Masa lalu dari kedua orang tuanya membuat seorang pemuda berusia dua puluh tahun harus mengalami banyak kejadian buruk dalam hidupnya, dialah Kaivalya Rajasa Danendra yang merupakan putra dari Rajasa Danendra.
"Aku inginkan jadi putra Sagara Danendra"
"Kamu tepatlah putra Rajasa nak..."
"Aku tidak ingin darahnya, darahnya membuatku tak bisa menjadi keturunan murni Sagara, aku hanya terus di sebut sebagai keturunan darah mati!"
Keturunan darah mati, itulah julukan Kaivalya dari para mahluk halus yang dia temui. mampukah dia melepaskan bayangan Rajasa dari dalam darahnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cantika belum move on
Di kamar Cantika.
Dia menatap pantulan wajahnya di cermin, dia tidak jelek justru begitu cantik dan punya daya tarik tersendiri, tapi dia tetap merasa tidak percaya diri dengan dirinya saat di depan Zaheer, dia sudah mengungkapkan rasa sukanya pada Zaheer tapi di tolak Zaheer yang sudah menyukai putri dari Panca.
Sejak saat itu Cantika tidak pernah lagi ingin mengenal laki laki ataupun dekat dengan lelaki manapun, dia hanya akan berteman saja dan main selayaknya dengan teman biasa. Banyak juga para mahasiswa lelaki yang mengungkapkan perasaan sukanya pada Cantika tapi semuanya di tolak Cantika, pengusaha yang menginginkan dia untuk jadi istrinya juga banyak, tapi semuanya dia tolak juga.
"Kenapa aku tidak bisa membuka hati untuk orang lain?" gumam Cantika dengan tatapan kosong
"Hihihi... Cantika kenapa? Kalau Cantika sedih curhat saja pada Queena, Queena siap bantu" tanya sosok hantu centil yang dulu tinggal di rumah Rendi tapi sekarang pindah ke rumah Zaidan ayah Cantika setelah di ajak Cantika.
"Aku ingin punya pacar, ingin melupakan kak Zaheer dan ingin jatuh cinta lagi" jawab Cantika
"Kenapa tidak dengan Kaivalya saja?" tanya Queena
"Aku tidak suka Genderuwo" jawab Grace
"Hihihi.. Kai memang punya penjaga di tubuhnya sekarang, coba Cantika lebih sering jalan jalan ke Mall, pasti banyak lelaki tampan yang menyukai Cantika" ucap Queena
"Papa selalu melarang aku pacaran, dia akan melaporkan aku pada Opa katanya, jadi aku mau diam diam saja" bisik Cantika
"Papa dengar!" teriak Zaidan di luar kamar Cantika
"CK.. Kenapa tidak ada rahasia di rumah ini" gerutu Cantika
"Terima saja perjodohan dari opanya Cantika, mungkin Cantika akan suka orangnya, sepertinya dia lelaki yang baik dan tampan juga, tidak kalah dengan Zaheer" bujuk Queena.
"Begitu ya" gumam Cantika lalu pergi ke lantai satu untuk bergabung dengan keluarganya yang lain sambil menunggu makanan yang dia pesan datang.
Cantika adalah putri dari Zaidan sahabat dua angkasa Aurora yang juga punya Indra keenam karena bersahabat dengan para temannya yang rata rata punya indra keenam, bahkan bakatnya itu sekarang menurun pada sang anak.
••••••••••
Malam hari di rumah Samuel.
"Kenapa bengong?" tanya Esmeralda pada Kaivalya yang sedang menunggu kabar tentang Diandra dari Zaki.
"Tante, Diandra sama siapa ya di rumah sakit? Kasihan dia Tante tidak ada yang jaga" tanya kalo ku
"Kata papinya Shan keluarganya yang lain sudah di sana, kak Altair juga mampir ke sana untuk memeriksa Diandra supaya tidak di ganggu jin itu lagi" jawab Esmeralda
"Syukurlah, Kai tidak menyangka kalau Diandra ternyata sedih karena dia harus pindah ke Smith, terus Diandra akan pindah lagi ke Alamsyah high school?" tanya Kaivalya
"Kata keluarganya iya, Diandra sudah sering bersama para saudaranya tapi harus pindah karena kedua orang tuanya pindah ke rumah peninggalan almarhum ayah dari ibunya Diandra, tempatnya cukup jauh dari Alamsyah high school makanya Diandra pindah ke Smith, ternyata malah tidak cocok" ungkap Esmeralda
"Yah... Tidak akan bisa lihat si cantik itu lagi dong" keluh Kaivalya lemas membuat Esmeralda tertawa.
"Kamu bisa menjaganya dari jauh, setidaknya sampai Diandra dewasa dan siap untuk kamu nikahi" bisik Esmeralda
"Baiklah, Kai akan pastikan Diandra aman dari jauh saja" jawab Kaivalya
Zaki sudah pulang dari rumah sakit, Diandra juga sudah sadar dan Zaki bilang dia terlihat ceria tidak seperti orang yang kesepian ataupun merasa di tinggalkan, Diandra makan dengan lahap bahkan sangat manja pada kakek dan neneknya yang datang untuk menjemput Diandra pulang ke rumah keluarga Alamsyah.
Selesai makan malam, Kaivalya pamit pulang untuk ke mini market, dia juga bertemu dengan Cantika yang ingin membeli martabak bersama Zaidan karena pesanan makanan Cantika ternyata tidak datang, mereka sempat mengobrol sebentar sebelum akhirnya pergi ke tempat tujuan masing-masing.
"Coklatnya buat pacar kamu ya?" tanya Mahesa yang sudah berdiri di belakang Kaivalya
"Opa! Buat kaget saja" keluh Kaivalya memeluk Mahesa ayah dari Sagara.
"Hahaha... Opa mau beli susu untuk anaknya Miqdam, dia sedang menjaga anaknya yang demam, mommy kamu nitip coklat juga" jawab Mahesa merangkul Kaivalya.
"Ini untuk mommy Kai beli, pagi pagi kan sering malakin Kai coklat" jawab Kaivalya jujur
"Pantas dia bilang tidak butuh coklat dari suaminya, ternyata dia dapat dari kamu" cibir Mahesa.
Mereka tidak langsung pulang setelah dari mini market itu, mereka duduk di depan mini market sambil memakan mie instan dan beberapa camilan yang mereka beli.
"Opa, apa kak Zaheer benar benar jatuh cinta sama anaknya Om Panca?" tanya Kaivalya
"Setahu Opa sih iya, dia kan nggak jadi nikah sama pacarnya yang dulu, makanya dia cari di kampung Mahoni dan Panca menerima Zaheer, di sana kan boleh melamar anak perempuan setelah anak itu berusia empat belas tahun dan usia Paramitha sudah hampir empat belas tahun, menikahnya nanti setelah delapan belas tahun" jawab Mahesa
"Tua dong kak Zaheer" cibir Kaivalya membuat Mahesa terkekeh.
"Iya, anak Hamka saja sudah usia sepuluh tahun, anak Liam dan Lintang sudah hampir empat belas tahun, dia akan punya anak lebih telat dari teman temannya yang lain, mirip si Zaki lah" jawab Hamka membuat Kaivalya tertawa.
"Kasihan Cantika, dia belum bisa move on" ungkap Kaivalya tiba tiba.
"Bisa, Cantika masih muda dan pasti masih bisa move on" ungkap Mahesa
"Kamu sendiri malah menandai anak yang baru pertama kamu temui" cibir Mahesa
"Pasti Daddy yang mengatakan itu" cibir Kaivalya
"Tidak ada rahasia di antara kami nak" ungkap Mahesa
"Dia membuat Kaivalya tidak bisa berpaling Opa, nggak tahu kenapa juga Kai tiba tiba kasih dia tanda dengan menggigit telinganya" jawab Kaivalya yang seperti terhipnotis.
"Haira akan patah hati nanti" ucap Mahesa
"Haira boleh jadi istri kedua Kai, Diandra yang pertama, dan yang ketiga siapa ya..."
Plak.
"Mau Opa gantung kamu!" kesal Mahesa menggeplak kepala Kaivalya geregetan.
"Hahaha bercanda Opa, Kai mana berani begitu, tapi kalau takdir Kai nggak bisa nolak" ucap Kaivalya terkekeh
"Itu mah memang maunya kamu, kenapa cucu Opa malah jadi aneh begini setelah demam" gerutu Mahesa
"Kan gara gara Daddy dan kak Hamka juga kasih Kai buah itu, jadi begini deh" jawab Kaivalya
"Dewi Dara yang kasih kamu dan Zeeshan, katanya kalian dia sukai" jawab Mahesa juga tidak mengerti karena mendengar cerita itu dari Sagara.