Ketika infeksi misterius yang berasal dari bunga menyebar ke seluruh dunia, mengubah manusia menjadi kawanan zombie, Virz—seorang bocah yang selamat—berjuang untuk bertahan hidup di dalam sebuah shelter. Bersama dengan sekelompok penyintas lainnya, mereka berusaha mencari penyebab wabah tersebut dan melawan para zombie di dunia yang berada di ambang kehancuran. Di tengah kekacauan dan ketakutan, mereka harus menemukan harapan dan jawaban sebelum segalanya benar-benar hancur.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daffa Rifky Virziano, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Life After
Didalam Hutan yang gelap aku berdiam diri menyembuhkan luka yang aku peroleh dalam pertempuran Hari ini, aku menjaga diriku disebuah Rumah Pohon yang telah usang yang telah ditinggal pemiliknya.
Ditemani Seekor anjing dan saling menjaga di gelapnya malam dan hujan deras serta Gemuruh Petir, Lolongan para Zombie pun bergema didalam hutan yang Luas.
Sejauh ini para manusia telah berusaha menjaga diri mereka, demi kemenangan dan kehidupan yang lebih baik manusia harus berusaha sekuat mungkin hingga waktunya tiba kita bisa tersenyum dengan bangga.
Sebelum aku terjebak di hutan ini kami berada dalam ekspedisi untuk pengiriman suplai makanan yang akan dikirimkan ke desa Mado, namun tim kami terhalang oleh kepungan Zombie di pertengahan jalan yang membuat aku dan yang lain terpisah.
Tim Ekspedisi ini terdapat 2 regu yang berisikan 30 orang namun, saat penyerangan Zombie kami terpecah karena banyak sekali Zombie yang muncul di dekat zona Merah Gunung Bara,.aku memimpin regu 1 dan regu 2 dipimpin oleh Hafiz, saat ini aku tidak tau apa yang terjadi tapi saat berpisah kami memutuskan untuk berpencar dan bertemu kembali di distrik Kupu kupu dekat desa Mado. Aku tak tahu apa anggota yang lain selamat dan berapa orang dari mereka yang selamat.
"Berdasarkan lokasi geografis dan peta kupikir aku berada hutan Oak/ek, jarak menuju distrik kupu-kupu sekitar 20km dan akan memakan waktu 4 jam bila berjalan kaki" Ucap Virz dalam pikirannya
"Mungkin saat ini aku harus mengecek barang yang bisa berguna di rumah pohon ini, apakah ada sesuatu yang bisa dibawa hmm??? " Gumam Virz
Saat mencari barang barang yang mungkin berguna Virz melihat sebuah meja kerja yang terdapat banyak dokumen dan catatan surat yang sudah usang.
"Dokumen?apakah ada informasi yang penting disini? sepertinya tidak ada" Ucap Virz. Saat mengecek Virz menemukan sebuah surat yang membuatnya penasaran
"Lorong Gelap, Lampu Merah. Datanglah sang sayap mungkin bisa berguna,aku harap salah satu agen pemerintah datang untuk Penelitian ini.Code 857"
"Sang sayap? Sepertinya ini berguna lebih baik kusimpan dahulu" Virz menyimpan surat itu lalu bersiap istirahat untuk esok
"Zu makanlah dan istirahat besok kita akan berangkat" Ucap Virz
"guk guk guk" Zuko menggonggong bahagia
Virz akhirnya beristirahat ditengah hutan dan gemuruh riuh dari angin hujan, hingga pagi pun tiba
Saat pagi tiba Virz beranjak dari Rumah Pohon dan bergegas menuju Distrik Kupu kupu , Pagi itu hutan berkabut hingga membuat pandangan sedikit sulit dan suasana begitu sunyi tak terdengar suara Zombie sedikit pun, Virz berjalan secara hati hati dengan memegang sebuah pistol dan senter,di sampingnya Zuko menemani dan memandu apa bila ada bahaya.
DOR DOR DOR
*Terdengar suara tembakan secara samar dari kejauhan*
"Sepertinya ada suara tembakan disekitar sana, Zuko pandu aku untuk mencari suara tembakan itu"
"woof woof"
Zuko memandu Virz menuju suara tembakan itu dengan cepat, selama perjalanan menuju suara tembakan itu perlahan kabut mulai menghilang dan saat itu Virz tepat berhenti dipinggir tebing jurang dan terlihat ada 1 orang Prajurit yang sedang melawan kepungan Zombie,Virz yang melihat itu dari atas bergegas berlari kebawah untuk membantu prajurit itu.
Pertempuran pun tak terelakan virz menembak mereka dan terus menuju prajurit itu melewati kepungan Zombie didepan.
"Hei kau disana merunduk aku akan melempar granat"ucap Virz
Prajurit itu menyadari dan segera melompat ketempat aman.
DUAARR *Ledakan Granat*
Pertempuran pun terus berlanjut dan setelah beberapa menit para Zombie kalah dan tak tersisa.
"Kapten Virz?? Terimakasih telah menyelamatkan ku" Ucap Prajurit
"Ya sama sama , kau dari unit Rio bukan? Siapa Namamu?" ucap Virz
"Ah iya benar pak, maaf perkenalkan namaku deni" ucap Deni
"Oke deni, apa kau disini sendiri aku senang bisa bertemu yang selamat, bisa kau jelaskan apa yang terjadi saat kita semua terpisah?" Tanya Virz
Deni pun menceritakan apa yang terjadi saat Virz dan Hafiz berpisah,Hafiz melaju ke Utara menghindari Zombie dengan kecepatan penuh,15 orang yang tersisa termasuk deni berlari bermaksud ke Distrik kupu kupu tapi segerombol Zombie terus menerus berdatangan hingga kami tak tahu apa yang terjadi saat pengepungan dan menyelamatkan diri masing-masing.
Deni saat itu bersama 2 orang lainnya namun 2 orang yang bersama Deni terinfeksi dan akhirnya Deni membunuh kedua rekannya sendiri dan bertemu Virz disini.
"Apa Hafiz memberi perintah atau semacamnya?" Tanya Virz
"Tidak sedikit pun dia hanya memberi perintah maju dan ke Distrik kupu kupu apapun yang terjadi" Ucap Deni
"Sial bila begini kita hanya bisa terus melaju kesana, saat ini Suplai yang seharusnya kita kirim ke desa Mado sudah hilang didekat hutan Oak, Prioritas kita hanya bisa menuju Distrik kupu kupu untuk mengambil kembali suplai itu" Ucap Virz
"Benar Kapten, kita bisa mengambil suplai itu bila kita mendapat beberapa kendaraan di Distrik kupu kupu" Ucap Deni
"Saat ini perjalanan kita kesana memakan waktu 3 jam seharusnya kita bisa tiba di tengah hari bila tidak ada masalah'' Ucap Virz
" Oiya kap aku menemukan sebuah Dokumen di perjalanan tadi" Ucap deni dan memberikan Dokumen itu
Virz pun menerimanya dan membacanya , dan tanpa disangka Dokumen itu adalah sebuah data data Lokasi tempat Para Zombie bermutasi , di dokumen tersebut juga kembali memiliki keterangan Sang Sayap yang membuat Virz semakin penasaran siapa sebenarnya Sang Sayap.
Virz dan Deni pun melanjut kan perjalanan ke Barat menuju Distrik kupu kupu selama Perjalanan mereka melewati Perbatasan Zona Merah , banyak sekali Reruntuhan Desa dan mereka mendaki tebing tebing untuk menghindari melewati Hilir Dead River, saat dipuncak tebing terlihat Pemandangan yang indah namun disisi lain terdapat Pemandangan yang tidak mengenakan.
Selama Perjalanan mereka menuju Distrik kupu kupu tidak begitu banyak halangan hanya ada beberapa Zombie di sebagian jalan mereka, Hingga disaat Matahari diatas kepala mereka melihat dari bukit sebuah Distrik kupu kupu yang sudah dekat.
"Yeaah akhirnya kita segera sampai di Distrik Kupu kupu" Ucap Deni dengan semangat.
"Tetap hati hati, aku harap anggota yang lain juga sudah tiba" Ucap Virz
Mereka pun menuju Distrik Kupu kupu dan tiba di Gerbang masuk , banyak orang yang selamat mengantri untuk masuk ke Distrik kupu-kupu , Tubuh mereka di cek satu persatu disebuah ruangan Pria maupun Wanita mereka harus membuka pakaian mereka semuanya, mereka yang aman akan keluar dan diperbolehkan masuk, dan mereka yang terinfeksi dibawa ketempat lain, ya meskipun Faktanya mereka akan dimusnahkan.
"Kau aman, Kau Virz dari Palabea Shelter kan?" Ucap penjaga
"Ya benar, kami akan bertemu dengan Komandan" Ucap Virz
" Ya aku mengerti beberapa prajurit kalian yang lain juga sudah tiba, kau dan prajuritmu bisa pergi ke penginapan , yang lain ada di sana " Ucap prajurit sambil menyerahkan akses masuk
"Baik terima kasih'' Ucap Virz
Virz dan Deni akhirnya tiba di penginapan
"Ah kalian selamat" Ucap Hafiz
"Hafiz kau selamat juga rupanya" Ucap Virz
"Sial karena kepungan Zombie yang tiba tiba itu!!" Ucap Hafiz
"Loh hanya segini yang tiba dengan selamat???"ucap Deni
" Yah sejauh ini hanya kita ber 4" Ucap keith
"Kupikir kita lebih banyak, ternyata kita hanya ber-4" Ucap Virz
"Yah maka dari itu aku bermaksud melanjutkan misi hingga besok kita akan menunggu apa masih ada yang akan tiba" Ucap Hafiz
"Ya benar kita tak perlu terburu buru, selain itu Hafiz ada yang aku ingin bicarakan berdua saja" Ucap Virz dengan serius
"Hmm apa itu , baiklah kita akan bicarakan setelah kalian bersih-bersih" Ucap Hafiz
Para Prajurit beristirahat dan setelah bersih-bersih Virz memandangi Area sekitar dari Jendela, Distrik Kupu Kupu hanya memiliki Luas yang kecil dan bangunan tua bertingkat tiga disekitarnya tempat ini dikenal juga sebagai wilayah Hiburan, Wanita, Minuman, Senjata, Obat obatan semua bebas disini.
Wilayah ini diberi kebebasan oleh Phalabea dan sebagai tempat singgah beberapa saat bagi para Survivor yang tidak terafiliasi bahkan Pembunuh bayaran pun tersedia disini, Komandan yang memimpin wilayah ini dikenal sebagai Jack si Berdarah, yah bagi orang Militer yang tidak memiliki Kepentingan atau Hak takan tau seperti apa dia.
"Virz apa yang ingin kau bicarakan" Hafiz yang tiba-tiba datang menghampiri
"Ah ya aku ingin memberi mu sesuatu" Virz sambil berjalan ke Tas Ranselnya dan memberi Dokumen yang ditemukannya
Hafiz membacanya dengan perlahan.
"Kau menemukannya ini dalam perjalanan saat kita berpisah?" Ucap Hafiz
"Ya saat aku di hutan Oak aku menemukan itu disebuah Rumah Pohon yang aku singgahi dan Deni memberiku juga peta itu" Jawab Virz
"Apa kau tau sesuatu soal Lorong Gelap dan Lampu Merah itu?" Ucap Virz
"Hmmm aku sepertinya sedikit mengetahuinya,di Distrik ini memang memiliki 3 lampu merah yang sudah rusak apa kau mau selidiki?" Tanya Virz
"Inginnya begitu tetapi untuk saat ini kita harus fokus pada misi pengiriman dahulu,bagaimana kita lakukan pengintaian malam ini ?? Ya sambil berbelanja beberapa persiapan untuk esok" Ucap Virz
"Benar kalau begitu nanti malam kita akan berangkat berdua, dan besok kita bertemu dengan Pimpinan Distrik" Ucap Hafiz
"Ya kurasa Dokumen ini harus menunggu sedikit lebih lama sampai misi kita selesai" Ucap Virz
Malam pun tiba. Virz dan Hafiz bersiap untuk melakukan pengintaian. Mereka mengenakan pakaian hitam pekat dan menyelipkan senjata ringan yang mudah disembunyikan. Ketika Distrik Kupu-Kupu mulai sunyi dan gelap, mereka berdua menyelinap keluar dari penginapan, berjalan di antara bayang-bayang bangunan tua.
"Mari kita mulai dengan lampu merah pertama," bisik Hafiz, menunjuk ke arah utara, di mana sebuah lampu merah yang rusak terlihat samar-samar di kejauhan.
Virz mengangguk, lalu mereka bergerak dengan hati-hati. Setibanya di lokasi, mereka melihat beberapa orang berpakaian lusuh dan tampak waspada berkumpul di bawah lampu tersebut. Percakapan yang terdengar samar menyiratkan bahwa mereka sedang merencanakan sesuatu.
"Apa menurutmu mereka terlibat dengan 'Sang Sayap'?" tanya Virz dengan suara pelan.
"Mungkin saja. Tapi kita harus lebih dekat untuk memastikan," jawab Hafiz.
Mereka mendekat, bersembunyi di balik reruntuhan dinding. Salah satu pria dari kelompok itu mengeluarkan sebuah benda kecil yang berpendar lemah—terlihat seperti sebuah pemancar.
"Kita harus Berhati-Hati" bisik Hafiz.
Namun sebelum mereka bisa bergerak, salah satu pria berpaling ke arah mereka. "Hei, siapa di sana?!"
Ketegangan merayap. Virz dan Hafiz tahu mereka tak bisa melarikan diri tanpa terdengar. Hafiz dengan cepat memberi isyarat pada Virz untuk bersiap bertarung. Mereka menunggu napas tertahan, berharap pria itu mengabaikan bayang-bayang tempat mereka bersembunyi.
Tapi harapan mereka pupus. Pria itu menarik senjatanya dan berjalan mendekat. "Keluar, atau aku tembak!"
Virz dan Hafiz tahu mereka tak punya pilihan lain. Dengan cepat, Hafiz melompat keluar dan menyerang pria itu, menjatuhkannya sebelum yang lain bisa bereaksi. Virz mengikuti dengan cepat, menyergap satu pria lain. Namun, sisa kelompok itu segera menyerang balik, menembakkan peluru ke segala arah.
Kekacauan terjadi. Tembakan demi tembakan terdengar mengoyak malam. Virz dan Hafiz bertarung mati-matian, mencoba menahan serangan dari berbagai arah. Darah mengucur di tanah, tubuh jatuh satu per satu. Hingga akhirnya, hanya tersisa dua dari pihak lawan yang masih berdiri.
Namun, keadaan mereka berdua juga tak lebih baik. Hafiz terluka di bahu, sementara Virz terengah-engah, mencoba menahan rasa sakit dari goresan di lengannya. Tapi mereka tahu, mereka harus menyelesaikan ini. Dengan satu gerakan cepat, mereka serentak menyerang dua pria yang tersisa, menyudahi pertempuran dengan kemenangan tipis.
Hafiz memandang sekeliling, memastikan tak ada lagi ancaman. "Kita harus keluar dari sini sekarang. Mereka mungkin punya rekan lain."
Virz mengangguk, tapi sebelum mereka pergi, dia mendekati pemancar yang ditinggalkan salah satu pria itu. "Aku akan mengambil ini. Mungkin bisa memberikan petunjuk lebih lanjut."
Mereka bergegas membersihkan mayat mayat dan kembali ke penginapan dengan cepat, berusaha menghindari perhatian lebih lanjut. Setibanya di kamar, mereka langsung mengunci pintu dan memeriksa pemancar yang diambil Virz.
"Sepertinya ada kode yang harus kita Masukan," kata Hafiz, mencoba menghidupkan perangkat itu.
"Dan mungkin ini juga terkait Sang Sayap" tambah Virz, memandang dokumen yang mereka temukan sebelumnya.
"Hei kalian terluka ada apa?" Ucap Deni yang melihat mereka lalu memanggil Keith
"Eh kalian kenapa sini ku periksa" Sambil mengobati luka mereka
"Kalian berdua jangan bicarakan kejadian ini pada siapapun dan tetap diam banyak yang harus kita selesaikan di Misi ini" Ucap Virz dengan tegas
"Siap pak" Ucap kedua Prajurit itu
"Besok kita akan berlanjut dengan Suplai kita" Ucap Virz
Malam itu, Virz dan Hafiz tenggelam dalam analisis pemancar dan dokumen. Mereka tahu bahwa waktu mereka tidak banyak dan setiap langkah yang mereka ambil harus lebih hati-hati. Mereka belum tahu apa yang menunggu di hari esok, tapi satu hal pasti: Distrik Kupu-Kupu menyimpan lebih banyak rahasia daripada yang terlihat di permukaan.