Taniza dan Tania.
Saudara kembar yang terpisah sejak kecil.
Taniza dan Tania merupakan kembar identik, hanya saja sifat mereka bertolak belakang.
Taniza adalah sosok anak yang lemah lembut, baik hati, tidak pernah menyakiti siapapun, ia gadis yang sangat penurut.
sedangkan Tania , ia gadis yang lebih liar, tidak mau di atur, suka seenaknya,dan lebih suka hidup semaunya..
namun di balik sifat keduanya yang sangat bertolak belakang, mereka sama-sama saling menyayangi, namun takdir berkata lain, mereka mengalami kecelakaan dan membuat nya terpisah,namun sebelum kecelakaan itu terjadi, mereka iseng-iseng bertukar nama, tapi ternyata pertukaran identitas itu terbawa sampai dewasa.
Bismillahirrahmanirrahim....
Yuk ikuti kisahnya....
kawal mereka sampai tuntas...
jangan lupa beri dukungan ya ...
salam sehat semua.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30
Beberapa jam kemudian, suasana mansion kian lengang. Tania melangkah turun menyusuri tangga menuju ruang makan utama di lantai satu untuk mengambil segelas air hangat.
Di saat yang bersamaan, di area dapur bersih, Chana sedang berdiri membelakangi pintu. Dengan jemari gemetar dan mata dipenuhi dendam yang membara, Chana meneteskan beberapa tetes cairan bening dari botol kaca kecil ke dalam segelas susu hangat yang disiapkan untuk Tania.
Cairan itu adalah racun keras perusak rahim secara perlahan, ramuan licik yang dirancang agar Tania tidak akan pernah bisa memberikan keturunan untuk Ameer, tanpa menimbulkan rasa sakit mendadak yang memicu kecurigaan dokter.
"Pernikahanmu boleh sukses, Tania... tapi aku pastikan kamu tidak akan pernah punya penerus di rumah ini!, dan nanti Ameer akan menikah lagi, karena dia cucu laki-laki satu-satunya dan harus memiliki keturunan" bisik Chana penuh racun sebelum membawa nampan itu ke ruang makan.
Di ruang makan, Filio sedang duduk bersandar memainkan ponselnya, sementara Tania baru saja mendaratkan tubuhnya di salah satu kursi.
"Sedang apa Filio....?" tanya Tania lembut,, seperti Taniza yang selalu ramah pada semua orang.terutama pada penghuni mansion.
"Biasa...., sibuk lihat Cogan" balas Filio terkekeh sambil menunjukkan wajah-wajah aktor dracin yang sedang dilihat nya.
Tania tersenyum mengangguk. Lalu Cahana datang mendekat.
"Tania sayang," panggil Chana dengan suara mendayu-dayu yang dipaksakan manis, meletakkan gelas susu hangat itu di hadapan Tania. "Tante buatkan susu hangat khusus untukmu. Supaya tubuhmu cepat pulih dan bisa tidur nyenyak setelah acara seharian ini."
Tania menatap gelas itu, lalu mengalihkan pandangannya pada Chana yang memamerkan senyum palsunya.
Dengan anggun, Tania meraih gelas tersebut dan mendekatkannya ke bibirnya. Namun, sebelum cairan itu menyentuh lidahnya, indra penciuman Tania yang tajam, yang terlatih hidup cermat di desa, menangkap aromanya. Ada samar-samar bau pahit asing dan getir yang tercium tipis di balik harum gurihnya susu hangat.
Insting bertahan hidup Tania seketika menyala terang. "Wanita tua ini main racun..." batin Tania menyeringai dingin di balik wajah polosnya.
Tanpa mengubah raut wajahnya, Tania memutar pandangannya ke arah Filio yang duduk di sebelah kanannya, di samping gelas teh manis dingin milik sepupunya itu.
"Aduh, Tante... sepertinya tenggorokan Tania sedang agak gatal, Tania ingin minum teh dingin milik Filio, dulu" kata Tania pelan.
"Ya sudah, minum teh dulu, jangan lupa susunya juga habiskan, Tante mau buatin teh lagi untuk Filio" sahut nya lalu berjalan kembali ke dapur .
"Iya Tante... Terimakasih" balas Tania lembut.
Sebelum Chana sempat menyadari apa yang terjadi, Tania dengan gerakan tangan yang sangat cepat dan luwes memindahkan gelas susu hangat beracun itu tepat ke depan Filio, lalu meraih gelas teh milik Filio ke hadapannya sendiri!
"Eh, Kak Tania, apa-apaan sih...." protes Filio kesal.
"Minum saja, Filio... Susu buatan Ibumu sangat harum dan manis, sayang kalau dibuang. Kamu kan suka minum susu hangat sebelum tidur," sahut Tania dengan suara sangat lembut dan membujuk.
Filio yang memang kehausan dan tidak tahu apa-apa soal rencana jahat ibunya, langsung meraih gelas susu hangat itu tanpa rasa curiga. Tanpa ragu sedikit pun, Filio menenggaknya dengan cepat!
Glek...
Glek...
Glek...
Prang ....
Gelas teh yang di pegang Chana pecah mengenai lantai marmer yang dingin.
Mata Chana melotot selebar-lebarnya! Darah di seluruh tubuhnya mendadak berhenti mengalir sewaktu melihat putrinya sendiri meminum susu beracun itu hingga tersisa setengah gelas!
"Filio, JANGAN!" jerit Chana histeris, hendak merampas gelas itu.
Brak!
Tania menyandarkan punggungnya di kursi dengan santai, mengusap bibirnya dengan tisu, lalu menatap Chana dan Filio dengan senyuman paling dingin dan mematikan yang pernah ada.
"Kenapa Tante berteriak?" tanya Tania dengan nada santai namun menusuk. "Filio cuma meminum susu yang Tante buatkan untuk ku... Dan sepertinya Susu yang sudah Tante campuri dengan cairan perusak rahim, kan?"
JLEB!...
Mendengar kalimat itu keluar dari mulut Tania, Filio yang baru saja menelan sisa susunya seketika membeku! Matanya membelalak ketakutan, dadanya bergemuruh oleh teror yang luar biasa!
"A-APA?! M-mama... apa yang dibicarakan Tania?!" teriak Filio dengan suara pecah.
Chana berdiri mematung bagaikan patung es dengan wajah pucat pasi seperti mayat. "F-Filio... jangan ditelan, Nak! T-muntahkan! MUNTAHKAN SEKARANG!"
Filio yang sadar dirinya baru saja meminum racun mematikan buatan ibunya sendiri langsung histeris. Dengan wajah merah padam dan napas memburu karena panik setengah mati, Filio berlari kencang menuju wastafel di sudut dapur!
"Ugh.....
HOEK!
HOEK!
Suara kehebohan dan jeritan muntah Filio bergema tragis di area dapur. Filio meraup air keran, mencolok tenggorokannya sendiri dengan jari gemetar demi memuntahkan kembali isi perutnya, sementara Chana memukuli punggung putrinya sambil menangis histeris dan panik bukan main.
Di meja makan, Tania duduk dengan tenang, menyilangkan kakinya yang dibalut gaun tidur terusan lalu menyesap teh dingin milik Filio dengan sangat nikmat.
"Senjata makan tuan, Tante Chana... "batin Tania tersenyum kian pekat. "Rasakan sendiri pahitnya racun yang kamu racik untuk orang lain."
Di ruang dapur yang kacau, suara muntah dan tangisan histeris Filio perlahan mereda. Dengan tubuh gemetar dan wajah pucat bagaikan mayat, Filio dipapah oleh Chana menyusuri koridor menuju kamarnya. Chana merawat putrinya dengan napas memburu, memberikan air putih sebanyak-banyaknya hingga meyakinkan diri bahwa racun itu belum sempat terserap penuh oleh tubuh Filio.
"Istirahat nak,. maafkan mama karena mama tidak memberitahukan sebelum nya padamu, besok kita ke dokter, semoga tidak terjadi apa-apa dengan mu" Bisik Chana dengan lembut,mengusap rambut putrinya dengan sayang.matanya memancarkan kebencian yang teramat mendalam pada Tania....ia merasakan, setelah Tania hilang, kini semuanya berubah, tidak ada wajah ketakutan saat Tania berdiri di depannya, dulu, biasanya Tania selalu menunduk saat berbicara maupun berpapasan dengannya
Setelah memastikan Filio terbaring lemas di atas kasurnya, rasa panik Chana seketika berubah menjadi kobaran amarah yang luar biasa. Topeng kepalsuan yang beberapa hari ia kenakan runtuh total malam itu.
Dengan langkah lebar dan derap kaki yang kasar, Chana berjalan menuju kamar Tania di lantai dua.
Brak!....
Chana mendobrak pintu kamar tanpa rasa segan sedikit pun. Matanya merah menyala oleh amarah, napasnya kempang-kempis bagaikan kesetanan.
Tania yang asli sedang berdiri di dekat meja rias, perlahan melepaskan masker wajahnya. Ia sama sekali tidak terkejut sewaktu pintu kamarnya didobrak. Dengan sangat tenang, Tania memutar tubuhnya, menatap Chana yang berjalan menerjang ke arahnya.
"Gadis iblis sialan!" maki Chana dengan suara melengking yang tertahan. "Berani-beraninya kamu memberi racun itu pada Filio?! Kalau sampai terjadi apa-apa pada rahim anakku, aku tidak akan pernah melepaskanmu!"
"Terus....maksudmu, Aku yang harus meminum racun itu .... Sekarang Aku bukan Tania bodoh lagi, yang selalu kalian tindas ?" balas Tania terkekeh.
Chana melayangkan tangannya yang gemetar oleh murka, mencengkeram kuat rahang Tania dengan jemarinya yang berkuku tajam.
"Kamu pikir kamu siapa, hah?! Hanya karena kamu sudah jadi istri Ameer, kamu merasa bisa menginjak-injak kami?!" bentak Chana tepat di depan wajah Tania, tidak ada lagi rasa kepura-puraan atau wajah manis yang biasa ia tampilkan...
di tunggu unboxing nya Thor 🤭🤭🥰🥰