Banyak yang mengira bahwa Arjuna begitu bodoh, bahkan ada yang menyebutnya aneh, sehingga dia dipandang rendah oleh keluarga istrinya.
Padahal sebenarnya dia adalah seorang pangeran yang memiliki keahlian dalam dunia medis pada 1000 tahun yang lalu, yang memaksanya harus hidup di dunia modern yang terasa asing untuknya.
Dengan kemampuan medisnya yang dimiliki, dia akan membuktikan bahwa dia adalah seorang dokter genius yang hebat dan menjadi penguasa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2
BRAK!
Tubuh Helena menghantam dahan-dahan pohon besar, tubuhnya tersangkut di salah satu dahan yang kokoh.
"Ah! Sialan! Kenapa aku harus terjatuh seperti ini?" umpatnya dengan nada kesal, menahan rasa nyeri.
Tali paralayangnya terjerat di ranting-ranting, membuatnya tergantung tak berdaya. Hari ini benar-benar sial untuknya.
Dengan susah payah, dia berusaha melepaskan diri. Menggunakan sisa tenaga yang yang dia miliki, tapi sangat sulit sekali.
"Ah! Apa yang harus aku lakukan?" keluhnya dengan perasaan cemas.
Dia melirik ke bawah, memperkirakan jarak ke tanah yang ternyata tidak terlalu jauh. Dengan keberanian, dia pun segera merobek jeratan tali itu hingga lepas, lalu melompat turun ke tanah dengan selamat, meski tubuhnya penuh memar dan pakaiannya kotor.
"Ah! Hidupku benar-benar sial!" gerutunya lagi.
Dia yang sikapnya selalu angkuh. Apapun yang dia inginkan selalu terpenuhi. Dan banyak pelayan yang siap melayaninya, meskipun sering terkena omelannya setiap hari. Kini, hidupnya benar-benar sengsara.
Dia sangat terkejut saat menyadari bahwa dirinya berada di tengah hutan belantara yang sangat sunyi. Sama sekali tidak ada tanda-tanda kehidupan.
Dengan frustasi, dia segera berteriak minta tolong.
"Tolong!"
"Tolong aku!"
Namun, suaranya hanya memantul di antara pepohonan rimbun.
Dia segera merogoh saku jaketnya dengan tangan gemetar, lalu mengeluarkan ponselnya. Dia berniat segera menelepon untuk meminta bantuan. Namun nIhil, tidak ada sinyal sama sekali.
Di layar ponselnya hanya terlihat tanda silang. Helena segera naik ke atas batu yang berukuran besar demi mendapatkan jaringan, namun hasilnya tetap sama. Jaringan di hutan belantara ini benar-benar mati.
"Ah, sial!" bentaknya dengan penuh marah sambil membanting ponselnya ke tumpukan rumput kering.
Dia pun terduduk lemas di atas batu, nafasnya tersengal-sengal, sangat merasa lelah.
...****************...
Sementara itu, di sebuah aula pernikahan, Reno dan Nova telah resmi menjadi sepasang suami-istri. Nova sangat terlihat bahagia sekali, dia memeluk lengan Reno yang kini telah menjadi suaminya.
Namun, Reno hanya diam. Sedari tadi dia mengedarkan pandangannya, seakan mencari keberadaan seseorang.
Axel Niroga terlihat sangat gelisah, dia beberapa kali mencoba menelpon putrinya, tapi tidak diangkat. Bahkan kini, ponselnya tidak aktif.
"Dia kemana? Kenapa ponselnya tidak aktif?" gumamnya dengan nada cemas.
Zora menghela nafas saat memperhatikan suaminya yang sedari tadi mencoba menghubungi Helena. "Ya udah sih, Pa. Kalau memang dia gak mau angkat telepon. Gak perlu dipaksa."
Axel mendengus kesal. "Sebagai seorang adik, seharusnya dia datang ke pernikahan kakaknya. Dia harus menghargai perasaan Nova."
Mereka sama sekali tidak memikirkan perasaan Helena. Dari kecil, perlakuan mereka memang selalu tidak adil. Mereka sangat memanjakan Nova. Sedangkan Helena, dia disuruh harus selalu mengalah. Dengan alasan, dulu Nova sering sakit-sakitan.
Helena dan Reno telah menjalin hubungan selama lima tahun, dari mereka sama-sama masih kuliah.
Hubungan mereka selalu harmonis. Bahkan sudah berencana untuk menikah pada tahun ini. Tapi, ternyata Nova diam-diam menginginkan Reno.
Entah bagaimana ceritanya, satu minggu yang lalu, Reno dan keluarganya datang ke Mansion Niroga untuk melamar. Helena pikir mereka datang untuk melamar dirinya, saat itu hatinya sangat berbunga-bunga.
Flashback On...
Satu minggu yang lalu, Helena sangat kaget saat melihat Reno dan keluarganya datang ke mansion. Saat itu, kedua keluarga itu sedang berkumpul bersama di meja besar.
Helena berkata sambil tersenyum pada Reno yang sedang duduk di sebelahnya. "Ya ampun, Reno. Kenapa kamu gak bilang dulu sama aku kalau kamu dan keluargamu mau datang kesini untuk melamarku? Apa kamu ingin memberikan kejutan untukku?"
Reno tak langsung menjawab. Dia terlihat kebingungan. Kemudian dia memberanikan diri untuk menatap Helena. "Helena, maafkan aku..."
Namun, ucapan Reno dipotong oleh Zora. "Helena, Reno dan keluarganya datang kesini untuk melamar kakakmu, Nova."
Senyuman di wajah Helena memudar begitu saja. "Mama ini bicara apa? Jangan bercanda deh. Reno itu pacar aku. Gak mungkin dia melamar Kak Nova."
Axel dan Zora saling berpandangan. Lalu dengan berat hati Axel mengatakan, "Nova telah hamil satu bulan. Dia mengandung anaknya Reno."
sok jadi pahlawan...
hutang nyawa lo bilang?..
mati saja kau reno😡
juna waktu kamu hanya tinggal sejam lagi, kompetisi babak kedua akan segera dimulai. jangan sampai terlambat datang helen sangat khawatir kamu semalam tidak pulang...
apalagi helen tahu kamu selamatin bukan reno merasa lega, reno hanya ngaku yg selamatin helen...
helen dari semalam khawatir sama juna tidak pulang-pulang, helen sijuna lagi dirawat terluka parah sampai babak belur...
direno menggungkit-ungkit telah selamatkam helen, padahal yg selamatkan helen adalah juna. jangan mau helen makan malam sama reno yg ada dilampir nova ngamuk nanti klo tahu🤭