Indonesia
NovelToon NovelToon
Ingatanku Kembali Ke Usia 18 Tahun

Ingatanku Kembali Ke Usia 18 Tahun

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / CEO / Nikahmuda
Popularitas:8.7k
Nilai: 5
Nama Author: KGDan

Saat membuka matanya, Clarissa Wilson tidak mengingat, kapan dia telah menikah dengan Stephen Sylvester, lelaki yang sudah lama ia suka.

Clarissa ingat, kalau ia baru saja menyatakan rasa sukanya pada Stephen, di acara kelulusan Sekolah mereka, tapi.. kenapa tiba-tiba saat membuka mata, ia sudah memiliki seorang putri berusia lima tahun bersama Stephen?

Apa yang sebenarnya terjadi? Clarissa merasa ada yang ia lewatkan, begitu ia terjatuh saat ingin memeluk Stephen.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 15.

"Tadi Clarissa memang menyuapi Aurora makan, dan lauknya tidak sengaja terjatuh ke lantai!" sambung Thomas menjelaskan kesalahpahaman Stephen.

Stephen terdiam mendengar penjelasan Ayah mertuanya.

Clarissa masih berdiri diam dengan wajah yang terlihat gugup, dan merasa serba salah dengan sikapnya sebelumnya yang sama sekali tidak ia ingat.

Aurora yang sudah tidak menangis lagi, perlahan mengulurkan tangannya menyentuh tangan Clarissa, lalu menggoyangkan pelan.

Aurora kemudian menengadahkan kepalanya memandang Ayahnya, lalu ia melepaskan tangannya dari memegang tangan Clarissa.

Kemudian Aurora menyentuh tangan Ayahnya, dan menggoyangnya pelan sembari menatap mata Ayahnya, lalu kemudian ia menganggukkan kepalanya.

Stephen pun tahu apa yang disampaikan putrinya itu kepadanya, kalau Clarissa tidak menindas putrinya itu.

Melihat Aurora telah menjelaskan kesalahpahaman Stephen, Rebecca pun menawarkan Stephen untuk makan bersama dengan mereka.

"Stephen, duduklah makan dulu bersama, baru kalian pulang!"

"Ma, Pa! aku sudah makan, aku mau bawa Aurora pulang!" jawab Stephen, lalu menunduk untuk mengangkat Aurora ke dalam gendongannya.

Clarissa yang masih berdiri, hanya bisa diam saja melihat Stephen lebih memperdulikan putrinya mereka, dan terlihat sangat dingin padanya.

"Oh, iya! Pa, Ma, besok ada jamuan makan keluarga Sylvester! apa Papa dan Mama mau ikut?" tanya Stephen saat akan melangkah meninggalkan ruang dapur makan membawa Aurora.

"Mama dan Papa tidak biasa mengikuti acara jamuan makan seperti begitu, kamu bawa saja Clarissa dan Aurora ke jamuan makan itu!" jawab Rebecca menolak ajakan Stephen.

Mendengar apa yang dikatakan Ibunya, Clarissa seketika bersemangat, dan sangat berharap Stephen membawanya ke jamuan itu.

Ia pun sontak melangkah mendekati Stephen, dengan raut wajah yang terlihat penuh harap.

"Apa aku boleh ikut dengan kalian besok?"

"Tidak usah, kamu tidak akan suka ke acara jamuan itu!" jawab Stephen menolak Clarissa untuk ikut.

Perasaan Clarissa seketika tidak bersemangat, dan wajahnya terlihat menunjukkan, kalau ia merasa sedih tidak diinginkan Stephen untuk ikut pergi bersamanya.

Ia kemudian melihat Aurora, dan mendapat ide dalam kepalanya.

Ia meraih tangan Aurora, "Nak, besok apakah Mama boleh menemanimu?"

Aurora menganggukkan kepalanya menyetujui permintaan Clarissa, lalu Aurora menoleh memandang wajah Ayahnya, dan menatap mata Ayahnya memohon untuk membawa Clarissa bersama mereka.

Melihat tatapan putrinya, Stephen tidak dapat menolak apa yang dipinta putrinya itu, dan ia pun menoleh memandang Clarissa.

"Terserah!" jawabnya singkat dan dingin.

Stephen kemudian pergi membawa Aurora dari sana.

Clarissa perlahan tersenyum senang mendengar jawaban Stephen.

"Ayo, pergi! apa kamu tidak ikut pulang bersama kami?!"

Terdengar suara Stephen dari pintu depan, dan Clarissa tersenyum lebar mendengar Stephen mengajaknya pulang.

"Eh!"

Rebecca yang masih ingin berbincang dengan Clarissa, hanya bisa melihat Clarissa bergegas menyambar tas tangannya, dan berlari menyusul Stephen dan Aurora.

Esok hari, waktunya ke jamuan makan.

Stephen dan Aurora sudah siap sedari tadi menunggu Clarissa selesai berpakaian dan berdandan.

Stephen tertegun memandang Clarissa yang melangkah di anak tangga.

Penampilan Clarissa sama persis seperti saat di hari pernikahan mereka.

Clarissa memakai gaun putih, yang hampir sama dengan gaun pernikahan mereka dulu.

Dan penampilan Clarissa memakai gaun itu, seperti Clarissa yang masih berusia delapan belas tahun, saat ia mengucapkan janji, dan menyematkan cincin pernikahan ke jemari manis Clarissa.

Mata Stephen tidak berkedip melihat Clarissa tersenyum manis, melangkah menuruni anak tangga, lalu melangkah dan berdiri tepat di depannya.

Mata Stephen kemudian berkedip, Clarissa memutar tubuhnya memamerkan penampilannya di depannya, sembari terus memperlihatkan senyuman manisnya.

"Bagaimana dengan gaun ku, cantik tidak?" tanya Clarissa menghentikan dirinya berputar, lalu memandang Stephen yang masih terpana memandangnya.

Stephen menatap Clarissa dengan lekat, lalu melihat ada sesuatu yang kurang melengkapi penampilan Clarissa.

Bersambung.......

1
pacarnya zayyan XODIAC💚💚💚
tu kan salah paham lagi....
ihhh gemesss deh kenapa gk saling jujur gtu. atau komunikasi kek bir gk salah paham... 😭
pacarnya zayyan XODIAC💚💚💚
wahh Clarissa kamu dibohongin.
memang benar sekertaris nya ettan berbohong.baru aj mulai baikan udah mau salah paham lagi...
Dilla Fadilla
lanjut thor up yg bnyk
kymlove...
bagus Clarissa dan Stephen.. bila perlu hancurkan keluarga anak nakal itu!!
kymlove...
Stephen mana weee
Guest
crazy up thor 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!