Indonesia
NovelToon NovelToon
Kembar Genius Milik Tuan Kenzo

Kembar Genius Milik Tuan Kenzo

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:370k
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Enam tahun lalu, Kenzo Roman De Luca kehilangan seorang wanita yang tak pernah berhasil ia lupakan. Yang tak pernah ia ketahui, wanita itu pergi membawa dua kehidupan yang tumbuh menjadi anak-anak genius.

Takdir mempertemukan mereka kembali.
Namun, sebelum Kenzo mengetahui kebenarannya, seorang bocah laki-laki yang tak sengaja bertemu dengannya dengan berani menawari sesuatu padanya.

"Asal Anda siap menikah dengan Mommy kami. Maka saya siap bekerja sama dengan Anda," ujar Mateo enteng.

Kenzo terpaku, dia tak tahu anak yang sedang memohon kepadanya itu adalah putranya sendiri. Akankah, Kenzo setuju atau justru sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 08

Tanpa memedulikan Maya, Mateo menunjuk kursi dimana Alisya duduk.

"Mari, kita bicara di sana." Kata Mateo, Kenzo mengangguk, kedua tangan di masukan ke dalam celana dan langkahnya mengikuti bocah berusia lima tahun itu. Maya yang berdiri di sana sampai keringat dingin.

Maya yang panik segera mengeluarkan ponselnya dan mencoba menghubungi Tara.

"Angkat, Tara. Jangan biarkan Mateo membuat kita semua dalam masalah," gumam Maya dengan tangan yang gemeteran.

[Ya, May. Kamu sudah menemukan anakku?]

"Tata, kamu harus segera ke gedung sekuritas. Kamu harus segera melihat, anakmu membuat kita dalam masalah," suara Maya terdengar panik hingga Tara, buru-buru berdiri dari tempat duduknya.

[Apa yang dia lakukan?] tanya Tara masih belum mengerti sepenuhnya masalah apa nanti yang akan dia hadapi.

"Kamu tau Tuan Kenzo Roman De Luca? Nah, pria itu yang saat ini sedang diganggu oleh anakmu. Ta, kamu harus segera ke sini!" Tara yang mendengar nama pria itu disebut oleh Maya semakin membuatnya terkejut.

[Untuk apa Mateo menganggu pria itu? Apa yang salah?] Tara berjalan meninggalkan ruangannya siang itu, dengan panggilan masih terhubung dengan Maya.

"Mateo, meminta Tuan Kenzo untuk menikah dengan kamu, Tata."

[Apa?!] Tara sampai berteriak sehingga menarik perhatian beberapa orang yang lalu lalang. Dia segera masuk lift dan meminta Maya untuk mengawasi Mateo sampai dia tiba.

[Aku segera ke sana. Tolong awasi Mateo untukku,]

Panggilan langsng terputus, terlihat Maya menyimpan kembali ponselnya dan berjalan ke arah meja di mana Kenzo dan Mateo sedang berbicara serius. Maya tak melihat adanya Digo di sana, Maya curiga kalau Digo bisa saja memanggil security atau beberapa keamanan lain untuk membereskan Mateo karena sudah mengganggu Tuannya.

"Permisi, Tuan Kenzo. Mohon maaf, ini keponakan saya telah mengganggu Anda. Dia tidak bermaksud menyinggung Anda, saya harap Anda bisa berbelas kasihan untuk melepaskan kami," ucap Maya setengah ketakutan melihat wajah Kenzo yang terus menatapnya dengan serius.

"Bibi Maya, apa yang Bibi katakan? Harusnya Bibi senang kini Mommy punya suami. Jadi, Mommy nggak perlu sibuk-sibuk menghindar beberapa lelaki hidung belang di luar sana yang mencoba menggoda Mommy," ujar Mateo dengan bangganya.

'Seberapa cantik sih mommy nya, sampai anak ini begitu yakin meminta aku untuk menikahinya? Kalau bukan karena wajahnya mirip dengan Kenzi ... tunggu, mirip dengan Kenzi berarti mirip denganku,' batin Kenzo lalu pria itu menatap Mateo kembali.

"Boleh aku melihat foto Mommy mu?" tanya Kenzo.

"Tentu saja, Anda tidak perlu ragu. Dia sangat cantik dan dia berbakat," tukas Mateo dengan bangga, Maya sibuk melihat ke arah pintu lobi dan berharap Tara segera tiba.

"Om tampan, Alischa senang kalau Om jadi Daddy kami. Selain tampan Om juga kaya, setidaknya Om bisa melindungi kami dan Mommy," ujar Alisya memberikan senyum manis pada Kenzo. Pria itu langsung tertegun.

'Wajah polos anak ini mirip dengan seseorang,' kilasan malam enam tahun lalu terlintas di benak Kenzo.

"Ini foto Mommy," Mateo menyedorkan iPad miliknya ke hadapan Kenzo, namun Maya langsung merebutnya.

"Tunggu! Mateo kamu tidak bisa melakukan itu. Tuan ini sangat keberatan, liatlah wajahnya," ucap Maya sembari tersenyum canggung.

"Mateo, berhenti sekarang. Atau kita akan dalam masalah," bisik Maya, Mateo menatap Maya dengan tatapan jengah, karena sejak dari tadi Maya terus mencoba mengganggu mereka.

"Berikan Ipad-nya pada saya," pinta Kenzo pelan namun tegas.

"Tu-Tuan..."

"Berikan," Kenzo mengulurkan tangannya.

Meskipun perasaan ragu tak bisa dipungkiri, Maya tetap menyerahkan iPad milik Mateo yang tadi sempat ia rebut kepada Kenzo. Pria itu menerima perangkat tersebut dengan tenang, lalu menatap layar yang menampilkan foto seorang wanita.

Namun, fotonya buram dan hanya memperlihatkan sebagian wajah. Kening Kenzo langsung berkerut. Ia mengangkat pandangannya dan menatap bocah lima tahun yang duduk manis di depannya.

“Kamu serius mau menunjukkan foto seperti ini kepada saya?” tanyanya datar.

Mateo mengerucutkan bibirnya. Sebelum bocah itu menjawab, Maya buru-buru menyela sambil tertawa kecil dengan senyum canggung.

“Nah, kan, Tuan. Saya sudah bilang, anak ini cuma bercanda. Tolong jangan dianggap serius.”

Kenzo tidak menjawab, tatapannya masih tertuju pada layar iPad.

“Tuan, tunggu sebentar! Sepertinya saya punya foto yang lain,” ujar Mateo tiba-tiba sambil mulai membuka galeri.

“Sudahlah, Mateo. Lupakan saja,” Maya langsung mencoba mencegah. Jantungnya berdegup semakin cepat. Ia benar-benar berharap Tara segera datang ke gedung sekuritas itu sebelum bocah itu berhasil menemukan foto yang jelas.

Namun, Mateo justru semakin bersemangat menggeser satu per satu foto di layar.

“Ini bukan … ini juga bukan…” gumamnya.

Maya menelan ludah. Sedangkan,Kenzo mulai memperhatikan perubahan ekspresi Maya yang tampak gelisah. Ada sesuatu yang membuat wanita itu mati-matian tidak ingin ia melihat foto tersebut. Hal itu justru membuat rasa penasarannya tumbuh.

"Mateo!" teriak seseorang yang baru saja tiba ke tempat itu. Mateo langsung menoleh, saat melihat ibunya yang berlari dengan napas terengah-engah, Mateo tersenyum penuh semangat.

"Kebetulan banget," gumam Mateo.

1
Teh Euis Tea
othor ko udah 3 hari blm up jg
Aisyah Alfatih: sabar ya kakak🙏 2 hari sibuk, eh hari ini lagi berduka dari saudara meninggal 🙏
total 1 replies
💝F&N💝
sudah banyak yang nunggu lhooooooo
💝F&N💝
ayo kapan up nya
Noval Anja
ga ada terusan nya lanjut cerita dong
Aisyah Alfatih: lanjut ya kak 🙏 lagi ada tugas dikit di duta
total 1 replies
Haula Kartidasari
semua orang punya masa lalu, utk novel ini masa lalu yg terlalu rumit sehingga author sendiri sulit menemukan masa lalu sepeti apa yg akan di ungkapkan
Aisyah Alfatih: sabar ya Kaka, lagi berduka🙏
total 1 replies
💝F&N💝
thor, aku sudah vote yaaaa
tapi kapan up nya. sudah banyak yg nunggu tuh.
knp semakin kesini semakin jarang upnya
Mutia
Knp blm up date Thor...
Ita Xiaomi
Aku ngebayangkan Kenzo spt Sanji One Piece.
Ita Xiaomi
Itu emaknya Mateo pengacara terkenal loh. Jgn sampai pingsan ya klo emaknya datang😁
💝F&N💝
kapan up nya
dah banyak yg menanti kelanjutannya itu looooooo
Ita Xiaomi
Bukan masalah keuangan tetapi anak sulung yg nak kenalan ama Daddynya😁
Ita Xiaomi
Malah Kenzi pula yg jd tertuduh 🤣🤣🤣
Ita Xiaomi
🤣🤣🤣
Ita Xiaomi
👍👍👍
dewi rofiqoh
Lanjuut
Cicih Sophiana
masa lalu apa...apa Kenzo dulu nya...hak tau ah
Nurhartiningsih
di bab awal tata.
Aisyah Alfatih: Tara, Tata satu orang kakak 🙏
total 1 replies
LINA WATI
duhhhh bikin pinisirin ini
Lisa Halik
arsip apa,masalalu siapa...
Muji Lestari
lanjuttt thorrr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!