Indonesia
NovelToon NovelToon
Bunga Untuk Keanu

Bunga Untuk Keanu

Status: tamat
Genre:Misteri / Balas Dendam / Orang Disabilitas / Tamat
Popularitas:92.3k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Bunga gadis belia berusia 20 tahun, seorang pelukis tunawicara akibat trauma tragedi pembunuhan orang tuanya belasan tahun yang lalu, sempat merasakan kebahagiaan bersama Azka Alexander, pria tulus yang mencintainya apa adanya. Namun, kebahagiaan itu begitu singkat. Menjelang wafat akibat sakit keras, Azka berwasiat agar kakak kandungnya, Keanu Alexander, menikahi Bunga.
Keanu pria dingin yang menyimpan trauma mendalam terhadap wanita terpaksa menerima pernikahan itu demi memenuhi permintaan terakhir sang adik. Kini, Bunga dan Keanu terjebak dalam rumah tangga tanpa cinta. Di tengah dinginnya sikap Keanu, Bunga tetap berjuang mengungkap misteri di balik kematian orang tuanya demi menuntut keadilan.
Akankah pernikahan atas dasar keterpaksaan ini mampu menyembuhkan luka masa lalu mereka dan berubah menjadi cinta sejati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 5

Setelah memastikan kondisi Bunga cukup stabil dan tidak memerlukan penanganan darurat lagi, Tuan Alexander mengusap lembut kepala menantunya sebelum pamit kembali ke kamarnya untuk beristirahat. Keheningan malam pun kembali menyelimuti ruangan tersebut.

Namun, hanya berselang beberapa menit setelah sang mertua pergi, daun pintu kamar Bunga mendadak terdorong terbuka. Bunga tersentak kaget dan menahan napas saat mendapati Keanu berdiri di ambang pintu, menatapnya dengan raut wajah serba datar.

Dengan tergesa-gesa, Bunga menegakkan posisi duduknya dan menggerakkan kedua tangannya, menyampaikan pesan dalam bahasa isyarat.

"Ada apa Kak Keanu datang ke sini?"

Keanu memutar bola matanya malas, mengibaskan tangan di udara. "Sudahlah, aku tidak mengerti bahasa isyaratmu itu. Aku ke sini hanya ingin memastikan, kau sudah meminum obatmu atau belum?" tanyanya dengan nada menuntut, menunjuk botol obat di atas meja nakas.

Bunga perlahan menunduk, lalu menggelengkan kepalanya pelan.

Melihat penolakan tersirat itu, Keanu mendengus kesal. "Kau itu sudah seperti bocah! Akibat terlalu dimanjakan oleh Azka dan juga Papah!" gerutunya tajam.

Tanpa menunggu balasan dari Bunga, Keanu berjalan ke pintu dan memanggil salah satu ART untuk membawakan segelas air putih hangat ke kamar. Tak lama kemudian, gelas itu sudah berpindah ke tangan Keanu. Ia berdiri menjulang di samping tempat tidur, menyilangkan tangan di dada, dan menatap Bunga dengan pandangan mengintimidasi.

"Minum sekarang. Aku tidak mau besok pagi melihatmu pingsan lagi dan membuat rumah ini heboh," tegas Keanu.

Dengan jemari gemetar di bawah pengawasan ketat Keanu, Bunga akhirnya meraih obat beserta gelas air hangat tersebut, lalu menelannya pelan. Setelah memastikan seluruh dosis obat berpindah ke perutnya Bunga, Keanu merebut kembali gelas kosong itu dan meletakkannya begitu saja di meja.

"Bagus. Sekarang tidur," ujar Keanu dingin. Tanpa sepatah kata ramah pun, ia berbalik melangkah keluar menuju kamarnya yang tepat berada di sebelah kamarnya Bunga. Keputusan mereka untuk pisah kamar ini sengaja disembunyikan rapat-rapat dari Tuan Alexander agar tidak memicu kegaduhan baru.

Sepeninggal Keanu, Bunga menghela napas panjang. Ia bergeser duduk di tepi ranjang, perlahan melepaskan hijab yang melekat di kepalanya. Rambut hitam panjangnya yang halus seketika tergerai bebas menutupi sebagian bahunya. Bunga lalu merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk, memandangi langit-langit kamar sembari mengenang interaksi singkat bersama suami barunya itu.

"Perhatian sih, tapi galak... Kau sangat berbeda jauh dengan Mas Azka-ku. Sikapmu bagaikan langit dan bumi," ucap Bunga dalam hati, tersenyum tipis nan getir sebelum memejamkan mata menanti kantuk yang mulai menyapa.

*

*

Keesokan harinya, sinar matahari pagi mulai menyinari jendela kamar. Bunga terbangun dengan tubuh yang terasa sedikit lebih segar meski hatinya masih dihantui kepedihan. Setelah merapikan diri dan mengenakan pakaian serta hijabnya, ia memberanikan diri melangkah keluar kamar menuju ruang makan di lantai bawah.

Di meja makan, Tuan Alexander dan Keanu sudah duduk berhadapan. Suasana begitu hening, hanya terdengar denting sendok yang beradu dengan piring. Keanu tampak rapi dengan kemeja kerjanya, menyantap sarapan sembari membolak-balik berkas di tangannya.

"Selamat pagi, Bunga. Gimana kondisi kamu pagi ini, Nak?" sapa Tuan Alexander hangat saat melihat menantunya mendekat.

Bunga tersenyum tipis lalu jemarinya bergerak cepat. "Selamat pagi, Pah. Bunga sudah jauh lebih baik hari ini, terima kasih."

"Baguslah kalau begitu. Duduk, Nak, kita sarapan bersama," ajak sang mertua lembut.

Bunga mengambil tempat duduk di samping Tuan Alexander, tepat berseberangan dengan Keanu. Pria itu sama sekali tidak mendongak, tetap fokus pada berkasnya seolah keberadaan Bunga di sana tak lebih dari tiupan angin lalu. Sikap dingin itu begitu kontras dengan almarhum Azka yang selalu menyambutnya dengan senyuman manis setiap pagi.

"Keanu," panggil Tuan Alexander, memecah keheningan meja makan.

Keanu menyeruput kopinya perlahan sebelum menatap ayahnya. "Ada apa, Pah?"

"Hari ini Bunga ada jadwal kontrol ulang ke rumah sakit untuk memastikan kondisinya benar-benar pulih. Papah ada rapat penting dengan investor luar kota, jadi kamu yang antar Bunga ke rumah sakit."

Uhuk!

Keanu hampir tersedak kopi yang baru ditelannya. Ia meletakkan cangkirnya dengan sedikit sentakan, menatap ayahnya tak percaya.

"Pah, aku punya banyak rapat di kantor hari ini. Biar Pak Diman saja yang mengantarnya," tolak Keanu cepat dengan nada datar.

Tuan Alexander menatap putra sulungnya dengan pandangan mengintimidasi.

"Keanu, Bunga ini istrimu sekarang! Jangan terus-menerus bersikap acuh seolah kamu tidak punya tanggung jawab. Batalkan atau geser rapatmu, antar istrimu kontrol!"

Bunga yang tak ingin menjadi penyebab pertengkaran antara ayah dan anak itu segera menggerakkan jemarinya, mencoba menengahi.

"Pah, tidak apa-apa... Bunga bisa diantar Pak Diman saja. Kak Keanu pasti sangat sibuk."

Tuan Alexander mengerti isyarat itu dan menggeleng tegas. "Tidak, Bunga. Jangan selalu mengalah. Dia harus belajar jadi suami yang bertanggung jawab!"

Keanu memijit pelipisnya yang mendadak terasa pusing. Tatapan menghunus dari ayahnya membuat ia tak punya pilihan lain. Dengan napas yang dihela kasar, Keanu membereskan berkas-berkasnya dan berdiri dari kursi.

"Baiklah. Jam sepuluh tepat kita berangkat. Jangan membuatku menunggu," ujar Keanu dingin tanpa memandang wajah Bunga, lalu melangkah lebar meninggalkan ruang makan.

Bunga menunduk mengusap jemarinya sendiri. Di balik sikap serba terpaksa dan tatapan dingin Keanu, ada perjalanan panjang yang harus ia tempuh di rumah ini, sebuah pernikahan tanpa cinta di tengah bayang-bayang trauma masa lalu mereka berdua.

*

*

Tepat pukul sepuluh pagi, mobil Keanu sudah terparkir di depan teras mansion. Keanu menunggu di balik kemudi dengan sikut bersandar di jendela, mengetuk-ngetukkan jemarinya pada roda kemudi dengan raut tidak sabar. Saat pintu penumpang terbuka dan Bunga masuk dengan anggun, Keanu hanya melirik sekilas tanpa mengucap sepatah kata pun, lalu langsung menancap gas menuju rumah sakit.

Di sepanjang perjalanan, suasana di dalam mobil terasa begitu kaku dan mencekam. Hanya ada suara pendingin udara yang berhembus pelan. Bunga memilih menatap ke luar jendela, memandangi deretan bangunan kota yang melaju cepat, sementara Keanu sibuk fokus pada jalanan di hadapannya.

"Dengar," suara berat Keanu tiba-tiba memecah keheningan, membuat Bunga tersentak dan menoleh padanya.

Keanu tetap menatap lurus ke depan dengan pandangan dingin. "Nanti di rumah sakit, jangan bertindak konyol. Ikuti semua prosedur dan langsung selesai. Aku tidak punya banyak waktu untuk membuang jam kerjaku."

Bunga terdiam sejenak, lalu mengangguk pelan. Ia menyatukan kedua tangannya di atas pangkuan, mencoba menyembunyikan rasa cemas yang perlahan merayapi hatinya.

Setibanya di rumah sakit, Keanu melangkah lebar memimpin di depan, sementara Bunga berjalan setengah berlari di belakangnya untuk mengimbangi langkah kaki suaminya yang panjang. Mereka langsung menuju ruang perawatan tempat Dokter Radit berpraktik.

Setelah pemeriksaan singkat dan pengambilan sampel darah untuk memastikan kadar hemoglobinnya mulai stabil, Dokter Radit tersenyum ramah menatap pasangan pengantin baru di hadapannya.

"Kondisi Nyonya Bunga sudah jauh lebih membaik dibandingkan kemarin," terang Dokter Radit seraya menuliskan beberapa resep tambahan. "Tapi seperti yang saya sampaikan sebelumnya, nutrisi dan ketenangan pikiran adalah kunci utama. Jangan biarkan beliau terlalu lelah atau tertekan, Tuan Keanu."

Keanu mengangguk formal. "Baik, Dok. Terima kasih."

Usai keluar dari ruang dokter, Keanu meminta Bunga menunggu di kursi koridor sementara ia berjalan menuju apotik rumah sakit untuk mengambil obat. Bunga duduk sendirian, menatap keramaian lalu lalang pasien dan dokter di koridor tersebut.

Tiba-tiba, pandangannya terhenti pada seorang pria paruh baya yang melintas di ujung koridor tak jauh darinya. Pria itu mengenakan jas rapi dengan bekas luka kecil di dekat pelipis kirinya.

Deg!

Dadanya Bunga mendadak bergemuruh hebat. Sepasang matanya membulat sempurna, dan napasnya seketika memburu. Bayangan kelam belasan tahun lalu mendadak berputar liar di kepalanya Bunga, malam tragis ketika kedua orang tuanya dibantai secara kejam di depan matanya sendiri. Wajah pria yang baru saja melintas itu... sangat mirip dengan salah satu sosok misterius yang terekam dalam ingatan traumatis masa kecilnya!

Tubuh Bunga gemetar hebat. Jantungnya berdegup kencang hingga peluh dingin membasahi keningnya. Tanpa sadar, Bunga beranjak dari kursi dan mencoba menyusul langkah pria tersebut dengan jemari yang semakin bergetar, lupa akan rasa lemas dan penyakit anemia yang diidapnya.

Namun baru beberapa langkah Bunga bergerak, sebuah cengkeraman kuat menahan pergelangan tangannya dari belakang.

"Mau ke mana kau?!" suara dingin Keanu menyela langkahnya dengan nada tajam.

Bersambung...

1
Rahmawati Amma
karna aku suka ceritanya aku traktir kopi 🍵 tambah vote plus nonton iklan 5× baikan aku thor 🤣🤣🤣bercanda tapi benar aku kasih sesuai apa yg aku bilang karna ceritanya bagus 😁✌️🙏
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: Terimakasih banyak kakak ☺️🙏
total 1 replies
Rahmawati Amma
ceritanya bagus
Rahmawati Amma
lah bukanya nama panjangnya kalandra alexa sanjaya🤔
Rahmawati Amma
ngomong2 si adrian mana kok ngak muncul namanya lagi🤔😅
Rahmawati Amma
ngomong2 detektifnya kayanya lebih tampan dari pada keanu 🤔😅 tuh liat visualnya kaya org bule🤣🤣🤣
Teh Euis Tea
sehat selalu untuk othor, lanjut baca lg
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: makasih akak 🙏☺️
total 1 replies
Teh Euis Tea
alhamdulilah tamat dgn happy ending cuman 1 yg blm nikah Adrian Indah kirain sampe mereka nikah thor 😁
wahh kisah tentara lg aku suka klu ada kisah tentara 😁
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: jangan lupa mampir ya kak 🙏☺️
total 1 replies
Teh Euis Tea
sepertinya Kaliandra bakalan punya adik nih😁
Nar Sih
satu vote buat kebahagiaan bunga keanu☺️
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: wah, makasih kak 🙏☺️
total 1 replies
Nar Sih
kok udH end kak ,pdhl indah blm nikah ,masih juga buat kak eli udah kasih cerita bunga keanu yg bagus 🙏🥰🥰
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sama-sama kak 🙏☺️
total 1 replies
Nar Sih
tuh kan bnr bunga hamil kmbr lgi ,wah selamat keanu yaa doa mu di kabul kan kak eli
Nar Sih
adik byi untuk kalandra sgra dtg nih seperti nya,dan moga bran kmbr
Teh Euis Tea
andin bisa bgt jodohin indah🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: bisa dong 🤣🤣🤣
total 1 replies
Muft Smoker
Suka banget
Muft Smoker
yeey happy ending ,,

makasih yx kak buat cerita Keanu dn bungaa ,,
cerita ny bagus ,,

sukses trus buat karya2 selanjutnya kak ,, 😁😁🤗🤗
Teh Euis Tea
jodoh Adrian otw nih 😁
Teh Euis Tea
othorku maaf ya aku udah beberapa hari ga baca, bkn nabung bab ya, anak aku lg kurang sehat jd rewel
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sama-sama kak ☺️
total 3 replies
fatmawati (pipit)
udah up blm di ig kk
fatmawati (pipit): 😍😍😍😍😍👍👍👍
total 4 replies
fatmawati (pipit)
bnetar lagi janur kuning membuka abang adrian🤣🤣🤣🤣
fatmawati (pipit)
pastinya keanu itu tanda tanda simpatic syndrom🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!