Mencintai sang wanita walaupun wanita punya seseorang yang di cintai nya, tapi dia tetap mencintai sang wanita, dan sang wanita tau kalo dia di cintai, hanya saja dia mempunyai kekasih……
“Kamu selingkuh?….
PLAKK!!
Menampar sang kekasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Junita Aisyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
17
Jenisa mau pergi meninggalkan Resti di sana begitu saja
“20jt!”
Badan jenisa langsung berbalik menatap kakak nya rosyi
“Anggap kita kerja sama! Aku juga kerja sama gak pandang bulu! Ayok!” Ucap jenisa lalu naik ke mobil Resti
Sampai sekolah, rosyi yang berdiri sama jessi heran liat jenisa turun dari motor kakak nya.
“Aku jemput pulang sekolah!” Ucap Resti
“Ok!” Jenisa senyum
Resti membuka jendela besar-besar melihat Rosyi dan melambai ke arah rosyi, tapi Rosyi memalingkan muka nya dan jessi juga natap tajam aja gak membalas lambaian tangan Resti, lalu Resti pergi, jenisa berjalan ke arah jessi dan rosyi
“Kamu ngapain sama dia?” Tanya rosyi
“Bisnis!” Jenisa senyum
“Bisnis apaan?” Tanya Jessi
“Masalah atlet nya! Cuma minta tolong! Lo tau sendiri gue suka uang” Jenisa natap Jessi
“Udah ah! Masuk kelas dulu!” Ucap Jenisa lalu pergi
Sementara Lilis, dia bangun karena alarm dan dia sengaja juga mandi air dingin pagi ini, lalu liat jam, lalu Lilis bercermin dia benar-benar sangat pucat, Lilis benar-benar merasakan Tubuh nya lemah.
“Kamu kenapa?” Tanya mama menarok tangan nya di kening Lilis
“Kamu panas! Kita kerumah sakit ya!!” Mama khawatir
“Ayok-ayok!! Papa telepon ambulans sekarang!” Ucap Papa khawatir juga
“Gak papa! Aku masih kuat kok!” Ucap Lilis senyum
“Yakin?” Tanya mama
Lilis ngangguk, lalu Arvin tiba-tiba menyuapi Lilis makan, dan Lilis senyum menerima suapan Arvin, Liam juga menyuapi lilis, dan orang tua hanya senyum natap mereka.
______
Lilis datang tepat bel bunyi, dia langsung gabung baris, dan Jenisa menarik tangan Lilis lalu membuat Lilis berdiri tepat di samping Taevin.
Lilis benaran pingsan, dan jenisa benaran panik karena jatuh nya bukan seperti pura-pura, karena lantai tempat baris semen pasti sakit, dan Jenisa panik narik tangan Taevin buat gendong nya, dan Ada cowok yang berada depan Taevin mau gendong di halangi jessi, dan akhir nya Taevin yang gendong Lilis pergi ke uks
Sampai uks
Taevin menggulingkan Lilis di kasur rumah sakit, dan Perawat pun mengobati Lilis, perawat udah kerja sama dengan jenisa buat menahan Taevin biar gak pergi.
“Kamu mau kemana?” Tanya perawat
“Mau baris buk!”
“Jangan lah! Temanin dia!! Nanti butuh apa-apa gimana? Ibuk masih ada kerjaan lain!, ibuk mau buat infus nya dulu! Kamu tetap temanin dia sampai dia yang nyuruh kamu pergi!” Ucap Ibuk perawat dan akhir nya Taevin duduk di sofa
“Apa akan berhasil?” Bisik Rosyi ke Jenisa
“Aku juga gak tau! Ku harap dia gak mati!” Ucap jenisa
“Mulut mu memang gak tertolong!” Ucap rosyi
Cowok yang mau nolong tadi natap ke jessi, dia bukan apa-apa dia malah salah paham mengira mereka membully di sekolah ini, dan cowok itu natap sebaris yang mana isi nya osis semua.
Selesai baris pria itu menarik tangan jessi.
“Kenapa?” Tanya Jessi heran
“Kenapa kamu menghalangi ku menolong nya? Apa kalian membully murid baru itu? Apa karena dia pintar kalian takut?”
“Apa maksud mu!” Jessi kaget sama omongan pria itu
“Aku hanya penasaran!!” Ucap cowok itu
Jessi mengamati pria itu, lalu tau kalo dia ketua anak pramuka, tentu pemikiran nya tinggi.
“Itu hanya pura-pura! Kami hanya membuat nya agar dekat sama Taevin! Karena wanita itu suka sama Taevin! Tapi ternyata wanita itu benaran pingsan! Kami juga memanfaatkan situasi!” Ucap Jessi
“Owhh!” Pria itu langsung senyum lega
“Skenario konyol!” Kesal Jessi lalu pergi
“Heheheh” pria itu ketawa kecil lalu pergi dengan malu
Saat bel istirahat
“Ehh! Kata nya besok ulangan ya? Wahh kaek nya kita perlu persiapan kuliah di mana ini!” Ucap Jessi
“Sambil makan aja ngobrol nya!” Jenisa lalu berdiri
Sementara Lilis dia bangun, tapi tidak melihat Taevin.
“Buk! Taevin mana?” Tanya Lilis sambil duduk
“Aduhh dek! Ibuk malah kena mental sama anak itu!” Ucap ibuk itu dengan ekspresi panik nya
Flashback
Jiandra datang karena di panggil Taevin buat temanin Lilis.
“Lo suruh gue dengan buru-buru cuma buat Jaga dia?” Ucap jiandra kesal
“10jt, kalo gak tahan tinggalin aja!” Ucap Taevin berdiri mau pergi
“Ehh mau kemana? Pasien nya pasti butuh kamu! Kan kamu yang ngantarin!” Ucap Ibu perawat senyum cengir
“Kalo gak mau masa depan hancur jadi diam aja!” Ucap Taevin dengan nada dingin
“Kamu ngancam aku?” Ibuk itu berdiri
“Buk! Dia anak keluarga kim!” Bisik jiandra
“Masih mau menghalangi?” Tanya Taevin dengan nada dingin
Taevin lalu pergi dengan langkah ringan nya.
“Aduh!! Untung aku gak nahan berlebihan tadi!” Ucap Ibu itu dengan nada ketakutan
Jiandra nelpon anak buah nya yang murid juga di sini, biasa murid yang cari uang rela jadi anak buah jiandra,jadi jiandra minta belikan makan, lalu makanan datang dengan cepat, dan Jiandra makan, dia beli 2 kotak satu lagi untuk Lilis nanti kalo bangun.
“Kamu suka sama nya?” Tanya Ibu perawat
“Aku suka sama orang lain! Bukan dia! Kalo dia mah mana mau gue di bayar di sini! Gratis mah!” Jiandra senyum
“Bisa aja kamu!” Ucap Ibu perawat
1 jam jiandra menjaga, dan Lilis bangun sebentar, tapi dia gak melihat jelas kalo Taevin yang di bayang kan itu adalah jiandra, dan Lilis minta air, jiandra ngambil nya, dan Lilis megang tangan jiandra lalu nangis di tangan jiandra lalu tertidur lagi.
“Aduhh! Kotor lagi pakaian gue! Aku pergi dulu buk! Karena waktu ku menjaga dia udah habis!” Ucap jiandra
“Terus gak ada gitu teman mu yang mau jaga dia ini? Ibuk soal nya bikin data kesehatan ini! Mana semua murid lagi!” Ucap Ibu itu
“Nahh!” Jiandra Narok uang 2jt di atas meja
“Ibuk bukan orang yang seperti itu!” Ucap Ibu perawat
“Ini bukan sogokan! Ibuk kerja sama ku! Jadi aku kasih ibuk gaji! Karena aku harus pergi! Aku ada latihan! Ini juga bentuk perhatian ku sama pasien karena aku sibuk jadi harus pergi, kalo aku gak sibuk aku mungkin akan menjaga nya! Ibuk tau! Sangking sibuk nya! Uang yang di bayar juga gue harus kembalikan lagi ke Taevin!” Ucap Jiandra
“Baik! Hati-hati!”
“Baik Ibuk! Makasih banyak ya buk!” Jiandra lalu pergi berlari
Flashback
“Aku mau pulang aja!” Ucap Lilis natap Ibuk
“Ayok! Ibuk antarin” Ibuk membantu Lilis berdiri
“Baik”
“Tapi apa Taevin sempat menjaga ku?” Tanya Lilis lagi