Indonesia
NovelToon NovelToon
Soraya Dan Aldrian

Soraya Dan Aldrian

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cintapertama / Idola sekolah
Popularitas:382
Nilai: 5
Nama Author: MayRedN

Soraya anak bungsu dari tiga bersaudara, ceria, mudah bergaul dan sedikit pintar. Keluarganya berkecukupan tapi sederhana. Hari Pertama SMA kelas 10 bertemu Aldrian yang kelas 12, Aldrian orang yang pendiam, perhatianya tidak diucapkan. Soraya dan Aldrian memiliki hari hari yang canggung disekolah. Banyak interaksi tak pernah terjalin komunikasi. Soraya akhirnya harus terpisah dengan Aldrian. Aldrian yang sudah lebih dulu lulus pergi tanpa kata tanpa berpamitan, membuat hari hari Soraya disekolah selalu mengingat Aldrian.

Setelah 2 tahun terpisah akhirnya mereka bertemu kembali. Aldrian mempunyai keberanian untuk menemui Soraya dirumahnya.

Soraya dan Aldrian dari keluarga yang sangat berbeda, keyakinan yang berbeda membuat mereka mempunyai banyak cerita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MayRedN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Memandangnya dari kejauhan

Maksudnya apa ini, tiba tiba banget nggak pakai basa basi minta jadi pasangan???

Aku "Pasangan apaan sih??"

Mas Devan "Jadi pasangan aku di acara inagurasi kampus"

Aku "Oh kirain apaan, nemenin gitu maksudnya"

Mas Devan "Iya jadi pendamping gitu loh, ntar digandeng tanganya"

Aku "Enak aja mau gandeng tangan tuan putri, udah izin paduka raja apa belum"

Mas Devan "Ya kalo kamunya udah OK aku siaplah menghadap paduka raja"

Mas Devan tahun ini pindah kuliah di Sekolah Pelayaran, setiap taruna wajib membawa pasangan di acara inagurasi.

Mas Devan jomblo abadi, padahal cowok cowok gank teras udah pada punya pacar. Aku dan Mas Devan masih ngobrol diruang tamu, kami udah terbiasa seperti kakak beradik.

2 hari bener bener senam jantung, ada ada aja yang bikin kaget.

Aku "Punya pacar napa... Jadi kalau butuh pasangan nggak bingung!!"

Mas Devan "Kalau cuma nyari gampang, ini masalahnya harus ada buat hari santu besok, siapa lagi yang mau nolongin mas Devan"

Aku "Mba Renata sana"

Mas Devan "Masa iya sama Renata... Kamu aja deh, ntar mas Devan kabulin 3 permintaan"

Mas Devan masih aja berusaha ngerayu meluluhkan hatiku, ngikutin aku mulu.

Aku masuk kedalam duduk disebelah mas Nandito didepan TV.

Mas Nandito "Arwana Merah sungguh ciptaan yang indah"

Aku "Harus gitu ditaruh sebelah TV?"

Mas Nandito "Biar ga bosen liatin TV mulu"

Mas Devan masuk kedalam duduk disebelahku.

Mas Devan "Ikan yang lama ditaruh mana mas?"

Mas Nandito "Tak kasihkan Wibin"

Mas Devan "Wibin udah lama ga kelihatan ya??"

Aku "Ada cari aja dirumahnya"

Wibin ini anak dari tante Anti, adeknya bapak yang paling kecil, rumahnya dibelakang bengkel mobil disebelah toko sepeda ibu.

Jadi rumah kami dan rumah wibin dipisahkan oleh toko sepeda.

Mas Devan "Mas Nandito besok istirahat aja, nggak usah jemput Aya"

Mas Nandito menoleh ke arah mas Devan "Maksudnya???"

Mas Devan "4 hari ke depan biar aku aja yang jemput, aku ada urusan sama Aya"

Mas Nandito pandanganya berputar putar dari mas Devan ke Aku ke mas Devan ke aku lagi....

Mas Nandito " Ada apaan sih??"

Mas Devan "Nggak ada apa apa, pengen ngerasain punya adek aja"

Aku "Terserah kalian saja yang penting ada yang jemput"

Mas Nandito "Jadi cewek gampangan amat sih, jual mahal napa!!!"

Aku "Sapa yang gampangan!!! Kan aku bilang terserah nggak bilang mau"

Kak Nandito "Nggak usah, mandi sana, makan trus tidur besok masih ada MPLS!!!"

Aku berdiri dari dudukku berjalan ke arah dapur, Mas Devan keluar kembali ngumpul sama ganknya.

Aku "Bu tadi mas Nandito beli ikan 1.8 juta"

Dari ruang tengah yang masih terlihat dari dapur mas Nandito berteriak "Dasar tukang ngadu, Kebiasan!!!"

Ibu datang kearah mas Nandito : "Tadi kamu bilang ikannya harganya murah, sekarang kenapa jadi 1.8 juta"

Mas Nandito "Kan memang murah bu... 1.8 juta, soalnya ditempat penjual yang lain harganya 3 juta"

Ibu "1.8 juta bisa dapet sepeda 1"

Mas Nandito "Kan sayang aquariumnya bu, udah kosong, kemarin ikanya di bawa Wibin semua"

Ibu "Kalau pelihara pelihara hewan harus dirawat betul betul jangan sampai nggak dikasih makan kasian, ntar ujung ujungnya bapak lagi yang ngrawat!!!"

Mas Nandito "Aya juga tadi minta dibeliin kura kura bu, nggak tau ditaruh dimana, jangan jangan udah dititipin mba Siti"

Ibu "Perlu diinget ya, mba Siti disini pekerjaanya hanya membantu pekerjaan ibu, jadi kalian kerjain semua pekerjaan kalian sendiri!!!"

Sepertinya mas Nandito membangunkan Ibu dari pertapaannya, dari pada terjadi hal hal yang tidak diinginkan kami diem aja sambil melirik satu sama lain lalu men jawab "Iya bu"

PAGI HARI

Hari ini MPLS terakhir.

Aku sudah sampai disekolah dianter mas Nandito, Mas Nandito yang bawel tapi sebenernya sangat perhatian.

Dia tidak akan pernah mengizinkan adek kesayanganya ini dibonceng cowok selain dia.

Disekolah hari ini ada pentas seni dan pameran ekskul, Area panggung pentas seni udah rame, dikanan kiri panggung ada sound gede, banner "MPLS 2026".

Hari ini masih sama dengan hari kemarin, hanya dengan semangat yang berbeda. Kakiku dengan santai melangkah menuju kelas.

Puk….

Putri menepuk bahuku “Kita absen dulu dikelas sama bu Dewi kan???”

Aku “Kayaknya iya?”

Sambil berjalan ke kelas aku dan Putri membicarakan acara pentas seni hari ini.

Ada tari daerah, dance modern, band, nyanyi solo, teater, pembacaan puisi, paduan suara dan fesyen show. Sampai dikelas kami duduk bersebelahan.

Tamiya datang menghampiri menyodorkan kertas yang dia bawa.

Tamiya “Kata bu Dewi absen dulu nih, kalau udah absen bebas mau ngapain. Entar pulangnya absen lagi”

Aku “Pentas seni mulai jam berapa sih?”

Tamiya “Tadi sih kata Rifta jam 9”

Putri “Rifta jadi tampilin tari daerah?”

Tamiya “Iya tapi sama anak anak kelas lain yang dulu satu sekolah sama dia, katanya sih kemarin perpisahan SMP dia nampilin itu. Sekarang anaknya lagi siap siap di bawah”

Aku “Syukurlah kelas kita ada yang makilin tampil”

Putri “Bukanya bagus juga tampil fesyen show?”

Tamiya “Iyalah kan katanya dia memang muridnya pak Karyono di sekolah model”

Kami bertiga terlalu asik ngobrol hingga lupa waktu, acara pentas seni sudah dimulai, kamipun turun menuju keramaian dilapangan.

Aku “Ya….. udah mulaikan. Kita keasikan ngobrolnya nih, udah ketinggalan banyak”

Putri “Aku udah denger dari tadi acaranya udah mulai, memang aku males aja liat rame rame kayak gini, Cuma terpaksa demi kalian yang kayaknya kepengen banget”

Tamiya “Aku nggak kepengen banget sih, cuma pengen aja. Aya kayaknya yang pengen banget”

Aku “Kok jadi aku sih, ya udah kita dibelakang aja”

Kami berhenti dibelakang kerumunan, mencari tempat yang nyaman buat duduk.

Didepan kami rame banget anak anak nonton.

Semakin rame banget sampai sampai tempat didepan kami yang tadinya masih longgar jadi penuh. Kamipun terpaksa mundur kebelakang, udah nggak mungkin lagi bisa duduk.

Putri nengok kanan kiri depan belakang dikerumunan terdengan ada anak yang manggil manggil “Puput… Put…”.

Putri “Denger nggak sih ada yang manggil manggil Put.. Put…”

Tamiya “Memang Put.. Put… siapa???”

Putri “Ya Putri lah sapa lagi masa Putra…”

Aku ikut penasaran denger suara “Puput… Put…” jadi ikut ikutan nyari.

Ternyata suaranya bukan dari kerumunan didepan tapi dari tangga sebelah kanan.

Ada anak Perempuan rambutnya keriting, badanya agak besar melihat kearah Putri.

Aku “Itu Put ditangga sebelah kanan ada yang liatin kamu”

Putri langsung saja menoleh kearah tangga “Es teh…… sini buruan turun!!!”

Cewek yang ditangga “Tunggu aku kesitu ya…”

Putri “Buruan, aku tunggu!!!”

Aku “Namanya bagus banget Es teh, cocok di cuaca panas kayak gini”

Tamiya “Es eh sapa sih Put”

Putri “Ntar aja sekalian jelasinya, nunggu anaknya dateng”

Temenya Putri berjalan kearah Putri sambil senyum senyum kearah Putri. Mereka cipika cipiki sama hebohnya berdua.

Putri “Es, nih kenalin temen temen sekelahku, Soraya sama Tamiya”

Kami berjabat tangan saling berkenalan. Nama Estia, kalau aku nggak salah inget ini temen SMP Putri, Berarti adeknya kak Firuly.

Estia ‘’Kalian kenapa dibelakang?? majuan dikit! Liat kakakku bentar lagi mau tampil sama Band nya”

Putri “Oh iya Estia ini adeknya kak Firuly. kemarin kak Firuly bilang ikut ekskul musik”

Aku dan Tamiya saling memandang 3 detik "Oh"

MC sudah mulai memperkenalkan personal dari Band sekolah yang akan tampil.

Terdengar Mereka memperkenalkan diri, ada kak Firuly sebagai vokalis dan gitaris, Al sebagai Vokalis dan pianis, Raka drummer, Nathan Basis.

Mereka baru kenalan aja suasana udah ramai banget, pada maju kedepan terutama cewek cewek.

Banyak teriakan, sepertinya kakak kakak band ini idola disekolah.

Siang yang udah sangat Terik ini menjadi semakin panas.

Band Sekolah udah mulai tampil, cewek cewek ini seperti terhipnotis kakak kakak didepan.

Putri mendekat berteriak di telingaku “Kalau nggak bisa lihat jelas orangnya, dengerin ini suara siapa sambil bayangin wajahnya”

Aku jadi penasaran, mataku kubuka lebar lebar melihat lebih jelas wajah siapa dari suara ini.

Aku memandangnya dari kejauhan dan sepertinya matanya memandang kearahku.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!