Indonesia
NovelToon NovelToon
Suami Darurat: Sahabat Sendiri!

Suami Darurat: Sahabat Sendiri!

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

​"Kalau umur 30 gue belum nikah, lo wajib nikahin gue, Ka!"
​Janji konyol lima tahun lalu kini jadi bumerang untuk Nadira. Sisa waktunya tinggal menghitung hari, tapi semua perburuannya mencari pacar selalu berujung tragis—ditipu hingga nyaris jadi selingkuhan!
​Di sisi lain, ada Askara. Sahabat sejak kecil yang tampan dan mapan. Askara sengaja menolak ratusan wanita demi menanti hari ini tiba. Bagi Askara, janji umur 30 bukanlah lelucon, tapi strategi untuk memiliki Nadira seutuhnya.
​Waktu habis, Askara pun menagih janji! Nadira yang gengsi setengah mati terpaksa menikah dengan sahabat yang tahu semua kebiasaan buruknya.
​Mampukah Nadira bertahan saat Askara mulai membongkar batas friendzone dan menagih haknya sebagai suami?
​Gengsi tingkat tinggi VS Cinta tulus sahabat sendiri. Siapa yang bakal menyerah duluan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27: Malam Pertama dan Lembaran Baru di Rumah Baru

​Mobil SUV hitam itu akhirnya melaju pelan menembus pekatnya malam Kota Jakarta. Suasana di dalam kabin terasa sangat hening, hanya ada deburan halus suara mesin dan desir pendingin udara. Nadira duduk di kursi samping pengemudi, jemarinya tak henti-hentinya memainkan liontin huruf ‘A’ bernuansa berlian yang melingkar cantik di lehernya.

​Pikirannya masih melayang pada momen perpisahan yang begitu emosional di rumah orang tuanya tadi. Pelukan hangat dari Mama Dinan, pesan tegas nan sarat kasih sayang dari Papa Doni, tatapan bahagia dari Papa Alan dan Mama Iliana, hingga pelukan tak terduga dari Nadeo—adik tengilnya yang mendadak puitis dan emosional usai pulang kampus.

​Ting!

​Suara berdenting dari ponsel Nadira memecah keheningan. Sebuah pesan singkat dari aplikasi WhatsApp masuk di grup keluarga besar mereka.

​Nadeo: [Foto selfie dengan muka cemberut yang dibuat-buat]

Nadeo: Sepi banget kamar sebelah. Gak ada suara Mbak Nad ngomel-ngomel gara-gara sandal jepitnya gue sembunyiin. Hampa hidup gue. Tapi selamat ya, Mbakku yang paling galak! kalau Mbak Nad kumat rewelnya, minta Mas Ka balikin aja ke rumah 24 jam gratis ongkir!

​Nadira refleks menepuk jidatnya membaca pesan dari adiknya itu. Bibirnya bersungut-sungut, walau tak bisa dipungkiri ada rasa hangat yang menjalar di dadanya.

​"Kenapa senyum-senyum sendiri ngeliat HP?" tanya Askara lirih, memelankan laju mobil saat mulai memasuki gerbang perumahan mewah mereka.

​"Si Nadeo tuh!" omel Nadira sambil jemarinya lincah membalas pesan di layarnya. "Bukannya terharu kakaknya udah resmi nikah, malah nyuruh lo ngembaliin gue gratis ongkir! Awas aja ya pas dia main ke rumah!"

​Askara terkekeh renyah. Sebelah tangannya melepaskan kemudi sejenak, meraup paha Nadira lalu mengusapnya penuh kehangatan.

​"Nadeo itu sebenernya kehilangan banget lo pindah ke rumah gue, Nad," ujar Askara pelan, matanya tetap fokus menatap jalanan kompleks yang tenang. "Tadi pas lo lagi pamitan sama Mama Dinan dan Mama, dia sempet narik kemeja gue di luar."

​Nadira menoleh penasaran. "Hah? Si bocah tengil itu ngomong apaan lagi ke lo?"

​"Dia bilang: 'Mas Aska, jagain Mbak Nad ya. Dia emang suka ngamuk gak jelas, tapi hatinya lembek banget. Kalau Mas Aska bikin Mbak Nad menangis, siap-siap aja aku labrak di kantor.'" Askara menyunggingkan senyuman miring yang begitu manis. "Adik lo itu protektif banget sama lo, Nad."

​Nadira terdiam sejenak. Menyandarkan punggungnya pada jok kulit mobil, dadanya serasa dipenuhi limpahan kasih sayang. Dukungan penuh dari Papa Doni, Mama Dinan, Papa Alan, Mama Iliana, hingga Nadeo membuat seluruh keraguan yang sempat membayanginya musnah tak berbekas.

​Beberapa menit kemudian, SUV hitam itu terparkir rapi di garasi rumah baru mereka. Askara turun terlebih dahulu, membukakan pintu untuk Nadira, lalu membawakan koper-koper besar milik istrinya naik ke lantai dua menuju kamar utama.

​Begitu pintu kamar dibuka dan lampu dinyalakan, Nadira terpana. Kamar tidur itu berukuran sangat luas, didominasi warna krem dan kayu hangat, dilengkapi king-size bed berseprai putih bersih yang mengundang. Di sudut ruangan, meja rias kesayangannya yang dipindahkan dari rumah lama sudah tertata rapi, lengkap dengan aroma terapi lavender yang menenangkan.

​Teeet! Teeet!

​Panggilan video masuk di ponsel Nadira. Nama Odelia terpampang jelas di layar. Nadira buru-buru menggeser tombol hijau sebelum Odelia menelpon berulang kali.

​"HALLO PENGANTIN BARU YANG UDAH SAH SECARA HUKUM DAN NEGARA!" jerit Odelia heboh dari layar ponsel, suaranya melengking tinggi hingga membuat Nadira refleks menjauhkan ponsel dari telinganya.

​"Odel! Suara lo bisa dikontrol gak sih?!" omel Nadira dengan pipi yang mendadak memerah.

​"Gimana rasanya, Nad?! Gimana rasanya resmi jadi Nyonya Askara Pradipta?!" cecar Odelia tanpa rasa bersalah, matanya menatap layar penuh rasa selidik dan gosip. "Bapak bos Askara ada di sebelah lo gak? Aduh, Nadira... gue seneng banget akhirnya lo gak jomblo lagi! Nasihat-nasihat gue di kantor selama ini manjur banget kan?"

​"Manjur dari mananya! Lo mah cuma seneng liat gue panik!" potong Nadira bersungut-sungut. "Udah ah, gue baru sampai rumah nih, mau mandi!"

​"Oke-oke! Selamat menikmati malam pertama ya, Ibu Bos! Jangan lupa besok izin ngantor kalau tidak kuat bangun pagi gara-gara lembur malam!" goda Odelia tertawa jahil sebelum mematikan panggilan secara sepihak.

​"ODELIAAA BANGSAT!" jerit Nadira histeris pada layar ponsel yang sudah gelap.

​Dari arah pintu walk-in closet, suara tawa rendah Askara bergema. Pria itu baru saja selesai mengganti kemeja resminya dengan kaus santai berwarna abu-abu dan celana panjang rumahan. Rambutnya yang biasanya dirapikan dengan gel kini jatuh bebas di dahinya, membuatnya terlihat sepuluh kali lebih tampan dan menawan.

​"Odelia bener juga kata-katanya," bisik Askara melangkah mendekat.

​Sebelum Nadira sempat berbalik, Askara sudah menyergap tubuh wanita itu dari belakang. Lengan kekarnya melingkar erat di pinggang Nadira, menarik punggung ramping itu hingga menempel rapat pada dada bidangnya.

​Nadira mematung seketika. Aroma maskulin bercampur wangi sabun yang khas dari tubuh Askara langsung menyeruak memenuhi indra penciumannya.

​"K-kata-kata yang mana?" cicit Nadira tegang, jemarinya meremas lengan Askara yang mendekap pinggangnya.

​"Soal menikmati malam pertama," bisik Askara rendah di dekat telinga Nadira. Pria itu memiringkan kepalanya, mendaratkan kecupan-kecupan halus di sepanjang leher jenjang Nadira.

​"As-ka..." lenguh Nadira gelagapan, matanya terpejam saat sensasi hangat dan geli menjalar ke sekujur tubuhnya. "Kan tadi di rumah baru pas siang lo udah janji gak bakal nuntut apa-apa..."

​Askara memutar tubuh Nadira dengan lembut hingga mereka kini saling berhadapan. Tatapan mata pria itu begitu dalam, sarat akan ketulusan, rasa cinta, dan kejujuran yang mutlak. Tidak ada desakan atau paksaan di sana, hanya ada kehangatan yang amat menenangkan.

​"Nadira..." panggil Askara lembut, menangkup kedua pipi wanita itu dengan jemari tangannya yang hangat. "Gue udah nunggu lo selama bertahun-tahun. Dari zaman Papa Doni sama Mama Dinan gencar banget kode-kodein kita, dari zaman Papa Alan sama Mama Iliana selalu nanya kapan lo dibawa ke rumah... gue selalu sabar nunggu momen di mana lo bener-bener siap."

​Dada Nadira bergetar hebat mendengar penuturan jujur dari pria di hadapannya.

​"Gue gak akan pernah maksa lo buat sesuatu yang bikin lo takut atau cemas," lanjut Askara mengusap bibir bawah Nadira dengan ibu jarinya. "Malam ini... gue cuma mau memeluk istri gue, tidur di kasur yang sama, dan ngebuka lembaran baru hidup kita tanpa ada jarak lagi. Gimana?"

​Mendengar ucapan manis dan penuh penghormatan dari suaminya, air mata haru Nadira menetes pelan mengaliri pipinya. Segala rasa takut, gengsi, dan keraguan yang sempat mengendap di dalam hatinya runtuh sepenuhnya detik itu juga. Mengapa ia harus takut pada pria yang telah melindunginya dan mencintainya seutuhnya sejak mereka masih kecil?

​Nadira menyunggingkan senyuman paling indah yang pernah ia miliki. Ia berjinjit perlahan, melingkarkan kedua tangannya di leher Askara, lalu menatap iris mata hitam pekat milik suaminya.

​"Siapa bilang gue takut?" bisik Nadira pelan namun mantap, menyapukan ujung hidungnya di pipi Askara. "Gue siap, Aska... Gue siap jadi istri lo seutuhnya, malam ini dan selamanya."

​Mata Askara membelalak kaget seketika, sebelum akhirnya binar bahagia yang tak terkira memancar dari wajah tampannya.

​"Lo serius, Nad?" tanya Askara memastikan, suaranya terdengar agak serak.

​"Masa gue bercanda sih, Suamiku?" goda Nadira menahan senyum malu-malu.

​Tanpa membuang waktu satu detik pun, Askara meraup tubuh Nadira ke dalam pelukannya, menyatukan bibir mereka dalam sebuah ciuman yang begitu pekat, dalam, dan dipenuhi gelora cinta yang membakar. Askara mengangkat tubuh Nadira dengan mudah, membawanya menuju king-size bed yang empuk di tengah ruangan.

​Di bawah remang cahaya lampu kamar dan kehangatan malam Jakarta, di balik janji suci yang kini telah terikat secara hukum dan agama, Askara dan Nadira akhirnya menyatukan jiwa dan raga mereka sepenuhnya. Tidak ada lagi kata sahabat, tidak ada lagi gengsi yang menghalangi—hanya ada dua insan yang saling mencintai dalam ikatan pernikahan yang sempurna.

1
Azizah az
ikutan disini Thor ☺️🤗
Fitra Sari
lanjut lagi KK 🙏🥰
N07
New reader nie Thor. Suka sama gaya berceritanya, susunan kata & tanda baca juga rapi jadi enak bacanya. Semoga ceritanya juga menarik sampe ending ga bertele2.
mak mak doyan novel
nah gini kan adem.. g ada gengsi yg tinggi lgi
mak mak doyan novel
ini mah calon suami idaman
mak mak doyan novel
udah ya nad gengsinya.. semua dukung kmu sama aska
Fitra Sari
lanjut KK sampe halal 🥰
Ariska Kamisa: terimakasih kak🙏🙏
aku jadi semangat nih...
total 1 replies
umie chaby_ba
lanjut thor
umie chaby_ba
ceritanya ringan, dan bagus...
semangat terus thor...
/Heart/
Ariska Kamisa: terimakasih banyak ya kakak♥️
total 1 replies
English Lesson
Bagus👍🏻👍🏻
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
waduh... askara serem juga...
umie chaby_ba
lah aska mah lemah banget ngambek bentaran doang... 🤣
umie chaby_ba
hayo loh ...
umie chaby_ba
nadira ngeselin ih... malah cerita lagi udah tahu suasananya lagi ga beres malah cerita
mak mak doyan novel: setuju..
ngeselin bgt dia
total 1 replies
umie chaby_ba
nah kan... bukan orang biasa aja yang ujug-ujug dateng. pasti ada maksud terselubung 🤭
umie chaby_ba
mode protektif nih🤭
umie chaby_ba
dih... bisa aja brondong... bahaya banget nih... nanti nadira tergoda lagi, kesempatan banget buat nadira malah ini mah...🤭
Ariska Kamisa: ♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
umie chaby_ba
kagak inget umur banget si nad sumpah 30 tahun masih begitu, askara lo sabarnya kebangetan ini mah !!!
umie chaby_ba
sumpah nadia ini ngeselin! main nuduh penjahat kelamin lagi🤣🤣🤣🤣
umie chaby_ba
nah loh... kan bader banget lo nad udah tua geh🤭🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!