Indonesia
NovelToon NovelToon
Menikahi Mafia Berkedok Tukang Cilok

Menikahi Mafia Berkedok Tukang Cilok

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Misteri / Penyelamat
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Van pen.

Bagi Kinanti, Arka hanyalah suami sederhana yang berprofesi sebagai tukang cilok. Pria lembut yang rajin mendorong gerobak demi mencukupi kebutuhan mereka.

Namun, Kinanti tidak tahu bahwa di balik kaus lusuh itu, Arka adalah mantan bos mafia paling ditakuti yang rela pensiun demi dirinya. Ketika musuh masa lalu Arka mulai mengincar Kinanti, sang raja kegelapan terpaksa bangkit kembali tanpa membuat istrinya sadar bahwa suami manisnya adalah seorang pembunuh berdarah dingin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Van pen., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

Malam harinya hujan deras, hujan deras mengguyur kota, suara petir bergemuruh diatas langit kontrak mereka, tetan air hujan menetes dari atas genteng rumahnya, suasana yang terasa cukup tenang dimalam hari.

Kinanti sedang dudu disofa ruang tamu, melipat pakai, Arka keluar dari kamar mandi dengan kaos oblong bersih,dengan tetesan air yang masih menetes di rambutnya sehabis mandi, lalu ia mengusap ngusap rambutnya yang basah itu menggunakan handuk yang tersampaikan bahunya, kemudian ia duduk di pantai menyandarkan bahunya dipangkuan Kinanti dengan manja.

"Capek ya hari ini sayang? "tanya Kinanti lembut, jemarinya memijat pelan pelipis Arka.

"Capek sedikit kin, Tapi pas liat kamu cape nya langsung ilang"sahut Arka seraya memejamkan kedua matanya.

Kinanti tersenyum, Namun matanya melirik celana levis Arka yang tergantung dibalik pintu kamar. tadi semasa Kinanti sedang memasukkan celananya ke dalam mesin cuci, ia sempat merasakan seperti ada benda keras disaku celananya, sebuah kelereng besi tebal dan kartu Identitas berhuruf asing yang mungkin Arka lupa menyimpan nya.

Kinanti tidak menanyakan perihal itu, ia tahu bahwa suaminya ada pria yang sangat baik, bekerja keras dari pagi sampai sore mendorong gerobak demi kehidupan mereka. Tapi jauh didalam hati kecilnya, sebuah rasa penasaran perlahan mulai tumbuh. Ada hal-hal kecil dari Arka yang terasa selalu misterius untuk seorang Arka yang bekerja sebagai penjual cilok.

"Mas.. "Panggil Kinanti pelan.

Arka membuat kedua matanya, mendongak wajah cantik istrinya yang seperti bidadari dari bawah. " kenapa sayang? "

Kinanti menatap mata dalam-dalam manik mata Arka.

"Mas Arka gak lagi nyembunyiin rahasia dari aku kan?

Arka tertegun sejenak, namun kemudian ia tersenyum. lalu mengelus pipi istrinya dengan lembut,Ia selalu bisa meluluhkan hatinya."Rahasia mas cuma satu kin, Mas takut banget kalau harus kehilangan kamu dunia ini"

Kinanti tersenyum , ia memegang tangan Arka yang ada dipipi lembutnya "Bisa aja kamu sayang, pake kata kata menis gini"

~Malam sudah berganti menjadi pagi ~

Jawab Arka semalam memang berharsil menenangkan hati Kinanti seketika. Namun begitu pagi datang dan Arka sudan lebih dahulu berangkat mendorong gerobak ciloknya. Rasa penasaran itu kembali mengusik dipikirkan Kinanti.

Saat ia merapat kamar sebelum mengajar, Mata Kinanti tertuju pada jaket lusuh Arka yang tergantung digantungan baju yang menempel didinding. Dengan ragu ragu Kinanti mendekati jaket itu. tangan terulur merogoh saku jaket. Dijakat itu ia menemukan sebuah kelareng besi kecil dan sebuah dompet kartu kecil berlapis kulit berwarna hitam.

Kinanti membuka dompet kartu itu, tidak ada foto kartun Arka disana melainkan beberapa kartu berbentuk klip tanpa nama dan sebuah kartu Identitas berlogo dan tulisan bahasa asing yang sulit dimengerti.

"Kartu apa ini? kenpa Mas Arka nyimpen barang barang kayak gini? " gumam Kinanti kebingungan.

Ia menggelengkan kepala mencoba mengusir pikiran buruk, mungkin saja barang barang ini milik pembelian yang tertinggal di gerobak dan Arka lupa mengembalikannya, ya itu alasan yang masuk akal.

Siang harinya, Kelas tempat Kinanti mengajar selesai lebih awal karena ada rapat guru.saat melihat jam ditangannya, Masih menunjukkan pukul dia siang, sebuah ide terlintas dibenak Kinanti. Ia ingin memberikan kejutan kepada kekasihnya dengan membawa makan siang hangat ke tempat Arka yang biasa mangkal di depan SMA Nusantara.

Dengan membawa kota bekal, Kinanti naik angkot menuju sekolah SMA Nusantara. Setibanya disana, suasana didepan sekolah sudah mulai sepi dari anak-anak hanya ada beberapa pedagang yang berjualan, Namun Kinanti mengernyitkan dahinya. Gerobak kayu milik kekasihnya tidak ada disana.

Kinanti menghampiri pedang yang berjualan es doger yang mangkal tak jauh dari gerbang.Pedang itu tampang mengenakan topi lusuh.

"Pak, Maaf mau nanya, tukang Cilok yang bisa mangkat disini, kemana ya? " Tanya Kinanti dengan nada sopan.

Penjual es doger itu mengusap keringat di dahinya menggunakan handuk kecil lusuh yang sempat ia bawa. "Oh Mas Arka? Tadi sekitar satu jam yang lalu, Mas Arka dorong gerobaknya ke jalan raya besar, Mba kayanya Mas Arka ada urusan mendadak, mukanya kayak tegang banget, nggak kayak biasanya"

"Tegang,tegang kenapa ya? " tanya Kinanti makin heran.

"ngga tau mbak" Jawab pedang es doger itu.

banak Kinanti mulai khawatir dengan Arka yang berbeda dari bisanya,ia kemudian senyum kepada pedang es doger itu. "Kalu gitu Makasih pak"

"Nggih mbak" jawab pedang itu.

Arka adalah pria paling tenang dan murah senyum yang paling ia kenal. Sangat jarang melihat kekasihnya panik ataupun tegang.

mengikuti petunjuk dari penjual es doger, Kinanti berjalan menuju arah jalan raya besar, langkah kakinya membawa Kinanti menyusuri trotoar pejalan kaki hingga ia sampai diarea komplek pertokoan tua yang sepi dan terbangkalai, tempat itu terisolasi dari keramaian kota, dikelilingi bangunan bagunan kosong berkaca pecah, tembok temboknya agak sedikit rusak.

Dari kejauhan, mata Kinanti terbuka lebar, ia mengenali gerobak kayu familar itu terparkir dipojok area parkir pertokoan yang sepi.

"Mas Ar" panggil Kinanti hendak menaggil kekasihnya, Namun suaranya tertahankan ditenggorokan.

Ia melihat tiga buah mobil mewah berwarna hitam meluncur masuk ke area tersebut dan mengurang gerobak cilok Arka.

Dari dalam mobil itu, keluar belasan pria berkas hitam rapi dengan postur tubuh tinggi tegap dengan wajah yang sangat dingin.

Jangan Kinanti berdegup kencang tak beraturan, Ia segera bersembunyi dibalik tembok bangunan tua, menahan napasnya.

Sementara Arka berdiri disana , didepan gerobak ciloknya, Tapi Arka yang ia lihat saat ini sama sekali berbeda dari suami manis yang menyiapkan sarapan tadi pagi, Pria itu berdiri tegap dengan pandangan lurus, bahunya busung penuh dominasi, dan tidak ada sedikitpun raut ketakutan diwajahnya, meskipun dikepung belasan pria bersenjata.

Kinanti menurut mulutnya sediri rapat rapat menggunakan kedua tangannya, Jantungan bergemuruh kencang di balik rongga dada,dari balik tembak yang sedikit retak berdebu, Matanya menyaksikan pemandangan yang tak pernah ia lihat sebelum nya.

Pria tinggi berkas hitam yang tampak seperti pemimpin rombongan melangkah maju kedepan Arka, Tampa sepatah katapun pria itu mendadak menurunkan bahunya ke hadapan Arka, Belasan pria lainnya yang ada dibelakang serentak mengikuti gerakan pemimpin itu penuh penghormatan.

"Tuan Arka"Suara pemimpin yang menurunkan bahunya terdengar samar namun tegas terdengar ditelinga Kinanti.

" Klan Red Dragon udah ngelewatin batas, berikan perintah kepada kami untuk ngeratain mereka malam ini"

Sontak Kinanti membelalak matanya.

"tuan Arka? Ngeratain mereka? Apa yang sebenarnya mereka bicarakan" batin Kinanti.

Arka tidak langsung menjawab, Ia mengambil sebatang rokok dari saku celana levisnya, menyalahkan dengan korek api berwana merah yang ia beli diwarung.

crek crek crek

Arka menyodorkan sebatang rokok itu ke arah api yang menyala dilubang korek api, lalu setelah rokok itu menyala,ia menghisao dalam-dalam kemudian menghembuskan rokok itu keatas udara, Asap putih mengepul dari mulut nya,wajahnya tenang.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!