Indonesia
NovelToon NovelToon
SANGKAR PERNIKAHAN

SANGKAR PERNIKAHAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan
Popularitas:9.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nita.P

Ketika cinta berubah menjadi sebuah penjara.

Menikah adalah impian setiap wanita, pernikahan yang bahagia penuh keharmonisan adalah harapan. Namun, bagaimana jika cinta hanya membawanya dalam sebuah Sangkar Pernikahan?

Seruni menikahi Tuan Muda pertama dari keluarga Danuel. Tentu pernikahan dalam sebuah keuntungan bagi orang tuanya. Namun, sial ketika Seruni jatuh cinta pada sosok ramah dan hangat itu. Yang dalam sekejap mata berubah, nyatanya Tuan Muda pertama keluarga Danuel ini adalah sosok pria arogan yang dingin.

Seruni menjalani pernikahan yang bagaikan sebuah penjara. Dia harus melepas karir sebagai model yang saat itu sedang begitu naik. Lalu, semua hal yang dia lakukan harus atas persetujuan suaminya. Hingga, Seruni mulai jengah dan memberanikan diri mengajukan Perceraian. Tapi, apakah suaminya akan menyetujui Perceraian itu?

"Ceraikan aku, Mas. Pernikahan ini tidak akan bisa di lanjutkan lagi. Wanita dari masa lalumu sudah kembali sekarang"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mencari Tahu Tentang Mawar

Pagi ini Seruni sudah bersiap untuk pergi, sarapan dengan suaminya setelah beberapa hari terakhir sudah jarang duduk bareng di kursi meja makan.

"Mas, aku ingin ke rumah Papa. Kalau kamu ada waktu, kita pergi bersama kesana. Tapi, kalau kamu sibuk, biar aku saja yang kesana"

Sebenarnya sudah dari semalam dia berniat berbicara dengan Raifan, tapi rasa takut dan keraguan penuh harus dia yakinkan dulu. Sampai hari ini, Seruni memberanikan diri untuk bicara pada suaminya.

"Akhir pekan ini, kita pergi kesana"

Seruni langsung mendongak, menatap suaminya dengan senyuman lebar. Bahkan semalaman dia terus berpikir untuk bicara karena takut jika Raifan tidak akan mengizinkannya untuk pergi ke rumah orang tuanya. Tapi, jawabannya barusan membuatnya hampir tidak percaya karena Raifan menjawab begitu cepat dan tenang.

"Oke, akhir pekan ini kita pergi ke rumah Papa"

Apapun yang dia alami di rumah itu, namun masa kecil Seruni bersama dengan Ibunya ada di rumah itu. Satu-satunya tempat yang merekam kenangan masa kecilnya bersama sang Ibu.

Selesai sarapan, Seruni pergi bersama Pak Hasan. Sementara Raifan sudah di jemput oleh Justin. Dalam perjalanan, Justin melihat Tuannya hanya menatap keluar jendela dan menatap mobil Seruni yang melaju ke arah yang berbeda.

"Jus, apa aku salah menyembunyikan semuanya dari Seruni?"

Pertanyaan yang sepertinya sudah sangat berat, seperti sudah ingin dia ungkapkan sejak lama, namun terhalang sesuatu yang membuatnya ragu.

"Jika niat anda hanya membantu, maka saya rasa Nona Muda juga akan mengerti. Tapi, jika anda masih mempunyai perasaan selain dari membantu karena kasihan, maka itu hanya akan membuat semuanya semakin kacau"

Raifan menghela napas pelan. "Bahkan aku tidak paham dan mengerti dengan perasaanku sendiri sekarang"

"Selama dua tahun, tidak mungkin rasanya jika Tuan tidak merasakan apa-apa pada Nona Muda"

Raifan hanya diam, tidak lagi menjawab. Mengambil ponselnya dan membuka galery foto. Melihat foto-foto yang tersimpan di sana.

"Tapi, aku terus merasa bersalah"

"Saya rasa, posisi anda memang sulit pada saat itu. Terus merasa bersalah pada hal yang sudah lama terjadi, hanya akan membelenggu hati anda tanpa ada kemajuan dalam tujuan hidup anda sendiri, Tuan. Coba pikirkan lagi, sebenarnya apa Tuan benar-benar menyesalinya?"

*

Kilatan cahaya dari kamera beberapa kali terarah padanya, berganti gaya beberapa kali. Menunjukan produk dengan lebih jelas daripada dirinya sendiri sebagai modelnya. Tersenyum, bergaya dengan tangan. Semuanya dia lakukan, beberapa foto di ambil dan akhirnya mendapatkan foto terbaik.

"Oke, hari ini selesai ya"

Seruni menghela napas lega, dia tersenyum pada semua orang yang sudah bekerja keras hari ini. Berjalan ke arah kursi lipat yang di siapkan untuknya beristirahat. Gaun yang panjang ini cukup mengganggu, tapi Seruni belum sempat berganti pakaian karena ada hal yang harus dia lakukan dulu. Mengambil ponsel dan mengirim pesan pada suaminya.

Aku sudah selesai melakukan pemotretan.

Entah kenapa, tapi dia ingin sendiri mengirimkan pesan pada suaminya. Memberikan kabar tentang apa yng sudah dirinya lakukan. Ini memang selayaknya suami istri lakukan, meski dalam pernikahannya, hal ini mungkin terasa aneh.

"Kak Seruni, ayo aku bantu untuk ganti baju" ucap Nadia, seorang penata busana.

Seruni tersenyum, dia mengangguk dan segera berdiri dengan di bantu oleh Nadia, gaun yang terlalu besar ini cukup berat juga.

"Terima kasih ya Nadia"

"Iya Kak, ayo kita ganti bajunya dulu. Pasti capek banget ya, jangan heran ya. Mas Riko memang seperti itu, selalu profesional saat bekerja, tapi terkadang tidak memberi jeda untuk istirahat saat dia belum mendapatkan foto yang sesuai keinginannya"

Seruni mengangguk pelan, dia berdiri di depan cermin besar. Membiarkan Nadia membuka reseleting gaunnya di belakang.

"Sebenarnya Mas Riko itu fotographer ya? Aku kira dia pemilik Agency ini"

"Memang iya, tapi dia juga fotographernya. Selama dia yang mengambil job, maka nilainya gak main-main, Kak. Sebagai model yang baru masuk di Agency ini, aku merasa Kak Seruni beruntung karena bisa langsung di foto oleh Mas Riko"

Seruni terkekeh pelan, dia selesai memakai pakaian miliknya. Merapikan rambutnya dan mengikatnya asal, sudah tidak memperhatikan penampilan lagi ketika jam kerja sudah selesai.

"Nadia, kamu cantik, badan kamu juga bagus. Kenapa tidak mencoba menjadi model?" tanya Seruni.

"Tidak mau Kak, aku demam kamera. Haha"

Seruni ikut tertawa kecil, ketika dirinya kembali bekerja maka dia akan menemukan orang-orang baru yang menyenangkan. Seperti gadis bernama Nadia yang bekerja sebagai penata busana. Sosok cerianya membuat suasana terasa lebih menyenangkan.

"Semuanya sudah selesai 'kan ya? Aku harus secepatnya pulang, suamiku akan menunggu di rumah"

Nadia mengangguk pelan, dia tersenyum ceria pada Seruni. "Senangnya ya sudah menikah seperti Kak Runi, setiap pulang kerja pasti langsung di peluk suami, di sayang-sayang juga"

Seruni hanya tersenyum, dia mengambil tas di atas meja. "Aku pulang dulu ya, sampai bertemu lagi, Nadia"

"Iya Kak, hati-hati di jalan"

Seruni berjalan ke arah mobil yang terparkir sejak tadi, Pak Hasan selalu menunggunya sampai selesai bekerja. Tidak sedetik pun pergi tanpa mengawasi kegiatan Seruni.

Saat sampai di rumah, Seruni melihat Justin yang duduk di sofa. Jika asisten suaminya sudah berada di rumah, maka Raifan tentunya sudah kembali. Seruni menghampirinya.

"Tuan Justin, dimana Mas Raifan?"

"Tuan Muda sudah naik ke kamar, anda baru pulang Nona?"

Seruni mengangguk pelan, dia menatap Justin dengan sedikit ragu. Tapi tidak akan menemukan kesempatan lain untuk bisa berbicara berdua dengannya seperti ini.

"Tuan Justin, em, apa Tuan tahu tentang Nona Mawar? Bukannya dia sudah kembali ya, dimana dia sekarang? Apa Mas Rai sudah menemukannya?"

Tangan Seruni memegang celana panjangnya erat setelah selesai mengucapkan pertanyaan yang sudah lama dia pendam. Menggigit bibir bawahnya menunggu jawaban dari Justin dengan harap-harap cemas.

"Nona, sebaiknya jangan terlalu mencari tahu hal yang bukan urusan anda. Karena tidak semua hal anda harus tahu"

Jawaban yang terlalu singkat, dan penuh penekanan. Seruni sampai tidak mampu berkata lagi, dia menghembuskan napas pelan.

"Sebaiknya anda segera menemui Tuan Muda, jika tidak, saya juga akan terkena masalah oleh Tuan Muda"

Seruni menghela napas pelan, dia berbalik dan pergi ke arah tangga. Berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya.

"Kenapa dia juga tidak mau memberitahu aku tentang keberadaan Mawar? Bagaimana caranya aku tahu tentang dia"

Seruni sudah sampai di depan pintu kamar, membukanya dan melihat Raifan yang sudah duduk di tempat tidur. Seruni sedikit tertegun melihat tatapan dingin suaminya, meski sebenarnya sudah sering melihat tatapan seperti itu dari Raifan.

"Kau sudah pulang sejak 20 menit yang lalu, tapi tidak segera menemuiku di kamar. Apa yang kau lakukan di bawah?"

Pertanyaan yang membuat Seruni diam seketika. Melipat bibirnya dalam, otaknya bekerja keras untuk tidak sampai salah menjawab.

"Aku tidak tahan mau ke toilet tadi, jadi pergi ke kamar mandi tamu di bawah. Hehe.. Maaf ya Mas"

"Ck, pergi mandi"

"Iya Mas"

Bersambung

1
Fera Susanti
ah raifan mh misterius ga jelas..pantes seruni prasangka buruk terus
nayla tsaqif
Kabur aja lahhh,, kaburrrrr,, 😌
Mia Camelia
ywdh sih raifan jujur aja klo cinta sama seruni🤭
dyah EkaPratiwi
pergi runi
dyah EkaPratiwi
raifan bener2 ya
dyah EkaPratiwi
🤣🤣🤣 menyesal kan sekarang
Oma Gavin
tolong segera dibongkar rahasia seruni menurut raifan itu hrs di jaga bener" penasaran
edelweis🌻
bikin seruni pergi biar gk berbelit2
Rarik Srihastuty
lanjut thor, makin penasaran nih.
dyah EkaPratiwi
tapi sekali kali gpp run bikin suamimu tantrum
dyah EkaPratiwi
jahat banget kamu raifan😭
dyah EkaPratiwi
bener2 gak waras ini raifan
dyah EkaPratiwi
gila raifa
dyah EkaPratiwi
semangat runi💪
Mia Camelia
seruni bertahan lah💪💪🤭
Hani
bagus
Rarik Srihastuty
ceritanya seru
Yani Suryani
aku yakin Raifan itu sebenarnya sudah suka sama seruni tapi masih belum sadar
Yani Suryani
jangan lupa like nya 👍
MamDeyh
Aku malah selalu menunggu update an mu lohhh kak Nitaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!