Indonesia
NovelToon NovelToon
Menikah Dengan SEPUPU

Menikah Dengan SEPUPU

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi
Popularitas:223.9k
Nilai: 5
Nama Author: Dewi Payang

Menikah dengan sepupu sendiri? Canggung pastinya, apalagi belum didasari rasa cinta.

Itulah yang dialami oleh Pandji Marthadipura, seorang abdi negara usia 36 tahun. Akibat ulah bedjat adik laki-lakinya, Panji terpaksa mengambil alih tanggung jawab menikahi adik sepupunya sendiri -- Melitha Lisana -- yang masih SMU, padahal dirinya sudah bertunangan dengan seorang dokter.

Tidak mudah memang. Pandji harus menghadapi kemarahan sang tunangan, sementara Melitha harus siap menghadapi sanksi sosial karena kehamilannya diluar nikah.

Mampukah keduanya menjalaninya? Akankah tumbuh cinta? Yuk, ikuti kisah mereka dalam Novel Menikah Dengan SEPUPU.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Payang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

15. Siapa Kamu?

"Raya, Mbak pulang saja!" Rita beranjak dari duduknya begitu Melitha dan dua keponakannya keluar bersama bu Harun.

"Disini malah mau dijadikan pembantu sama suami kamu," kesal Rita, meraih tiga tote bag dari atas sofa, hasil berbelanja siang tadi di mall bersama adiknya itu.

"Aku juga ikut pulang, Mbak. Buat apa punya suami nggak guna, nggak bisa belain aku di depan Bibinya yang suka ikut campur itu!" Soraya meraih tas jalannya yang tergeletak di atas meja tamu.

"Biar kamu rasa, Mas! Gimana susahnya hidup sendiri tanpa isteri yang mengurus keperluan kamu dan anak-anak kamu! Ayo, Mbak... kita pergi!"

Harry memejamkan matanya, tak ada niat mengejar isterinya seperti yang biasa ia lakukan bila isterinya minggat, terlalu lelah. Lelah tubuh, juga hati.

Ia berjalan gontai menuju pintu depan saat mendengar deru mobil singgah di depan rumahnya.

Dari balik gorden, Harry melihat taxi yang membawa isteri dan kakak iparnya perlahan melaju pelan meninggalkan rumah dan menghilang setelah melewati pagar rumah tetangga.

Setelah mengunci pintu, Harry menuju dapur, berjingkat di antara peralatan masak dan makan yang masih berserakan di lantai.

Setelah memeriksa, tak ada sedikitpun makanan yang tersisa di atas meja, selain mangkuk-mangkuk kotor dan wadah nasi yang kosong dibawa tudung makanan.

Beranjak ke peti pendingin, daging yang ia simpan tadi pagi pun sudah tidak ada di sana, begitu pula dalam kulkas, hanya bersisa semangkuk kacang panjang yang dibersihkan adiknya tadi pagi sebelum berangkat ke sekolah.

Harry membuka dompetnya, mendesah frustrasi melihat isinya yang tidak cukup walau hanya membeli sebungkus mie instan di warung dekat rumah.

Waktu pulang tadi, ia mentraktir Naomi makan pecel lele kesukaan putrinya itu. Sempat ditawari, tapi ia menolak, beralasan sudah kenyang saat melihat putrinya itu makan begitu lahap.

Harry masuk ke kamarnya, membaringkan tubuh lelahnya setelah menyeduh dua gelas teh susu jahe sebagai pengganjal perut laparnya malam itu.

Masalah dapur yang berantakan, akan dibereskan keesokan paginya. Ia butuh istirahat untuk mengumpulkan energi buat bekerja besok, pekerjaan marketingnya yang menuntut target penjualan menjadi salah satu beban fikirannya.

...***...

Klek-klek!

Celemek yang dikenakan Harry sempat mencuri perhatian Melitha begitu pintu depan itu dibuka lebar oleh Kakaknya.

"Kalian sudah sarapan?" tanya Harry menyambut kedatangan Melitha dan kedua anaknya yang semalam menginap di rumah bibinya.

"Sudah, Pa..."

"Cudah, Papah!"

Ujar keduanya hampir bersamaan, menggandeng tangan ayah mereka di sisi kiri dan kanan sambil melangkah masuk.

"Kalau, Papah?!" cempreng suara cadel Naomi mendominasi.

"Sudah juga, fikir Papa, Papa akan buatkan kalian sarapan bila kalian belum," senyum Harry tapi hatinya menangis, bersyukur kedua anaknya tidak mengalami rasa lapar seperti dirinya dari semalam.

"Mel, tolong bantu Adri berganti seragamnya, dan carikan Naomi baju bagusnya, hari ini Mas akan membawanya lagi ke kantor. Mas mau mandi dulu, takut terlambat," ucap Harry berhenti di depan kamarnya yang dari tadi terbuka lebar.

"Iya, Mas," Melitha tak sengaja melirik ke tempat tidur yang kosong, di jam segini biasanya kakak iparnya masih bergelung di bawah selimutnya.

Walau ingin bertanya, Melitha mengabaikan rasa penasarannya itu untuk sementara, segera membawa dua keponakannya itu ke kamarnya, pakaian mereka memang ada di sana, karena selama ini memang dirinya lah yang lebih banyak mengurus dua bocah itu dibandingkan ibu mereka.

Selesai membantu kedua keponakannya, Melitha juga buru-buru berganti seragam, membawa keduanya keluar kamar dan bersiap di teras rumah menunggu jemputan.

"Bibi, boleh beltihkan cepatu No-mi, ini kotol..." pintanya, menunjukan dengan gestur risih sepatu kemarin yang akan ia kenakan lagi, hanya itu yang ia punya.

"Tentu, Sayang. Tunggu sebentar di sini ya..." Melitha cepat beranjak masuk membawa sepatu kecil itu, takut bus sekolahnya keburu tiba.

"Hm!" Naomi mengangguk, kakinya berayun di kursi teras, melirik kakaknya yang sedang mengenakan kaos kaki di sebelahnya.

Memasuki dapur yang sudah bersih berkilau, Melitha tak bisa menahan diri untuk memeriksa kulkas.

Airmatanya tidak terbendung saat melihat semangkuk sayur kacang panjangnya masih ada di sana.

"Kamu lapar, Mel?" Harry tiba-tiba muncul di belakangnya.

"Maaf, Mas tadi nggak sempat masak, sibuk beres-beres dapur," ucapnya beralasan, merasa bersalah saat memergoki adiknya menangis saat membuka kulkas mereka.

Tin! Tin! Tin!

Terdengar teriakan bus sekolah memanggil.

Melitha cepat menggeleng, menghapus airmata alakadarnya. Tangannya bergerak buru-buru membuka resleting tas sekolah, mengambil semua lembaran uang kertas dari dalam dompetnya.

"Buat, Mas... " Melitha menyusupkan uang kertas itu ke dalam genggaman tangan kakaknya.

"Eh..." Harry kebingungan.

"Aku tahu mas Har pasti belum sarapan. Aku pamit ke sekolah dulu..." buru-buru berlari keluar, takut tertinggal bis sekolahnya.

Harry terpaku sesaat lalu menghitung lembaran-lembaran uang kertas pecahan lima puluh ribuan itu, begitu tahu jumlahnya setara dengan transferannya ia cepat berlari untuk mengejar adiknya.

Papah cudah ciap? Ayo, belangkat.... " Naomi tersenyum manis melihat kemunculan ayahnya, segera melorot turun dari kursinya, sepatunya yang dibersihkan Melitha sudah terpasang rapi.

Harry menoleh setelah tidak melihat bus sekolah lagi di depan rumahnya.

"Ayo, kita berangkat, jangan sampai terlambat," meraih tangan putrinya setelah mengunci pintu rumah, tapi fikirannya masih melayang pada adiknya yang pergi tanpa sangu bersama Adri.

"Holeeeeee! No-mi cekolah lagiiiiiii!" teriaknya girang.

...***...

"Ada masalah?" Pandji mendekati Dominikus, bawahannya yang menjadi bagian dari Satuan Siber.

"Seseorang berusaha menerobos, Pak," gumamnya, menatap layar monitor tanpa kedipan mata.

Pandji ikut memperhatikan layar.

"Sepertinya seorang fans," Dominikus menyembunyikan kepanikannya. "Karena orang ini hanya berusaha menerobos pertahanan Anda saja, Pak... bukan Satuan kita."

"Apapun motifnya, lumpuhkan. Jangan remeh--" Instruksi Pandji terputus, begitu melihat kursor mouse bergerak dengan sendirinya tanpa kendali Dominik.

Panik menyergap, Pandji segera mengambil alih, begitu melihat layar menggelap indikasi baterai komputer melemah, menandakan ada malware aktif. Kursor terus mengklik sendiri, menampilkan semua data pribadi dirinya di layar.

Baru kali ini seseorang mampu menembus pertahanannya.

"Siapa kamu?" Pandji keheranan, melihat dalam satu kedipan mata, komputer di depannya tiba-tiba bisa difungsikan lagi tanpa tindakannya.

...***...

Di depan layar monitornya seorang siswi SMA Prestasi dengan gemetar memegang mouse di tangannya, jantungnya berdetak lebih cepat, ketegangan menyelimuti dirinya setelah membaca data pribadi sang kakak sepupu yang berhasil ia retas.

Dengan cepat ia membenahi sistem securitynya, agar akun yang sempat ia susupi tidak bocor dan merugikan pemiliknya.

"Siapa kamu sebenarnya, Melitha?" ucap suara bariton di belakang siswi itu, sempat melihat tampilan layar monitor yang mengejutkannya, sebelum siswinya itu sempat menutupnya kembali.

Bersambung✍️

1
〈⎳ FT. Zira
sensinya gak ilang ilang🤣
〈⎳ FT. Zira
mulut babe Gun ini memang mengandung bon cabe, tapi jangan jalas, hatinya semulus blue band🤣🤣🤣. lembuttt
Teteh Lia
Selamat menempuh hidup baru untuk mamas Harry dan Ibu Rachel.

Vote meluncur untuk kalian
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
idih, dah masukin penjara aja lagi dia /Panic/
Dewi Payang: Otw.....🤭🤭🤭🤭
total 5 replies
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
ini pang pang pang, ngikut terus dah🤣
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: sekarang udah resmi jadi mantu, apakah pang pang pang nya bakalan ada lagi!? 😏
total 2 replies
neng ade
selamat menempuh hidup baru untuk Harry dan Rachel, semoga langgeng dan bahagia selalu sampai maut memisahkan ❤️
Dewi Payang: Harry dan Rachel : terima kasih Kakak utk doa terbaiknya🙏🏻
total 1 replies
mama Al
Hari harus sabar ngadepin mertua macam Gunawan
Dewi Payang: Harus memang.... demi ayank Rachel....
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
hohohoho coba aja raya gilak. dilindes lu ama si rachel
Dewi Payang: Belum tahu saja si Raya siapa Rachel....
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
hehhh si arya malah pura-pura. jadikan noh
Dewi Payang: Mungkin masih trauma....
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
hadeuhhhh tak cium juga nih 💋💋
Dewi Payang: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
ihhh si bapak, pengen tak sentil deh bibirnya
Dewi Payang: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
idihhh bisa begono yak. ga nikah secara agama.
Dewi Payang: Gak nikah secara agama mempersulit diri sendiri,nkrn buat akte catatan sipil.butuh surat nikah gereja. Di kampungku pernah ada yg begitu kak....
total 1 replies
Ariany Sudjana
puji Tuhan, congrats yah Harry dan Rachel 😄🙏 tetap jadi pasangan yang takut akan Tuhan 🙏🙏
Dewi Payang: Harry dan Rachel : Amin...terima kasih kak🙏🏻😍
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
ku kira sadar tau nya masih gila walaupun dah di penjara kemaren
Dewi Payang: Geram Akak🤭🙈
total 3 replies
Marini Suhendar
pamer/papamertua senyum dong jangan malah" mulu cepet tua lho..ups udah tua kan😄
Dewi Payang: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
aku tunggu up nya gak pernah nongol.. ternyata punya akak ilang juga dari daftar baca😭😭😭😭.. padahal udah subcribe, jadi subcribe ulang🤧🤧
Dewi Payang: Oh begitu.... aku fikir krn lama gak up....
total 3 replies
〈⎳ FT. Zira
jleb gak tu... gak boleh sentuh sentuh.. ehh.. arya gak jadi Biarawan kann??/Silent//Silent/
Dewi Payang: Tapi.... giliran anak dilamar duda malah mau di tempeleng😂
total 3 replies
〈⎳ FT. Zira
jangan harap. dirmu aja dah dicoblo masih berharap Arya mau.. big NO
Dewi Payang: Eh eh🙈🙈🙈🙈
total 3 replies
〈⎳ FT. Zira
mentalnya dah tebal ya si Arya ini.. habis bertapa
Dewi Payang: Wkwk🤣🤣🤣🤣
total 3 replies
Teteh Lia
Kak.. aku punya satu cerita nih tentang ini🤭
Dewi Payang: Wah, bisa dibuat novel kak🤭🤭
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!