Status adik angkat tak pernah membuatku aman dari mereka."
Bertransmigrasi ke tubuh figuran yang diangkat anak oleh keluarga Sterling, Ceira berniat kabur dari alur novel. Namun, jiwa barunya yang tangguh justru memicu obsesi gelap Kaiser dan King Sterling.
Satu tubuh adik angkat, dua raga kembar, dan empat jiwa penguasa yang terobsesi mengunci hidupnya. Lari bukanlah opsi saat jerat liar mereka sudah mengunci mati.
"Mampukah dia lolos dari jerat liar mereka?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon namice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Simfoni Kematian di Pelabuhan Utara
Matahari pagi yang baru saja merayap naik perlahan di atas cakrawala kota tidak mampu menghangatkan atmosfer dingin, pekat, dan mencekam yang menyelimuti kawasan pelabuhan utara. Dermaga tua yang terbengkalai itu tampak sunyi dari aktivitas kargo legal, namun di balik bayang-bayang kontainer raksasa berkarat yang tersusun acak, puluhan anak buah Zayn Al-Fayed bergerak lincah mempersiapkan peralatan perang mereka dengan tergesa-gesa. Peti-peti kayu berukuran besar berisi senjata biologis ilegal, amunisi berat, serta bahan peledak taktis berdaya hancur tinggi ditumpuk secara teratur di atas palet kayu, menunggu aba-aba terakhir sebelum didistribusikan ke titik-titik vital pusat kota. Udara di sekitar dermaga terasa semakin berat dan menyesakkan, dipenuhi oleh bau amis air laut yang bercampur pekat dengan aroma minyak solar, karat besi tua, serta keringat ketegangan para tentara bayaran sewaan Zayn yang mulai merasakan teror mencekam merayapi dada mereka.
Zayn Al-Fayed berdiri tegak di atas anjungan geladak kapal kargo bobrok sambil memegang segelas whisky dingin di tangan kanannya, mencoba meredakan debar jantungnya yang berdegup kencang tidak biasa. Seringai tipis yang arogan terukir di bibirnya, menampakkan rasa percaya diri yang berlebihan dan sangat memuakkan. Ia merasa seluruh skenarionya berjalan sempurna tanpa cela—mengalihkan perhatian para penguasa Sterling ke sektor pelabuhan utara yang sunyi, sementara agen rahasianya menyusup diam-diam ke jantung keuangan kota untuk melancarkan serangan pembersihan massal. Zayn benar-benar meyakini bahwa dirinya adalah predator puncak di rantai makanan dunia hitam yang sedang mempermainkan dinasti Sterling dari balik layar kegelapan, tanpa sedikit pun menyadari bahwa ia sebenarnya sedang berjalan perlahan menuju mulut singa yang siap mencabik-cabiknya hingga berkeping-keping.
“Pria bodoh itu benar-benar mengira dirinya adalah dalang terhebat di dunia hitam,” batin Scarlett mendesis penuh cibiran dingin dan nada meremehkan di dalam kesadaran Ceira, manik mata mereka memantulkan bayangan pelabuhan dari teropong jarak jauh berteknologi tinggi di atas bukit karang tersembunyi. “Dia tidak tahu sama sekali bahwa kita sedang berdiri tepat di atas lehernya, mengawasi setiap gerak-gerik bodohnya dengan seksama, dan menunggu saat yang paling tepat untuk mematahkan lehernya tanpa sisa ampun. Biarkan dia menikmati detik-detik terakhir keangkuhannya yang menyedihkan sebelum neraka membakar dunianya hingga menjadi abu. Tidak ada tempat lari bagi pengecut sepertinya di dunia ini.”
Ceira bersembunyi dengan tenang di balik rimbunnya pepohonan pinus bersama Kaiser, King, dan Zero, memantau setiap pergerakan musuh melalui layar pantau taktis portabel yang menampilkan peta digital pelabuhan secara real-time. Jubah kamuflase gelap berteknologi tinggi yang mereka kenakan menyatu sempurna dengan kegelapan pagi dan dedaunan, sementara aroma adrenalin, ketegangan, dan bubuk mesiu menguar tipis di udara sekitar mereka. Tidak ada satu pun dari mereka yang menunjukkan rasa cemas; ketenangan mutlak justru terpancar dari wajah para penguasa dunia bawah tersebut, seolah apa yang terjadi di bawah sana bukanlah sebuah medan perang berdarah, melainkan sebuah pertunjukan teater murahan yang menghibur.
"Dia terlalu percaya diri dengan rencana pengalihan isengnya yang kekanak-kanakan itu," ucap Kaiser dengan suara bariton yang amat tenang dan berwibawa, jemarinya mengetuk pelan gagang senapan runduk canggih bermerek khusus di sampingnya. "Zayn lupa bahwa di wilayah ini, di bawah langit kekuasaan kita, tidak ada satu pun semut yang bisa bergerak tanpa izin dan sepengetahuan keluarga Sterling. Dia sedang menggali kuburannya sendiri dengan kedua tangannya tanpa menyadari kedalaman lubang tersebut."
Zero mendengus pelan, manik mata merah pekatnya berkilat haus darah di balik bayang-bayang pepohonan. "Biarkan mereka menikmati ilusi kemenangan palsu itu selama beberapa menit lagi sebelum kita menghancurkannya berkeping-keping," sahut Zero tajam, jemarinya sudah bersiap mencengkeram belati taktis berukir indah di balik jaket militernya. "Aku sudah tidak sabar melihat ekspresi ketakutan dan keputusasaan di wajahnya saat menyadari semua jalan keluar telah kita ledakkan hingga rata dengan tanah. Mari kita lihat apakah kesombongannya masih tersisa saat darahnya mulai mengotori lantai kapal ini."
King mengangkat tangan kanannya dengan gerakan tegas, memberikan isyarat senyap kepada seluruh pasukan bayangan Sterling yang telah mengepung area pelabuhan dari segala penjuru mata angin. "Operasi pembersihan dimulai sekarang," titah King dengan suara bariton yang mutlak dan mematikan. "Jangan sisakan satupun dari tikus-tikus got itu yang bernyawa meninggalkan dermaga ini. Pastikan pesan kita tersampaikan dengan jelas kepada siapa saja yang berani mencakar singa."
Dalam hitungan detik, kekacauan meledak tanpa peringatan dan tanpa ampun.
Bum!
Ledakan pertama yang memekakkan telinga menghantam jalur pelarian utama di gerbang utara pelabuhan, memutus total akses keluar bagi seluruh armada truk kontainer bermuatan senjata milik Zayn. Kobaran api raksasa membumbung tinggi ke udara, menerangi langit pagi yang tadinya kelabu dengan cahaya kemerahan yang mengerikan. Suara sirene darurat berderit bersahutan, disusul oleh berondongan peluru tajam dari pasukan bayangan Sterling yang menyerbu dari segala penjuru kegelapan layaknya pasukan hantu pencabut nyawa dari dunia lain.
Zayn Al-Fayed yang tadinya bersantai menikmati minuman seketika terlonjak kaget saat geladak kapalnya dihujani tembakan presisi tinggi yang menghancurkan kaca anjungan. Gelas di tangannya terlepas, pecah berkeping-keping di atas lantai kayu tua. Wajahnya yang tadinya angkuh mendadak pias seketika, kehilangan seluruh warna kemerahannya dan digantikan oleh pucat pasi yang mengerikan. Kepanikan langsung merenggut sisa-sisa kewarasannya.
"Sial! Kita terjebak dari segala arah! Dari mana bajingan-bajingan itu datang?!" teriak Zayn histeris kepada para pengawalnya yang berhamburan panik mencari perlindungan di balik dinding kontainer.
Di atas bukit karang pengintaian, Ceira berdiri perlahan dari posisi jongkoknya dengan gerakan yang sangat anggun namun mematikan. Angin pagi menerbangkan helaian rambut hitamnya, sementara bendar mata cokelatnya memancarkan aura seorang ratu dunia bawah yang tidak terkalahkan dan penuh wibawa.
"Kau memilih lawan yang salah untuk diajak bermain catur, Zayn," gumam Ceira dingin pada dirinya sendiri, mengangkat senapan serbunya dan membidik tepat ke arah menara pengawas tempat musuh mereka berdiri kebingungan di tengah kepulan asap.
Peluru tajam melesat membelah udara dingin, mengakhiri perlawanan awal kelompok Zayn dan membuka babak pembantaian mutlak di pelabuhan utara yang akan dikenang sebagai awal kejatuhan total sindikat mereka. Pasukan bayangan bergerak maju dengan disiplin besi, menyapu bersih setiap sudut dermaga tanpa memberikan celah sedikit pun bagi musuh untuk bernapas. Suara letusan senjata berpadu dengan jeritan kesakitan menciptakan paduan suara kematian yang menggema di sepanjang garis pantai.
Kaiser, King, dan Zero turut merangsek turun dari bukit pengintaian menuju arena pertempuran utama, bergabung langsung untuk memastikan kehancuran total kelompok Zayn. Setiap langkah mereka memancarkan dominasi mutlak yang membuat para anak buah Zayn semakin kehilangan nyali dan kocar-kacir tanpa arah. Di tengah kekacauan berdarah tersebut, takdir kelompok musuh telah disegel secara permanen oleh kekuatan mutlak dinasti Sterling.
aku tunggu👍👍👍👍
semangat......
gak jdi tuker tempat ma kamu ah..atutt 🤣🤣🤣🤣 jiwa halu ku meronta 😩😩
aahhh...gak sabar up lgi..👏👏👏