Indonesia
NovelToon NovelToon
SISTEM DI DUNIA KULTIVASI

SISTEM DI DUNIA KULTIVASI

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi / Time Travel
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda Fii

Chen Yiyi adalah pelayan di Puncak Sakte. Namun nyaris tak ada satu pun murid atau Tetua Sekte yang pernah melihat wajahnya. Dia tak pernah turun ke bawah, tak pernah bergaul, tak pernah meminta apa-apa.

Selama ini dia hanya mengurung diri di gubuk tua itu, merawat taman bunga obat dan menjaga tempat ini untuk orang yang pernah memberinya tempat bernaung — Tetua Puncak Sakte.

Hingga hari itu, kabar datang bagaikan badai: Tetua Puncak telah meninggal dunia. Tanpa pelindung, tanpa nama, tanpa keluarga, Chen Yiyi merasa tak ada lagi alasan baginya untuk tetap hidup. Di tengah malam yang sunyi, di dalam gubuk tua itu, dia memilih mengakhiri hidupnya sendiri.

Darah menetes ke lantai kayu yang lapuk. Matanya perlahan tertutup. Napasnya berhenti.

Namun kematian bukanlah akhir.
Saat kesadaran asli Chen Yiyi lenyap, seketika itu juga cahaya menyelimuti ruangan. Sebuah jiwa dari dunia lain, seorang manusia dari zaman modern yang baru saja meninggal, tersentak masuk ke dalam tubuhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda Fii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19. Pengumuman & Kecemasan

Keesokan harinya, pengumuman resmi dari Sekte Surgawi Langit disebarkan ke seluruh wilayah.

Di gerbang utama Gunung Puncak Langit, dan di setiap kota serta desa di sekitar pegunungan, papan pengumuman berwarna emas dipasang, tulisannya berkilau lembut, seolah tertulis dengan cahaya sendiri.

~PENGUMUMAN SEKTE SURGAWI LANGIT

Pendaftaran murid baru akan dibuka pada hari pertama bulan keempat dari sekarang.

Selama tiga bulan ke depan, siapa pun yang berminat dipersilakan mempersiapkan diri.

Perjalanan jauh membutuhkan waktu dan biaya, tidak semua orang mampu menyewa kapal terbang atau kereta kuda roh dalam sekejap mata.

Oleh karena itu, waktu tiga bulan diberikan dengan harapan siapa pun yang memiliki tekad dan kemampuan dapat sampai ke sini.

Saat berita itu tersebar, seluruh wilayah menjadi riuh. Tiga bulan — waktu yang cukup untuk mereka yang tinggal jauh, yang harus menabung perak, menukar batu spiritual, atau menyiapkan kendaraan.

"Tiga bulan... itu cukup adil," ucap seorang pemuda dari desa terpencil dengan wajah lega. "Aku tidak punya uang untuk menyewa kereta kuda roh. Tapi dengan waktu tiga bulan, aku bisa berjalan kaki dan bekerja di sepanjang jalan untuk makan. Setidaknya aku punya kesempatan!"

"Benar!" sahut temannya. "Jika hanya diberi waktu beberapa hari, hanya orang kaya yang bisa datang. Ternyata Sekte Surgawi Langit memikirkan hal seperti itu juga!"

Berita itu menyebar ke mana-mana. Di kedai teh, di pasar, di gerbang kota — semua orang membicarakannya.

Banyak pemuda yang mulai menabung, merencanakan rute perjalanan, dan berjanji pada diri sendiri untuk tidak melewatkan kesempatan itu. Namun di tempat lain, berita itu menimbulkan perasaan yang berbeda.

...----------------...

Di puncak Gunung Awan Tinggi, suasana di Aula Utama terasa berat. Ketua Sekte Chang duduk di kursi kehormatan, wajahnya serius.

Di sekelilingnya duduk para Tetua Inti, dan di antara mereka terdapat beberapa orang berpakaian indah dengan lambang kerajaan di dada, Putra Mahkota dan beberapa Pangeran dari Kerajaan Langit Biru.

Kerajaan Langit Biru adalah kekuatan terbesar di wilayah ini, dan selama ratusan tahun, kerajaan itu berdiri di bawah perlindungan serta pengaruh Sekte Awan Tinggi.

Putra Mahkota dan para Pangeran berguru di sini, mempelajari teknik kultivasi dan pedang — karena kekuatan sekte itu sama dengan kekuatan kerajaan mereka.

"Berita tentang Sekte Surgawi Langit semakin menyebar luas," ucap salah satu Tetua Inti dengan suara berat. "Dari desa-desa hingga ibu kota, semua orang membicarakannya. Kemegahan mereka, kekuatan mereka... bahkan ada yang mengatakan Tetua Agung mereka berada di tahap yang belum pernah kita capai."

Ketua Sekte Chang menghela napas panjang, tangannya mencengkeram lengan kursi. "Saya sendiri merasakannya saat pertemuan itu. Aura yang dipancarkan Tetua Bai saja sudah begitu mendalam... bagaimana dengan Tuan Sekte mereka sendiri? Kita tidak tahu seberapa kuat dia sebenarnya."

Putra Mahkota, pemuda berusia dua puluh lima tahun yang bijaksana, mengernyitkan dahi. "Jika benar mereka jauh lebih kuat dari Sekte Awan Tinggi... maka posisi kerajaan kita akan terancam. Selama ini rakyat tahu bahwa kekuatan terbesar ada di sini. Jika muncul kekuatan baru yang lebih dahsyat... siapa yang bisa menjamin mereka tidak akan menuntut kekuasaan atas kerajaan?"

"Putra Mahkota benar," tambah salah satu Pangeran dengan cemas. "Sudah ada orang di ibu kota yang berbisik, jika Sekte Surgawi Langit memang begitu kuat, mungkin kerajaan harus bersujud kepada mereka. Itu penghinaan terhadap keluarga kerajaan!"

Suasana aula menjadi hening. Tidak ada yang bisa menyangkalnya, kekuatan menentukan posisi. Jika musuh lebih kuat, maka tatanan lama bisa runtuh dalam sekejap mata.

"Kita tidak bisa bersikap gegabah," ucap Ketua Sekte Chang pelan namun tegas. "Sekte Surgawi Langit belum menunjukkan niat buruk. Namun kita juga tidak boleh berdiam diri. Suruh orang-orang kita untuk terus memantau gerakan mereka. Dan untuk saat ini... biarkan mereka menerima murid. Lihatlah seberapa banyak orang yang beralih ke pihak mereka. Itu akan menjadi ukuran seberapa besar pengaruh mereka di benua ini."

***

Berita itu tidak hanya berhenti di Sekte Awan Tinggi. Utusan kerajaan yang datang ke pertemuan itu juga membawa kabar kembali ke ibu kota.

Di dalam istana yang megah, di hadapan Kaisar, para pejabat tinggi, dan Jenderal pasukan, utusan itu menceritakan segala hal yang dilihatnya.

"Pohon Roh yang bersinar seperti bintang, Yang Mulia. Energi roh di sana begitu pekat sehingga siapa pun yang berkultivasi di dekatnya akan berkembang berkali-kali lipat lebih cepat. Dan Tetua Agung mereka... wibawanya sedemikian rupa sehingga saya hampir tidak bisa berdiri tegak di hadapannya."

Kaisar duduk di singgasana emas, wajahnya tidak terlihat marah, namun matanya penuh kekhawatiran.

Selama ratusan tahun, Kerajaan Langit Biru berdiri tegak berkat dukungan Sekte Awan Tinggi. Kini muncul kekuatan baru yang bahkan Sekte Awan Tinggi sendiri segani — masa depan kerajaan menjadi tidak pasti.

"Jika rakyat mengetahui bahwa ada kekuatan yang lebih kuat dari pelindung kita..." gumam Kaisar pelan, suaranya terdengar berat. "Maka kepercayaan rakyat kepada kerajaan akan berkurang. Dan jika Sekte Surgawi Langit berniat menguasai kerajaan... siapa yang bisa menahannya?"

"Yang Mulia!" seru salah satu Jenderal dengan tegas. "Kita bisa mengirim hadiah! Mengirim utusan! Membangun hubungan persahabatan sebelum mereka berniat buruk! Lebih baik menjadi sekutu daripada musuh!"

"Namun jika kita terlalu merendahkan diri..." bantah Pejabat Kanan. "Maka Sekte Awan Tinggi akan tersinggung. Selama ini mereka melindungi kita. Kita tidak boleh melupakan kebaikan lama demi kekuatan baru!"

Perdebatan terjadi di mana-mana — di istana, di sekte, di kedai teh. Sebagian orang ingin bersahabat, sebagian lain waspada, dan banyak yang hanya bisa menunggu serta melihat apa yang akan terjadi.

Sementara itu, ribuan pemuda di seluruh benua hanya memikirkan satu hal — tiga bulan lagi. Dan aku harus sampai di Gunung Puncak Langit.

***

Di Puncak ke-10, duduk dengan santai sambil menatap cakrawala yang membentang luas. Mo Yuan berdiri di belakangnya, melaporkan segala hal yang terjadi di luar sana.

"Tuan Sekte," ucap Mo Yuan pelan. "Pengumuman sudah tersebar. Banyak orang bersiap datang. Namun kabar tentang kemegahan sekte kita juga membuat Sekte Awan Tinggi dan Kerajaan Langit Biru merasa cemas. Mereka takut kehilangan kekuasaan."

"Biarkan mereka cemas," ucapnya pelan. "Ketakutan akan membuat mereka lebih berhati-hati. Selama mereka tidak berniat jahat kepada kita... kita tidak akan mengganggu mereka. Namun jika mereka berniat menghalangi murid-murid yang ingin datang... atau berniat menyerang kita..."

Lin Yue berhenti sejenak, cahaya bulan memantul di cadarnya.

"...maka mereka akan tahu betapa kelirunya menilai Sekte Surgawi Langit."

"Baik, Tuan Sekte," jawab Mo Yuan hormat. "Tiga bulan lagi pendaftaran dibuka. Apa yang harus kami persiapkan?"

"Siapkan tempat tinggal, aula kultivasi, dan pengujian. Sisanya biarkan mereka yang urus!"

"Baik Ketua!"

.

.

.

.

1
Alia Chans
Hadirr Thor
cerita nya seru banget.... singgah juga di karya baru aku ya🤭🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!