Indonesia
NovelToon NovelToon
Istriku Mantan Pembunuh Bayaran

Istriku Mantan Pembunuh Bayaran

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mafia / Identitas Tersembunyi
Popularitas:11k
Nilai: 5
Nama Author: moon

Di rumah dia hanyalah ibu rumah tangga biasa, wanita lembut yang sayang anak dan cekatan mengerjakan pekerjaan rumah tangga.

Namun, bagaimana bila ternyata dia menyimpan rahasia yang tak biasa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#8

#8

‘Aku tahu, kamu masih hidup, Lynx'

Begitulah bunyi pesan singkat yang masuk ke ponsel Lizie, senyumnya telah memudar sejak beberapa saat yang lalu. 

Tak menunggu lama, Lizie beranjak dari sofa yang didudukinya, lalu kembali ke kamar untuk berganti pakaian. Kaos dengan outer kemeja santai, bawahannya ia mengenakan jeans Serta sepatu kets yang nyaman di kaki. 

Bersih-bersih rumah akan ia lakukan nanti, sekarang ada urusan yang lebih penting. 

Saat keluar melewati pintu, Lizie berpapasan dengan Mommy Dhera, sepertinya wanita itu hendak bepergian juga. “Lho, mau pergi?” tanya Mommy Dhera. 

Lizie memasang topi baseball putih di kepalanya. “Iya, Mom. Mommy mau kemana?” 

Mommy Dhera nampak cemberut, “Mommy mau mengajakmu pergi ke Geraldy Kingdom, sudah lama Mommy tak latihan menembak.” 

Lizie tersenyum manis, “Next time, ya, Mom. Sekarang aku ada urusan penting.” 

“Ya, sudah, Mommy pergi sama Daddy saja.” 

Lizie mencium pipi ibu mertuanya, lalu melambai singkat. “Have fun, Mom.” 

Mommy Dhera melambai mengiringi kepergian menantunya. “Mau kemana dia? Kenapa buru-buru sekali?” gumam Mommy Dhera curiga, namun, tak ingin juga terlalu ikut campur. 

Lizie berkendara menuju ke sebuah kafe, memarkirkan mobilnya di sana. Dengan akses member VIP yang dimilikinya, Lizie keluar dari kafe melalui pintu pegawai di belakang lalu memesan taksi dari sana. 

Tujuannya adalah, mendatangi tempat persembunyiannya, dimana tak satu orang pun mengetahui tempat tersebut selain dirinya. Bahkan suami dan seluruh keluarga Geraldy pun tak mengetahuinya, meski mereka memiliki markas dan para agen profesional sekelas agen rahasia negara. 

Tapi disinilah keahlian Lizie, wanita itu sudah terlatih menyembunyikan diri, demi menyempurnakan penyamaran dan mempermudah pekerjaannya. 

•••

Di tempat lain, Zion baru saja tiba di markas tempatnya bertugas. 

Beberapa orang yang berpapasan dengannya nampak memberikan hormat sejenak, karena ini adalah markas militer. 

“Hai,” sapa seseorang. 

Zion menoleh, seorang wanita berambut sepanjang dagu, sedang berdiri di belakangnya. 

“Eh, kamu, mau apa disini?” Zion membalas sapaan wanita itu, tak lupa mereka bersalaman ala mereka berdua. 

“Ada, deh,” jawab Nazira yang cukup menimbulkan spekulasi. 

Zion mencibir, “Sombong, main rahasia-rahasia denganku.” 

Nazira tertawa lepas, terlalu banyak rahasianya yang diketahui oleh Zion, mereka berteman sejak SMA, dan cukup akrab. Sementara Zain punya circle sendiri. 

“Ada urusan sebentar, eh, nanti siang ada waktu? Mumpung aku disini, kita makan siang sama-sama.” 

Zion mengangguk, “Baiklah.” 

Setelah itu mereka berpisah arah tujuan. Zion bergegas ke markasnya, untuk memimpin latihan para pasukannya. Begitulah kesehariannya bila tidak bertugas di luar markas. 

•••

Sementara itu. 

Lizie telah berhasil menemukan tempat tinggal pelaku yang kemarin mengendarai motor secara ugal-ugalan. Bagaimana caranya? Lizie bukan amatiran kemarin sore, mudah baginya bila hanya menyadap CCTV di sekitar area sekolah, ia terbiasa bertindak sendiri dan mengandalkan kemampuannya tanpa perlu menunggu orang lain memberikan bantuan. 

Ting! 

Tong! 

Lizie menekan bel pada salah satu pintu kamar di sebuah apartemen yang letaknya di pinggir kota. 

Cukup lama menunggu, hingga Lizie harus menekan bel beberapa kali. Pintu kamar itu akhirnya terbuka, dan dengan ringan seolah tanpa tenaga, Lizie mendorong pria yang membukakan pintu tersebut, kemudian nyelonong masuk tanpa di persilahkan. 

“Brengsek! Ini rumahku, jangan asal nyelonong!” omel pria itu. 

Namun, Lizie tanpa gentar menutup pintu ruangan tersebut, sebagian wajahnya tertutup masker, hanya kedua matanya saja yang menyorot tajam menatap pria tersebut. 

Lizie mengamati setiap sudut ruangan di apartemen tipe studio itu, tak ada yang istimewa, tak ada pula benda mencurigakan. 

“Sialan! Rupanya kau memang ingin mencari masalah denganku! Kalau kahmppft—” pria itu tak sempat menyelesaikan ucapan bernada marahnya, karena Lizie telah berhasil menyumpal mulutnya. 

Tangannya -yang tak sebesar tangan pria yang tengah ia bungkam- itu tampak begitu kokoh hingga pria itu hanya melotot kaget, bahkan tak sanggup melepaskan diri. 

“Katakan padaku, siapa yang memerintahkanmu?” tanya Lizie pelan penuh ancaman. 

“Hah!” pria itu akhirnya terbebas dari bungkaman Lizie, ia membuang nafas lega, karena tadi terasa sangat pengap dan tak leluasa bernafas. “Memerintahkanmu apa?!” pekik Pria itu semakin kesal. Sudahlah wanita itu menerobos masuk sebelum dipersilahkan, kini ditambah membungkam pergerakan bibirnya. 

Lizie melepaskan pria itu, lalu memungut helm hitam berlogo kepala singa mengenakan mahkota. “Ini.” 

“Ah, itu hanya helm pemberian seseorang!” jawab pria itu setengah hati. 

“Siapa?” 

“Mana aku tahu! Aku baru sekali bertemu dengannya!” 

Lizie kembali melangkah lebih dekat, lalu mencengkram kerah kaos pria itu. “Jangan bohong!” gertaknya. 

“Aku tak bohong, dia memberikan helm itu padaku, memberiku sejumlah uang, lalu menyuruhku melaju kencang di lokasi yang sudah ditentukannya. Hanya itu saja!” 

Meski kasar, tapi Lizie melihat pria itu berkata jujur. 

“Kamu yakin?” 

“Yakin sekali!” 

Plak! 

Bugh! 

Bugh! 

“Itu upahmu karena kemarin, hampir mencelakai putriku!” geram Lizie, yang tak mungkin didengar oleh pria tersebut, karena ia sudah pingsan setelah Lizie menampar, memukul tengkuknya, lalu menendang dada pria itu hingga ia tak sadarkan diri. 

Kenapa tak sekalian saja Lizie menghabisinya? Sebab ia telah berjanji pada dirinya sendiri, bahwa setelah menemukan pria terbaik, dan menikahinya, maka dengan senang hati Lizie akan meninggalkan semua lembaran hitam, pahit, dan keras di masa lalunya. 

Sesudahnya Lizie pun pergi, meninggalkan tempat itu. 

Rupanya pria itu hanya orang suruhan, lalu siapa yang mengirimkan pesan? Pikiran Lizie sangat kalut, banyak hal yang telah ia kubur di masa lalu, Lizie mengira semua sudah aman, ternyata belum sepenuhnya. 

Lizie kembali ke tempat persembunyiannya dengan menggunakan taksi, agar jejaknya tersamarkan. Bahkan pakaiannya pun tidak sama dengan pakaian yang ia pakai dari rumah. 

•••

Lizie kembali mengemudi pulang, karena ini saatnya menjemput Zea dari sekolahnya. Ia tak mau terlambat, demi memastikan keselamatan Zea. 

Beberapa kali nafasnya berhembus kasar, ia sedang luar biasa gelisah, sebab identitas aslinya sedang terancam. Entah bagaimana nanti reaksi suami dan keluarga besarnya? Lizie tak mampu membayangkan apa yang kelak akan terjadi. 

Akankah mereka terus menyayanginya, atau justru sebaliknya? Sementara Lizie tak hanya jatuh cinta pada suaminya semata, tapi ia mencintai seluruh keluarga besar suaminya yang selalu penuh kehangatan, kasih sayang, dan canda tawa. 

Lampu merah menyala, Lizie berhenti dengan sempurna di barisan terdepan, kepalanya tertunduk sejenak hingga menyentuh bundaran kemudi. Namun, saat kembali tegak ia justru melihat pemandangan yang sama sekali tak dia duga. 

Suaminya tengah menyeberang jalan bersama seorang wanita, keduanya sangat akrab hingga bisa tertawa lepas sepanjang menyeberangi jalan. Tanpa sadar tangannya mencengkeram kemudi hingga buku-buku jarinya memutih. 

“Siapa dia? Kenapa Zion terlihat begitu akrab dengan wanita itu?” 

Pertanyaan itu muncul membisiki hatinya yang semula tengah resah dan gelisah, kini bertambah panas karena rasa cemburu. 

1
Bunda Idza
ya Allah.... deg degan ini....tanda masih hidup ya kan....kenapa bisa kecolongan??? mommy Dhera. Daddy Danesh....😭😭😭 piye Iki.....
moon: sek, belum tahu aja mereka.

edisi salah pilih lawan. 🤭
total 1 replies
Dozky 2 Crazy
hmmmm ternyata siAlan pelakunya
Dozky 2 Crazy: wkwkwk galau kenapa author
total 4 replies
Dozky 2 Crazy
aduh siapeeee nih
Shee_👚
hadeh zea bakalan jadi sandera buat lizie keluar. kalian dah membangunkan singa tidur😏
Shee_👚: gak sabar nungguin para2 macan keluar kandang semua😂
total 2 replies
Dozky 2 Crazy
makanya jgn macem macem yeee😁😁
Dozky 2 Crazy
sama yaa Zea mama sama papa lagi maen tembak tembakan dulu
Shee_👚
betul zion, kamu bawa lizie kembali jangan sampai ramanov menemukannya
Shee_👚
kami sendiri aja ngeri liatnya apa lagi musuh² nya yang dah ketar ketir. kamu beruntung dah nikah sama lizie, tapi jangan sampai kamu berbuat hal² aneh kalau gak mau kena dorr😂
vania larasati
lanjut
Shee_👚
jelas lah, pengawal bukan sembarang pengawal🤣
Dozky 2 Crazy
aseeli kepo 😁😁
octa❤️
🫶🫶🫶🫶
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
Thor..ini si mantan cadelita Mak ilang GK bisa ciat ciat beladiri kah??🤭🤭
moon: sek lahaciya 🤭👻
total 1 replies
falea sezi
mertuanya gimana nunggu bocil satu aja g bs 😒 nambahin beban. aja ne katanya bekas mafia 🤣🤣 alah pret
moon: nah, begitulah... mereka boleh para paruh baya, tapi pada jamannya mereka adalah...

ingat kalimat Eyang Juna. keluarga geraldy adalah keluarga dengan spek separuh mafia. 👻👻👻👻
total 3 replies
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
kok blm nambah up mb moon?
hasana
👍👍👍👍
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
keren 👏🏻👏🏻👏🏻
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Wah kamar Lizzie 🥺
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
setuju 🤤
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Ngikut dong 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!