[Bukan Novel Terjemahan] [Original Karya Penulis]
Seorang mahasiswa melakukan penelitian di hutan, saat dia merasuk lebih dalam ke jantung hutan, dia menemukan sebuah lubang hitam besar. Karena rasa penasaran dia mendekat ke arahnya. Namun, siapa sangka dia akan terseret ke dalam.
Seorang gadis yang dianggap terkenal lemah berencana bunuh diri saat tau akan menggantikan kakak tirinya untuk dinikahkan dengan pangeran yang terkenal gila di seluruh kekaisaran.
***
Bagaimana jika mahasiswa itu menggantikan sang gadis untuk menikah? Akankah mereka berdua bekerja sama untuk balas dendam karena kemiripan wajah mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 10 : Serigala
Suara langkah sepatu bot Pangeran Kelima, Wang Yiche, berderap lambat di atas lantai batu halaman utama. Setiap detakan suara itu terasa bagaikan hitungan mundur menuju detik-detik kematian bagi siapa saja yang bernyali lemah. Di sampingnya, serigala liar bermata merah terus mendesis rendah dengan air liur yang menetes, menunjukkan taring tajam yang siap menerkam kapan saja.
Luo Huanran yang menyamar sebagai pelayan menunduk semakin dalam. Tubuhnya bergetar hebat di balik kain penutup kepala sederhana, menahan napas rapat-rapat agar keberadaannya tidak menarik perhatian sang pangeran berdarah dingin. Ia mencengkeram erat ujung jubah Fang Hua, menggantungkan seluruh sisa keberaniannya pada gadis dari abad 21 itu.
Fang Hua tetap berdiri tegak tanpa goyah sedikit pun. Di balik kain kerudung merah pengantin yang tipis, manik matanya menatap tajam ke arah topeng besi perak yang menutupi separuh wajah pria di hadapannya. Alih-alih merasa gentar melihat aura membunuh yang menguar pekat, pikiran Fang Hua justru bekerja rasional. Sebagai peneliti yang terbiasa menghadapi situasi ekstrem di laboratorium, ia tahu betul bahwa manusia yang menunjukkan agresi berlebihan biasanya sedang menutupi kelemahan fatal tertentu.
"Kau tidak menangis, tidak pingsan, dan tidak memohon ampun seperti pengantin-pengantin sebelumnya," suara berat Wang Yiche memecah keheningan. Nada bicara pria itu terdengar datar, namun mengandung tekanan intimidasi tingkat tinggi yang sanggup membuat nyali pengawal terlatih ciut. "Apakah keluargamu tidak memberitahu bahwa tempat ini adalah kuburan bagi orang-orang hidup?"
Fang Hua mengangkat dagunya perlahan. Dengan gerakan tenang, ia membuka sendiri kain kerudung merah yang menutupi wajahnya, menampakkan paras cantiknya yang sangat mirip dengan Luo Huanran namun memancarkan tatapan dingin yang jauh lebih berbahaya.
"Kuburan atau istana, tempat ini tetaplah sebuah bangunan yang dibangun di atas tanah," balas Fang Hua santai, suaranya terdengar jelas memecah udara dingin pagi itu. "Dan aku tidak punya waktu untuk membuang air mata hanya karena cerita menakutkan yang dibuat oleh orang-orang penakut di luar sana."
Para pengawal istana barat yang berdiri di sekitar halaman sontak terperanjat mendengar jawaban berani mati itu. Belum pernah ada seorang pun pengantin yang berani membentak atau berbicara dengan nada menantang kepada Pangeran Kelima sejak insiden berdarah bertahun-tahun lalu. Mereka bersiap menghunus pedang, menunggu perintah pembantaian dari sang pangeran.
Wang Yiche menyipitkan mata di balik topeng besi peraknya. Pandangan tajamnya menguliti setiap gerak-gerik Fang Hua, mencari celah rasa takut yang biasanya selalu tampak jelas pada mangsa-mangsanya. Namun, ia tidak menemukan apa pun selain kepercayaan diri yang arogan.
Tiba-tiba, Wang Yiche melambaikan tangannya memberi isyarat kepada serigala liar di sampingnya. Binatang buas berukuran besar itu langsung melompat ganas menerjang ke depan, mengincar langsung ke arah leher Fang Hua dengan kecepatan kilat.
"Awas!" jerit Luo Huanran histeris nyaris melengking, refleks menutup matanya karena ngeri membayangkan pemandangan mengerikan di depan mata.
Para pengawal menahan napas. Namun, Fang Hua sama sekali tidak bergeser satu langkah pun dari tempatnya berdiri. Sejak detik pertama ia melihat binatang itu, tangannya sudah bergerak sigap merogoh bagian dalam saku gaun pengantinnya, menggenggam erat sebuah tabung kaca kecil berisi cairan kimia khusus dengan konsentrasi tinggi.
Tepat saat serigala itu melompat tepat di hadapannya dengan cakar terbuka, Fang Hua menyabetkan tangan kanannya dengan presisi sempurna, melemparkan cairan kimia itu tepat ke arah hidung dan mata sang binatang buas.
Sshhh!
Reaksi keras terjadi seketika di udara. Cairan kimia pekat itu mengeluarkan asap tipis begitu mengenai indra penciuman dan kulit sensitif sang serigala liar. Binatang buas itu langsung melengking kesakitan, memutar tubuhnya di udara, lalu jatuh berguling-guling di tanah sambil mencakar-cakar wajahnya sendiri yang terbakar perih. Serangan itu gagal total dalam sekejap mata.
Suasana halaman utama mendadak sunyi senyap. Para pengawal membelalakkan mata tidak percaya. Seekor serigala peliharaan pangeran yang terkenal buas dan mematikan berhasil dilumpuhkan hanya dengan satu lemparan botol kecil oleh seorang gadis pengantin.
Wang Yiche tertegun di tempatnya. Untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir, kepala topeng perak itu sedikit miring, menatap Fang Hua dengan keterkejutan yang disembunyikan di balik aura dinginnya.
"Ilmu hitam? Atau racun istana?" tanya Wang Yiche dengan suara yang kini terdengar lebih berbahaya, melangkah maju mendekati Fang Hua hingga jarak mereka hanya tinggal satu meter.
Fang Hua mendengus pelan, menatap lurus ke dalam mata pria itu tanpa rasa takut. "Jangan samakan sains dengan trik murahan istana. Jika hewan peliharaanmu ini berniat menyerangku lagi, botol berikutnya tidak akan sekadar membuatnya kesakitan, tapi merusak saraf matanya secara permanen."
Ancaman terang-terangan itu membuat udara di sekitar mereka terasa semakin membeku. Luo Huanran yang membuka matanya perlahan hampir tidak percaya dengan apa yang baru saja disaksikannya.
Alih-alih marah besar dan menebas kepala Fang Hua, Wang Yiche justru perlahan-lahan mengangkat tangannya. Sudut bibir di balik topeng besi itu terangkat membentuk sebuah seringaian tipis yang nyaris tak terlihat.
"Menarik," bisik Wang Yiche pelan, tepat di depan wajah Fang Hua. "Sepertinya rumor tentang pengantin bodoh dari keluarga Luo sama sekali tidak akurat. Selamat datang di istanaku, Nona Pengantin. Mari kita lihat seberapa lama kau bisa bertahan hidup di sini."
***
Happy Reading 🥰
Mohon dukungan untuk Like, Komen, dan Ikuti Penulis yah, terimakasih ❤️