Indonesia
NovelToon NovelToon
Kultivator Iblis

Kultivator Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Ahli Bela Diri Kuno / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Bullying dan Balas Dendam
Popularitas:448
Nilai: 5
Nama Author: Yusub Gultom

Kebencian adalah awal dari kehancuran yg akan ku persembahkan kepada langit, dendam yg terpendam akan ku ukir setajam pedang pusaka, terkadang takdir memang sungguh lucu, dengan sebilah pedang di tangan akan ku tunjukkan kepada langit , dengan sebilah pedang di tangan aku akan menentang takdir langit, dengan sebilah pedang akan ku hancurkan para dewa, dengan sebilah pedang akan ku ukir namaku, dengan sebilah pedang di tangan akan ku ukir namaku sebagai legenda kultivator iblis, kultivator yg paling menakutkan dan paling kejam yg pernah ada.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yusub Gultom, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

7. Satu Tebasan Pedang dan Bantuan Tidak Terduga

Berlatih tanding

Tombak bermata Pedang begitu lincah dan indah saat di mainkan oleh Yang Shen. dia seperti menari di tengah tengah ajang pencarian bakat. Tombak itu menusuk lalu menyamping, baik itu didepan maupun di belakang tubuhnya. Dia begitu agresif ketika menyerang dan bertahan, serangan dari belakang juga dengan mudah dihalau oleh tombaknya.

Ujung tombak itu maju mundur seirama dengan tubuhnya. Tombaknya mengikuti irama tubuhnya yang berputar-putar seperti bola meluncur kesana sini, terkadang naik turun, mengikuti irama serangan lawan, bahkan tubuhnya berputar-putar mengikuti batang pohon. Tubuhnya juga mengeluarkan api berwarna biru. Ribuan percikan-percikan api berwarna biru berbentuk tombak terus menerus keluar dari ujung tombaknya.

Api biru berubah warna menjadi hitam keemasan. Api itu juga berubah menjadi perisai saat menahan serangan rantai bermata Pedang yang mirip bulan sabit akan memenggal kepalanya.

"Sepertinya dia memiliki elemen api. terbukti dari perisai api yang dia ciptakan." batin Xuan. Dia sangat menikmati latih tanding itu tanpa berkedip. Sepertinya dia menemukan permainan baru untuk di tonton.

Lima buah cakram Yang Shen ciptakan dari api yang keluar dari tubuhnya terus berputar putar di udara mengelilingi tubuhnya. Ini mirip seperti perisai tingkat tinggi. karena terlihat menahan ribuan pisau angin yang keluar dari rantai senjata lawan.

Lin Lin yang menjadi lawan tandingnya tidak kalah mengagumkan. Rantai berwarna hitam pekat begitu lincah di mainkan, panjangnya sekitar dua meter, di ujung rantai terlihat pedang bengkok seperti bulan sabit secara terus-menerus menguarkan ribuan pisau pisau kecil.

Lima buah rantai sepanjang setengah meter tercipta dari angin disekitar meraka berlatih tanding. Seketika rantai itu meluncur kearah wanita itu, rantai-rantai itu lalu mengelilingi tubuhnya dan terus berputar-putar seolah-olah menjaga wanita itu dari serangan yang tidak terduga.

"Lin Lin juga memiliki elemen angin, Ini pertandingan yang seimbang." Dia juga memperhatikan bahwa jurus-jurus keduanya adalah jurus tingkat tinggi. Dia menenggak arak dan memperbaiki posisi duduknya untuk tontonan selanjutnya dan menciptakan array pelindung. Dia menyadari sebentar lagi akan mencapai puncaknya.

Xuan tidak mau kendi kendi arak dan daging panggang berubah menjadi abu akibat terkena serangan. Dia menjauh sedikit dari lokasi latih tanding agar lebih leluasa melihat semua gerakan mereka.

Senjata rantai bermata pedang bengkok seperti bulan sabit itu terus meliuk-liuk di udara. Lin Lin mengendalikan rantai itu dengan mudah saat melakukan serangan. Rantai itu terlihat mengeras seperti tombak saat mendapat kesempatan untuk menyerang tubuh lawannya ketika ada celah. Hutan tempat mereka berlatih tanding sudah gundul da meluas seluas lapangan bola. Pohon pohon besar telah tumbang terkena serangan energi.

Ujung Tombak terus beradu dengan ujung rantai, terkadang tombak itu terlilit oleh rantai namun dengan mudah di lepaskan. Latih tanding itu yang tadinya biasa aja berubah menjadi serius. hingga mereka mengeluarkan jurus terkuat masing-masing.

Yang Shen melakukan gerakan aneh, tangan kiri memegang tombak, tangan kanan terangkat keatas. Energi tombak sebesar tiang listrik keluar dari kehampaan. Dia juga menciptakan perisai api yang keluar dari tubuhnya untuk menahan serangan balik. Lin Lin juga melakukan hal yang sama. Energi berbentuk rantai keluar dari kehampaan tidak kalah besar dengan bentuk tombak energi Yang Shen.

Saat kedua energi bertabrakan, ledakan keras terjadi. Asap tebal membumbung kelangit, menutupi pandangan mata. Batang-batang pohon di sekitar mereka berubah menjadi abu. Yang Shen terlempar sekitar sepuluh meter kebelakang, menabrak batang pohon yang tumbang lalu memuntahkan darah dari mulutnya. Dia terlihat terluka parah namun masih sadar.

Begitu juga dengan Lin Lin, dia bahkan lebih parah dari pada Yang Shen. Dia terlempar sekitar lima belas meter dan menabrak batang pohon yang tumbang. Kakinya menciptakan siring yang dalam akibat gesekan kakinya ketanah. Saat tubuhnya berhenti mulutnya memuntahkan darah berkali-kali, sepertinya dia mau pingsan.

Perisai yang meraka ciptakan untuk menahan serangan masing-masing tidak sanggup menahan serangan balik yang datang ketika jurus terkuat mereka bertabrakan.

Xuan datang dengan langkah terburu-buru, lalu memasukkan pil kedalam mulut wanita itu dan membantu mengalirkan energi ke punggung wanita itu untuk mempercepat proses pemulihan.

Setelah merasa cukup dia menghentikan mengalirkan energi ke punggung wanita itu dan melakukan hal yang sama kepada Yang Shen.

Setalah itu, Xuan pergi mengitari wilayah lembah siluman, sambil mengedarkan sesekali aura mengerikan dari tubuhnya. Mengusir siluman dan hewan buas yang mencoba mendekat kewilayah meraka agar tidak mengganggu proses pemulihan Yang Shen dan Lin Lin.

_____

Perbatasan lembah misterius dan lembah siluman

_____

Di sudut lain di lembah siluman. Dentingan seperti logam terus terdengar sangat memekakkan telinga, bukan hanya sesekali tapi suara itu seperti banyak sekali. Teriakan teriakan memilukan terus bersahut-sahutan.

"Patriark Qin, ini tidak baik. Apakah kita akan berakhir di tempat ini?" Seorang pria kekar dengan palu yang bergerigi di tangannya menahan serangan dengan bersusah payah.

Dia ingin meminta bantuan kepada patriark Qin namun pria itu tidak kalah mengenaskan. tubuh patriark Qin terlihat banyak luka. Mulutnya juga terus mengeluarkan darah saat beradu dengan cakar Siluman harimau berkepala Lima yang menjadi lawan mereka berdua. Siluman itu sebesar gajah dewasa namun sangat lincah dan ganas.

Dia memalingkan wajahnya ketempat lain seperti meminta bantuan, terlihat semuanya sibuk dengan lawan masing-masing. Sepertinya dia sudah pasrah atas kejadian hari ini apapun yang terjadi kepadanya. Dia memalingkan wajahnya saat melihat ratusan murid-murid mereka terluka parah melawan lawan masing-masing.

"Tetua Da, Bertahanlah. Jangan langsung beradu serangan dengan siluman ini. Kita tidak akan sanggup menahan serangannya. Kekuatan siluman ini jauh lebih kuat dariku, siluman ini setingkat dengan kultivator tingkat kaisar." patriark Qin juga sudah pasrah.

Dia yang terkuat diantara semuanya, namun dia sama sekali tidak berdaya. Saat melihat ratusan murid-muridnya terluka parah hatinya begitu perih.

Patriark Sekte angin selatan itu hanya berada ditingkat raja tahap awal sama dengan siluman tingkat lima. Kekuatan Tetua Da hanya di tingkat master tahap puncak sama dengan hewan buas tingkat empat. Sedangkan yang menjadi lawan mereka adalah siluman tingkat enam. Kekuatan siluman itu bukanlah tandingan mereka berdua.

Patriark Qin juga tidak bisa fokus bertempur akibat pikirannya terbagi, saat melihat murid muridnya satu persatu tewas mengenaskan. Dia terlihat bertambah tua hanya beberapa jam setelah pertempuran. Sepertinya dia juga sudah membakar energi kehidupannya.

Dia ingin menolong murid-murid sektenya itu tapi tidak ada kesempatan untuk saat ini. Belum lagi luka dalam yang dia derita selama ini, membuat mereka semakin terpojok.

Patriark Qin memberikan instruksi kepada yang lainnya agar mendekat kearahnya secara perlahan. Ketika tidak ada celah nantinya untuk melarikan diri ke wilayah sekte, dia sudah siap mengorbankan diri. Agar mereka ada kesempatan kabur menuju sekte karena array pelindung sekte masih mampu menahan serangan siluman tingkat enam.

Dilain sisi tidak kalah mengenaskan, mereka bahkan tidak mampu menggores siluman berkepala empat tersebut padahal jumlah mereka puluhan orang.

"Kita harus membuat celah merapat kearah patriark Qin sesuai instruksinya." Seorang wanita berteriak kepada yang lainnya.

Dia yang paling kuat di kelompok itu. Kekuatannya tingkat master tahap puncak sedangkan yang lainnya hanya di tingkat master tahap awal dan menengah.

Dia berusaha sekuat tenaga menahan serangan sambil memberikan instruksi untuk Merapat kearah Patriark Qin jika ada celah. Namun sepertinya tidak ada kesempatan sama sekali. Siluman tingkat lima yang menjadi lawan mereka benar-benar sangat kuat dan agresif.

"Lie, apakah ada kesempatan itu? Dari tadi kita berusaha untuk mundur, tapi tidak ada celah. Siluman tingkat Lima sudah memiliki kejeniusan sendiri. Sepertinya siluman ini tau bahwa kita akan kabur darinya."

Seorang pria menjawab perkataan Lie sambil sesekali menahan serangan siluman tersebut. Mereka semua tidak bisa fokus untuk mengeluarkan kekuatan masing-masing ketika mendengar teriakan-teriakan dari murid-murid mereka.

Semakin lama pertempuran berlangsung semakin terlihat berat sebelah. Puluhan tetua sekte angin selatan itu tidak kalah mengenaskan dari patriark Qin. Jurus-jurus tingkat tinggi silih berganti di keluarkan, namun hanya mampu mencabut bulu-bulu harimau berkepala empat yang menjadi lawan mereka.

Formasi yang mereka buat berulangkali berantakan, kekuatan siluman itu sangat jauh di atas mereka. Serangan siluman itu sangatlah ganas dan mengerikan seperti kerasukan setan.

Jubah-jubah mereka sudah terkoyak disana sini, dari balik jubah yang terkoyak itu terlihat darah menetes tanpa henti. Wajah-wajah mereka sudah terlihat pucat, menandakan kekuatan mereka sudah mencapai batasnya. Dari situ terlihat bahwa lawan Mereka memang sangat kuat.

"Kita sudah berakhir, tapi tidak ada penyesalan dalam diriku. Aku sudah berlatih keras setiap hari, tapi hanya sampai disini saja." Seorang pria Paruh baya berbicara seperti tidak ada penyesalan dalam dirinya lagi, walaupun dia gugur di dalam pertempuran itu.

Dia juga berpikir, toh setiap tahun juga ada serangan siluman dan hewan buas. Berkat pengalaman mereka bertahun-tahun melawan siluman dan hewan buas membuat mereka bisa bertahan sejauh ini.

Saat mereka semua berada dalam keputusasaan tiba-tiba pertempuran berhenti mendadak. Seekor elang merah sebesar pesawat CN 25 dengan panjang sayap sekitar 20 meter berputar-putar di udara. Sayap elang merah itu memercikkan api biru keemasan dari bulu-bulunya. Pancaran aura pertarungan dari elang merah tersebut bahkan menggetarkan wilayah pertarungan tersebut hingga ratusan meter.

"Selesai sudah." Gumam patriark Qin dengan kaki bergetar. Jika bukan karena pedang yang menopang tubuhnya, sudah dipastikan dia bertekuk lutut. Dia memperhatikan yang lainnya dan tidak ada lagi yang sanggup berdiri.

Saat mereka di situasi antara putus asa dan menyerah dengan keadaan. Di saat meraka antara hidup dan mati. Tiba-tiba kultivator bertopeng emas melompat turun dari punggung elang merah sambil menenteng pedang hitam pekat ditangannya.

Kultivator bertopeng emas itu memperhatikan semuanya sambil menggelengkan kepala. Jika dia tidak ada disini hari ini, mungkin semuanya akan berakhir mengenaskan.

Orang baik akan selalu mendapat keberuntungan. Kata-kata elang merah tidak pernah dia lupakan

"Belum cukupkah kau mempermainkan mereka. Temani aku berolah raga. Jika kamu mampu menahan satu serangan dariku aku akan membiarkanmu pergi." Xuan mengibaskan tangannya agar patriark Qin dan yang lainnya segera menjauh.

"Terimakasih telah membantu kami Tuan." ucap patriark Qin sambil mengatupkan tangannya dan buru-buru mengambil pil pemulihan. Ketika di perlukan nantinya dia sudah siap untuk bertarung kembali.

Namun ketika mendengar ucapan Xuan merendahkan siluman itu, mulut mereka terbuka lebar seolah ingin mengatakan sesuatu. Tapi ketika mereka mengingat tentang kultivator misterius bertopeng emas akhir-akhir ini, membuat mereka mengurungkan niatnya untuk mengatakan hal buruk tentangnya.

Mereka ingin melihat sejauh mana kultivator misterius itu bertindak.

"Tahan serangan ku siluman jelek dan berhati-hatilah, jangan sampai kamu menjadi siluman panggang untuk makanan siangku."

IBLIS MENGGETARKAN SYURGA

Jurus kelima dari tehnik perusak jiwa segera di keluarkan, Pedang hitam pekat berubah menjadi merah membara. Xuan langsung menebaskan pedangnya, selarik cahaya merah keluar dari ujung pedang dan langsung memotong siluman tingkat enam itu seperti memotong tempe.

Mulut-mulut mereka terbuka lebar. melihat pemandangan menakjubkan itu. Hanya satu tebasan pedang. Siluman berkepala lima itu terbelah dua lalu tubuhnya menghantam tanah. Siluman itu tidak mampu menahan serangan Xuan, cakar yang sekeras baja itu terbelah sangat rapi.

Melihat kejadian itu, Siluman berkepala empat yang berada dilain sisi langsung melarikan diri seperti ketakutan, namun baru beberapa langkah berlari tiba-tiba elang merah muncul dan mencakar punggung siluman itu lalu membawanya ke udara.

Mereka menyaksikan elang merah itu menghancurkan satu-persatu kepala siluman itu dengan paruhnya. Mereka melihat elang merah membawa siluman itu hingga ke atas awan, kemudian terlihat siluman itu di jatuhkan dari ketinggian. Suara menderu terdengar saat siluman itu terjatuh sebelum menghantam tanah.

Suara memekakkan telinga saat siluman itu menghantam tanah, menggetarkan wilayah itu hingga ratusan meter. Bekas siluman itu terjatuh menciptakan lubang yang dalam, di tengah tengah lubang yang dalam itu tubuh siluman itu tergeletak dengan kaki menghadap keatas.

"Selesai." Suara Lie memecah keheningan di wilayah itu. Mereka seolah-olah lupa bahwa pertarungan sudah berakhir hanya dalam hitungan detik. Mereka semua melihat kearah wanita itu, membuat wanita itu salah tingkah.

Xuan memperhatikan mereka semua satu persatu, Ada banyak yang dia kenal di antara Meraka. Sebagian dari mereka adalah berasal dari klan Yang sehingga dia mengenalnya.

"Saya Bai Qin, Patriark sekte angin selatan mengucapkan terimakasih banyak atas kemurahan hati anda telah menolong kami. Melihat kekuatan anda, tidak ada barang yang kami miliki yang pantas di tawarkan untuk anda. Sebagai rasa terimakasih kami, Izinkan kami menjamu anda." Sambil membungkuk hormat dan di ikuti oleh yang lainnya.

Bagi para kultivator hutang nyawa tidak akan bisa di bayar dengan apapun, mereka akan terus mengingat budi baik seseorang. Uluran tangan seseorang di saat genting seperti itu akan selalu membekas di hati mereka.

"Xuan, anda bisa memanggil saya demikian. saya terima undangan anda." Ucap Xuan singkat. Xuan memberi perintah agar Elang merah menjemput Yang Shen dan Lin Lin

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!