiri🤔🤔🤔
Siti Aisyah
gak sabar nih thor...kpn semua nya terbuka..kasihan si alexa dgn segala pemikirannya yg konyol itu...
Siti Aisyah
kasihan elexa...pergi aja y jauh dari kehidupan lukas..yg selalu merendahkan itu
Siti Aisyah
antara alexa dan lukas selalu salah paham dlm mengartikan perhatiannya..makanya selalu gak nyambung...alexa merasa disakiti trs dan lukas merasa benar dgn tindakannya ..
Siti Aisyah
jebakan dari ibu mertua kayak nya...
Indah Rosyida
maaf ya kak, masukan aja nih.
kalo setting ceritanya kehidupan orang2 bermata biru, tlg disesuaikan dengan budaya dan makan mereka biar kebih menggigit kisahnya.
mereka tidak makan nasi lho kak, kalaupun ada yang makan nasi itupun bukan nasi putih
Hariyanti
kok aku sedih banget yaaa baca part ini🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!