Leerant Quan adalah mahasiswa S2 paling njelehi sedunia. Dia tidak mau menyelesaikan tugas akhir akibat pundung sama dosen pembimbingnya ditambah nilai bahasa Inggris nya D gara2 dosennya tua! Akibatnya, ayahnya Timothy Quan ( dr triad Quan Taiwan ) mengultimatum harus lulus dalam waktu kurang dari setahun. Leerant harus kuliah lagi bahasa Inggris dan ternyata dosennya ... Katerina Reeves. Gadis yang empat tahun lebih tua darinya mampu membuat Leerant jungkir balik. Segala cara dilakukan agar putri Kaivan Reeves itu mau dengannya. Sementara Katerina tidak suka pria malas dan njelehi ditambah dia sudah punya pacar. Leerant pun berusaha menikung meskipun harus adu senjata.
Gen 8 klan Pratomo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kuwait
Leerant benar-benar tidak bisa konsentrasi saat melakukan pertemuan dengan pemilik resort yang hendak bekerjasama untuk book cafe. Sudah bertahun-tahun Leerant menjadi desainer dan supplier buku-buku langka untuk book cafe di banyak hotel, resort dan mall. Berkat koneksi keluarganya, Leerant bisa mengajukan tender ke banyak tempat-tempat strategis.
"Mr Quan?" panggil pemilik resort yang melihat pria itu tampak tidak berada bersama mereka.
"Eh? Maafkan saya, Mr Ito. Saya baru mendapatkan kabar buruk. Salah satu anggota keluarga saya mengalami kecelakaan tepat saat pesawat saya mendarat di Haneda," jawab Leerant. "Saya tahu saya tampak tidak profesional karena tidak fokus. Maafkan saya."
Mr Ito mengangguk paham. "Saya ikut bersimpati tapi tolong Anda sedikit fokus di sini ya."
"Baik. Sekali lagi, maafkan saya." Leerant tahu pertemuan ini sudah dipersiapkan cukup lama karena Mr Ito sangat sibuk.
"Daijoubu. Mari kita bicara bisnis," ucap Mr Ito.
***
Kuwait
Kaivan dan Anastasia hanya bisa menunggu di depan ruang ICU dimana Tristan, Katerina dan puteri kecil mereka yang berusia dua tahun, Yelena, dirawat. Keduanya ditemani oleh Avaro dan istrinya, Sabira, puteri Saudi Arabia yang kebetulan sedang berada di tanah airnya. Saudi Arabia adalah negara yang paling dekat perbatasannya dengan Kuwait selain Irak.
"Dari ketiganya, paling parah Tristan, Kai," ucap Avaro. "Katerina dan Yelena mengalami patah tangan. Kate juga mengalami gegar otak, patah tulang rusuk dan patah kaki juga."
"Tristan ... Paru-parunya yang satu kena tusuk tulang rusuk yang patah. Banyak kerusakan internal," d3sah Kaivan. "Dia bisa bertahan saja sudah mukjizat. Paling parah kepalanya."
"Menurut kepolisian, mobilnya mengalami malfunction yang kemungkinan kesalahan pabrik. Masih diselidiki kepolisian dan Sahran juga. Tidak ada rem yang berfungsi dan akibatnya menabrak sebuah bangunan." Avaro mengelus bahu Kaivan dan sepupunya itu pun runtuh juga. Kaivan menangis dan Avaro memeluk adiknya.
Sabira juga memeluk Anastasia yang tidak menduga putri bungsunya bersama suami dan anaknya mengalami kecelakaan yang mengerikan. Jika mengingat kondisi mobil mereka, Anastasia bersyukur mereka semua masih hidup meskipun kritis.
"Mereka akan sehat, Ana. Jangan khawatir. Tristan, Kate dan Yelena kuat," bisik Sabira.
"Iya Mbak," jawab Anastasia yang sebenarnya agak skeptis jika melihat kondisi mereka.
Keempatnya menoleh ketika mendengar suara erangan Yelena dan batita itu pun bangun. Melihat lingkungannya berada di tempat asing, Yelena auto menangis dan mencari ibunya.
Para dokter dan perawat bergegas menghampiri Yelena. Meskipun Anastasia ingin memeluk cucunya, tapi dia memberikan kesempatan ke dokter memeriksa kondisi Yelena.
"Apakah saya boleh menggendong cucu saya? Atau menemani?" pinta Anastasia saat dokter keluar dari ruang ICU.
"Biar kami pindahkan ke kamar biasa ya, Ma'am. Cucu Anda kondisinya sudah membaik," jawab dokter.
"Sayang, kamu pegang Yelena ya. Aku jaga Kate dan Tristan," pinta Kaivan.
Anastasia mengangguk. Dia tahu Kaivan sangat menyayangi Katerina, sangat khas Daddy's little girl.
"Aku temani, Ana," timpal Sabira.
Tak lama Yelena dibawa ke kamar biasa dan dia menangis lega melihat Omanya ada disana.
"Mama... Mama... Papa...." rengek Yelena bingung.
"Mama dan Papa masih bobok. Lena sama Oma dan Oma Bira ya?" bujuk Anastasia sambil menggenggam tangan cucunya.
Yelena hanya bisa mengangguk dengan hidungnya yang merah. Anastasia bersyukur, Yelena masih mengenali dirinya dan teringat kedua orang tuanya.
Setelah Anastasia, Sabira dan Yelena dibawa ke ruangan biasa, Kaivan dan Avaro fokus ke dokter yang merawat Tristan dan Katerina. CEO PRC Group itu merasa uang yang dia miliki, tidak ada artinya jika putri dan menantunya tidak selamat.
"Bagaimana dengan putriku dan suaminya?" tanya Kaivan gusar. "Ini sudah dua hari mereka koma!"
Dokter itu hanya menatap sedih ke Kaivan dan Avaro. "Maafkan saya Mr Reeves, Prince Avaro ... satu paru-paru dokter Tristan tidak bisa diselamatkan dan harus memakai life support. Selain itu, ginjalnya juga tidak bisa berfungsi satu akibat hantaman itu. Sejujurnya, saya tidak bisa memastikan apakah dokter Tristan bisa melewati masa kritisnya. Miss Katerina masih lebih baik daripada dokter Tristan. Tidak ada organ yang parah."
Kaivan dan Avaro hanya bisa menganga karena sebelumnya dokter tidak bilang separah itu. "Kenapa Anda tidak bilang?" tanya Kaivan dengan nada tertahan. "KENAPA ANDA TIDAK BILANG!"
"Kai ...." Avaro berusaha menahan Kaivan yang histeris.
"Tapi Varo ...."
"Kai, kita tunggu saja. Jangan kamu seperti ini. Tolong, percayakan pada dokter," pinta Avaro.
"Apakah butuh donor paru-paru? Donor ginjal? Akan aku berikan semua!" seru Kaivan.
Avaro hanya berharap Kaivan tidak memanggil Rania, Galena dan Hana soal mencari organ. Mereka senang, kita yang senewen!
"Tidak semudah itu juga, Mr Reeves karena jika dilakukan operasi, kansnya itu fifty-fifty. Kondisi dokter Tristan tidak bisa dilakukan tindakan operasi besar dan rumit," jawab dokter.
"Misal, ada donor dan hendak dilakukan cangkok. Tristan bisa selamat?" tanya Avaro dengan nada lebih melunak.
Dokter menggeleng. "Saya tidak bisa menjaminnya, Prince Avaro. Saya takut jika dipaksakan ... Hal yang buruk terjadi."
"Tapi jika tidak dilakukan, kita tidak tahu kan?" ucap Avaro lagi.
"Saya tidak berani My Prince."
"Mas?" Kaivan menatap Avaro dengan wajah memelas.
"Aku akan tanya Galena dan Rania," putus Avaro. "Dokter, bolehkah aku memanggil dua sepupuku yang dokter bedah?"
"Siapa My Prince?"
"Dokter Rania Armstrong dan dokter Galena Darling."
***
Leerant tiba di bandara Kuwait usai menyelesaikan pekerjaannya di Jepang. Bersama dengan Miu Wai, pria itu segera menuju Kuwait Royal Hospital dan tidak sabar mengetahui kondisi Katerina dan suaminya.
"Anda baik-baik saja?" tanya Miu Wai.
"Apakah aku terlihat baik-baik saja? Tidak MiuMiu ... Aku takut terjadi sesuatu." Leerant menatap asistennya. "Kabar terakhir?"
"Miss Katerina sudah sadar tapi dokter Tristan belum bisa diprediksi karena luka-lukanya sangat parah," jawab Miu Wai.
Leerant menghela napas panjang. Sudah seminggu pasca kecelakaan itu dan Tristan kabarnya belum sadar sejak itu.
"Tuan Muda Kedua?" Miu Wai menatap Leerant.
"Kita segera ke rumah sakit. Oke!"
Mereka pun naik taksi bandara ke rumah sakit karena memang tidak ada koneksi di Kuwait. Setibanya di rumah sakit, Leerant bertanya kamar Katerina. Setelah diberitahu, keduanya segera ke lantai tempat Katerina dirawat bersama dengan Tristan dan Yelena.
Sesampainya di sana. Leerant dan Miu Wai merasakan suasana yang tidak enak. Dia pun menghampiri Aleksei yang berdiri sambil menangis.
"Gege? Apa yang terjadi?" tanya Leerant.
Aleksei yang baru melihat Leerant, hanya bisa terdiam. "Leerant ... Kamu ngapain kemari?"
"Aku hendak menengok Kate dan Tristan."
Aleksei menggelengkan kepalanya. "Tristan sudah tiada."
***
Yuhuuuu up pagi Yaaaa
Thank you for reading and support author
Dont forget to like vote and gift
Tararengkyu
kl ga ada dia,mngkn bkln trjdi ssuatu yg bkin km jauh sm kate....
hrusnya kluarga tristan tau gmna kluarganya kate,hnya dmi hrta smp rela mnykiti ank,cucu,dn mnantunya sndri....aku ga sbr nunggu hkumn buat mreka....😡😡😡
Tabur tuai itu ada 😏😏👊👊👊👊👊
benar miu miu....
jangan biarkan Lee ke Jakarta karena akan makin memperburuk suasana