Indonesia
NovelToon NovelToon
Istri Arogan Milik Dokter

Istri Arogan Milik Dokter

Status: tamat
Genre:Cintapertama / CEO / Cinta Seiring Waktu / Dokter / Tamat
Popularitas:511k
Nilai: 5
Nama Author: Maciba

Dewa Bagas Darka seorang dokter umum yang memiliki perbedaan status sosial dengan istrinya.

Dwyne Juliete Bradley seorang wanita cantik, memiliki jabatan tinggi di perusahaan keluarganya tidak serta merta menerima Dewa sebagai suaminya apalagi status sosial keduanya terlampau jauh.

Hari-hari yang dijalani Dewa sangat sulit apalagi istrinya selalu bersikap arogan.

Baca kisah lengkapnya di Novel Istri Arogan Milik Dokter

IG maciba_18

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maciba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15 - Pertemuan

BAB 15

Hari semakin sore Dwyne yang berkutat dengan laporan merasa badannya sangat pegal dan lelah, ia pun keluar kamar untuk meregangkan otot tubuhnya. Melihat Mama Nayla di dapur sedang membuat kue, tidak lupa Dayana membantu di sampingnya.

“Sayang, mama buat kue kesukaan kamu dan Dariel”

“Iya ma”

“Belum pulang juga dia”, batin Dwyne sebal karena Dayana terlihat akrab dengan Mama Nayla.

“Bunda Nayra apa kabar?”, tanya Dwyne.

“Bunda baik, kapan-kapan menginap lah di rumah Oma Nilla, kita menghabiskan waktu seperti dulu”, Dayana mencoba dekat kembali dengan adik sepupunya.

“Kalau aku tidur di sana Dewa pasti ikut”, Dwyne begitu memperhatikan perubahan sikap Dayana.

“Ah, ya... emmm tentu saja Dokter Dewa kan suami kamu Dwyne”, gugup Dayana.

“Baguslah jika kamu paham”, ucap Dwyne mendapat perhatian dari Nayla.

Ibu tiga anak itu merasa ada yang lain disembunyikan oleh keponakan dan anaknya, entah apa itu namun sepertinya berhubungan dengan Dewa. Nayla menepis pikiran buruk tentang masa lalunya bersama Rayden.

“Ma, aku minta jus”, pinta Dwyne lalu mengecup pipi Mamanya dan kembali ke ruang kerja.

Berkutat dengan banyaknya laporan penjualan dan target pasar, sedikit membuat matanya lelah dan tubuhnya letih. Ia pun mengingat tawaran Dewa yang mengajaknya menonton film dan makan malam di luar, Dwyne menatap ponsel di atas meja ingin menghubungi suaminya itu tapi rasa gengsi dalam dada berkata ‘Tidak’.

“Tidak, jangan. Itu sama saja memberinya harapan”, batinnya.

Dwyne menyandarkan tubuh, adik kecilnya masih sekolah tinggal bersama Oma Anggi dan Papa Dave di Inggris, sedangkan Stephanie pun masih melanjutkan studinya di Amerika. Hanya Dayana sepupunya di sini, tapi Dwyne enggan memberi ruang pada kakak sepupunya itu.

Akhirnya terpaksa Dwyne menghubungi Asisten D untuk menemaninya berjalan-jalan di luar rumah dan menikmati kopi di R&B cafe. Dwyne berharap tidak bertemu Dariel karena adiknya itu pasti akan mengejeknya tidak pergi bersama Dewa.

.

.

Usai menikmati kopi kini Dwyne tiba di salah satu mall milik keluarganya, Dwyne berjalan mengitari pusat belanja itu. Ia yang memang bukan tipe konsumtif tidak tergoda membeli benda branded keluaran terbaru. Mengunjungi mall hanya untuk menjernihkan pikirannya saja, perempuan cantik ini lebih menyukai menikmati kuliner dari pada membeli barang, karena mulai dari tas, pakaian, sepatu hingga perhiasan telah dimilikinya termasuk kendaraan.

“Ah, Asisten D, kau mau membeli apa?”, tanya Dwyne.

Asisten berkacamata tebal itu hanya menghela napas, yang ia butuhkan hari libur bukan menemani bosnya keliling mall. Akhir pekan adalah hari paling ditunggu, apalagi kegiatan yang selalu padat membuatnya kesulitan mencari pasangan hidup.

“Terima kasih nona”

Keduanya berjalan bersama beriringan atas permintaan Dwyne karena ini di luar jam kerja, namun tetap saja para pegawai mall memberi hormat pada putri dari keluarga Bradley ini.

“Apa kau mau es?”, tunjuk Dwyne pada booth ice cream sundae di ujung,

“Boleh nona, biar saya yang mengantri”, tawarnya pada Dwyne.

“Baiklah aku tunggu disana”

Dwyne duduk di kursi yang disediakan untuk pengunjung mall.

“Nona muda”

“Zayn?”, menatap tidak percaya asisten yang terkenal dingin ini ada di mall. “Untuk apa kamu di sini?”.

Asisten Zayn tertawa kecil, “Apa nona tidak tahu jika aku memiliki restoran khas timur tengah di sini?”.

Dwyne mengerutkan dahi, ia kira asisten datar Papa Rayden hanya berkerja di G&B Pharmacy, tetapi pria ini memiliki kesibukan lain saat akhir pekan.

“Apa nona membutuhkan sesuatu?”, tanyanya.

“Tidak Zayn”

Kruuk

Dwyne dan Asisten D saling bertatap, dan diikuti tawa pada bibir asisten pribadinya itu, rupanya suara perut memalukan itu berasal dari Asisten D.

“Maaf Nona Bos”, cicitnya.

“Ck, kau itu memalukan”, umpat Dwyne, “Dimana restoran mu, Zayn?, aku tidak mau Asisten D sakit karena kelaparan saat menemaniku disini”, Dwyne berjalan meninggalkan dua orang asisten itu. Zayn berlari mengikuti langkah kaki putri bosnya dan mengarahkan jalan menuju restoran yang dimaksud.

“Ya ampun perutku”, lirih Asisten D yang melangkah cepat mengekor di belakang Dwyne dan Zayn.

**

Sementara di dalam mobil yang tengah melaju seorang pria tersenyum usai menerima pesan berupa bukti transaksi dari rekannya. Dewa mendapat sejumlah uang cukup besar, dan ia berniat akan memberikannya untuk Dwyne. Dokter tampan ini pun memutuskan berhenti di salah satu mall milik keluarga istrinya, memarkirkan mobil lalu berjalan bahagia memasuki pusat perbelanjaan itu.

Otaknya sibuk memikirkan hadiah apa yang cocok untuk istrinya, sampai Dewa melintasi toko perhiasaan dan berhenti tepat di depannya. Senyum terukir lebar di bibirnya, dengan langkah pasti ia mengunjungi toko yang cukup ramai itu.

“Bisa bantu aku memilihkan perhiasan yang cocok untuk seorang wanita?”, pinta Dewa pada salah satu pelayan.

“Tentu tuan silahkan”.

Dewa sangat bingung melihat benda berkilau yang terpajang rapi dalam kotak kaca, menurutnya semua indah dan cantik. Pelayan pun mulai merekomendasi beberapa perhiasan mulai dari cincin, kalung, gelang hingga beberapa pasang anting. Dewa mengetuk-ngetuk kotak kaca tersebut, ia sendiri tidak tahu jika istrinya itu lebih senang memakai perhiasan seperti apa.

“Untuk istri bisa kalung atau cincin tuan, ini edisi terbaru kami”, telunjuknya pada deretan kalung juga cincin.

Dewa melihat ada dua buah kalung yang sangat cantik, berbentuk sederhana ia kembali berpikir untuk menentukan dua pilihan itu. Sembari membayangkan wajah cantik istrinya akhirnya Dewa memberi kalung seharga 40 juta sebagai hadiah pertama yang akan ia berikan untuk Dwyne.

Sebelum pulang Dewa memilih mengisi perut lebih dulu karena siang tadi ia melewatkan makan siangnya. Saat melewati beberapa restoran, netranya menangkap wajah cantik yang beberapa saat lalu dibayangkannya, “Dwyne”, gumam Dewa bergegas menghampiri istrinya, namun pergerakan kakinya terhenti mana kala Asisten Zayn duduk di depan istrinya.

Dewa menghembuskan napas kasar dan mengepal satu tangannya, ia pun semakin mantap menemui istrinya, “Dwyne”, panggil Dewa seketika dua orang yang duduk diam tanpa kata itu menoleh ke arahnya.

“Dewa?”

“Dokter Dewa?”

“Kalian sedang apa?, Dwyne ayo pulang”, ajak Dewa menarik tangan istrinya, tapi di tepis oleh Dwyne.

“Kau ini apa-apaan?, pulanglah sendiri”, ketusnya.

“Dwyne”

“Jangan memaksa dokter, nona mengatakan tidak ingin pulang”, sahut Zayn tidak kalah dingin.

“Dwyne aku itu suamimu, ikutlah denganku”, tegas Dewa terus menatap istrinya yang engga melihat pada dirinya.

“Tidak”, jawab Dwyne ketus.

“Asisten Zayn bisa tinggalkan kami berdua?”

“Hey, apa hakmu mengusir orang seperti itu?, lebih baik kamu yang pulang Dewa. Lagipula bukannya kamu ada jadwal praktik tetapi berkeliaran di mall seperti ini?, apa sedang menikmati akhir pekan dengan kekasihmu?”, cibir Dwyne mengingat bagaimana Dewa memperlakukan kakak sepupunya.

Tbc

1
chaaa
makanya Dwyne lo punya suami ganteng, jgn dianggurin. ada yg suka sama suami lo. hati2 aja.
chaaa
lo jg istri gak tau diri Dwyne. menerima hak, tp gak melakukan kewajiban lo sbg istri ke Dewa.
chaaa
uang.. harta.. itu terus yg ada di otak si Dwyne ini. org kaya tp sifatnya 👎👎 ok lo emang kaya, cantik. tp yg lebih dr lo pastinya ada di dunia ini. jadi gausah terlalu sombong!
chaaa
kurang ajar ya istrinya
Woro Wardani
Luar biasa
nacl di Goodnovel: makasih ya Kak 🙏
total 1 replies
Sulastrie Herlina
kenapa nama denver enggk pake nama terahir dewa,, malah nama terahir dwyne,,,
Efrida
tunggu2 doang dr td....huhhhh terlanjur dah sampe sini bc 😅😅
Efrida
jd laki bego bgt, sok baik
Efrida
paling benci org laki sok baik embel2 krn dokter
Efrida
jd laki goblok bgt
Efrida
mamposss
Efrida
yg cwe arogan yg cwo sok baik. gk bs jga perasaan istri tau tuh cwe demen sm dia
Efrida
udah tau rasanya gas trsssss
Efrida
biarin aja jd sampah dia klu diperkosa.
Efrida
biar sana perkosa aja sok bgt
Efrida
lm2 eneg jg gw sm wadon satu ini
Efrida
jgn terll lama konflik ini say krn cm gini2 doang,supaya pembaca tdk hilang minat ya,,, sori cm masukan aja sih
Efrida
ini dayana otaknya kmn ya....duhhh
Efrida
ngomong mak lwt mulut 😄
Efrida
pst mkn manisan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!