Indonesia
NovelToon NovelToon
DIA YANG DATANG BERSAMA HUJAN

DIA YANG DATANG BERSAMA HUJAN

Status: tamat
Genre:Teen / Cintapertama / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:722
Nilai: 5
Nama Author: AME author

menceritakan Akira Riyuma seseorang siswa SMA yang pindah sekolah dan pergi dari rumahnya karena rumah lamanya sudah tidak sehangat dulu.
Dia anak pendiam. Dunianya yang terasa sepi.
Sampai dia bertemu Riyumi Asuma.
Gadis yang ceria dan suaranya bikin tenang, tapi entah kenapa... membuat hari-hari Akira jadi ramai.
Di antara hujan, tawa, dan tatapan yang tidak pernah Akira mengerti,
muncul satu pertanyaan di kepalanya:
apa arti sebuah keluarga,rasa yang belum pernah dia rasakan.

akira yang sudah banyak kehilangan seseorang yang berharga di hiduupnya.

apakah akira bisa menemukan kebahagiaan itu ?
apakah akira juga bisa berubah menjadi yang lebih baik dengan bantuan riyumi asuma.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AME author, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ULANG TAHUN SENA RIYUMA

Satu minggu berlalu sejak rencana rahasia itu disusun rapat-rapat. Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba—pesta perayaan ulang tahun Sena yang ke-5 digelar di pelataran rumah Akira dan Yuki. Pelataran luas itu disulap menjadi taman dongeng yang benar-benar megah dan menakjubkan.

Sejak pagi pendar matahari merayap, suasana rumah sudah riuh rendah. Gelak tawa dan langkah kaki tergesa-gesa saling bersahutan. Balon-balon foil berwarna rose gold dan putih pastel melayang-layang menghiasi setiap sudut pelataran, dipadu dengan instalasi bunga-bunga segar yang harum. Di tengah area, berdiri kokoh sebuah panggung kecil dengan tirai merah muda bertuliskan huruf emas bercahaya: "Sena’s 5th Magical Birthday".

Ibu dari Akira dan ibu dari Yuki sudah tiba sejak subuh. Kedua nenek itu tampak paling sibuk sekaligus paling antusias. Mereka berputar-putar di sekitar meja hidangan panjang, memastikan susunan kudapan dan kue-kue kecil tertata tanpa cacat sedikit pun.

"Aduh, aduh... lihat cucu Nenek!" jerit ibu Yuki tiba-tiba. Matanya berbinar-binar penuh kekaguman saat melihat Sena perlahan melangkah turun dari tangga. Sena mengenakan gaun pesta berwarna merah muda lembut berhias renda halus. "Cantik banget, sih... persis kayak putri kerajaan keluar dari buku cerita!"

Ibu Akira yang menyusul dari arah dapur langsung meletakkan piring dan merentangkan kedua tangannya lebar-lebar. "Sini, Sayang, hugged Nenek! Selamat ulang tahun yang ke-5 ya, Anak Cantik. Semoga Sena sehat terus, makin pinter, dan makin sayang sama Papa-Mama," bisiknya lembut sambil menciumi pipi Sena yang kenyal bergantian hingga Sena kegelian.

Sena tertawa mengikik, matanya menyipit membentuk garis bulan sabit. "Hehehe, makasih Nenek! Sena udah gede, udah lima tahun!" serunya bangga sambil memamerkan lima jarinya yang mungil.

Tiba-tiba dari arah pintu depan, terdengar suara ketukan diselingi tawa renyah yang sangat familier. Nana dan Yasiro melangkah masuk dengan senyum terkembang lebar. Namun perhatian semua orang langsung tertuju pada sosok anak laki-laki yang berjalan di antara mereka berdua. Ren—putra Nana dan Yasiro yang kini sudah berusia 10 tahun—tampak tinggi, rapi mengenakan kemeja kasual, dan membawa sebuah kotak hadiah besar yang dibungkus kertas emas berkilauan.

"Selamat ulang tahun, Senaaa!" seru Nana dan Yasiro kompak, langsung menghampiri dan memeluk Yuki serta Akira.

Ren melangkah mendekati Sena. Bibirnya mengukir senyum tipis yang begitu hangat. "Selamat ulang tahun ya, Sena," ucapnya dengan nada suara yang khas—mulai agak berat khas anak laki-laki menjelang remaja, tapi terasa begitu lembut. Ia bertekuk lutut sedikit agar pandangannya sejajar dengan mata Sena, lalu menyodorkan kado besar itu secara gentle. "Ini... kado dari Abang Ren, Papa, sama Mama."

Mata Sena langsung membulat sempurna. "WAH! Abang Ren datang!" jerit Sena gembira. Tanpa memedulikan kadonya dulu, Sena malah langsung menarik-narik ujung kemeja Ren dengan tidak sabar. "Abang, Abang! Ayo lihat ke taman! Ada balon bentuk kelinci raksasa, terus ada istana-istanaan juga!"

Ren tertawa pelan, suara terkekehnya terdengar sangat dewasa. Ia mengusap rambut Sena yang ditata manis dengan penuh kasih sayang. "Iya, iya, pelan-pelan larinya, Nanti jatuh gaunnya kotor," sahut Ren sabar, menyeimbangkan langkah kaki kecil Sena yang sudah menarik jemarinya menuju halaman.

Akira yang melihat tingkah putrinya hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala sembari merangkul pinggang Yuki dari samping. "Lihat tuh, Papanya langsung dilupakan kalau Abang Ren-nya udah datang," goda Akira berpura-pura cemberut.

Yuki tertawa kecil, menyandarkan kepalanya sejenak di bahu Akira. "Ya maklum lah, kan Abang Ren selalu nurutin maunya Sena. Kamu sih sering nyita mainannya kalau disuruh tidur," bisik Yuki penuh godaan yang dibalas derai tawa hangat oleh Akira.

Sore hari pun menjelang, membungkus langit dengan warna jingga keemasan yang syahdu. Acara inti yang ditunggu-tunggu akhirnya dimulai. Diiringi nyanyian riuh lagu ulang tahun dari keluarga besar dan tepuk tangan meriah, Sena berdiri anggun di depan meja kue. Di hadapannya, terhidang kue ulang tahun bertingkat empat berornamen mahkota princess yang menakjubkan.

Akira berdiri tepat di belakang Sena, merangkul tubuh mungil putrinya dan Yuki dari belakang, menyalurkan kehangatan seorang ayah. Yuki membimbing jemari mungil Sena untuk memegang gagang pisau kue.

"Ayo, Princess... meram dulu, tiup lilinnya, terus baca doa yang banyak di dalam hati," bisik Akira tepat di samping telinga Sena dengan kekehan lembut yang menenangkan.

Sena memejamkan matanya rapat-rapat, merapatkan kedua telapak tangan kecilnya di dada. Suasana mendadak hening sejenak saat putri kecil itu berdoa. Detik berikutnya, BUSS! Sena meniup kuat-kuat hingga seluruh lilin berangka 5 padam seketika.

"HURAAYYY! SELAMAT ULANG TAHUN SENA!" sorak Yasiro paling kencang, disusul tawa riuh dari Nana, para nenek, dan Ren yang bertepuk tangan anggun di pojokan.

"Nah, sekarang waktunya buka kado!" seru Yuki dengan mata berbinar-binar, tak kalah antusias dibanding putrinya.

Ibu Akira dan ibu Yuki maju paling awal menyodorkan sebuah kotak beludru merah berukuran sedang. Saat Sena membukanya, mata kecilnya berbinar-binar. "Wahhh... kinclong!"

"Ini gelang emas mungil yang diukir khusus pakai nama Sena, Sayang," jelas ibu Yuki lembut. "Sama di dalam kotak satu lagi ada gaun rajut buatan tangan Nenek khusus buat Sena."

"Makasih Nenek berdua! Sena suka banget!" ucap Sena gembira sambil mencium pipi kedua neneknya bergantian.

Selanjutnya, giliran kado raksasa dari keluarga Nana dan Yasiro. Sena menyibakkan kertas pembungkus emas itu dengan gaya tak sabaran. Ketika tutup kotaknya terbuka, Sena sampai melompat mundur karena kaget dan senang. "RUMAH BONEKA! BESAR BANGET!"

Di hadapannya tertera rumah-rumahan kayu tiga lantai yang sangat detail, lengkap dengan miniatur lampu yang bisa menyala, meja, kursi, hingga tempat tidur mungil.

Ren melipat kedua tangannya di dada dengan gaya sok keren, lalu terkekeh melihat reaksi adik kecilnya. "Nanti kalau bingung cara masang perabotannya atau ada yang rusak, panggil Abang aja. Nanti Abang bantuin rakit sampai selesai."

Yasiro langsung menyenggol bahu putranya sambil tertawa goda. "Gaya banget kamu Ren, padahal tadi di rumah yang pusing rakit tiangnya Papa!" canda Yasiro yang sukses membuat semua orang tertawa marak, sementara wajah Ren mendadak merona merah karena malu.

Terakhir, Akira dan Yuki saling melempar pandangan rahasia. Akira melangkah maju membawa dua kejutan sekaligus—sebuah kotak berpita merah tebal dan sebuah benda besar yang ditutupi kain kain penutup berenda.

"Nah, kalau ini... kado utama dari Papa dan Mama buat putri tersayang," ujar Akira lembut. Ia berlutut di hadapan Sena, memiringkan kepalanya dengan tatapan jahil. "Kira-kira Sena bisa tebak nggak isinya apa?"

"Gak tau! Mau buka sekarang!" pekik Sena gemas.

Dengan napas terengah-engah karena rasa penasaran yang membuncah, Sena menarik pita merah itu sampai terlepas dan membuka tutup kotaknya. Seketika mata Sena membulat sempurna, lalu memekik histeris. Di dalam kotak terbaring sebuah kamera instan anak-anak berwarna mint green—persis seperti kamera yang sering dipakai mamanya untuk memotret!

Tak berhenti di situ, Akira menyingkap kain penutup di sebelahnya. Di sana terparkir sebuah sepeda kecil berwarna pink berkilau lengkap dengan roda bantu berlampu di bagian belakangnya.

"WAHHH! SEPEDA BARU! KAMERA KAYAK PUNYA MAMA!" teriak Sena benar-benar histeris gembira. Tanpa aba-aba, ia langsung melompat dan menghambur ke dalam dekapan Akira dan Yuki. Tubuh mungilnya memeluk leher Akira dan Yuki erat-erat, menciumi wajah papa dan mamanya tanpa henti hingga membuat makeup Yuki sedikit berantakan.

"Makasih Papa! Makasih Mama! Sena sayanggg banget sama Papa dan Mama!" ucap Sena dengan mata berkaca-kaca karena terlalu bahagia. Akira dan Yuki tertawa lepas, membalas pelukan putri mereka dengan ciuman hangat di kedua pipinya.

Hari berganti malam, namun kehangatan di rumah itu sama sekali tidak memudar. Lampu-lampu taman yang kuning keemasan menyala anggun, menciptakan suasana yang begitu syahdu dan nyaman.

Di area sofa luar ruang tamu, kelelahan akhirnya menangkap tubuh kecil Sena. Setelah seharian berlarian, main gelembung, dan merakit rumah boneka, Sena akhirnya tertidur sangat lelap. Kepala mungilnya bersandar nyaman di paha Abang Ren. Ren sendiri duduk sangat tenang, memegang ponselnya dengan volume mati dan tidak berani bergerak sedikit pun agar napas teratur adik kecilnya itu tidak terganggu.

Sementara itu tak jauh dari sana, Akira, Yuki, Nana, Yasiro, serta kedua ibu duduk melingkar di atas karpet bulu empuk. Mereka menikmati cangkir-cangkir teh hangat dan potongan kue ulang tahun, diiringi obrolan hangat, canda tawa, serta nostalgia masa lalu. Akira merangkul Yuki dari belakang, mengelus jemari istrinya dengan lembut di bawah pendar lampu malam, merasa sangat bersyukur atas keluarga kecil dan momen sempurna yang mereka miliki hari ini.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!